Drainase Juanda Samarinda Diperbesar, Proyek Rp25,19 Miliar Capai 28 Persen

Ahla Najwa • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 22:18 WIB
Pekerja mengerjakan konstruksi drainase di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu. (DOK. DENNY SAPUTRA/KP)
Pekerja mengerjakan konstruksi drainase di Jalan Ir H Juanda, Kecamatan Samarinda Ulu. (DOK. DENNY SAPUTRA/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Drainase Jalan Juanda Samarinda kembali diperkuat sepanjang 696 meter untuk memperbesar kapasitas aliran dan mengurangi genangan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Jalan Ir H Juanda, Samarinda Ulu, kembali mendapat penguatan sistem drainase melalui proyek senilai Rp25,19 miliar untuk memperbesar kapasitas saluran dan mengurangi genangan saat hujan deras.

Pekerjaan ini menjadi bagian dari penanganan banjir yang berlangsung bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Kali ini, saluran diarahkan semakin terhubung dengan sistem pembuangan menuju anak Sungai Karang Asam Kecil, Ces.

Mengapa drainase Jalan Juanda kembali dikerjakan?

Bagi pengguna Jalan Ir H Juanda, persoalan genangan bukan hanya soal air yang memenuhi badan jalan. Ketika saluran tidak mampu menampung limpasan hujan, perjalanan warga, aktivitas usaha, dan arus kendaraan di kawasan tersebut ikut terdampak.

Pemerintah Kota Samarinda menjadikan pengendalian banjir sebagai salah satu prioritas pembangunan. Program tersebut diarahkan melalui pembangunan jaringan drainase yang lebih terpadu, tidak hanya menangani satu titik genangan, tetapi memperbaiki sistem aliran air dari kawasan hulu hingga saluran pembuangan.

Di Jalan Juanda, pekerjaan drainase juga bukan proyek yang berdiri sendiri. Pada 2025, Pemerintah Kota Samarinda sudah mengingatkan pengguna jalan mengenai penyempitan badan jalan akibat pekerjaan pembangunan dan perbaikan saluran di Jalan Juanda serta Jalan Pangeran Suryanata.

Artinya, penguatan saluran di kawasan ini berlangsung secara bertahap untuk mengejar kebutuhan kapasitas drainase yang lebih besar.

Seberapa besar proyek drainase yang sedang berjalan?

Kabid Sumber Daya Air DPUPR Samarinda Darmadi mengatakan progres pekerjaan Lanjutan Peningkatan Saluran Drainase Subsistem Jalan Juanda telah mencapai 28 persen hingga Selasa (15/9).

“Yakni pada sisi kiri arah menuju flyover Juanda. Progresnya sekarang sekitar 28 persen,” ujarnya, Selasa (15/9).

Proyek tersebut menggunakan Bantuan Keuangan Provinsi 2026 dengan nilai kontrak Rp25,19 miliar. Masa pelaksanaannya berlangsung 120 hari, mulai 10 Agustus hingga 7 Desember 2026.

Ada tiga ruas saluran yang dikerjakan tahun ini. Ruas pertama memiliki panjang 260 meter, ruas kedua 101 meter, sedangkan ruas ketiga 335 meter. Jika digabungkan, panjang saluran mencapai sekitar 696 meter.

Dimensinya juga dibuat cukup besar, yakni lebar 3 meter dan tinggi 2,2 meter. Konstruksi menggunakan box beton dan U-ditch.

Besarnya dimensi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan tidak sekadar memperbaiki tampilan saluran. Kapasitas aliran menjadi bagian penting karena drainase Jalan Juanda menerima limpasan dari beberapa kawasan sekaligus.

Baca Juga: Terowongan Samarinda Belum Dibuka, DPRD Bakal Panggil DPUPR

Air dari mana saja yang masuk ke sistem drainase Juanda?

Sistem drainase di kawasan ini menampung aliran dari Jalan Ir H Juanda dan lingkungan sekitarnya. Aliran tersebut juga berasal dari outlet Polder Air Hitam, Jalan Kadrie Oening, serta permukiman di sekitar Jalan Juanda.

Karena menerima aliran dari beberapa sumber, kemampuan saluran menjadi faktor penting ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Kondisi tersebut juga menjelaskan mengapa penanganan genangan tidak cukup hanya dengan membersihkan parit di satu titik. Kapasitas saluran, konektivitas antarjalur, dan arah pembuangan harus bekerja sebagai satu sistem.

Pemerintah Kota Samarinda sendiri dalam program pengendalian banjirnya menempatkan jaringan drainase terpadu sebagai salah satu bagian penanganan genangan.

Pemkot juga mengaitkan persoalan genangan dengan mobilitas warga dan aktivitas ekonomi yang dapat terganggu ketika jalan tidak dapat digunakan secara normal.

Apa kaitannya dengan penanganan banjir Samarinda?

Penanganan di Jalan Juanda memperlihatkan pola yang mulai digunakan Pemkot Samarinda, yakni memperbesar kapasitas saluran sekaligus memperbaiki koneksi aliran.

Pada Juli 2026, misalnya, Kecamatan Samarinda Ulu melakukan pemantauan pekerjaan drainase di kawasan Jalan Poros Samarinda–Tenggarong. Pemantauan tersebut diarahkan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan mampu mendukung pengurangan potensi genangan.

Di lokasi lain, pemerintah juga melakukan normalisasi saluran dengan mengangkat sedimen, lumpur, rumput, hingga sampah yang menghambat aliran. Langkah tersebut menjadi pelengkap pembangunan fisik karena saluran berkapasitas besar tetap membutuhkan pemeliharaan agar fungsinya tidak kembali terganggu.

Sementara itu, Pemerintah Kota Samarinda pada Agustus 2026 juga meninjau pembangunan sodetan Cermai yang menjadi bagian dari peningkatan kapasitas drainase subsistem Jalan Pasundan. Ini menunjukkan penanganan banjir Samarinda diarahkan pada jaringan dan konektivitas saluran, bukan hanya titik genangan.

Baca Juga: TPP Guru Samarinda Tertunda, Pemkot Pastikan Juni Dibayar September

Pengguna Jalan Juanda perlu bersiap dengan penyempitan badan jalan

Pembangunan saluran dengan panjang hampir 700 meter tentu berdampak langsung terhadap ruang jalan selama pekerjaan berlangsung.

Darmadi mengatakan pengguna jalan perlu memahami bahwa akan terjadi penyempitan badan jalan.

“Tentunya akan ada penyempitan jalan, dan kami harap warga bisa mendukung dan memahami kondisi ini, serta berhati-hati saat melintas,” pungkasnya.

Trotoar yang terdampak pembongkaran juga akan dikembalikan setelah pekerjaan selesai.

Bagi pengendara, kondisi ini berarti perjalanan di sekitar lokasi proyek membutuhkan perhatian lebih. Kecepatan kendaraan perlu disesuaikan dengan kondisi lapangan, terutama ketika ruang gerak kendaraan berkurang akibat pekerjaan konstruksi.

Pekerjaan drainase sebelumnya di Jalan Juanda juga pernah menimbulkan kebutuhan pengaturan lalu lintas karena adanya aktivitas konstruksi di kawasan tersebut. Pada proyek 2024, pembangunan saluran sepanjang sekitar 477 meter bahkan membutuhkan pembahasan skema pengalihan arus di sejumlah persimpangan.

Dengan proyek lanjutan 2026 yang mencakup 696 meter saluran, tantangan lalu lintas kembali menjadi bagian yang perlu diperhatikan selama pekerjaan berlangsung.

Apa yang bisa diharapkan setelah proyek selesai?

Target utama pekerjaan ini adalah meningkatkan kapasitas aliran air sehingga genangan di Jalan Ir H Juanda dan kawasan sekitarnya dapat ditekan.

Namun, keberhasilan sistem drainase tidak hanya ditentukan oleh ukuran saluran. Pemeliharaan, kelancaran jalur pembuangan, serta keterhubungan dengan saluran lain tetap menjadi bagian penting agar air dapat bergerak sesuai rancangan.

Bagi warga dan pengguna jalan, manfaat paling terasa tentu bukan sekadar saluran baru. Yang lebih penting adalah ketika hujan deras turun, air lebih cepat dialirkan dan aktivitas di kawasan Juanda tidak mudah terganggu.

Baca Juga: Kemarau Panjang di Samarinda, Andi Harun Ajak Warga Perbanyak Doa

Poin Penting:

Insight Redaksi:

Proyek Jalan Juanda memperlihatkan bahwa persoalan banjir Samarinda membutuhkan penanganan yang terhubung dari satu saluran ke saluran lain. Saluran berukuran besar akan lebih berarti jika jalur masuk, jalur pembuangan, dan pemeliharaannya berjalan bersama. Bagi warga, ukuran keberhasilannya sederhana: ketika hujan deras datang, jalan tetap dapat dilalui dan aktivitas tidak kembali terganggu oleh genangan.

Jika melewati kawasan proyek, beri ruang bagi pekerja dan alat konstruksi, kurangi kecepatan, serta ikuti pengaturan lalu lintas di lapangan. Informasi seperti progres 28 persen juga penting diperhatikan karena kondisi jalan dapat berubah selama tahapan pekerjaan berlangsung.

Tetap ikuti Balikpapan TV untuk informasi pembangunan dan layanan publik di Kalimantan Timur yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, Ces.

FAQ

1. Berapa nilai proyek drainase Jalan Juanda Samarinda?

Nilai kontrak proyek Lanjutan Peningkatan Saluran Drainase Subsistem Jalan Juanda mencapai Rp25,19 miliar dari Bantuan Keuangan Provinsi 2026.

2. Berapa panjang drainase yang dibangun?

Total panjang saluran yang dikerjakan mencapai sekitar 696 meter, terdiri atas tiga ruas sepanjang 260 meter, 101 meter, dan 335 meter.

3. Kapan proyek drainase Jalan Juanda selesai?

Masa pelaksanaan berlangsung 120 hari, terhitung 10 Agustus hingga 7 Desember 2026.

4. Apakah proyek menyebabkan penyempitan jalan?

Ya. DPUPR Samarinda menyampaikan akan terjadi penyempitan badan jalan selama pekerjaan berlangsung sehingga pengguna jalan diminta berhati-hati.

5. Kemana sistem drainase diarahkan?

Pekerjaan lanjutan diarahkan menuju sistem pembuangan ke anak Sungai Karang Asam Kecil.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Drainase Jalan Juanda Samarinda Diperkuat, Proyek Rp25,19 Miliar Capai 28 Persen”, oleh Denny Saputra. Di-update kembali dengan angle, konteks, dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
drainase Samarinda samarinda Jalan Juanda banjir samarinda