
Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Kemarau di Samarinda meningkatkan risiko karhutla dan gangguan air, sehingga Pemkot mengajak warga memperkuat ikhtiar dan doa.
Balikpapan TV - Hai Ces! Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama Forkopimda menggelar salat istisqa di Balai Kota Samarinda, Jumat (11/9), sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang dan risiko karhutla.
Ketika hujan belum juga menjadi penolong yang ditunggu warga, pemerintah tidak hanya mengandalkan kesiapsiagaan di lapangan. Doa bersama ikut dilakukan, sementara kewaspadaan terhadap kebakaran dan persoalan air tetap berjalan, Ces!
Mengapa Samarinda sampai menggelar salat istisqa?
Salat istisqa dilaksanakan di lapangan parkir Balai Kota Samarinda dan diikuti Andi Harun, jajaran Forkopimda, serta ratusan pegawai di lingkungan Balai Kota.
Bagi Pemkot Samarinda, kegiatan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menghadapi kondisi kemarau yang berdampak pada berbagai persoalan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Andi Harun mengatakan penanganan karhutla selama ini melibatkan pemerintah, TNI-Polri, masyarakat, hingga relawan. Namun, upaya tersebut menurutnya perlu dilengkapi dengan ikhtiar spiritual.
“Penanganan karhutla dan kemarau panjang sudah dilakukan bersama, kolaborasi pemerintah, TNI-Polri, masyarakat dan relawan. Tetapi itu tidak cukup, kita harus mengetuk pintu langit karena hujan adalah salah satu yang kita tunggu,” ujarnya.
Kemarau Samarinda bukan hanya soal panas
Persoalan yang muncul saat hujan jarang turun tidak berhenti pada meningkatnya potensi kebakaran.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




