Teras Samarinda 2 Dibuka September, 22 Personel Siaga dan Parkir Dipusatkan

Ahla Najwa • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:51 WIB
Teras Samarinda Tahap II siap dibuka dengan pengamanan, parkir, penyeberangan, dan pemeliharaan kawasan. (DOK. DENNY/KP)
Teras Samarinda Tahap II siap dibuka dengan pengamanan, parkir, penyeberangan, dan pemeliharaan kawasan. (DOK. DENNY/KP)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Teras Samarinda Tahap II ditargetkan buka 1 September dengan pengamanan, parkir, fasilitas penyeberangan, dan pemeliharaan yang disiapkan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Samarinda menargetkan Teras Samarinda Tahap II dibuka 1 September 2026 dengan persiapan pengamanan, parkir, fasilitas penyeberangan, dan perbaikan kawasan.

Pembukaan fasilitas publik di tepian Sungai Mahakam ini bukan cuma soal kawasan siap digunakan. Pengaturan pengunjung hingga keamanan ikut dikebut, Ces.

Apa yang disiapkan sebelum Teras Samarinda 2 dibuka?

Pemerintah Kota Samarinda melakukan pengecekan segmen 2 hingga 4 Teras Samarinda Tahap II pada Senin, 10 Agustus 2026.

Pengecekan tersebut dipimpin Asisten II Sekretariat Kota Samarinda Marnabas Patiroy bersama sejumlah organisasi perangkat daerah.

Masa pemeliharaan kontraktor dijadwalkan berakhir pada 20 Agustus. Sebelum fasilitas diterima pemerintah kota, sejumlah catatan harus ditindaklanjuti.

Temuan tersebut mencakup pemasangan keramik yang dinilai kurang baik, sprinkler belum lengkap, tempat sampah belum memadai, serta beberapa permainan anak mengalami kerusakan.

Pemkot Samarinda mengecek Teras Samarinda Tahap II, menemukan kerusakan fasilitas dan meminta kontraktor menuntaskan perbaikan (DOK. DENNY/KP)
Pemkot Samarinda mengecek Teras Samarinda Tahap II, menemukan kerusakan fasilitas dan meminta kontraktor menuntaskan perbaikan (DOK. DENNY/KP)

Marnabas menegaskan seluruh catatan tersebut perlu diselesaikan kontraktor sesuai rencana anggaran biaya sebelum kawasan diserahkan.

“Ini kan tanggung jawab kontraktor. Sebelum kami terima, dia harus kerjakan sesuai dengan RAB yang ada.”

Selain itu, terdapat kabel yang diduga dipotong dan dicuri serta sejumlah fasilitas yang belum berfungsi optimal.

Pemkot juga merencanakan peninjauan oleh Wali Kota Andi Harun sekitar 21 atau 22 Agustus untuk memberikan masukan terakhir.

Baca Juga: Harga Ayam Samarinda Naik, Pedagang Bengkuring Pilih Kecilkan Bobot

Pengamanan Teras Samarinda 2 disiapkan tiga shift

Satuan Polisi Pamong Praja Samarinda menyiapkan skema pengamanan untuk kawasan tersebut menjelang pembukaan.

Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini menyebut kebutuhan sementara mencapai sekitar 22 personel yang dibagi dalam tiga shift.

Jumlah tersebut masih dapat berubah karena personel Satpol PP juga bertugas di sejumlah titik lain di Kota Samarinda.

Pengamanan akan dikoordinasikan bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup, terutama untuk pembagian tugas di kawasan.

Satpol PP juga mempertimbangkan penggunaan anggota BKO karena sebagian regu dan dalmas sudah ditempatkan di sejumlah simpang.

“Kami masih menyusun strategi bagaimana menempatkan personel. Apakah mengambil dari anggota BKO, karena kami punya regu dan dalmas, tetapi banyak personel ditempatkan di simpang-simpang.”

Kebutuhan keamanan tidak hanya mengandalkan personel. CCTV, lampu, sarana pendukung, patroli skuter, serta dua pos yang tersedia di kawasan turut dipersiapkan.

Mengapa parkir diarahkan ke Gedung Pasar Pagi?

Teras Samarinda Tahap II tidak menyediakan area parkir di dalam kawasan. Karena itu, Dishub Samarinda menyiapkan sistem parkir terpusat di Gedung Pasar Pagi.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk mencegah median dan tepi jalan berubah menjadi lokasi parkir yang kemudian memunculkan parkir liar maupun juru parkir liar.

Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu mengatakan Gedung Pasar Pagi masih memiliki kapasitas untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu menyiapkan parkir terpusat Teras Samarinda Tahap II di Gedung Pasar Pagi (DOK. HAFIZ/KP)
Kepala Dishub Samarinda Hotmarulitua Manalu menyiapkan parkir terpusat Teras Samarinda Tahap II di Gedung Pasar Pagi (DOK. HAFIZ/KP)

Dishub juga mempertimbangkan perpanjangan waktu operasional parkir. Jika kapasitas tidak mencukupi, pengelola Masjid Raya Darussalam akan diajak berkoordinasi.

Median jalan dari kawasan Kantor Pos hingga depan Gedung Pasar Pagi juga direncanakan dipagari sebelum pembukaan.

Langkah tersebut menjadi evaluasi dari pengelolaan Teras Samarinda Tahap I, ketika ruang jalan berpotensi digunakan sebagai parkir saat kawasan ramai.

Fasilitas penyeberangan menjadi perhatian Dishub

Pengaturan parkir membuat keselamatan pejalan kaki ikut menjadi perhatian.

Dishub mengusulkan zebra cross selebar sekitar lima meter dari kawasan Pasar Pagi menuju Teras Samarinda Tahap II.

Pelican crossing juga diusulkan untuk membantu pengunjung menyeberang dengan aman. Namun, anggaran fasilitas tersebut disebut belum tersedia dan masih akan diusulkan.

Hotmarulitua bahkan menyebut fasilitas penyeberangan penting disiapkan sebelum kawasan dibuka karena pengunjung akan berpindah dari kantong parkir menuju area publik.

Parkir di depan Masjid Raya Darussalam nantinya juga dibatasi. Rambu larangan parkir akan dipasang, kecuali untuk kebutuhan kegiatan ibadah pada Jumat.

Sampah Sungai Mahakam ikut dibersihkan

Persiapan pembukaan juga menyentuh area tepian Sungai Mahakam.

Dinas Lingkungan Hidup Samarinda menjadwalkan kerja bakti lintas OPD pada Jumat, 14 Agustus untuk membersihkan sampah, kayu, dan gulma yang terbawa arus.

Kegiatan tersebut melibatkan DLH, BPBD, Dinas PUPR, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

DLH juga menyiapkan pembatas berupa besi atau wiremesh di bagian ujung kawasan muara sungai untuk mengurangi masuknya kayu dan rumput.

Material yang sudah menumpuk hingga menyerupai pulau kecil membutuhkan penanganan teknis karena berada dalam kewenangan Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda.

DLH menyebut pemindahan material ke tengah sungai saja berisiko membuat sampah kembali terbawa saat air pasang.

Baca Juga: Raperda Bencana Samarinda Diperkuat, Usaha Berisiko Tinggi Wajib Siapkan Analisis

Pemeliharaan tanaman perlu skema lanjutan

Selain kebersihan sungai, kondisi tanaman menjadi perhatian menjelang berakhirnya masa pemeliharaan kontraktor.

Hasil peninjauan menemukan sejumlah pohon mati dan rumput mulai mengering.

DLH mulai menyiapkan skema pemeliharaan setelah tanggung jawab kontraktor berakhir, terutama untuk kebutuhan penyiraman tanaman.

Sumber air menjadi salah satu persoalan yang perlu diselesaikan. Jika jaringan air baru belum tersedia, DLH menyiapkan opsi penggunaan mobil tangki.

Skema tersebut dinilai dapat menekan kebutuhan biaya tambahan karena pengeluaran utama berasal dari bahan bakar kendaraan.

Tips Berkunjung ke Teras Samarinda 2

  1. Gunakan kantong parkir resmi di Gedung Pasar Pagi.
  2. Hindari memarkir kendaraan di median atau tepi jalan.
  3. Gunakan fasilitas penyeberangan yang disediakan.
  4. Ikuti arahan petugas ketika kawasan mulai ramai.
  5. Jaga fasilitas publik, tanaman, dan kebersihan kawasan.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Teras Samarinda 2 sedang diuji bukan hanya dari sisi bangunan, tetapi juga tata kelola setelah ramai digunakan. Parkir, keamanan, sampah, tanaman, hingga penyeberangan saling berkaitan. Kalau pengaturannya rapi sejak awal, kawasan ini bisa nyaman dikunjungi tanpa mengorbankan fungsi jalan dan lingkungan sekitar. Jangan sampai fasilitas bagus, tapi pengelolaannya kada siap.

Yang perlu dikawal berikutnya adalah konsistensi pemeliharaan setelah kawasan benar-benar dibuka.

Bagikan informasi ini ke kawalan ikam agar pengunjung tahu lokasi parkir dan aturan kawasan sebelum datang.

Penasaran seperti apa wajah baru ruang publik tepian Mahakam ini? Pantau terus kabar terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan Teras Samarinda Tahap II ditargetkan dibuka?

Teras Samarinda Tahap II ditargetkan dibuka untuk umum pada 1 September 2026.

2. Berapa personel Satpol PP yang disiapkan?

Kebutuhan sementara diperkirakan sekitar 22 personel dengan pola pengamanan tiga shift.

3. Di mana pengunjung dapat memarkir kendaraan?

Pengunjung diarahkan menggunakan area parkir Gedung Pasar Pagi.

4. Apakah tersedia fasilitas penyeberangan?

Dishub mengusulkan zebra cross selebar sekitar lima meter dan pelican crossing.

5. Apa yang dilakukan terhadap sampah di tepian sungai?

Pemkot menyiapkan kerja bakti lintas OPD dan pembatas untuk mengurangi masuknya material sungai ke kawasan.

Sumber Informasi

Informasi utama mengacu pada pemberitaan Kaltimpost mengenai persiapan pembukaan Teras Samarinda Tahap II, termasuk pengamanan Satpol PP, parkir, fasilitas penyeberangan, pemeliharaan, dan kebersihan kawasan. Artikel disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Teras Samarinda Tahap II Gedung Pasar Pagi Hotmarulitua Manalu