
Ikhtisar: Teras Goma berawal dari kedai rumah dan berkembang melalui inovasi kopi serta sirup buatan sendiri.
Balikpapan TV - Hai Ces! Teras Goma di Kecamatan Sambutan, Samarinda, berkembang dari kedai kopi rumahan menjadi usaha yang menghadirkan produk sirup racikan sendiri bernama Golden Goma.
Usaha milik Alfinnahdi Ahyar ini menarik karena inovasinya lahir dari kebutuhan sederhana: mencari karakter rasa yang berbeda sekaligus menjaga efisiensi usaha. Ceritanya bermula ketika Alfinnahdi pulang dari Solo dan membawa pengalaman belajar kopi.
Dari teras rumah, peluang usaha mulai dibangun
Keterbatasan fasilitas pada awal usaha tidak menghalangi Alfinnahdi membuka kedai. Ia justru melihat lingkungan tempat tinggalnya sebagai peluang karena saat itu belum ada coffee shop di sekitar kawasan tersebut.
Teras Goma berdiri sekitar 7 Juli 2025 di kawasan Perumahan Arisco, Kecamatan Sambutan, Samarinda. Sebelumnya, usaha tersebut menggunakan nama Goma Coffee dan masih mengandalkan peralatan manual.
“Awalnya memang dari kedai kopi. Saya belajar kopi di perantauan, lalu pulang dan mencoba jualan di rumah. Waktu itu belum ada coffee shop di sekitar sini, jadi saya lihat ini peluang,” ujar Alfinnahdi saat menjadi narasumber Pro 4, dikutip Senin, 10 Agustus 2026.
Nama Teras Goma kemudian dipilih untuk menggambarkan lokasi usaha yang berada di teras rumah. Sementara itu, kata “Goma” berasal dari istilah di lingkungan Pondok Gontor, yakni ghairu mafhum, yang bermakna tidak jelas atau sulit dipahami.
Mengapa Teras Goma mulai membuat sirup sendiri?
Menjual kopi saja dirasa belum cukup bagi Alfinnahdi untuk memberikan pembeda pada produknya. Dari kebutuhan tersebut, ia mulai bereksperimen membuat sirup sendiri sebagai bagian dari pengembangan cita rasa minuman.
Salah satu hasil eksperimennya adalah sirup butterscotch bernama Golden Goma. Produk ini dibuat setelah Alfinnahdi mempelajari sejumlah referensi dan mencoba meracik formulanya sendiri di dapur.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




