Karhutla Petung PPU Padam, 31,04 Hektare Lahan Gambut dan Perkebunan Sawit Terbakar

Ahla Najwa • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:10 WIB
Personel gabungan BPBD PPU berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut untuk mencegah kebakaran meluas. (DOK. IST/KP)
Personel gabungan BPBD PPU berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut untuk mencegah kebakaran meluas. (DOK. IST/KP)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Karhutla Petung PPU membakar 31,04 hektare lahan gambut dan sawit sebelum akhirnya dipadamkan tim gabungan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kebakaran hutan dan lahan di RT 11 Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, PPU, menghanguskan 31,04 hektare area gambut dan perkebunan sawit hingga Minggu (6/9/2026).

Api yang muncul sejak Sabtu siang itu akhirnya berhasil dikendalikan. Namun, karakter lahan gambut membuat proses penanganan tidak cukup berhenti ketika kobaran api terlihat padam. Pendinginan dan penyisiran tetap dilakukan untuk memastikan bara tidak kembali menyala, Ces!

Api Meluas di Lahan Gambut Petung

Kebakaran mulai membesar pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 12.40 WITA. Vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, pepohonan, hingga tanaman kelapa sawit.

Dari total area terdampak, sekitar 9,6 hektare merupakan lahan milik warga, termasuk lahan atas nama Sarpomo dan Sukijan. Sementara 21,44 hektare lainnya berada di area perkebunan kelapa sawit milik PT KMS.

Lahan gambut menjadi salah satu bagian yang membuat penanganan kebakaran membutuhkan perhatian lebih. Api tidak hanya perlu dihentikan dari permukaan, tetapi area yang telah terbakar juga harus diperiksa kembali untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa.

Karena itu, proses pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan dan pembersihan atau clean up di area terdampak.

Kenapa Pendinginan Jadi Bagian Penting?

Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila menjelaskan, hari kedua penanganan difokuskan pada pendinginan dan penyisiran seluruh area yang terdampak.

"Pada hari kedua, penanganan dilanjutkan dengan pendinginan dan clean up di seluruh area terpengaruh. Tim melakukan penyisiran di sepanjang pinggiran hingga area tengah karhutla," ujar Nurlaila dalam laporan resminya, Minggu malam.

Tim gabungan memanfaatkan air dari drainase sekitar lokasi. Air tersebut disalurkan menggunakan mesin portable untuk membantu penyemprotan ke titik-titik yang membutuhkan pendinginan.

Langkah ini penting karena pekerjaan petugas tidak berhenti pada saat api besar sudah tidak terlihat. Area yang sebelumnya terbakar tetap diperiksa untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Proses pendinginan akhirnya selesai sekitar pukul 18.50 WITA. Tim memastikan kawasan tersebut dalam kondisi aman dan tidak ditemukan potensi titik api baru.

Baca Juga: Dua Warga Diamankan Usai Bakar Lahan Pertanian, Api Hanguskan 1 Hektare Lahan

Kondisi Kering Kaltim Masih Perlu Diwaspadai

Kebakaran di Petung berlangsung ketika kondisi cuaca Kaltim masih berada dalam periode yang perlu diwaspadai terhadap karhutla.

BMKG pada awal September 2026 menyebut kondisi panas dan kering masih berlangsung di sejumlah wilayah Indonesia. Pada pemantauan 2 September, kawasan Kalimantan tercatat memiliki 463 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sebelumnya, BMKG Kaltim juga menyampaikan bahwa kondisi wilayah Kalimantan Timur dipengaruhi fenomena El Niño yang dapat membuat kondisi lebih kering dan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Artinya, keberhasilan memadamkan api di Petung belum serta-merta mengakhiri kebutuhan kewaspadaan. Kondisi lahan yang kering membuat pencegahan titik api baru tetap menjadi bagian penting setelah proses pemadaman.

Tim Gabungan Bergerak dari Pemadaman hingga Penyisiran

Penanganan karhutla di RT 11 Petung melibatkan sejumlah unsur. BPBD PPU bekerja bersama Koramil Penajam, Kodim 0913/PPU, Brigade Karlabun Dinas Pertanian, serta pihak PT KMS.

Kolaborasi tersebut diperlukan karena area yang terbakar cukup luas dan terdiri atas lahan warga serta kawasan perkebunan.

Pada tahap awal, air dari drainase sekitar lokasi digunakan untuk membantu pemadaman. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, perhatian beralih pada titik-titik yang masih membutuhkan pendinginan.

Pola penanganan seperti ini menunjukkan bahwa pekerjaan di lapangan berlangsung dalam beberapa tahap: menghentikan api, mendinginkan area, kemudian memastikan kondisi lokasi tetap aman.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Meski api sudah berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran di RT 11 Kelurahan Petung belum diketahui secara pasti.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana kebakaran tersebut bermula.

Karena penyebab belum ditetapkan, tidak tepat mengaitkan kebakaran dengan aktivitas tertentu tanpa bukti. Informasi mengenai sumber api masih menunggu hasil penyelidikan aparat.

Bagi warga yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan tersebut, kondisi ini membuat kewaspadaan tetap diperlukan, terutama selama periode cuaca panas dan kering.

Baca Juga: RSUD RAPB PPU Kini Punya CT Scan 64 Slice, Rujukan Stroke ke Luar Daerah Ditargetkan Berkurang

Poin Penting:

Insight Redaksi

Karhutla di Petung memperlihatkan bahwa memadamkan api bukan satu-satunya pekerjaan dalam penanganan kebakaran lahan. Pada kawasan gambut, pendinginan dan penyisiran menjadi tahap penting agar bara tidak kembali berkembang menjadi titik api. Kondisi panas dan kering yang masih berlangsung di Kaltim juga membuat kewaspadaan tidak boleh berhenti setelah api dinyatakan padam.

Warga yang melihat kepulan asap atau indikasi titik api di sekitar lahan sebaiknya segera melaporkannya kepada petugas terkait. Jangan melakukan pembakaran terbuka, terutama ketika kondisi lahan sedang kering.

Informasi mengenai perkembangan karhutla dan kondisi cuaca juga perlu diperhatikan agar aktivitas di sekitar kawasan rawan kebakaran dapat dilakukan dengan lebih aman.

Bagikan artikel ini kepada warga sekitar dan ikuti terus informasi terbaru dari balikpapantv.id, teman update setia Ces!

FAQ

1. Berapa luas lahan yang terbakar di Petung PPU?

Total lahan yang terbakar mencapai 31,04 hektare, terdiri atas lahan milik warga dan perkebunan kelapa sawit.

2. Kapan kebakaran di Petung mulai terjadi?

Api dilaporkan membesar sejak Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 12.40 WITA.

3. Kapan karhutla di Petung berhasil dipadamkan?

Pemadaman dan proses pendinginan selesai pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 18.50 WITA.

4. Siapa yang menangani karhutla tersebut?

Penanganan melibatkan BPBD PPU, Koramil Penajam, Kodim 0913/PPU, Brigade Karlabun Dinas Pertanian, serta pihak PT KMS.

5. Apa penyebab kebakaran?

Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Puluhan Hektare Lahan Gambut dan Sawit di Petung PPU Terbakar”, oleh Ari Arief. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Karhutla PPU Petung penajam paser utara kebakaran lahan