
Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Tarakan masih minim hujan karena pertumbuhan awan terhambat kabut asap, sementara peluang hujan mulai terbuka di wilayah Kaltara.
Balikpapan TV - Hai Ces! Harapan hujan untuk mengurangi kabut asap di Tarakan masih belum menunjukkan tanda kuat. Di tengah kondisi kering, pertumbuhan awan di wilayah ini juga belum optimal karena adanya asap yang menyelimuti kawasan sekitar laut.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Tarakan menyebut peluang hujan dalam waktu dekat lebih terbuka di sejumlah wilayah Kalimantan Utara seperti Malinau, Bulungan, dan Nunukan. Sementara Tarakan masih perlu menunggu perkembangan atmosfer beberapa hari ke depan.
Tarakan belum mendapat peluang hujan yang kuat
Kepala BMKG Tarakan Muhammad Sulam Khilmi mengatakan peluang hujan pada 7 September 2026 lebih terkonsentrasi di Malinau, Bulungan, dan Nunukan.
Untuk Tarakan, kondisi atmosfer masih belum cukup mendukung terbentuknya awan hujan.
“Secara umum Kalimantan Utara untuk tanggal 7 memang ada beberapa peluang hujan, tapi tidak di Tarakan. Konsentrasinya di Malinau, Bulungan, dan Nunukan.”
BMKG memperkirakan peluang hujan di beberapa wilayah Kaltara meningkat pada 8 hingga 11 September, dengan potensi hujan sedang hingga lebat terutama di Malinau, Bulungan, dan Nunukan.
Sementara Tarakan masih dipantau dari hari ke hari. BMKG berharap peluang hujan mulai muncul dalam pembaruan prakiraan untuk beberapa hari berikutnya.
Baca Juga: Kabut Asap Ganggu Aktivitas Sekolah, Kemenag Tarakan Terapkan BDR untuk Madrasah dan Ponpes
Bibit awan sebenarnya mulai terbentuk
Meski hujan belum banyak turun, kondisi atmosfer Tarakan bukan berarti sepenuhnya tanpa pembentukan awan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




