Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: ISPU PPU berada di angka 80 atau kategori sedang, sementara asap karhutla memengaruhi kualitas udara dan memicu pemantauan lebih ketat.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kualitas udara Penajam Paser Utara masih berada pada kategori sedang dengan ISPU 80, setelah terdampak sebaran asap kebakaran hutan dan lahan.
Asap memang belum membuat kualitas udara PPU masuk kategori buruk, tetapi kondisi kemarau membuat pemantauan tetap penting. Simak bagaimana DLH menjaga kualitas udara tetap terkendali, Ces!
Mengapa kualitas udara PPU ikut terdampak asap karhutla?
Kondisi udara di PPU pada akhir Agustus hingga awal September 2026 masih tergolong terkendali. Namun, keberadaan asap karhutla mulai memberi pengaruh terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah.
Data yang diberitakan pada 3 September 2026 menunjukkan ISPU PPU berada di angka 80. Nilai tersebut masuk kategori sedang, bukan kategori tidak sehat.
Kondisi ini juga sejalan dengan laporan mengenai peningkatan partikulat halus PM2,5 di PPU. Partikel berukuran sangat kecil tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam membaca kualitas udara ketika asap kebakaran menyebar.
Bagi warga, kategori sedang bukan berarti kondisi udara dapat diabaikan. Kualitas udara dapat berubah mengikuti konsentrasi pencemar, cuaca, arah angin, serta perkembangan kebakaran di wilayah sekitar.
ISPU 80 berarti apa bagi warga PPU?
ISPU atau Indeks Standar Pencemar Udara digunakan untuk menggambarkan kualitas udara berdasarkan parameter pencemar yang terukur. Nilai indeks ditentukan berdasarkan parameter dengan nilai tertinggi.
Dalam pemantauan PPU, kondisi udara diperiksa secara berkala. Pemantauan tersebut penting karena kualitas udara dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu, terutama ketika sumber asap masih berada di sekitar wilayah Kalimantan Timur.
Informasi kualitas udara juga dapat dipantau masyarakat melalui sistem pemantauan kualitas udara pemerintah. Sistem tersebut menampilkan parameter pencemar dan nilai ISPU sehingga masyarakat memiliki gambaran mengenai kondisi udara yang sedang berlangsung.
Kondisi PPU juga tidak berdiri sendiri. BMKG mencatat bahwa periode akhir Agustus 2026 bertepatan dengan kondisi kemarau yang semakin meluas. Pada periode tersebut, sebaran asap juga terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur.
Baca Juga: Dua Warga Diamankan Usai Bakar Lahan Pertanian, Api Hanguskan 1 Hektare Lahan
Dari mana asap yang memengaruhi PPU berasal?
Salah satu perkembangan penting dalam isu ini adalah adanya dugaan asap yang masuk ke PPU dari wilayah sekitar.
Bupati PPU Mudyat Noor menyebut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan PPU diduga terbawa angin dari Kabupaten Paser. Ia juga menyampaikan bahwa kebakaran yang muncul di wilayah PPU relatif cepat ditangani dan tidak berlangsung berhari-hari.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara tidak selalu hanya dipengaruhi sumber pencemar yang berada tepat di lokasi pemantauan. Pergerakan massa udara dapat membawa partikulat dari wilayah lain.
BMKG sebelumnya juga menjelaskan bahwa sebaran asap karhutla di Kalimantan Timur dapat bergerak mengikuti pola angin hingga melewati batas administratif. Pada 25 Agustus 2026, BMKG bersama OIKN, BNPB, TNI AU, dan Pemerintah Kaltim melaksanakan operasi modifikasi cuaca untuk mengantisipasi kekeringan dan karhutla.
Karena itu, penanganan kualitas udara membutuhkan pemantauan lintas wilayah, bukan hanya melihat kondisi kebakaran di satu kabupaten.
Apa yang dilakukan DLH PPU untuk menjaga kualitas udara?
Dinas Lingkungan Hidup PPU melakukan langkah preventif dengan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terlebih pada musim kemarau.
Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH PPU, Rahmadi, menyebut gangguan kualitas udara pada Agustus berkaitan dengan dampak kebakaran lahan. Meski gangguannya dinilai belum fatal, DLH berharap kondisi udara tetap terjaga.
DLH juga mendorong masyarakat di tingkat kelurahan, desa, dan kecamatan untuk bersinergi mencegah pembakaran lahan ilegal.
Upaya pencegahan ini menjadi penting karena pembakaran lahan pada kondisi kering dapat memperbesar sumber emisi dan memperburuk kualitas udara ketika asap menyebar.
Baca Juga: RSUD RAPB PPU Kini Punya CT Scan 64 Slice, Rujukan Stroke ke Luar Daerah Ditargetkan Berkurang
Mengapa PM2,5 perlu menjadi perhatian?
PM2,5 merupakan partikulat berukuran sangat kecil yang dapat menjadi parameter penting dalam pemantauan kualitas udara. Dalam kondisi PPU pada awal September, partikulat halus menjadi salah satu indikator yang menonjol.
Data yang diberitakan pada 3 September menunjukkan PM2,5 menjadi parameter dominan, sementara PM10 masih berada pada kategori sedang dan sejumlah parameter lain seperti sulfur dioksida serta karbon monoksida tercatat dalam kategori baik.
Bagi masyarakat, informasi ini menunjukkan bahwa persoalan kualitas udara PPU tidak semata-mata berkaitan dengan tampilan asap secara kasatmata. Perubahan konsentrasi partikel di udara juga perlu diperhatikan melalui hasil pemantauan.
Itulah sebabnya angka ISPU perlu dilihat secara berkala, bukan hanya berdasarkan kondisi udara yang terlihat pada satu waktu.
Poin Penting:
-
ISPU PPU berada di angka 80 dan masih termasuk kategori sedang.
-
Asap karhutla menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas udara.
-
PM2,5 menjadi parameter penting dalam kondisi kualitas udara PPU.
-
Sebaran asap dapat dipengaruhi pergerakan angin dari wilayah sekitar.
-
DLH PPU mengimbau masyarakat menghindari pembakaran lahan secara sembarangan.
-
Pemantauan kualitas udara dilakukan secara berkala untuk melihat perubahan kondisi.
Insight Redaksi
Kualitas udara PPU yang masih berada pada kategori sedang memberi ruang untuk pencegahan sebelum gangguan berkembang lebih jauh. Fokusnya bukan hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah sumber asap baru dan membaca pergerakan partikulat melalui pemantauan berkala. Bagi warga, mengikuti perkembangan ISPU menjadi langkah sederhana untuk menentukan aktivitas luar ruang ketika kondisi udara berubah.
Tetap ikuti informasi lingkungan dan perkembangan Penajam Paser Utara bersama Balikpapan TV, Ces!
FAQ
1. Berapa ISPU PPU pada awal September 2026?
ISPU PPU tercatat berada di angka 80 dan termasuk kategori sedang.
2. Apa yang memengaruhi kualitas udara PPU?
Salah satu faktor yang dilaporkan adalah sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
3. Parameter apa yang menjadi perhatian dalam kualitas udara PPU?
PM2,5 menjadi salah satu parameter yang dominan dalam kondisi udara PPU pada awal September.
4. Apakah kualitas udara PPU sudah masuk kategori tidak sehat?
Belum. Nilai ISPU 80 masih berada dalam kategori sedang.
5. Apa langkah DLH PPU?
DLH melakukan pemantauan kualitas udara dan mengimbau masyarakat mencegah pembakaran lahan secara sembarangan.
Editor : Arya Kusuma