Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Harga Kresek Melonjak di Pasar Petung, Pedagang Kuliner Ikut Kelimpungan.

Novaldy Yulsa Polii • Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:55 WIB
Pedagang plastik di Pasar Petung menunjukkan kenaikan harga kresek yang mulai membebani usaha kecil harian.
Pedagang plastik di Pasar Petung menunjukkan kenaikan harga kresek yang mulai membebani usaha kecil harian.

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Kenaikan harga plastik kemasan di Pasar Petung memicu kekhawatiran pedagang kecil karena biaya usaha harian ikut meningkat signifikan.

Ikhtisar: Harga plastik kemasan di Pasar Petung, Penajam Paser Utara, naik hingga 80 persen sejak 26 Mei 2026. Kondisi ini membuat pedagang kecil harus menahan keuntungan agar pelanggan tetap bertahan di tengah persaingan pasar yang makin ketat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Harga plastik kemasan di Pasar Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara, mendadak bikin pedagang pasar tarik napas panjang. Kenaikannya kada main-main, bahkan ada yang tembus sampai 80 persen hanya dalam beberapa pekan terakhir.

Biaya usaha ikut naik, tapi harga jual dagangan kada mudah dinaikkan. Nah, di sinilah pedagang kecil mulai serba salah pang. Simak terus sampai habis supaya makin paham kondisi pasar yang lagi ramai dibahas ini, Ces!

Apa yang Membuat Harga Plastik di Pasar Petung Naik Tajam?

Kenaikan harga plastik mulai terasa sejak Selasa, 26 Mei 2026. Plastik kiloan yang sebelumnya relatif stabil kini dijual sekitar Rp15 ribu sampai Rp20 ribu. Sementara plastik ukuran besar sudah menyentuh Rp35 ribu per bungkus.

Bagi sebagian orang mungkin ini terlihat sepele. Tapi buat pedagang pasar, plastik itu kebutuhan harian. Dipakai terus. Mulai dari bungkus sayur, pentol, sampai makanan siap bawa pulang.

Karena dipakai setiap hari dalam jumlah besar, selisih harga sedikit saja langsung terasa di modal usaha. Kada heran kalau banyak pedagang mulai mengeluh soal biaya tambahan ini, Ces.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa PPU 2026 Resmi Dibuka, Kuota Sekitar 300 Mahasiswa.

Kenapa Pedagang Kecil Jadi Paling Terasa Dampaknya?

Pedagang kecil jadi kelompok yang paling cepat kena dampak karena margin keuntungan mereka memang tipis sejak awal. Saat biaya plastik naik, pengeluaran otomatis ikut membengkak.

Nia Ade, salah seorang pedagang plastik di Pasar Petung, menyebut kondisi ini cukup memberatkan para pedagang kecil.

“Kenaikan harga plastik ini cukup memberatkan pedagang karena biaya usaha bertambah,” ujar Nia Ade.

Masalahnya, harga jual dagangan kada bisa langsung ikut naik. Pedagang takut pelanggan pindah ke lapak lain yang masih mempertahankan harga lama. Persaingan pasar memang ketat pang.

Kenapa Pedagang Memilih Bertahan Meski Untung Menipis?

Banyak pedagang memilih tetap menjual dengan harga normal demi menjaga pelanggan tetap datang. Strateginya sederhana, untung sedikit asal pembeli kada lari.

“Kalau harga jual ikut dinaikkan, pelanggan bisa berkurang. Jadi kami tetap bertahan dengan keuntungan yang kecil,” katanya.

Situasi ini cukup terasa di usaha kuliner kecil dan pedagang sayur. Mereka harus menghitung ulang biaya harian sambil menjaga pembeli tetap nyaman belanja.

Di sisi lain, pembeli juga makin sensitif soal harga. Selisih seribu atau dua ribu rupiah kadang sudah jadi pertimbangan. Nah itu sudah, pedagang akhirnya serba menahan diri pang, Ces.

Bagaimana Kondisi Ini Mengubah Aktivitas Dagang di Pasar?

Kenaikan harga plastik membuat sebagian pedagang mulai lebih hemat memakai kemasan. Ada yang mengurangi ukuran plastik, ada juga yang lebih selektif saat membungkus barang.

Meski aktivitas pasar masih berjalan normal, suasana waspada mulai terasa di kalangan pedagang. Mereka khawatir jika harga terus naik, pengeluaran harian makin sulit ditutup dari hasil jualan biasa.

Kondisi seperti ini memang sering luput dari perhatian karena plastik bukan bahan pokok. Padahal di pasar tradisional, kemasan jadi bagian penting dari aktivitas jual beli sehari-hari.

Baca Juga: 60 Ekor Kambing Kurban Disiapkan Pedagang PPU Harga Mulai Rp3 Juta

Apa Harapan Pedagang Pasar Saat Ini?

Para pedagang berharap harga plastik bisa kembali stabil dalam waktu dekat. Stabilnya harga dinilai penting supaya biaya usaha kada terus bertambah.

Nia Ade juga berharap aktivitas perdagangan di Pasar Petung tetap berjalan lancar tanpa tekanan tambahan bagi pedagang kecil.

Kalau kondisi ini terus berlangsung, bukan cuma pedagang plastik yang terdampak. Efeknya bisa merembet ke banyak usaha kecil lain di pasar. Bubuhan pedagang jelas berharap situasi cepat membaik pang, Ces.

Poin Penting:

Insight: Kenaikan harga plastik memang terlihat kecil dibanding bahan pokok, tapi dampaknya nyata untuk ekonomi pasar tradisional. Pedagang kecil biasanya bertahan dari perputaran harian yang tipis. Saat biaya tambahan muncul terus-menerus, ruang napas usaha makin sempit. Di Pasar Petung, situasi ini memperlihatkan bagaimana biaya kecil bisa memengaruhi stabilitas dagang secara perlahan. Bubuhan pedagang pasar memang terbiasa tahan banting, tapi kondisi seperti ini tetap perlu jadi perhatian serius pang.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kondisi pedagang pasar tradisional saat ini.

Biar kada ketinggalan kabar pasar, ekonomi, dan cerita lokal terbaru, selalu update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan harga plastik di Pasar Petung mulai naik?
Kenaikan mulai dilaporkan pada Selasa, 26 Mei 2026.

2. Berapa harga plastik kiloan saat ini?
Sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu tergantung jenisnya.

3. Siapa yang paling terdampak kenaikan harga plastik?
Pedagang kecil seperti penjual sayur, pentol, dan usaha kuliner.

4. Kenapa pedagang tidak langsung menaikkan harga jual?
Karena khawatir pelanggan berkurang akibat harga dagangan ikut naik.

5. Apa harapan pedagang Pasar Petung?
Harga plastik kembali stabil agar biaya usaha tidak semakin berat.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#harga plastik kemasan #Nia Ade #pasar petung