DPRD Samarinda Minta PAUD Negeri Diperbanyak demi Sukseskan Wajib Belajar 13 Tahun


Durasi Baca: 5 Menit
Topik: Kesiapan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun di Samarinda.
Ikhtisar: Program Wajib Belajar 13 Tahun menambah satu tahun pendidikan PAUD. DPRD Samarinda menilai jumlah PAUD negeri, kualitas guru, dan dukungan anggaran masih perlu diperkuat.
Balikpapan TV - Hai Ces! Program Wajib Belajar 13 Tahun mulai menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai bagian penting dalam sistem pendidikan nasional. Di Kota Samarinda, DPRD mengingatkan kesiapan fasilitas dan kualitas layanan PAUD menjadi faktor yang menentukan keberhasilan kebijakan tersebut.
Pendidikan bukan hanya soal menambah lama belajar. Fondasi sejak usia dini menjadi perhatian utama. Simak sampai akhir, Ces!
Mengapa jumlah PAUD negeri menjadi perhatian?
Pelaksanaan Program Wajib Belajar 13 Tahun di Samarinda masih menghadapi tantangan pada ketersediaan lembaga pendidikan anak usia dini milik pemerintah.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan saat ini Samarinda baru memiliki sekitar 15 PAUD negeri. Sebaliknya, layanan pendidikan usia dini sebagian besar masih diselenggarakan oleh lebih dari 250 PAUD swasta.
Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan perhatian pemerintah apabila ingin mengoptimalkan pelaksanaan kebijakan wajib belajar yang kini mencakup satu tahun pendidikan PAUD. "PAUD negeri kita hanya sekitar 15. Sementara lebih dari 250 adalah PAUD swasta. Ini yang perlu mendapat pembinaan."
Keberadaan PAUD swasta dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan layanan pendidikan anak usia dini. Namun pemerintah tetap perlu meningkatkan pembinaan agar kualitas layanan dapat terus terjaga.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




