30 Kepala Sekolah Kosong di Mahulu, Guru Golongan III/b Kini Bisa Mendaftar

Riafandi • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 09:41 WIB
57 guru mengikuti seleksi BCKS untuk mengisi 30 posisi kepala sekolah kosong di Mahulu. (JODY KRISTIANTO/KP)
57 guru mengikuti seleksi BCKS untuk mengisi 30 posisi kepala sekolah kosong di Mahulu. (JODY KRISTIANTO/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Mahulu menghadapi kekosongan 30 kepala sekolah. Disdikbud membuka seleksi dengan melonggarkan syarat kepangkatan bagi guru.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Kekosongan pimpinan satuan pendidikan masih menjadi persoalan yang harus segera diatasi di Mahakam Ulu (Mahulu).Sebanyak 30 posisi kepala sekolah saat ini masih kosong. Untuk mengisinya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mahulu membuka Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).

Sebanyak 57 guru ikut bersaing dalam proses seleksi yang digelar di SMPN 1 Long Bagun, Selasa (8/9/2026).

Namun, persoalan pemenuhan kepala sekolah di wilayah perbatasan ini bukan sekadar mencari peserta seleksi. Mahulu juga harus menghadapi keterbatasan jumlah guru yang memenuhi persyaratan kepangkatan.

Karena itu, Disdikbud Mahulu sampai mengusulkan pelonggaran persyaratan kepada pemerintah pusat.

Baca Juga: Hotspot Mahulu Sempat Nihil, BPBD Kembali Temukan Titik Api Baru

30 Kursi Kepala Sekolah Masih Kosong

Kekosongan 30 posisi kepala sekolah menjadi alasan utama Disdikbud Mahulu mempercepat penjaringan calon pemimpin satuan pendidikan.

Seleksi substansi BCKS dilakukan dalam dua sesi untuk mengakomodasi seluruh peserta dengan kondisi sarana yang tersedia.

Sesi pertama berlangsung pukul 09.30–11.00 Wita, kemudian sesi kedua dilanjutkan pukul 11.00–12.30 Wita.

Kepala Disdikbud Mahulu Samson Batang memantau langsung pelaksanaan tes tersebut.

Di tengah proses asesmen, panitia dan peserta juga menghadapi persoalan jaringan internet yang naik-turun.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat proses seleksi membutuhkan dukungan jaringan. Meski begitu, tahapan asesmen tetap diupayakan berjalan maksimal hingga selesai.

Syarat Golongan Diturunkan

Ada hal menarik dalam seleksi kepala sekolah kali ini.

Disdikbud Mahulu sebelumnya harus bersurat kepada pemerintah pusat untuk meminta pelonggaran kriteria pendaftaran. Penyebabnya, jumlah tenaga pengajar yang memenuhi batas kepangkatan awal golongan III/c dinilai masih terbatas.

Usulan tersebut kemudian mendapat persetujuan dari kementerian.

Dengan adanya penyesuaian aturan, guru dengan pangkat golongan III/b kini dapat mengikuti persaingan untuk mengisi posisi kepala sekolah.

Kebijakan tersebut menjadi jalan keluar agar kebutuhan kepala sekolah di Mahulu tidak semakin berlarut.

Selain guru dengan status tertentu, kesempatan seleksi juga diberikan kepada PPPK yang telah mengabdi sekurang-kurangnya delapan tahun.

Peserta Didominasi Guru Golongan III/b

Dari total 57 peserta, komposisi pendaftar menunjukkan bahwa pelonggaran persyaratan memang membuka peluang lebih luas bagi tenaga pendidik di Mahulu.

Berdasarkan data Disdikbud Mahulu, peserta didominasi oleh 24 guru golongan III/b.

Kemudian terdapat 9 guru golongan III/c dan 4 guru golongan III/d. Selebihnya merupakan tenaga pendidik PPPK yang telah memenuhi ketentuan masa pengabdian.

Komposisi tersebut sekaligus menggambarkan kondisi sumber daya manusia pendidikan di Mahulu.

Jika syarat awal hanya menggunakan batas golongan III/c, ruang untuk mendapatkan calon kepala sekolah akan menjadi lebih terbatas.

Pelonggaran ke golongan III/b membuat lebih banyak guru berkesempatan mengikuti proses seleksi, tanpa menghilangkan tahapan penyaringan kompetensi.

Baca Juga: Bupati Mahulu Minta Program Pusat Disesuaikan dengan Kondisi Daerah

Bukan Sekadar Mengisi Jabatan Kosong

Pengisian 30 posisi kepala sekolah tidak hanya berkaitan dengan memenuhi struktur organisasi sekolah.

Kepala sekolah memiliki peran penting dalam mengarahkan pengelolaan satuan pendidikan, membangun koordinasi dengan guru, serta memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai kebutuhan peserta didik.

Hal tersebut menjadi semakin penting di wilayah seperti Mahulu yang memiliki tantangan geografis dan karakter pendidikan tersendiri.

Karena itu, seleksi tidak cukup hanya menghasilkan kepala sekolah yang memenuhi persyaratan administratif. Figur yang terpilih juga harus mampu memahami kondisi sekolah dan masyarakat di wilayah tempatnya bertugas.

Samson menegaskan bahwa proses penjaringan ini diarahkan untuk mendapatkan pemimpin sekolah yang memiliki kemampuan sekaligus dedikasi.

Harapannya, 30 formasi yang masih kosong dapat segera diisi oleh kandidat terbaik berdasarkan hasil uji kompetensi.

Tantangan Mahulu: Mencari Pemimpin di Tengah Keterbatasan SDM

Persoalan yang muncul dalam seleksi BCKS Mahulu memperlihatkan bahwa kebutuhan tenaga pendidikan tidak selalu dapat diselesaikan hanya dengan menetapkan persyaratan yang seragam.

Ketika jumlah guru yang memenuhi batas kepangkatan terbatas, pemerintah daerah perlu mencari ruang kebijakan agar proses pengisian jabatan tetap berjalan.

Namun, kelonggaran persyaratan juga perlu diikuti proses seleksi yang kuat.

Artinya, kesempatan yang lebih luas bagi guru golongan III/b dan PPPK bukan berarti standar kepemimpinan sekolah diabaikan. Justru tahap seleksi substansi menjadi penting untuk memastikan kandidat yang terpilih memang memiliki kapasitas memimpin.

Dengan pendekatan tersebut, kebutuhan mendesak untuk mengisi jabatan kosong tetap bisa berjalan beriringan dengan upaya menjaga kualitas kepemimpinan sekolah.

Poin Penting

Insight Redaksi

Kekosongan 30 kepala sekolah di Mahulu menunjukkan bahwa persoalan pendidikan di wilayah perbatasan juga berkaitan dengan ketersediaan sumber daya manusia.

Pelonggaran syarat kepangkatan menjadi salah satu bentuk adaptasi kebijakan terhadap kondisi daerah. Namun, langkah tersebut tetap membutuhkan keseimbangan: membuka akses bagi lebih banyak guru sekaligus memastikan calon yang terpilih benar-benar mampu memimpin sekolah.

Yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan setelah seleksi. Kepala sekolah yang terpilih nantinya akan menghadapi tantangan pendidikan Mahulu yang tidak sederhana, mulai dari kondisi geografis hingga keterbatasan sarana.

Jadi, mengisi 30 kursi bukanlah garis akhir. Justru dari sinilah pekerjaan berikutnya dimulai: memastikan setiap kepala sekolah mampu membawa satuan pendidikannya berkembang sesuai kebutuhan masyarakat Mahulu.

Menurut ikam, seberapa penting kepala sekolah yang memahami kondisi lokal untuk sekolah-sekolah di wilayah perbatasan? Bagikan artikel ini supaya bubuhan kawalan ikut melihat tantangan pendidikan di Mahulu.

Dari kursi kepala sekolah hingga kualitas pendidikan, setiap keputusan punya dampak untuk generasi di perbatasan. Ikuti info pendidikan dan perkembangan Mahulu hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa posisi kepala sekolah yang masih kosong di Mahulu?

Sebanyak 30 posisi kepala sekolah di Mahakam Ulu masih kosong dan sedang diupayakan untuk segera diisi.

2. Berapa guru yang mengikuti seleksi BCKS?

Sebanyak 57 guru mengikuti Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).

3. Di mana seleksi kepala sekolah Mahulu dilaksanakan?

Seleksi digelar di SMPN 1 Long Bagun pada Selasa, 8 September 2026.

4. Mengapa syarat kepangkatan kepala sekolah dilonggarkan?

Disdikbud Mahulu mengajukan pelonggaran karena jumlah tenaga pendidik yang memenuhi batas awal golongan III/c masih terbatas.

5. Guru golongan berapa yang kini bisa mengikuti seleksi?

Guru dengan pangkat golongan III/b kini dapat mengikuti seleksi setelah adanya penyesuaian aturan.

6. Apakah PPPK bisa mengikuti seleksi?

Bisa. PPPK yang telah mengabdi setidaknya selama delapan tahun juga dapat mengikuti seleksi sesuai ketentuan yang diberikan.

7. Golongan apa yang paling banyak mengikuti seleksi?

Peserta terbanyak berasal dari guru golongan III/b, yakni sebanyak 24 orang.

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, artikel "Mahulu Krisis Kepala Sekolah, Disdikbud Buka Seleksi 30 Formasi hingga Turunkan Syarat Golongan" karya Jody Kristianto, kemudian disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Kaltim Post
Mahakam Ulu pendidikan Kepala Sekolah disdikbud