Durasi Baca: 7 menit
Ikhtisar: Kue Petah khas Banjar hadir dengan tekstur lembut, cita rasa gurih santan, serta saus lala’an yang memperkaya rasa.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau biasanya kue tradisional identik dengan rasa manis, Kue Petah khas Banjar justru menawarkan pengalaman berbeda. Kue basah ini memiliki cita rasa gurih dengan tekstur lembut yang berasal dari perpaduan tepung beras dan santan.
Kue Petah dikenal sebagai salah satu sajian tradisional yang dekat dengan kuliner masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Bentuk dan rasanya sederhana, tetapi cara menikmatinya menjadi lebih istimewa karena kue ini disajikan bersama saus lala’an atau tahilala.
Saus berbahan santan kental tersebut dimasak hingga mengental dan mengeluarkan minyak. Saat dipadukan dengan potongan Kue Petah dan taburan bawang merah goreng, muncul perpaduan rasa gurih, aroma santan, serta tekstur lembut yang khas.
Kue Petah, Kue Gurih dari Dapur Banjar
Kue Petah merupakan kue basah berbahan dasar tepung beras. Dalam pembuatannya, tepung beras dicampur dengan santan, garam, air kapur sirih, serta pandan atau daun suji.
Santan menjadi salah satu unsur penting dalam sajian ini. Selain memberikan rasa gurih, santan juga membantu membentuk karakter lembut pada kue. Sementara itu, pandan atau daun suji memberikan aroma yang lebih harum sekaligus warna yang menarik.
Penggunaan air kapur sirih juga menjadi bagian dari resep. Bahan ini digunakan dalam jumlah kecil dan dicampurkan bersama bahan utama sebelum adonan dimasak.
Setelah matang, adonan tidak langsung disajikan. Adonan dituangkan ke dalam loyang, diratakan, kemudian didiamkan hingga dingin dan cukup kokoh untuk dipotong.
Di sinilah karakter Kue Petah terlihat. Teksturnya lembut, tetapi tetap bisa dipotong dan disajikan bersama pelengkap.
Saus Lala’an atau Tahilala Jadi Pelengkap
Kue Petah tidak hanya mengandalkan rasa dari adonannya. Ada saus lala’an atau tahilala yang menjadi pendamping saat kue disajikan.
Saus ini dibuat menggunakan santan kental dan sedikit garam. Keduanya dimasak sambil terus diaduk sampai santan menjadi lebih kental dan mengeluarkan minyak.
Proses tersebut membutuhkan perhatian karena santan perlu terus diaduk selama dimasak. Hasil akhirnya adalah saus dengan rasa gurih yang cocok dipadukan dengan Kue Petah.
Untuk memberikan tambahan tekstur dan aroma, bawang merah digoreng hingga matang kemudian digunakan sebagai taburan.
Perpaduan tiga elemen ini menjadi daya tarik sajian: Kue Petah yang lembut, saus lala’an yang gurih, dan bawang merah goreng yang memberikan sensasi renyah.
Baca Juga: Bubur Baayak Khas Banjar: Bahan, Cara Membuat, dan Kuah Santan Gurih
Bahan-Bahan Kue Petah
Membuat Kue Petah tidak membutuhkan banyak bahan. Berikut bahan yang perlu disiapkan:
-
150 gram tepung beras
-
375 ml santan dari perasan kelapa
-
2 sendok teh air kapur sirih
-
½ sendok teh garam
-
Pasta pandan atau air perasan daun suji secukupnya
Santan yang digunakan berasal dari perasan kelapa. Dalam resep ini, santan menjadi komponen utama selain tepung beras sehingga rasa gurihnya cukup menonjol.
Pandan atau daun suji dapat disesuaikan dengan bahan yang tersedia. Keduanya dapat digunakan untuk memberikan aroma sekaligus warna pada Kue Petah.
Bahan Saus Lala’an
Untuk membuat saus pendamping, siapkan:
-
250 ml santan kental
-
¼ sendok teh garam
-
Bawang merah goreng secukupnya
Jumlah bahan tersebut dapat disesuaikan dengan banyaknya Kue Petah yang akan disajikan.
Baca Juga: Resep Baronang Bakar Bumbu Kuning Khas Bontang, Bumbunya Nendang
Cara Membuat Kue Petah
1. Campurkan Bahan Adonan
Masukkan tepung beras, garam, air kapur sirih, dan pasta pandan atau air perasan daun suji ke dalam wadah.
Tambahkan sebagian santan, kemudian aduk hingga semua bahan tercampur rata dan tidak menggumpal.
Tahap awal ini penting karena tepung beras perlu tercampur dengan baik sebelum masuk ke proses pemasakan.
2. Panaskan Sisa Santan
Masukkan sisa santan ke dalam panci dan panaskan hingga mendidih.
Setelah itu, tuangkan santan panas tersebut sedikit demi sedikit ke dalam adonan tepung beras. Aduk terus selama proses pencampuran agar adonan tetap rata.
Cara ini membantu menghasilkan adonan yang lebih halus sebelum dimasak sampai matang.
3. Masak Adonan dengan Api Kecil
Setelah santan dan adonan tercampur, masak menggunakan api kecil.
Aduk terus sampai adonan berubah menjadi lebih kental dan matang. Jangan meninggalkan adonan terlalu lama tanpa diaduk karena tepung beras dapat mengendap atau menggumpal.
Ketika adonan sudah mengental dan matang, segera siapkan loyang yang akan digunakan.
4. Tuang ke Loyang
Olesi loyang dengan sedikit minyak agar adonan tidak mudah menempel.
Tuangkan adonan Kue Petah ke dalam loyang, kemudian ratakan permukaannya.
Setelah itu, biarkan adonan hingga dingin. Proses pendinginan diperlukan agar teksturnya menjadi lebih kokoh dan mudah dipotong.
5. Buat Saus Lala’an
Sambil menunggu Kue Petah dingin, saus lala’an dapat disiapkan.
Masukkan santan kental dan garam ke dalam panci. Masak sambil terus diaduk hingga santan mengental dan mulai mengeluarkan minyak.
Setelah mencapai kekentalan yang diinginkan, angkat dan sisihkan.
6. Potong dan Sajikan
Setelah Kue Petah cukup dingin dan teksturnya sudah kokoh, potong sesuai selera.
Letakkan potongan kue di atas piring, kemudian tambahkan saus lala’an. Terakhir, taburkan bawang merah goreng secukupnya.
Kue Petah siap dinikmati.
Baca Juga: Kepiting Soka, Kuliner Khas Tarakan yang Bisa Dimakan Bersama Cangkangnya
Tips Membuat Kue Petah
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasil Kue Petah tetap lembut dan mudah disajikan.
Pertama, perhatikan proses pencampuran. Tepung beras harus tercampur rata dengan santan sebelum dimasak. Aduk hingga tidak terdapat bagian tepung yang menggumpal.
Kedua, gunakan api kecil saat memasak adonan. Api yang terlalu besar dapat membuat adonan lebih cepat mengental di bagian tertentu sehingga teksturnya kurang merata.
Ketiga, terus aduk adonan selama dimasak. Pengadukan membantu menjaga adonan tetap halus sekaligus memastikan tepung beras matang secara merata.
Keempat, jangan terburu-buru memotong kue. Tunggu sampai adonan benar-benar dingin dan cukup kokoh. Dengan begitu, potongan Kue Petah akan lebih rapi.
Kelima, perhatikan saat membuat saus lala’an. Santan kental perlu terus diaduk selama proses memasak agar hasilnya sesuai dengan karakter saus yang diinginkan.
Baca Juga: Lek Tau Suan, Bubur Gunting Khas Pontianak dengan Kuah Manis dan Cakwe Renyah
Gurih Santan dan Aroma Pandan dalam Satu Sajian
Salah satu hal menarik dari Kue Petah adalah penggunaan bahan-bahan yang sederhana untuk menghasilkan rasa yang cukup khas.
Tepung beras menjadi dasar teksturnya. Santan memberikan rasa gurih dan karakter lembut. Garam memperkuat rasa, sedangkan pandan atau daun suji memberikan aroma yang lebih harum.
Kemudian, saus lala’an memberikan lapisan rasa tambahan. Ketika saus yang gurih dituangkan di atas potongan kue, cita rasa santan menjadi semakin terasa.
Bawang merah goreng melengkapi sajian dengan aroma dan tekstur yang berbeda dari kue yang lembut.
Karena itu, Kue Petah bukan sekadar kue basah yang dipotong dan disajikan. Cara penyajiannya bersama saus dan topping menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati kudapan ini.
Nilai Kuliner dalam Sajian Tradisional Banjar
Kue tradisional seperti Kue Petah menunjukkan bagaimana bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dapat diolah menjadi sajian dengan karakter tersendiri.
Tepung beras dan kelapa menjadi bahan yang sederhana, tetapi melalui proses pengolahan yang tepat dapat menghasilkan tekstur dan rasa yang berbeda.
Kue Petah juga memperlihatkan bahwa sajian tradisional tidak selalu harus menggunakan gula sebagai rasa utama. Gurih santan justru menjadi karakter yang menonjol pada makanan ini.
Dalam penyajiannya, saus lala’an atau tahilala membuat Kue Petah memiliki identitas rasa yang lebih kuat. Tambahan bawang merah goreng juga memberikan pelengkap sederhana tanpa menghilangkan karakter utama kue.
Cara Menikmati Kue Petah
Kue Petah paling menarik dinikmati setelah dipotong dan diberi saus lala’an secukupnya. Saus yang gurih akan berpadu dengan tekstur kue yang lembut.
Taburan bawang merah goreng dapat ditambahkan sesuai selera. Tekstur renyah dari bawang memberikan kontras dengan tekstur Kue Petah yang lembut.
Bagi yang ingin mempertahankan karakter tradisionalnya, sajikan kue dengan saus dan topping sesuai resep. Sederhana, tetapi tetap memberikan perpaduan rasa yang lengkap.
Baca Juga: Nasi Itik Gambut, Gurih Berempah dengan Bumbu Habang Khas Banjar
Poin Penting
-
Kue Petah merupakan kue basah khas Banjar dengan cita rasa gurih.
-
Tepung beras dan santan menjadi bahan utama.
-
Pandan atau daun suji dapat digunakan untuk memberikan aroma dan warna.
-
Adonan perlu dimasak menggunakan api kecil sambil terus diaduk.
-
Kue perlu didinginkan sebelum dipotong.
-
Saus lala’an dibuat dari santan kental dan garam.
-
Bawang merah goreng dapat digunakan sebagai pelengkap.
-
Kue Petah memiliki karakter lembut dengan rasa gurih santan.
Insight Redaksi
Kue Petah menunjukkan bahwa kekayaan kuliner tradisional tidak selalu hadir melalui rasa manis. Perpaduan tepung beras dan santan menghasilkan kue dengan karakter lembut dan gurih, sementara saus lala’an atau tahilala memberikan cita rasa yang semakin kuat.
Menariknya, kesederhanaan bahan justru menjadi bagian dari daya tarik Kue Petah. Tidak membutuhkan banyak bahan atau bumbu, sajian ini mengandalkan teknik pengolahan, terutama saat memasak adonan dan santan, untuk mendapatkan tekstur serta rasa yang sesuai.
Bagi pembaca yang ingin mencoba kuliner tradisional Banjar di rumah, resep Kue Petah dapat menjadi pilihan untuk mengenal sajian bercita rasa gurih yang mungkin berbeda dari kue basah pada umumnya. Penyajiannya bersama saus lala’an dan bawang merah goreng juga menjadi detail yang membuat hidangan ini semakin khas.
Dari dapur sederhana, Kue Petah memperlihatkan bagaimana bahan sehari-hari dapat diolah menjadi sajian tradisional dengan identitas rasa yang kuat.
FAQ
1. Apa itu Kue Petah?
Kue Petah adalah kue basah tradisional khas Banjar yang dibuat dari tepung beras, santan, garam, air kapur sirih, serta pandan atau daun suji.
2. Apakah Kue Petah memiliki rasa manis?
Dalam resep ini, Kue Petah memiliki rasa gurih yang berasal dari santan dan garam, bukan rasa manis.
3. Apa itu saus lala’an atau tahilala?
Saus lala’an atau tahilala adalah saus berbahan santan kental dan garam yang dimasak hingga mengental dan mengeluarkan minyak.
4. Mengapa Kue Petah perlu didinginkan sebelum dipotong?
Pendinginan membuat adonan menjadi lebih kokoh sehingga lebih mudah dipotong dan disajikan.
5. Apa yang digunakan untuk memberikan aroma pandan?
Pasta pandan atau air perasan daun suji dapat digunakan sesuai bahan yang tersedia.