Daging Masak Bumi Hangus Khas Samarinda, Resep Daging Sapi Hitam Pekat yang Bukan Gosong

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:23 WIB
Sajian daging masak bumi hangus khas Kaltim bernuansa gelap kecokelatan lengkap dengan taburan kacang polong. (BTV/Ai)
Sajian daging masak bumi hangus khas Kaltim bernuansa gelap kecokelatan lengkap dengan taburan kacang polong. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Daging Masak Bumi Hangus khas Samarinda menawarkan daging sapi empuk, kecap pekat, rempah hangat, dan rasa gurih manis.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Daging Masak Bumi Hangus merupakan olahan daging sapi yang dikenal di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan warna cokelat kehitaman dari kecap dan proses memasak perlahan.

Namanya memang bikin penasaran. “Bumi hangus” bukan berarti daging sengaja dibuat gosong, melainkan mengacu pada warna akhirnya yang gelap setelah dimasak cukup lama. Yuk, kenali cerita dan cara membuatnya di rumah.

Kenapa disebut Bumi Hangus?

Sekilas, Daging Masak Bumi Hangus bisa mengingatkan orang pada rendang atau semur. Bedanya, karakter sajian ini sangat menonjolkan perpaduan kecap, pala, lada, bawang, dan proses pemasakan yang membuat warna daging semakin pekat.

Sumber kuliner yang mendokumentasikan hidangan ini juga menjelaskan bahwa sebutan “bumi hangus” berkaitan dengan tampilannya yang hitam kecokelatan, bukan karena daging dimasak sampai terbakar.

Di Samarinda dan Kalimantan Timur, hidangan ini menjadi salah satu olahan daging yang dapat ditemui dalam dokumentasi kuliner daerah. Namun, catatan sejarah yang secara spesifik menetapkan kapan pertama kali Daging Masak Bumi Hangus dibuat belum cukup kuat untuk menentukan tahun atau pencipta awalnya. Karena itu, lebih aman melihatnya sebagai kuliner daerah yang telah terdokumentasi, tanpa menambahkan klaim sejarah yang belum memiliki bukti.

Identitas singkat Daging Masak Bumi Hangus

Informasi Keterangan
Nama Daging Masak Bumi Hangus
Asal Samarinda, Kalimantan Timur
Bahan utama Daging sapi
Teknik Marinasi, tumis, kemudian dimasak perlahan
Rasa dominan Manis, gurih, berbumbu
Warna Cokelat tua hingga hitam pekat
Tekstur Empuk dengan bumbu meresap
Pelengkap Kacang polong
Penyajian Hangat bersama nasi

Ada jejak akulturasi dalam kuliner daging Indonesia

Daging Masak Bumi Hangus tidak perlu dipaksakan memiliki sejarah yang sama dengan semur. Namun, penggunaan kecap, saus, pala, lada, serta teknik memasak daging perlahan menunjukkan bagaimana kuliner Indonesia berkembang melalui pertemuan berbagai bahan dan tradisi memasak.

Sejarawan makanan Fadly Rahman, dalam pembahasannya mengenai sejarah kuliner Indonesia, menunjukkan bahwa makanan Nusantara banyak berkembang melalui proses percampuran budaya. Ia menjelaskan bahwa kuliner Indonesia dapat terbentuk melalui kreativitas masyarakat dalam mengolah pengaruh dari luar menjadi sajian yang sesuai dengan cita rasa lokal.

Jejak semacam itu menarik karena makanan daerah tidak selalu harus memiliki satu cerita asal-usul yang sederhana. Resep dapat berkembang, berubah, dan menyesuaikan bahan yang tersedia di masyarakat.

Bahan-bahannya sederhana, kuncinya ada di proses memasak

Bahan utama

Bumbu marinasi

Kacang polong memberikan warna dan tekstur tambahan. Kalau menggunakan kacang polong kering atau beku, rendam atau siapkan terlebih dahulu sesuai jenisnya.

Baca Juga: Lek Tau Suan, Bubur Gunting Khas Pontianak dengan Kuah Manis dan Cakwe Renyah

Cara membuat Daging Masak Bumi Hangus

1. Marinasi daging

Cuci dan tiriskan daging sapi, kemudian potong kecil atau tipis sesuai selera.

Masukkan daging ke dalam wadah. Tambahkan pala bubuk, lada bubuk, dan kecap Inggris. Aduk sampai seluruh permukaan daging terlapisi bumbu.

Simpan di dalam kulkas minimal 30 menit. Waktu marinasi ini penting supaya bumbu mulai masuk ke permukaan daging sebelum proses memasak berlangsung.

2. Tumis bawang sampai harum

Panaskan margarin atau sedikit minyak dengan api sedang.

Masukkan bawang bombai dan bawang putih. Tumis sampai bawang layu dan aromanya keluar.

Jangan terburu-buru memasukkan air. Tahap menumis ini membantu membangun aroma dasar masakan.

3. Masukkan daging

Masukkan daging yang sudah dimarinasi. Aduk sampai permukaan daging berubah warna.

Tambahkan kecap manis, sisa kecap Inggris, dan saus tomat jika digunakan. Aduk hingga bumbu membalut daging secara merata.

4. Masak perlahan sampai empuk

Tuangkan air sedikit demi sedikit. Kecilkan api kemudian tutup wajan.

Masak perlahan sambil sesekali diaduk. Bila air mulai menyusut tetapi daging belum empuk, tambahkan air kembali secara bertahap.

Teknik inilah yang menjadi bagian penting dari karakter Daging Masak Bumi Hangus. Proses yang lebih lama membuat cairan berkurang, bumbu semakin pekat, dan warna daging berubah menjadi cokelat gelap hingga hitam.

Resep-resep yang terdokumentasi juga menunjukkan pola serupa: daging dimarinasi, ditumis bersama bawang dan bumbu, kemudian dimasak dengan api kecil sampai empuk dan kuah menyusut.

5. Masukkan kacang polong dan koreksi rasa

Ketika daging mulai empuk dan air hampir menyusut, masukkan kacang polong.

Tambahkan garam, gula pasir, dan kaldu bubuk secukupnya. Cicipi, lalu sesuaikan rasa.

Lanjutkan memasak sampai bumbu mengental dan menempel pada daging.

Jangan sampai keliru: warna hitam pekat adalah hasil dari kecap dan pemasakan yang lama, bukan tanda daging harus gosong.

Baca Juga: Tudai Bakar Khas Kalimantan Utara: Resep Kerang Darah Gurih Pedas yang Bikin Nagih

Rahasia supaya daging empuk dan bumbunya pekat

Ada tiga hal yang paling menentukan hasil akhirnya.

Pertama, jangan menggunakan api besar terus-menerus. Api kecil memberi waktu bagi daging dan bumbu untuk matang secara perlahan tanpa membuat bagian bawah cepat gosong.

Kedua, air ditambahkan bertahap. Cairan membantu proses pemasakan, tetapi pada akhirnya harus menyusut sehingga bumbu berubah menjadi lebih pekat.

Ketiga, jangan terlalu sering mengaduk. Aduk secukupnya untuk mencegah bagian bawah menempel dan memastikan bumbu merata.

Kalau menggunakan bagian daging selain has dalam, waktu memasak bisa berbeda. Beberapa resep yang terdokumentasi juga menyarankan bagian daging lain dapat digunakan dengan penyesuaian proses agar hasil akhirnya tetap empuk.

Berapa biaya membuatnya?

Untuk gambaran biaya, harga daging sapi murni di Samarinda tercatat sekitar Rp160.000 per kilogram pada 10 September 2026. Artinya, 500 gram daging membutuhkan sekitar Rp80.000 sebagai komponen utama.

Dengan tambahan bawang, kecap, saus, margarin, kacang polong dan bumbu lainnya, perkiraan total bahan sekitar Rp100.000–Rp120.000 untuk satu resep, tergantung merek dan jumlah bahan yang sudah tersedia di dapur.

Jika menghasilkan 3–4 porsi, kisarannya sekitar Rp25.000–Rp40.000 per porsi. Angka ini merupakan estimasi dan dapat berubah mengikuti harga bahan serta tempat berbelanja.

Paling nikmat disantap dengan apa?

Daging Masak Bumi Hangus paling sederhana dinikmati bersama nasi putih hangat. Perpaduan nasi dengan saus daging yang pekat membuat rasa manis-gurihnya lebih seimbang.

Dokumentasi kuliner mengenai hidangan ini juga menyebut nasi putih hangat dan sambal terasi sebagai pasangan yang cocok.

Kalau ingin tekstur yang lebih kontras, taburan bawang goreng bisa menjadi tambahan. Sambal juga dapat diberikan terpisah agar tingkat pedas bisa disesuaikan masing-masing.

Baca Juga: Ayam Masak Habang, Lauk Merah Khas Banjar yang Tak Pernah Kehilangan Tempat di Meja Makan

Poin penting

Insight Redaksi

Daging Masak Bumi Hangus menunjukkan bahwa identitas kuliner daerah tidak selalu lahir dari bahan yang langka. Daging sapi, kecap manis, rempah, dan teknik memasak perlahan justru menjadi kuat karena cara masyarakat mengolahnya hingga menghasilkan karakter rasa dan warna yang khas.

Yang menarik, istilah “bumi hangus” bukan berarti daging sengaja dimasak sampai gosong. Warna cokelat kehitaman menjadi ciri visual yang muncul dari penggunaan kecap dan proses pemasakan yang cukup lama. Karena itu, keberhasilan hidangan ini bukan diukur dari seberapa gelap warnanya, melainkan dari keseimbangan antara warna pekat, rasa gurih-manis, aroma rempah, dan tekstur daging yang empuk.

Di balik istilah yang terdengar ekstrem, terdapat teknik memasak yang justru membutuhkan kesabaran dan kontrol api. Inilah yang membuat Daging Masak Bumi Hangus menarik untuk dipertahankan: resepnya relatif mudah dipraktikkan, tetapi karakter akhirnya sangat ditentukan oleh proses.

 
 

FAQ

1. Apa itu Daging Masak Bumi Hangus?

Daging Masak Bumi Hangus adalah olahan daging sapi yang dimasak dengan kecap dan bumbu hingga warnanya cokelat tua atau hitam pekat serta dagingnya empuk.

2. Apakah Daging Masak Bumi Hangus benar-benar dimasak sampai gosong?

Tidak. Nama “bumi hangus” merujuk pada warna gelap hasil penggunaan kecap dan proses memasak yang lama.

3. lama memasak Daging Masak Bumi Hangus?

Waktunya bergantung pada jenis dan potongan daging. Resep yang terdokumentasi membutuhkan sekitar satu hingga dua jam termasuk marinasi dan proses pemasakan.

4. Apakah harus menggunakan has dalam?

Tidak mutlak. Has dalam menjadi pilihan pada resep ini, tetapi bagian daging lain dapat digunakan dengan penyesuaian waktu memasak agar hasilnya tetap empuk.

5. Apa pendamping yang cocok?

Nasi putih hangat merupakan pendamping utama. Sambal terasi dan bawang goreng juga dapat digunakan untuk memberikan rasa dan tekstur tambahan.

6. Apakah kacang polong wajib?

Tidak. Kacang polong merupakan pelengkap dan dapat disesuaikan dengan selera.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Daging Masak Bumi Hangus Resep Daging Sapi Kuliner Kalimantan Timur Kuliner Samarinda