Durasi Baca: 8 menit
Ikhtisar: Lek Tau Suan khas Pontianak memadukan kacang hijau kupas, kuah manis kental, pandan, dan cakwe renyah.
Balikpapan TV - Hai Ces! Lek Tau Suan merupakan kudapan manis khas Pontianak, Kalimantan Barat, yang menggunakan kacang hijau kupas dengan kuah bening kental dan biasanya disajikan bersama cakwe.
Bentuknya memang menyerupai bubur, tetapi sensasinya berbeda. Ada kacang hijau yang lembut, kuah manis beraroma pandan, lalu potongan cakwe yang memberikan tekstur renyah. Menarik dicoba, Ces!
Apa yang membuat Lek Tau Suan berbeda dari bubur kacang hijau biasa?
Lek Tau Suan dikenal sebagai salah satu kuliner khas Pontianak yang berkaitan dengan budaya kuliner Tionghoa, khususnya masyarakat Tiociu. Hidangan ini juga dikenal dengan sebutan bubur gunting.
Bahan utamanya bukan kacang hijau utuh dengan kulit, melainkan kacang hijau yang sudah dikupas. Bentuknya kemudian terlihat kecil, pucat kekuningan, dan berkilau ketika bercampur dengan kuah bening.
Kuahnya menjadi ciri penting. Berbeda dari bubur kacang hijau yang lazim menggunakan santan, Lek Tau Suan menggunakan kuah manis yang dikentalkan dengan bahan berpati seperti tepung tapioka atau maizena.
Hasil akhirnya adalah bubur dengan rasa manis ringan, aroma pandan, tekstur lembut, serta sensasi sedikit lengket dari kuahnya.
Baca Juga: Nasi Samin Banjarmasin, Nasi Rempah yang Jadi Bagian dari Kuliner Kampung Arab
Dari mana asal nama Lek Tau Suan?
Lek Tau Suan berkembang sebagai bagian dari kuliner Tionghoa di Pontianak. Indonesia.travel mencantumkannya sebagai salah satu makanan khas Pontianak berbahan kacang hijau kupas.
Sejumlah sumber kuliner menjelaskan istilah Lek Tau Suan berkaitan dengan gambaran kacang hijau yang berkilau seperti mutiara atau berlian ketika terkena cahaya.
Dalam perkembangan kuliner Pontianak, hidangan tersebut menjadi contoh pertemuan tradisi kuliner Tionghoa dengan lingkungan masyarakat setempat.
Pontianak sendiri memiliki kekayaan kuliner yang dipengaruhi komunitas Tionghoa, termasuk hidangan seperti chai kue, ce hun tiau, dan Lek Tau Suan.
Karakter itu membuat Lek Tau Suan bukan sekadar hidangan manis. Ia juga menjadi bagian dari identitas kuliner kota yang memiliki sejarah panjang perjumpaan berbagai kelompok masyarakat.
Mengapa Lek Tau Suan sering disantap bersama cakwe?
Cakwe memberikan elemen yang tidak dimiliki kuah dan kacang hijau, yaitu tekstur garing serta rasa gurih.
Saat potongan cakwe dimasukkan ke dalam Lek Tau Suan, bagian luarnya perlahan bersentuhan dengan kuah manis. Hasilnya menghadirkan perpaduan lembut, kental, manis, gurih, dan renyah dalam satu suapan.
Kombinasi tersebut sudah lama menjadi karakter penyajian Lek Tau Suan di Pontianak. detikFood juga mencatat hidangan ini disajikan hangat dengan irisan cakwe goreng.
Karena itulah cakwe sebaiknya ditambahkan ketika hidangan akan disantap. Teksturnya masih terasa lebih renyah dibandingkan jika terlalu lama terendam.
Apa saja bahan untuk membuat Lek Tau Suan?
Resep rumahan dapat dibuat dengan bahan yang cukup sederhana. Salah satu resep yang dipublikasikan detikKalimantan menggunakan 250 gram kacang hijau kupas, pandan, gula, sedikit garam, serta bahan pengental untuk kuah.
Bahan utama:
-
250 gram kacang hijau kupas
-
3 lembar daun pandan
-
1,5 liter air
-
30 gram gula merah
-
80 gram gula pasir
-
½ sendok teh garam
-
1 lembar daun pandan untuk kuah
-
2 sendok makan tepung maizena
-
100 mililiter air untuk melarutkan maizena
-
Cakwe secukupnya sebagai pelengkap
Resep tersebut dapat menghasilkan beberapa porsi, bergantung pada ukuran mangkuk dan banyaknya cakwe yang digunakan.
Bagaimana cara membuat Lek Tau Suan di rumah?
Kacang hijau kupas perlu dicuci hingga bersih. Setelah itu, rendam menggunakan air dingin sekitar 30 menit sebelum ditiriskan.
Tahap berikutnya adalah mengukus kacang hijau bersama daun pandan selama kurang lebih 10 menit. Cara ini membantu membuat kacang lebih lunak tanpa membuatnya langsung hancur ketika dimasak bersama kuah.
Untuk kuah, rebus air bersama gula merah, gula pasir, garam, dan pandan. Tunggu sampai gula larut serta aroma pandan keluar.
Masukkan kacang hijau yang sudah dikukus. Biarkan mendidih sebentar agar rasa manis meresap.
Larutkan tepung maizena dengan air dalam wadah terpisah. Tuangkan secara bertahap ke dalam panci sambil terus diaduk.
Masak hingga kuah berubah menjadi bening dan kental. Setelah tingkat kekentalannya sesuai, matikan api.
Tuang Lek Tau Suan ke mangkuk, kemudian tambahkan potongan cakwe goreng di bagian atas.
Baca Juga: Juhu Singkah Uwei: Saat Umbut Rotan dari Hutan Diolah Menjadi Kuliner Khas Dayak Kalimantan Tengah
Teknik apa yang paling menentukan teksturnya?
Kacang hijau menjadi bagian yang harus diperhatikan. Pilih biji kupas yang masih utuh agar hasilnya tidak berubah menjadi bubur yang terlalu halus. Tips ini juga disarankan dalam resep detikKalimantan.
Pengental sebaiknya dilarutkan terlebih dahulu dengan air. Langsung memasukkan tepung ke dalam kuah panas berisiko menghasilkan gumpalan.
Pengadukan juga harus dilakukan secara konsisten ketika bahan pengental mulai masuk. Kuah dapat mengental dengan cepat sehingga teksturnya perlu diperhatikan.
Untuk hasil yang lebih ringan, jumlah pengental dapat disesuaikan. Lek Tau Suan tidak harus memiliki kuah yang terlalu padat; karakter utamanya justru berada pada kuah bening kental yang masih nyaman disantap.
Berapa estimasi biaya membuat Lek Tau Suan?
Biaya berikut merupakan simulasi, bukan harga bahan yang berlaku untuk seluruh wilayah. Harga bahan dapat berubah berdasarkan kota, merek, ukuran kemasan, dan tempat pembelian.
| Kebutuhan/Bahan | Jumlah | Estimasi Harga | Total |
|---|---|---|---|
| Kacang hijau kupas | 250 gram | Rp15.000 | Rp15.000 |
| Gula pasir | 80 gram | Rp2.000 | Rp2.000 |
| Gula merah | 30 gram | Rp1.500 | Rp1.500 |
| Daun pandan | 4 lembar | Rp2.000 | Rp2.000 |
| Tepung maizena | 2 sdm | Rp2.000 | Rp2.000 |
| Cakwe | 4–6 buah | Rp12.000 | Rp12.000 |
| Garam dan bahan kecil | Secukupnya | Rp1.500 | Rp1.500 |
| Total simulasi | Rp36.000 |
Dengan asumsi menghasilkan sekitar empat porsi, biaya bahan dalam simulasi berada di kisaran Rp9.000 per porsi.
Sebagai pembanding, Indonesia.travel mencatat harga Lek Tau Suan yang dijual sebagai kuliner Pontianak berada pada kisaran Rp18.000–Rp25.000 per porsi. Harga di lapangan dapat berbeda menurut penjual dan lokasi.
Bagaimana cara menikmati Lek Tau Suan agar teksturnya maksimal?
Lek Tau Suan paling umum disantap dalam kondisi hangat. Karakter kuah yang manis dan aroma pandan terasa lebih menonjol ketika baru disajikan.
Cakwe dapat dipotong kecil-kecil kemudian diletakkan di atas bubur. Setiap suapan sebaiknya mengambil sedikit kacang hijau, kuah, dan cakwe sekaligus.
Bagi yang menyukai rasa lebih hangat, beberapa resep juga membuka pilihan menambahkan jahe. Namun, jahe bukan komponen utama yang wajib ada dalam resep dasar.
Lek Tau Suan juga cocok menjadi kudapan malam karena porsinya relatif ringan dibandingkan makanan utama.
Apa saja variasi Lek Tau Suan yang bisa ditemui?
| Variasi | Daerah/Konteks | Perbedaan | Karakter |
|---|---|---|---|
| Lek Tau Suan klasik | Pontianak | Kacang hijau kupas, kuah manis, pandan, cakwe | Manis, lembut, renyah |
| Lek Tau Suan dengan jahe | Rumahan | Tambahan jahe | Manis dengan sensasi hangat |
| Lek Tau Suan tanpa cakwe | Rumahan | Tidak menggunakan pelengkap goreng | Lebih lembut |
| Lek Tau Suan porsi jajanan | Kedai/kaki lima | Takaran dan jumlah cakwe menyesuaikan penjual | Praktis dan ringan |
Variasi tersebut lebih tepat dipandang sebagai penyesuaian penyajian, bukan resep baku baru. Karakter dasarnya tetap bertumpu pada kacang hijau kupas dan kuah manis kental.
Mengapa Lek Tau Suan penting bagi kuliner Pontianak?
Lek Tau Suan memperlihatkan bagaimana makanan dapat menjadi bagian dari perjalanan budaya sebuah kota.
Kuliner Tionghoa di Pontianak berkembang dalam lingkungan masyarakat yang beragam. detikKalimantan mencatat pengaruh komunitas Tionghoa terlihat pada berbagai makanan khas kota tersebut, termasuk Lek Tau Suan.
Bagi pelaku usaha makanan, hidangan sederhana seperti ini juga memiliki peluang ekonomi karena bahan dasarnya relatif mudah diperoleh dan proses penyajiannya dapat dilakukan dalam skala kedai.
Sebuah kajian mengenai UMKM kuliner Pontianak turut memasukkan Lek Tau Suan sebagai salah satu makanan tradisional khas kota tersebut yang memiliki potensi dalam pengembangan produk kuliner lokal.
Bagaimana posisi Lek Tau Suan dalam kuliner Kalimantan Barat?
Lek Tau Suan tidak hanya dikenal sebagai makanan Pontianak. Dokumen edukasi kebudayaan Indonesia dari Kementerian Pendidikan juga mencantumkannya dalam daftar makanan khas Provinsi Kalimantan Barat.
Kehadirannya melengkapi ragam makanan daerah yang berasal dari latar budaya berbeda. Ada makanan Melayu, Dayak, Tionghoa, hingga berbagai bentuk kuliner hasil pertemuan budaya.
Inilah yang membuat kuliner Kalimantan Barat menarik untuk dibaca bukan hanya dari rasa, tetapi juga dari cerita masyarakat yang membentuknya.
Baca Juga: Tepe Dawen Jawau Khas Dayak Ngaju, Resep Daun Singkong Gurih Bersantan
Data Singkat Lek Tau Suan
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Lek Tau Suan |
| Sebutan lain | Bubur gunting |
| Daerah yang identik | Pontianak, Kalimantan Barat |
| Pengaruh budaya | Tionghoa/Tiociu |
| Bahan utama | Kacang hijau kupas |
| Kuah | Manis, bening, kental |
| Aroma | Pandan |
| Pelengkap | Cakwe |
| Penyajian | Hangat |
| Waktu masak rumahan | Sekitar 30–45 menit, tergantung persiapan |
| Estimasi biaya bahan | Sekitar Rp36.000 per simulasi resep |
| Estimasi hasil | Sekitar 4 porsi |
| Tingkat kesulitan | Mudah–menengah |
Poin Penting:
-
Lek Tau Suan merupakan kuliner manis yang identik dengan Pontianak, Kalimantan Barat.
-
Hidangan ini menggunakan kacang hijau yang telah dikupas.
-
Kuahnya bening, manis, dan dikentalkan menggunakan bahan berpati.
-
Daun pandan memberikan aroma khas.
-
Cakwe menjadi pelengkap penting karena memberikan tekstur renyah dan rasa gurih.
-
Lek Tau Suan biasa disantap dalam keadaan hangat.
-
Kuliner ini menjadi salah satu contoh pengaruh budaya Tionghoa dalam kuliner Pontianak.
-
Biaya pembuatan rumahan dapat berbeda berdasarkan harga bahan di masing-masing daerah.
Insight Redaksi
Lek Tau Suan memperlihatkan bahwa kekayaan kuliner Pontianak tidak hanya hadir dari makanan berat, tetapi juga kudapan sederhana yang membawa jejak budaya. Kacang hijau kupas, kuah pandan, dan cakwe membentuk identitas rasa yang khas. Bagi Kalimantan Timur, cerita seperti ini menarik karena menunjukkan bagaimana kuliner antardaerah di Kalimantan dapat menjadi jembatan untuk mengenal sejarah, keberagaman masyarakat, sekaligus peluang usaha kuliner lokal.
Kalau Ces sudah pernah mencoba Lek Tau Suan, ceritakan pengalaman dan tempat favoritnya. Bagikan artikel ini supaya semakin banyak yang mengenal ragam kuliner Nusantara, dan terus ikuti informasi kuliner lainnya bersama Balikpapan TV.
FAQ
1. Apa itu Lek Tau Suan?
Lek Tau Suan adalah kudapan manis khas Pontianak berbahan kacang hijau kupas dengan kuah bening kental dan biasanya diberi cakwe.
2. Mengapa Lek Tau Suan disebut bubur gunting?
Lek Tau Suan dikenal pula sebagai bubur gunting, salah satunya karena penyajiannya lazim dilengkapi potongan cakwe yang digunting menjadi bagian kecil.
3. Apakah Lek Tau Suan menggunakan santan?
Resep dasarnya tidak menggunakan santan. Kuahnya berupa kuah manis bening yang dibuat kental menggunakan bahan berpati.
4. Apa bahan utama Lek Tau Suan?
Bahan utamanya adalah kacang hijau yang sudah dikupas, kemudian dimasak bersama kuah manis beraroma pandan.
5. Mengapa Lek Tau Suan disajikan dengan cakwe?
Cakwe memberikan tekstur renyah dan rasa gurih yang menjadi pasangan kontras dengan kacang hijau serta kuah manis.
6. Apakah Lek Tau Suan harus dimakan hangat?
Lek Tau Suan lazim disajikan dan dinikmati dalam keadaan hangat sehingga aroma pandan dan karakter kuahnya lebih terasa.
7. Berapa harga Lek Tau Suan?
Indonesia.travel mencatat kisaran harga sekitar Rp18.000–Rp25.000 per porsi, tetapi harga dapat berbeda berdasarkan penjual dan lokasi.