
Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Kekeringan di Tarakan menjadi pengingat untuk memperkuat ikhtiar menghadapi krisis air sekaligus meningkatkan doa, amal, dan ketakwaan.
Balikpapan TV – Hai Ces! Kekeringan yang melanda Tarakan tidak hanya berdampak pada kebutuhan air masyarakat. Kondisi tersebut juga dimaknai sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri dan memperkuat ketakwaan.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tarakan, KH Zainuddin Daililah, mengajak masyarakat tidak hanya melihat kekeringan dari sisi persoalan alam, tetapi juga menjadikannya kesempatan untuk bermuhasabah.
Kekeringan Tak Hanya Soal Air
Kondisi minim hujan membuat kebutuhan air menjadi perhatian masyarakat. Namun, di tengah situasi tersebut, muncul ajakan agar warga juga melakukan refleksi terhadap kehidupan dan meningkatkan rasa syukur.
Zainuddin mengatakan, masyarakat perlu memperbanyak doa, istighfar, memperbaiki amal, serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Kita jangan hanya melihat kekeringan ini sebagai persoalan tidak turunnya hujan. Ini juga menjadi kesempatan bagi kita untuk bermuhasabah, memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri. Hujan adalah nikmat dari Allah SWT yang harus kita syukuri,” jelasnya, Minggu (13/9).
Pesan tersebut menempatkan persoalan kekeringan tidak semata sebagai kondisi yang harus dihadapi secara teknis, tetapi juga sebagai ruang untuk memperkuat kepedulian dan refleksi masyarakat.
Ikhtiar Lahiriah Tetap Berjalan
Menurut Zainuddin, manusia memiliki keterbatasan ketika berhadapan dengan berbagai kondisi alam. Karena itu, menghadapi kekeringan membutuhkan ikhtiar dari berbagai sisi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




