Mageli Khas Banjar, Camilan Kacang Hijau Gurih yang Sederhana tapi Bikin Penasaran

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 14:25 WIB
Sajian mageli yang renyah dan gurih, disajikan hangat dengan cabai rawit hijau. (BTV/Ai)
Sajian mageli yang renyah dan gurih, disajikan hangat dengan cabai rawit hijau. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Mageli khas Banjar menawarkan olahan kacang hijau gurih yang sederhana, mudah dibuat, dan cocok menjadi camilan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Mageli merupakan penganan berbahan kacang yang dikenal sebagai kuliner tradisional Banjar, khususnya Martapura, Kalimantan Selatan, dan biasa disantap sebagai camilan maupun pelengkap makanan.

Namanya mungkin belum sepopuler soto Banjar atau ketupat kandangan. Namun, bagi pencinta kuliner tradisional, mageli punya daya tarik sendiri: kacang hijau yang direndam, dihaluskan, dibumbui, lalu digoreng sampai bagian luarnya berwarna keemasan.

Mageli bukan sekadar gorengan kacang

Mageli dikenal di Martapura sebagai penganan berbahan kacang. Sejumlah resep lokal menggunakan kacang putih atau kacang Nagara, sementara versi lain menggunakan kacang hijau. Mageli juga disebut sebagai pelengkap makanan seperti ketupat, lapat atau lepat, pundut nasi, hingga hidangan lainnya.

Ada pula resep mageli berbahan kacang hijau yang berkembang di Kalimantan Timur. Karena itu, penyebutan dan komposisinya dapat berbeda menurut daerah serta resep keluarga yang digunakan.

Untuk resep kali ini, bahan utamanya adalah kacang hijau.

Bahan-bahan Mageli

Untuk membuat satu adonan mageli, siapkan:

Bahan Jumlah
Kacang hijau 250 gram
Bawang putih 4 siung
Bawang merah 5 siung
Cabai rawit/cabai merah Sesuai selera, opsional
Telur ayam 1 butir
Tepung terigu 3–6 sendok makan
Garam ½ sendok teh
Gula pasir ½ sendok teh
Kaldu bubuk/kaldu jamur ½ sendok teh
Lada bubuk ¼ sendok teh
Minyak goreng Secukupnya

Kacang hijau perlu direndam terlebih dahulu sekitar 8–12 jam agar mengembang dan lebih mudah dihaluskan.

Baca Juga: Kue Gumpal Banjar: Resep Wadai Gumpal Singkong yang Manis Gurih dan Renyah

Cara membuat Mageli

1. Rendam kacang hijau

Cuci kacang hijau hingga bersih. Masukkan ke dalam wadah, kemudian rendam menggunakan air selama sekitar 8–12 jam atau semalaman.

Setelah kacang mengembang dan terasa lebih empuk, tiriskan hingga tidak terlalu banyak menyisakan air.

2. Haluskan kacang

Masukkan kacang hijau ke blender, chopper, atau gunakan ulekan.

Haluskan tanpa tambahan air dan jangan sampai terlalu lembut. Sedikit tekstur kacang justru membuat hasil mageli tidak terasa seperti adonan yang terlalu halus.

3. Haluskan bumbu

Ulek atau blender bawang merah, bawang putih, dan cabai jika ingin mendapatkan rasa pedas.

Cabai bisa disesuaikan dengan selera. Jika ingin rasa mageli yang lebih ringan, cabai dapat dilewatkan.

4. Campurkan seluruh bahan

Masukkan bumbu halus ke dalam kacang hijau.

Tambahkan telur, tepung terigu, garam, gula, kaldu bubuk atau kaldu jamur, serta lada bubuk.

Aduk hingga semua bahan tercampur rata.

Tidak perlu menambahkan air. Tepung berfungsi membantu mengikat adonan sehingga mageli lebih mudah dibentuk dan tidak gampang hancur saat digoreng.

5. Goreng sampai keemasan

Panaskan minyak dengan api sedang.

Ambil adonan menggunakan sendok dengan ukuran sesuai selera, kemudian masukkan perlahan ke dalam minyak panas.

Goreng sampai permukaan mageli berubah menjadi kuning kecokelatan atau keemasan. Balik agar kedua sisinya matang merata.

6. Tiriskan

Angkat mageli setelah matang, kemudian tiriskan minyaknya.

Mageli paling menarik disantap ketika masih hangat, ketika bagian luarnya sudah matang sementara bagian dalamnya tetap lembut.

Teknik penting supaya Mageli tidak mudah hancur

Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan saat membuatnya.

Pertama, jangan terlalu banyak air. Adonan yang terlalu cair akan sulit dibentuk dan lebih mudah pecah ketika masuk ke minyak.

Kedua, jangan menghaluskan kacang terlalu lembut. Tekstur sedikit berbutir membantu memberikan karakter pada mageli.

Ketiga, gunakan api sedang. Api yang terlalu besar membuat bagian luar cepat cokelat sementara bagian dalam belum matang.

Kesalahan yang sering terjadi

Masalah Penyebab kemungkinan Solusi
Mageli hancur saat digoreng Adonan terlalu encer Tambahkan tepung sedikit demi sedikit
Bagian luar cepat gosong Api terlalu besar Gunakan api sedang
Mageli terlalu keras Tepung terlalu banyak Sesuaikan tepung secukupnya
Bagian dalam kurang matang Ukuran adonan terlalu besar Gunakan ukuran lebih kecil dan goreng merata

Baca Juga: Kaloci Pontianak, Jajanan Kenyal Berbalut Kacang yang Mirip Mochi

Bagaimana Mageli biasanya dinikmati?

Mageli dapat dimakan langsung sebagai camilan. Di Martapura, penganan ini juga dikenal sebagai teman makan sejumlah makanan tradisional seperti ketupat, lapat atau lepat, pundut nasi, dan hidangan lainnya.

Mageli juga cocok disajikan bersama sambal atau saus cocolan. Sumber lokal mengenai mageli Martapura mencatat bahwa sambal sering menjadi pendamping ketika penganan ini disantap sebagai camilan.

Untuk penyajian rumahan, cukup letakkan mageli yang masih hangat di piring dan sajikan bersama sambal sesuai selera.

Ada lebih dari satu versi Mageli

Resep mageli tidak sepenuhnya seragam.

Versi Bahan utama Karakter
Mageli kacang hijau Kacang hijau Gurih dengan tekstur kacang
Mageli kacang putih/Nagara Kacang putih/kacang Nagara Lebih dekat dengan resep yang banyak ditemukan di Martapura
Versi dengan telur dan tepung Kacang + telur + tepung Adonan lebih mudah diikat dan cenderung empuk

Resep yang menggunakan kacang putih atau kacang Nagara cukup banyak ditemukan dalam resep Martapura, sedangkan versi kacang hijau juga berkembang sebagai resep mageli di daerah lain.

Artinya, penggunaan kacang hijau dalam resep ini tetap perlu ditempatkan sebagai salah satu versi mageli, bukan satu-satunya bentuk resep mageli.

Estimasi biaya membuat Mageli

Biaya sangat bergantung pada harga bahan di daerah, merek, musim, dan tempat pembelian. BTV-EOS juga mengatur agar estimasi biaya kuliner dihitung transparan dan biaya bahan tetap dicantumkan.

Karena harga eceran bahan dalam resep yang diberikan tidak dicantumkan, total biaya pasti belum dapat ditetapkan dari bahan sumber ini. Minyak goreng, bumbu, telur, dan tepung juga perlu dihitung berdasarkan harga belanja aktual agar angka biaya tidak dibuat-buat.

Untuk kebutuhan publikasi, bagian biaya sebaiknya diisi setelah redaksi menetapkan harga acuan bahan di wilayah target.

Baca Juga: Ikan Asin Richa, Pedas Gurih Kuliner Khas Tarakan yang Sarat Cita Rasa Pesisir

Poin penting

Insight Redaksi

Yang menarik dari mageli justru terletak pada kesederhanaannya. Kacang yang biasa diolah menjadi makanan manis atau bubur bisa berubah menjadi penganan gurih setelah direndam, dibumbui, lalu digoreng.

Di Martapura, mageli juga tidak berdiri sendiri sebagai camilan. Kehadirannya sebagai pelengkap berbagai hidangan menunjukkan bagaimana satu penganan sederhana dapat masuk ke kebiasaan makan sehari-hari masyarakat.

Kalau ingin mencoba mengenal kuliner Banjar dari dapur sendiri, mageli bisa menjadi pilihan yang relatif mudah karena bahan-bahannya sederhana dan teknik memasaknya tidak rumit.

Kalau artikel ini bermanfaat, bagikan kepada keluarga atau teman yang ingin mencoba membuat makanan tradisional dari Kalimantan Selatan. Bisa jadi, resep sederhana seperti mageli justru menjadi cara paling mudah untuk menjaga kuliner lama tetap dikenal.

Masih banyak makanan tradisional Nusantara yang punya cerita di balik satu piring saji. Temukan lagi cerita kuliner lainnya bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar berita biasa.

FAQ

1. Apa itu Mageli?

Mageli adalah penganan berbahan kacang yang dikenal dalam kuliner Banjar, khususnya Martapura.

2. Apakah Mageli harus menggunakan kacang hijau?

Tidak selalu. Berbagai resep menggunakan kacang putih atau kacang Nagara, sementara versi lain menggunakan kacang hijau.

3. Berapa lama kacang hijau harus direndam?

Untuk resep ini, kacang hijau direndam sekitar 8–12 jam atau semalaman.

4. Apakah adonan Mageli perlu ditambah air?

Pada resep ini tidak perlu. Kacang yang sudah direndam dihaluskan tanpa tambahan air, kemudian dicampur dengan telur dan tepung.

5. Mageli dimakan dengan apa?

Mageli dapat disantap langsung sebagai camilan atau menjadi pelengkap makanan seperti ketupat, lapat/lepat, dan pundut nasi. Sambal juga dapat digunakan sebagai cocolan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kuliner Banjar Mageli Makanan Tradisional martapura