Tudai, Kerang Darah Khas Kalimantan Utara yang Berdaging Tebal dan Bikin Penasaran

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:33 WIB
Sajikan tudai rebus khas Kalimantan Utara dengan aroma serai yang harum siap memanjakan lidah para penikmat kuliner. (BTV/Ai)
Sajikan tudai rebus khas Kalimantan Utara dengan aroma serai yang harum siap memanjakan lidah para penikmat kuliner. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Tudai rebus khas Kalimantan Utara menghadirkan kerang berdaging tebal dengan rempah sederhana, sambal, dan cita rasa pesisir.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Tudai merupakan olahan kerang darah yang dikenal di Kalimantan Utara, terutama Bulungan dan Tanjung Selor, serta dapat ditemukan dalam tradisi kuliner pesisir Tarakan. Sajian ini dikenal dengan daging kerang yang tebal dan cara pengolahan sederhana, mulai direbus hingga diolah menjadi sambal goreng.

Bagi pencinta seafood, tudai menarik bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena cara memasaknya relatif sederhana. Dengan bumbu aromatik dan waktu rebus yang terukur, sajian khas ini bisa dibuat sendiri di rumah.

Tudai, Kerang Lokal yang Dekat dengan Kuliner Bulungan

Tudai dikenal sebagai sebutan lokal untuk kerang darah atau kerang dara dalam sejumlah rujukan kuliner Kalimantan Utara. Hidangan ini banyak dikaitkan dengan Bulungan, Tanjung Selor, Tarakan, hingga wilayah pesisir Kaltara lainnya.

Ciri yang sering disebut adalah dagingnya yang tebal serta cangkang berwarna kehitaman dengan semburat jingga. Tudai dapat direbus atau diolah menggunakan bumbu yang lebih kuat seperti sambal goreng dan tumisan.

Di Bulungan, tudai juga dilaporkan hadir dalam berbagai kesempatan penting, termasuk pesta pernikahan dan acara adat. Ini membuat tudai bukan sekadar bahan makanan laut, tetapi bagian dari pengalaman kuliner masyarakat setempat.

Baca Juga: Juhu Kujang, Kuliner Tradisional Khas Kalimantan: Bahan dan Cara Membuatnya

Dari Tanjung Selor hingga Tarakan, Tudai Punya Banyak Olahan

Tudai tidak berhenti pada satu resep. Di Kalimantan Utara, kerang ini juga diolah menjadi tumisan dengan bawang, cabai, jahe, kecap, dan berbagai bumbu lainnya.

Pilihan rebus justru menonjolkan karakter bahan utamanya. Bumbu seperti serai, lengkuas, daun salam, bawang merah, bawang putih, dan lada memberikan aroma tanpa menghilangkan cita rasa kerang.

Di Tarakan, komoditas kerang darah juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat pesisir. Pada 2026, harga kerang darah di tingkat nelayan dilaporkan meningkat dari sekitar Rp6.000 menjadi Rp18.000 per kilogram setelah adanya jalur ekspor langsung.

Bahan Tudai Rebus yang Sederhana

Resep ini menggunakan tudai dalam cangkang sehingga proses memasaknya sekaligus membantu melihat kondisi kerang sebelum disantap.

Bahan Jumlah
Tudai atau kerang darah 750 gram–1 kg
Air 750 ml
Bawang putih 3 siung
Bawang merah 2–4 butir
Serai 2 batang
Lengkuas 3 cm
Daun salam 2 lembar
Lada bubuk 1 sendok teh
Garam Secukupnya
Gula Secukupnya
Penyedap rasa Secukupnya

Resep ini menggunakan bumbu dasar yang mudah ditemukan sehingga karakter tudai tetap menjadi rasa utama. Untuk pelengkap, sajikan bersama sambal sesuai selera.

Cara Membuat Tudai Rebus agar Dagingnya Tidak Alot

  1. Cuci tudai sampai bersih, kemudian tiriskan. Pastikan kerang yang akan dimasak dalam kondisi baik.

  2. Panaskan 750 ml air dalam panci menggunakan api sedang.

  3. Masukkan serai, lengkuas, dan daun salam, kemudian biarkan aromanya keluar.

  4. Tambahkan bawang putih yang sudah dihaluskan bersama bawang merah.

  5. Masukkan lada bubuk, garam, dan sedikit gula, lalu aduk hingga bumbu tercampur.

  6. Setelah air mendidih, masukkan tudai yang sudah dibersihkan.

  7. Rebus sekitar 5–10 menit sampai cangkangnya terbuka.

  8. Angkat tudai yang sudah matang, kemudian sajikan selagi hangat bersama sambal.

Kuncinya ada pada durasi memasak. Kerang yang dimasak terlalu lama berisiko menghasilkan tekstur daging yang lebih alot.

Tips Penting Saat Mengolah Tudai

Kerang sebaiknya dicuci dengan teliti sebelum dimasak karena bahan berasal dari lingkungan perairan. Gunakan tudai yang masih layak konsumsi dan jangan memaksakan kerang yang kondisinya meragukan.

Jika cangkang sudah terbuka selama proses memasak, tudai dapat segera diangkat setelah mencapai kematangan. Cara ini membantu menjaga tekstur daging agar tetap nyaman dikunyah.

Baca Juga: Tumpi, Kue Tradisional Dayak yang Sarat Makna dalam Tradisi Kalimantan

Sajian Hangat dengan Sambal Jadi Pasangan Tudai

Tudai rebus paling sederhana disajikan hangat dengan sambal sebagai pelengkap. Rasa gurih dari kerang dapat dipadukan dengan sensasi pedas sesuai selera.

Dagingnya dapat langsung diambil dari cangkang menggunakan alat makan. Nasi hangat juga menjadi pendamping praktis untuk menjadikan sajian ini sebagai lauk.

Bagi pembaca yang ingin mengenali rasa asli tudai, mencicipinya terlebih dahulu tanpa banyak pelengkap bisa menjadi pilihan. Setelah itu, sambal dapat ditambahkan untuk memberikan kontras rasa.

Data Ringkas Resep Tudai Rebus

Parameter Keterangan
Bahan utama Tudai atau kerang darah
Jumlah bahan utama 750 gram–1 kg
Teknik memasak Merebus
Waktu memasak Sekitar 5–10 menit setelah kerang masuk
Porsi Sekitar 4–6 porsi, tergantung ukuran kerang dan pelengkap
Tingkat kesulitan Mudah
Cara penyajian Hangat bersama sambal
Karakter rasa Gurih, aromatik, dan pedas jika memakai sambal

Estimasi Biaya Membuat Tudai Rebus

Harga kerang darah di tingkat nelayan Tarakan pada 2026 dilaporkan sekitar Rp18.000 per kilogram. Namun, harga konsumen dapat berbeda karena proses distribusi dan penjualan.

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Total
Tudai 1 kg Rp18.000* Rp18.000
Bawang merah 4 butir Rp3.000 Rp3.000
Bawang putih 3 siung Rp2.000 Rp2.000
Serai, lengkuas, daun salam 1 paket kecil Rp3.000 Rp3.000
Lada, garam, gula, penyedap Secukupnya Rp3.000 Rp3.000
Estimasi total     Rp29.000

Harga tudai menggunakan angka tingkat nelayan sebagai acuan, bukan harga eceran konsumen. Harga bahan lain merupakan simulasi sehingga dapat berubah menurut pasar dan lokasi.

Poin Penting

Baca Juga: Kue Putri Selat, Wadai Banjar Tiga Lapis dengan Perpaduan Manis dan Gurih

Insight Redaksi

Tudai memperlihatkan bagaimana hasil perairan bisa menjadi bagian dari identitas kuliner daerah sekaligus komoditas ekonomi. Di Bulungan, hidangan ini memiliki kaitan dengan perayaan masyarakat, sementara kerang darah juga bernilai bagi pelaku perikanan Tarakan. Jadi, tudai bukan sekadar lauk seafood. Ada cerita pesisir, tradisi, dan penghidupan di balik sepiring sajian sederhana ini.

Untuk ikam yang ingin memasaknya, pilih tudai segar dan jangan terlalu lama merebusnya supaya teksturnya tetap nyaman dimakan.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang suka kuliner khas Kalimantan Utara, supaya makin banyak yang mengenal tudai.

Penasaran dengan kuliner daerah lain yang punya cerita di balik rasanya? Ikuti terus Balikpapan TV untuk teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu tudai?

Tudai adalah sebutan yang digunakan untuk kerang darah atau kerang dara dalam sejumlah konteks kuliner Kalimantan Utara.

2. Di mana tudai banyak dikenal?

Tudai banyak dikaitkan dengan Bulungan dan Tanjung Selor, serta dikenal dalam kuliner pesisir Kalimantan Utara termasuk Tarakan.

3. Apakah tudai hanya bisa direbus?

Kada. Tudai juga dapat diolah menjadi tumisan, sambal goreng, atau sajian berbumbu pedas.

4. Mengapa tudai jangan direbus terlalu lama?

Dalam resep ini, perebusan dibatasi sekitar 5–10 menit agar tekstur daging kerang tetap nyaman dan kada menjadi alot.

5. Apa pelengkap yang cocok untuk tudai rebus?

Sambal menjadi pelengkap sederhana yang cocok untuk memberikan rasa pedas sebagai kontras terhadap gurihnya kerang.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
kuliner Kalimantan Utara Tudai bulungan tanjung selor