Juhu Kujang, Kuliner Tradisional Khas Kalimantan: Bahan dan Cara Membuatnya

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 06:10 WIB
Sajian juhu kujang khas Kalimantan Barat berpua gurih dan harum siap memanjakan lidah para penikmat kuliner. (BTV/Ai)
Sajian juhu kujang khas Kalimantan Barat berpua gurih dan harum siap memanjakan lidah para penikmat kuliner. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 8 Menit

Ikhtisar: Juhu Kujang merupakan sayur keladi khas Kalimantan Tengah, dipadukan ikan, terong asam, rempah, dan kuah gurih hangat yang cocok disantap.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Juhu Kujang merupakan kuliner berkuah masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang mengolah keladi atau talas bersama ikan dan bumbu tradisional.

Bagi pembaca yang ingin mengenal masakan Kalimantan berbahan pangan lokal, hidangan ini menarik karena keladi tidak sekadar menjadi bahan pelengkap. Umbi dan bagian batangnya dapat diolah menjadi sayuran, lalu dipadukan dengan ikan, terong asam, rempah, atau santan sesuai variasi resep yang digunakan.

Mengenal Juhu Kujang dan Asal Kuliner Ini

Juhu Kujang dikenal sebagai olahan keladi yang berkembang dalam tradisi kuliner Dayak di Kalimantan Tengah. Platform CeritaKEN Kementerian Pariwisata juga mencatat juhu sebagai makanan berkuah dalam bahasa Dayak Ngaju dan menyebut Juhu Kujang sebagai salah satu olahan berbahan tanaman keladi.

Sementara itu, laman Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjelaskan bahwa talas atau keladi disebut kujang dalam bahasa Dayak. Bahan tersebut dimanfaatkan sebagai sayuran, termasuk bagian batang dan terutama umbinya.

Informasi Keterangan
Nama makanan Juhu Kujang
Wilayah yang terdokumentasi Kalimantan Tengah
Bahan utama Keladi atau talas
Bahan pendamping Ikan, terong asam atau rimbang
Teknik memasak Rebus atau masak berkuah
Karakter rasa Gurih dengan sentuhan asam
Tekstur Keladi lembut dengan kuah berbumbu
Penyajian Hangat bersama nasi
Tingkat kesulitan Sedang
Porsi resep Sekitar 4–6 orang

Nama "juhu" sendiri berkaitan dengan hidangan berkuah. Karena itu, Juhu Kujang dapat dipahami sebagai sajian berkuah dengan keladi sebagai karakter utamanya.

Mengapa Keladi Harus Diolah dengan Benar?

Bagian paling penting dalam membuat Juhu Kujang justru terjadi sebelum bumbu masuk ke panci.

Keladi mengandung kalsium oksalat yang dapat menimbulkan sensasi gatal apabila bahan tersebut tidak dipersiapkan dengan tepat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyebut beberapa cara pengolahan yang digunakan untuk mengurangi rasa gatal, termasuk perebusan dengan garam atau penggunaan bahan asam.

Dalam salah satu dokumentasi resep Juhu Asem Kujang, keladi dibersihkan, direbus sampai empuk, kemudian digunakan kembali setelah proses perebusan. Resep tersebut juga menggunakan ikan patin, terong asam, kunyit, lengkuas, kemiri, bawang merah, dan bawang putih.

Artinya, tahap persiapan keladi bukan sekadar urusan tekstur. Ini merupakan bagian penting dari teknik memasak hidangan tersebut.

Untuk pembaca yang baru mencoba, pilih keladi yang memang lazim dikonsumsi sebagai bahan pangan dan jangan mengandalkan sekadar mencuci permukaannya. Pengolahan awal perlu dilakukan sesuai karakter bahan.

Bahan Juhu Kujang yang Bisa Disiapkan di Rumah

Resep yang diberikan redaksi menggunakan kombinasi keladi, terong asam atau rimbang, ikan, serai, serta bumbu dasar.

Bahan Takaran Fungsi
Keladi atau kujang 3–5 batang/pohon, bagian yang dapat dimakan Bahan utama dan sumber tekstur
Terong asam atau rimbang 1 buah Memberikan rasa asam
Ikan patin atau ikan sungai 200 gram Sumber protein dan rasa gurih
Air 1,5 liter Dasar kuah
Serai 1 batang Memberikan aroma
Bawang merah Secukupnya Dasar rasa
Bawang putih Secukupnya Memperkuat aroma
Kunyit Secukupnya Warna dan aroma
Kemiri Secukupnya Memperkaya rasa
Lengkuas Opsional Aroma rempah
Jahe Opsional Aroma dan rasa hangat
Garam Secukupnya Penyeimbang rasa
Kaldu bubuk Secukupnya Penguat rasa

Variasi resep yang terdokumentasi menunjukkan bahwa Juhu Kujang tidak selalu menggunakan komposisi bahan yang sama. Ada versi yang memakai santan, kucai, air asam jawa, cabai, bahkan ikan asin.

Karena itu, pembaca sebaiknya memahami resep sebagai salah satu variasi pengolahan, bukan satu-satunya komposisi yang berlaku.

Baca Juga: Tumpi, Kue Tradisional Dayak yang Sarat Makna dalam Tradisi Kalimantan

Resep Juhu Kujang dengan Ikan dan Terong Asam

Peralatan:

Estimasi:

1. Bersihkan Keladi Terlebih Dahulu

Kupas bagian luar keladi yang perlu dibuang, kemudian potong bahan sesuai ukuran yang mudah disantap.

Cuci hingga bersih. Untuk pengolahan yang lebih aman, keladi dapat direbus terlebih dahulu dengan air dan garam, kemudian air rebusannya dibuang.

Keladi yang sudah melalui tahap awal tersebut dapat ditiriskan sebelum masuk ke proses berikutnya.

2. Siapkan Terong Asam dan Ikan

Potong terong asam atau rimbang sesuai ukuran yang diinginkan.

Jika menggunakan ikan patin, bersihkan ikan kemudian potong sesuai kebutuhan. Kepala ikan asin juga dapat menjadi alternatif pada beberapa variasi Juhu Kujang.

Untuk ikan asin, perhatikan kadar garam sebelum menambahkan garam tambahan ke dalam kuah.

3. Didihkan Air dan Serai

Tuangkan sekitar 1,5 liter air ke dalam panci.

Masukkan serai yang sudah dimemarkan, kemudian panaskan sampai air mendidih. Aroma serai mulai terasa ketika kuah sudah cukup panas.

4. Masukkan Bumbu Halus

Haluskan bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, serta lengkuas dan jahe apabila digunakan.

Masukkan bumbu ke dalam kuah. Aduk hingga warna dan aromanya menyatu.

Pada tahap ini, kuah seharusnya mulai memiliki aroma rempah yang jelas.

5. Masukkan Keladi dan Terong Asam

Setelah kuah berbumbu, masukkan keladi yang sudah dipersiapkan.

Tambahkan terong asam atau rimbang. Masak dengan api sedang agar bahan matang secara merata.

Keladi yang matang memiliki tekstur lunak ketika ditusuk menggunakan garpu, tetapi tidak sampai hancur seluruhnya.

6. Tambahkan Ikan

Masukkan ikan patin atau pilihan ikan lainnya.

Masak sampai bagian ikan matang dan kuah kembali mendidih. Hindari mengaduk terlalu kuat agar potongan ikan tidak mudah hancur.

Jika menggunakan kepala ikan asin, lakukan pengecekan rasa sebelum menambahkan garam.

7. Koreksi Rasa

Tambahkan garam dan kaldu bubuk secukupnya.

Jika menggunakan terong asam, rasa kuah akan memiliki karakter asam yang khas. Seimbangkan dengan rasa gurih dari ikan dan bumbu.

Jangan mengejar rasa terlalu asin sejak awal karena rasa dapat berubah setelah kuah semakin menyatu.

8. Sajikan Saat Hangat

Juhu Kujang siap disajikan ketika keladi sudah empuk, ikan matang, dan aroma bumbu terasa menyatu.

Tuangkan ke mangkuk kemudian santap bersama nasi putih hangat.

Apa yang Membuat Rasa Juhu Kujang Khas?

Karakter Juhu Kujang terbentuk dari pertemuan beberapa bahan sederhana.

Keladi memberikan tekstur lembut dan rasa dasar yang netral. Ikan kemudian memperkuat rasa gurih, sedangkan terong asam atau rimbang memberikan karakter asam yang membuat kuah terasa lebih segar.

Pada variasi bersantan, santan memberikan rasa lebih kaya dan tekstur kuah yang lebih lembut. Beberapa resep yang terdokumentasi juga menggunakan asam jawa untuk mempertegas rasa asam.

Perbedaan komposisi tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional dapat berkembang mengikuti bahan yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Baca Juga: Kue Putri Selat, Wadai Banjar Tiga Lapis dengan Perpaduan Manis dan Gurih

Teknik Memasak yang Perlu Diperhatikan

Ada beberapa bagian yang menentukan keberhasilan Juhu Kujang.

Pertama, jangan melewatkan persiapan keladi. Bahan ini memiliki karakter khusus sehingga tahap pengolahan awal perlu mendapat perhatian.

Kedua, masukkan bahan sesuai tingkat kematangannya. Keladi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan bahan yang mudah matang.

Ketiga, gunakan api sedang ketika ikan sudah dimasukkan. Kuah yang terlalu bergolak dapat membuat ikan mudah hancur.

Keempat, lakukan koreksi rasa menjelang akhir memasak. Terong asam, ikan asin, dan kaldu memiliki kontribusi rasa yang berbeda sehingga takaran garam perlu disesuaikan.

Kesalahan yang Sering Terjadi

1. Keladi langsung dimasak tanpa persiapan

Kesalahan ini dapat membuat sensasi gatal masih terasa ketika hidangan disantap.

Cara mengatasinya: lakukan pembersihan dan perebusan awal sesuai jenis keladi yang digunakan.

2. Garam dimasukkan terlalu banyak sejak awal

Risikonya semakin besar jika menggunakan kepala ikan asin.

Cara mengatasinya: tambahkan garam bertahap dan cicipi kuah menjelang matang.

3. Ikan terlalu sering diaduk

Potongan ikan dapat hancur dan membuat tampilan kuah kurang menarik.

Cara mengatasinya: gunakan api sedang dan aduk kuah secara perlahan.

Baca Juga: Nasi Kuning Tante Lena Balikpapan Bertahan Sejak 1983, Sarapan Pedas dengan Lauk Lengkap

Variasi Juhu Kujang dari Waktu ke Waktu

Juhu Kujang tidak memiliki satu resep tunggal yang seragam.

Dokumentasi resep menunjukkan adanya versi dengan santan, terong asam, kucai, air asam jawa, ikan asin, hingga berbagai sayuran tambahan.

Sementara itu, kajian mengenai kuliner Kalimantan Tengah mencatat Juhu Kujang sebagai gulai keladi bersantan dan menjelaskan penggunaan keladi yang direbus serta air rebusannya dibuang sebelum dicampur dengan ikan, bumbu, dan daun nangka muda.

Variasi Perbedaan Karakter
Ikan patin Menggunakan ikan segar Gurih dan ringan
Kepala ikan asin Menggunakan ikan asin Gurih dan asin lebih kuat
Bersantan Menambahkan santan Kuah lebih kaya
Terong asam Menonjolkan rimbang Rasa asam lebih terasa
Juhu Asem Kujang Menggunakan unsur asam tambahan Kuah terasa lebih segar

Perbedaan ini justru memperlihatkan bahwa resep tradisional dapat menyesuaikan ketersediaan bahan tanpa kehilangan identitas utamanya.

Estimasi Biaya Membuat Juhu Kujang

Untuk perhitungan praktis, berikut simulasi kasar satu kali memasak menggunakan keladi dan ikan patin. Angka ini merupakan estimasi, bukan harga baku, karena harga bahan dapat berbeda berdasarkan pasar, musim, dan lokasi pembelian.

Sebagai pembanding lokal, informasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada Desember 2025 mencatat ikan patin segar di Pasar PU Palangka Raya sekitar Rp28.000 per kilogram.

Bahan Jumlah Estimasi Biaya
Keladi 500–700 gram Rp8.000–Rp12.000
Ikan patin 200 gram Rp6.000–Rp8.000
Terong asam/rimbang 1 buah Rp4.000–Rp6.000
Bumbu halus 1 paket kecil Rp8.000–Rp12.000
Serai dan rempah tambahan Secukupnya Rp3.000–Rp5.000
Garam dan kaldu Secukupnya Rp2.000–Rp3.000
Air dan kebutuhan memasak - Rp1.000–Rp2.000
Total estimasi   Rp32.000–Rp48.000

Jika menghasilkan enam porsi, biaya bahan berada pada kisaran sekitar Rp5.300–Rp8.000 per porsi.

Perhitungan tersebut belum memasukkan biaya gas, listrik, tenaga, kemasan, atau penyusutan peralatan dapur.

Baca Juga: Sayur Bening Daun Kelor di Kalimantan Timur, Sederhana tetapi Punya Cerita

Penyajian dan Cara Menikmati Juhu Kujang

Juhu Kujang paling mudah dinikmati sebagai lauk berkuah bersama nasi putih.

Sajikan ketika kuah masih hangat agar aroma rempah dan rasa gurih ikan terasa jelas. Potongan keladi dapat disantap bersama ikan dan kuah dalam satu suapan.

Untuk versi yang menggunakan terong asam, rasa asamnya dapat menjadi penyeimbang ketika kuah terasa gurih. Jika menggunakan kepala ikan asin, nasi putih menjadi pendamping yang membantu menyeimbangkan rasa asin.

Beberapa dokumentasi resep juga menunjukkan Juhu Kujang dapat disajikan bersama sambal dan lauk pendamping seperti ikan goreng atau tempe goreng.

Juhu Kujang dan Hubungannya dengan Pangan Lokal

Hal menarik dari Juhu Kujang bukan hanya resepnya, tetapi cara hidangan ini memanfaatkan tanaman yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Laman resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyebut keladi sebagai salah satu sumber karbohidrat yang melimpah di Indonesia, termasuk Kalimantan Tengah. Dalam masyarakat Dayak, jenis keladi yang layak konsumsi dapat dibudidayakan di ladang dan dimanfaatkan sebagai sayuran.

Pola tersebut memperlihatkan hubungan antara lingkungan dan kebiasaan makan. Bahan yang tumbuh atau tersedia di sekitar masyarakat dapat masuk ke dapur, kemudian diolah bersama ikan dan rempah menjadi makanan sehari-hari.

Bagi pembaca Kalimantan Timur, cerita semacam ini juga relevan karena memperlihatkan kedekatan tradisi pangan antardaerah di Pulau Kalimantan.

Posisi Juhu Kujang Saat Ini

Juhu Kujang masih muncul dalam dokumentasi kuliner Kalimantan Tengah dan resep rumahan masyarakat.

Platform resmi pemerintah daerah mencatatnya sebagai kuliner khas Kalimantan Tengah, sementara dokumentasi resep dari Palangka Raya menunjukkan hidangan ini masih dimasak dalam konteks keluarga.

Keberadaannya juga masuk dalam dokumentasi kuliner yang lebih luas mengenai makanan tradisional Dayak. Hal ini penting karena makanan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai menu makan, tetapi menjadi bagian dari pengetahuan tentang bahan pangan dan teknik memasak lokal.

Poin Penting

Insight Redaksi

Juhu Kujang memperlihatkan bahwa identitas kuliner Kalimantan tidak selalu hadir melalui bahan mahal. Keladi, ikan, dan rempah sederhana justru memperlihatkan hubungan kuat antara dapur, lingkungan, serta kebiasaan masyarakat. Bagi bubuhan Kalimantan, makanan seperti ini layak dikenalkan dengan konteks yang benar. Kada cukup hanya menyebut rasanya; asal, teknik mengolah, dan nilai pangannya juga penting.

Ikam yang pernah mencicipi atau memasak Juhu Kujang, bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya cerita kuliner Kalimantan makin banyak dikenal.

Pangan tradisional punya cerita yang kadang baru terasa setelah resepnya dipahami. Jadi, selalu update info kuliner dan cerita menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Juhu Kujang berasal dari daerah mana?

Juhu Kujang terdokumentasi sebagai salah satu kuliner khas Kalimantan Tengah dan berkaitan dengan tradisi kuliner masyarakat Dayak.

2. Apa bahan utama Juhu Kujang?

Bahan utamanya adalah keladi atau talas, yang kemudian dapat dipadukan dengan ikan dan bahan lain seperti terong asam.

3. Apakah Juhu Kujang harus menggunakan ikan patin?

Tidak selalu. Ikan patin merupakan salah satu pilihan dalam resep, sementara variasi lain dapat menggunakan ikan sungai atau kepala ikan asin.

4. Mengapa keladi perlu direbus terlebih dahulu?

Pengolahan awal membantu mengurangi sensasi gatal yang berkaitan dengan kalsium oksalat pada keladi.

5. Apakah Juhu Kujang selalu menggunakan santan?

Tidak. Dokumentasi resep menunjukkan adanya variasi bersantan maupun versi yang menggunakan kuah berbasis air dan bumbu.

6. Juhu Kujang paling cocok disantap dengan apa?

Juhu Kujang cocok disajikan hangat bersama nasi putih. Sambal dan lauk tambahan juga dapat digunakan sesuai variasi penyajian.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kuliner Kalimantan Ikan Patin Juhu Kujang resep masakan Kalimantan