Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Kapal Perang Iran IRIS Dena Tenggelam Ditembak Torpedo Kapal Selam Amerika Serikat di Samudra Hindia, 32 Orang Selamat dan Ratusan Pelaut Hilang

Arya Kusuma • Kamis, 5 Maret 2026 | 11:58 WIB

Ilustrasi Kapal perang jenis fregat tertembak terpedo kapal selam
Ilustrasi Kapal perang jenis fregat tertembak terpedo kapal selam

Ikhtisar: Kapal perang Iran IRIS Dena tenggelam di Samudra Hindia setelah ditembak torpedo kapal selam Amerika Serikat. Insiden di dekat Sri Lanka menewaskan puluhan pelaut dan ratusan lainnya dilaporkan hilang.

Balikpapan TV - Hai Cess! Konflik militer di Timur Tengah makin melebar. Terbaru, sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam setelah terkena torpedo dari kapal selam Amerika Serikat di Samudra Hindia, Rabu (4/3/2026). Insiden ini terjadi sekitar 40 kilometer selatan kota Galle, Sri Lanka, dan memicu operasi pencarian besar-besaran terhadap ratusan awak kapal.

Peristiwa ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari. Penasaran bagaimana kronologi kapal Iran bisa tenggelam dan apa yang terjadi dengan para awaknya? Simak sampai tuntas Cess.

Kenapa kapal perang Iran bisa tenggelam di Samudra Hindia?

Kapal yang tenggelam diketahui merupakan fregat milik Iran bernama IRIS Dena. Menurut pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, kapal tersebut menjadi target torpedo yang diluncurkan dari kapal selam Amerika Serikat di perairan internasional.

“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional. Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo,” ujar Hegseth kepada wartawan.

Serangan itu terjadi di tengah perang yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Pentagon menyebut salah satu tujuan operasi militer tersebut adalah melumpuhkan kekuatan angkatan laut Iran.

Kapal Iran itu sebelumnya dilaporkan sedang berlayar setelah mengikuti latihan militer di pelabuhan Visakhapatnam di bagian timur India. Namun situasi berubah drastis ketika torpedo menghantam kapal tersebut di perairan dekat Sri Lanka.

Baca Juga: Info Terkini Dari Lebanon hingga Selat Hormuz, Dampak Konflik Iran Israel Mulai Terasa di Banyak Wilayah

Apa yang terjadi setelah torpedo menghantam fregat IRIS Dena?

Ledakan akibat torpedo membuat kapal mengalami kerusakan parah hingga akhirnya tenggelam sepenuhnya. Kapal sempat mengirimkan panggilan darurat pada saat fajar sebelum akhirnya hilang dari permukaan laut.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, menyatakan kapal penyelamat tiba di lokasi kurang dari satu jam setelah sinyal darurat diterima. Namun ketika tim penyelamat mendekat, kapal sudah tenggelam.

Yang tersisa hanya bercak minyak di permukaan laut.

Situasi itu menggambarkan betapa cepatnya kejadian berlangsung. Kapal perang yang sebelumnya berlayar normal tiba-tiba berubah menjadi lokasi tragedi maritim besar.

Sebagian awak kapal berhasil menyelamatkan diri, tetapi banyak yang masih hilang di laut.

Berapa jumlah korban dan pelaut yang berhasil diselamatkan?

Otoritas Sri Lanka melaporkan bahwa 32 pelaut berhasil diselamatkan dari kapal tersebut. Para penyintas sebagian besar mengalami luka-luka dan langsung dibawa ke rumah sakit utama di kota Galle untuk mendapatkan perawatan medis.

Namun jumlah korban yang hilang jauh lebih besar.

Sebanyak 148 pelaut dilaporkan masih belum ditemukan. Sementara itu, tim pencarian juga menemukan puluhan jenazah di area tempat kapal tenggelam.

Seorang pejabat pertahanan Sri Lanka kepada AFP menyatakan pencarian masih terus dilakukan, meskipun peluang menemukan korban selamat semakin kecil.

Tim penyelamat saat ini mengerahkan dua kapal angkatan laut serta satu pesawat untuk memperluas pencarian di perairan Samudra Hindia.

Bagaimana peran Sri Lanka dalam operasi penyelamatan ini?

Sri Lanka terlibat langsung dalam operasi pencarian karena lokasi kejadian berada di wilayah tanggung jawab pencarian dan penyelamatan mereka di Samudra Hindia.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, menjelaskan respons yang dilakukan negaranya merupakan bagian dari kewajiban maritim internasional.

“Kami merespons panggilan darurat berdasarkan kewajiban internasional kami, karena ini berada dalam wilayah pencarian dan penyelamatan kami di Samudra Hindia,” kata Sampath.

Selain pencarian korban, pengamanan juga ditingkatkan di sekitar rumah sakit Galle tempat para korban luka dirawat. Kepolisian setempat berjaga di sekitar area medis untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Menariknya, otoritas Sri Lanka juga menyatakan tidak akan merilis rekaman operasi penyelamatan karena insiden tersebut melibatkan militer negara lain.

Baca Juga: 6 Tanaman Hias dari Biji yang Mudah Tumbuh di Rumah, Halaman Kecil Pun Bisa Jadi Taman Cantik

Bagaimana kaitannya dengan eskalasi konflik di Timur Tengah?

Tenggelamnya kapal perang Iran ini terjadi ketika konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran semakin meluas. Operasi militer terhadap Iran dimulai sejak akhir Februari dan terus berkembang hingga melibatkan berbagai wilayah.

Menurut pernyataan juru bicara Pentagon Hegseth, serangan terhadap kapal Iran ini merupakan bagian dari upaya melumpuhkan kekuatan militer laut negara tersebut.

Hegseth bahkan menyebut serangan ini sebagai momen penting dalam operasi militer Amerika Serikat.

Ia juga menegaskan bahwa ini merupakan pertama kalinya sejak Perang Dunia II Amerika Serikat menenggelamkan kapal musuh menggunakan torpedo.

“Seperti dalam perang itu, kami bertempur untuk menang,” ujarnya.

Di sisi lain, Iran hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait tenggelamnya kapal tersebut.

Sementara Sri Lanka memilih bersikap netral dan terus menyerukan dialog untuk meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.

Poin Penting Peristiwa Ini

1. Kapal perang Iran IRIS Dena tenggelam setelah terkena torpedo kapal selam Amerika Serikat.
2. Insiden terjadi sekitar 40 kilometer selatan kota Galle di Sri Lanka.
3. Sebanyak 32 pelaut berhasil diselamatkan dan dirawat di rumah sakit Galle.
4. Sebanyak 148 pelaut masih dinyatakan hilang di laut.
5. Operasi pencarian dilakukan oleh angkatan laut dan angkatan udara Sri Lanka.

Insight: Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana konflik regional dapat berdampak luas hingga ke jalur laut internasional. Serangan torpedo terhadap kapal perang Iran menunjukkan dimensi perang modern yang menjangkau laut lepas. Bagi negara seperti Sri Lanka, posisi geografis strategis membuat wilayahnya sering bersinggungan dengan dinamika militer global. Nah, kondisi begini membuat banyak negara memilih jalur netral sambil menjaga stabilitas kawasan. Pahamlah ikam, geopolitik dunia kadang bergerak cepat dan efeknya bisa terasa sampai ke berbagai wilayah.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham perkembangan situasi internasional Cess.

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

FAQ

Apa nama kapal perang Iran yang tenggelam?
Kapal tersebut adalah fregat IRIS Dena milik angkatan laut Iran.

Berapa jumlah awak kapal yang berhasil diselamatkan?
Sebanyak 32 pelaut berhasil diselamatkan dan saat ini dirawat di rumah sakit di kota Galle, Sri Lanka.

Apakah Iran sudah memberikan pernyataan resmi?
Hingga laporan ini disampaikan, Iran belum memberikan komentar resmi terkait tenggelamnya kapal tersebut.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#sri lanka #amerika serikat #Kapal perang Iran IRIS Dena #Samudra Hindia #iran