Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Kisah Korban Travel Hanania: Tabungan Bertahun-Tahun untuk Umrah Kini Jadi Perjuangan Hukum

Arya Kusuma • Rabu, 10 Juni 2026 | 14:23 WIB
Perwakilan korban Travel Hanania menyampaikan kronologi dugaan hilangnya dana umrah ribuan jemaah.
Perwakilan korban Travel Hanania menyampaikan kronologi dugaan hilangnya dana umrah ribuan jemaah.

Topik: Dugaan Penyalahgunaan Dana Umrah Travel Hanania Rugikan Ribuan Jemaah

Ikhtisar: Artikel ini membahas pengakuan korban Travel Hanania, kronologi gagal berangkat umrah, dugaan pengelolaan dana bermasalah, serta harapan korban terhadap proses hukum dan pengembalian dana.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ribuan calon jemaah umrah mengaku gagal berangkat setelah dana yang mereka setorkan ke Travel Hanania diduga tidak lagi tersedia. Nilai kerugian yang disebut para korban mencapai puluhan miliar rupiah dan kini kasusnya telah masuk proses hukum.

Banyak fakta terungkap dari kesaksian para korban yang hadir di podcast Denny Sumargo. Simak sampai habis, karena ada cerita perjuangan, harapan, dan pertanyaan besar yang masih menunggu jawaban. Penting disimak sampai akhir, Ces!

Mengapa Kasus Travel Hanania Menjadi Sorotan Publik?

Kasus ini menyita perhatian karena menyangkut dana ibadah ribuan calon jemaah umrah. Dalam podcast yang tayang di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, sejumlah korban menyampaikan pengalaman mereka secara langsung.

Menurut perwakilan korban kluster Syawal, jumlah jemaah yang terdampak mencapai lebih dari 2.000 orang. Nilai dana yang disebut hanya untuk kluster tersebut hampir mencapai Rp50 miliar.

Denny Sumargo pun menyoroti besarnya kerugian yang terjadi karena dana tersebut berasal dari masyarakat yang menabung untuk beribadah ke Tanah Suci.

Baca Juga: Dari Isu Tambang hingga APBD, Fakta Penting Pengakuan Sherly Tjoanda

Bagaimana Korban Mengumpulkan Dana Umrah Mereka?

Banyak korban mengaku mengumpulkan dana dalam waktu lama. Sebagian bahkan berasal dari pekerjaan sederhana yang dilakukan bertahun-tahun.

Salah satu jemaah perempuan menceritakan bahwa suaminya menabung dari hasil mengajar mengaji privat dan menjadi khatib Jumat. Dana sedikit demi sedikit dikumpulkan hingga akhirnya mencapai sekitar Rp68,3 juta untuk dua orang.

Ia juga mengungkapkan rasa kecewanya melalui kutipan yang sempat viral di media sosial.

"Kamu belajar agama, tapi kamu menipu dengan jalan agama. Laknat kamu dunia akhirat. Demi Allah, demi Rasulullah, bumi dan langit saya jadikan saksi ke atas kamu, enggak tumbuh pucuk ke bawah, kamu enggak tumbuh akar, tujuh turunan saya enggak rida dunia akhirat selagi duit saya belum kembali."

— Korban Jemaah Kluster Syawal Travel Hanania

Cerita lain datang dari seorang anak jemaah yang menyebut keluarganya kehilangan dana Rp115,6 juta untuk empat anggota keluarga.

Menurutnya, uang tersebut merupakan hasil kerja keras kedua orang tuanya selama bertahun-tahun.

Baca Juga: ABG Tewas di Apparalang Bulukumba Usai Terjatuh Saat Berfoto

Apa Kronologi Dana Jemaah Diduga Hilang?

Perwakilan korban bernama Joko menjelaskan bahwa terdapat beberapa kelompok keberangkatan atau kluster jemaah. Mulai dari kluster Syawal hingga kluster pemberangkatan Juni sampai Oktober 2026.

Ia menyebut pihak travel sempat meminta pelunasan dengan alasan kebutuhan penerbitan tiket dan pemesanan hotel. Namun situasi berubah menjelang keberangkatan.

Pada malam takbiran Iduladha, menurut pengakuannya, pihak travel menyampaikan bahwa dana perusahaan sudah habis.

Saat ditanya mengenai keberadaan uang jemaah, Joko mengaku memperoleh jawaban yang membuat para korban semakin khawatir.

"Nyerah nih, uangnya enggak ada, uangnya habis... Lu perusahaan lagi jatuh, brand lu lagi jelek, teman lu mau meminjamkan aset Rp140 miliar secara sukarela? Dia bahkan bilang, 'Enggak Bang, bisnis travel ini seksi.' Dia siap habis ini akan bikin PT baru lagi dengan travel baru."

— Joko, Perwakilan Korban dan Pelapor Kluster Juni-Oktober Travel Hanania

Menurut hitungan kasar yang disampaikan para korban, total kerugian dari berbagai kluster keberangkatan disebut mencapai sekitar Rp60 miliar.

Apa Dugaan Penyebab Masalah Keuangan Travel Hanania?

Sejumlah korban mengaku memperoleh informasi dari mantan karyawan terkait kondisi internal perusahaan.

Menurut keterangan yang disampaikan dalam podcast, bagian keuangan perusahaan disebut tidak transparan. Bahkan beberapa direksi dikatakan telah mengundurkan diri sejak awal tahun karena persoalan tersebut.

Korban juga menyebut adanya penjelasan dari pihak travel mengenai kenaikan biaya akibat situasi darurat yang sempat menimpa sebagian jemaah di luar negeri.

Namun para korban menilai alasan tersebut belum cukup menjelaskan besarnya nilai kerugian yang mencapai puluhan miliar rupiah.

Mereka juga menyampaikan bahwa pemilik travel mengakui kondisi keuangan perusahaan sudah bermasalah sejak tahun sebelumnya.

Mengapa Banyak Jemaah Percaya pada Travel Ini?

Kepercayaan masyarakat disebut terbentuk karena rekam jejak pelayanan yang sebelumnya dinilai baik.

Selain itu, paket umrah yang ditawarkan dianggap cukup terjangkau dan mendapat banyak rekomendasi dari mulut ke mulut.

Para korban juga menyebut Travel Hanania aktif melakukan promosi menggunakan sejumlah figur publik dan selebritas. Strategi pemasaran tersebut dinilai berhasil membangun citra positif di mata calon jemaah.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah identitas perusahaan yang membranding diri sebagai travel milenial dengan pendamping perjalanan berusia muda berlatar pendidikan agama.

Apa Harapan Korban Setelah Kasus Masuk Ranah Hukum?

Para korban mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani laporan mereka.

Meski demikian, fokus utama saat ini bukan hanya penetapan tersangka. Korban berharap ada pelacakan aset untuk mengetahui keberadaan dana yang telah disetorkan para jemaah.

Mereka juga meminta perhatian pemerintah agar proses pengembalian dana dapat berjalan dan kerugian masyarakat bisa diminimalkan.

Bagi banyak korban, persoalan ini bukan sekadar angka. Ada mimpi ibadah yang tertunda, tabungan bertahun-tahun yang lenyap, dan harapan keluarga yang masih menggantung.

Salah satu pernyataan paling emosional datang dari seorang anak jemaah yang masih memperjuangkan hak keluarganya.

"Lu duit mama gua ke mana? Itu duit mama gua kebalikin! Mau lu jual ginjal lu terserah, gua enggak peduli, balikin! Mama saya cuma bilang, 'Mama enggak tahu umur Mama sampai kapan, Kak.' Jadi saya sebagai anak yang harus mengejar ini: duit gua ke mana?"

— Anak Jemaah Travel Hanania

Poin Penting:

Insight Redaksi: Kasus Travel Hanania memperlihatkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara perjalanan ibadah dapat terbentuk dari reputasi, rekomendasi, hingga promosi figur publik. Namun ketika pengelolaan dana dipertanyakan, dampaknya bukan hanya kerugian finansial. Ada harapan keluarga yang ikut terdampak. Dari sudut pandang masyarakat Balikpapan dan daerah lain yang banyak menabung bertahun-tahun demi umrah, transparansi pengelolaan dana menjadi hal yang wajib diperhatikan. Duit bisa dicari lagi, tetapi kesempatan beribadah pada waktu yang direncanakan kadang kada datang dua kali, nah itu sudah.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat memahami perkembangan kasus yang sedang berjalan dan pentingnya memastikan rekam jejak penyelenggara perjalanan ibadah.

Ikuti perkembangan informasi terbaru dan kisah yang berdampak bagi masyarakat hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa sumber informasi artikel ini?
Artikel disusun berdasarkan transkrip podcast kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo.

2. Berapa jumlah jemaah yang disebut terdampak?
Menurut perwakilan korban, jumlahnya lebih dari 2.000 jemaah.

3. Berapa nilai kerugian yang disebut korban?
Korban memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp60 miliar.

4. Apa harapan utama para korban?
Korban berharap ada pelacakan aset dan pengembalian dana yang telah disetorkan.

5. Apakah kasus ini sudah masuk proses hukum?
Ya, menurut keterangan korban dalam podcast, kasus telah dilaporkan dan diproses oleh kepolisian.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Travel Hanania #jemaah umrah indonesia #denny sumargo