Ikhtisar: ISPU Bontang mencapai 115 dan masuk kategori tidak sehat, Neni meminta pelajar SMA hingga SLB belajar daring.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kondisi udara di Bontang kembali memburuk pada Kamis (17/9/2026). Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 115 dan masuk kategori tidak sehat, dengan PM2.5 sebagai parameter utama.
Kondisi ini membuat Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni meminta agar pelajar SMA, SMK, dan SLB untuk sementara mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah.
Permintaan tersebut disampaikan Neni kepada Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur pada Kamis pagi. Neni menyadari jenjang SMA, SMK, dan SLB berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Namun, menurutnya, kondisi udara tetap perlu menjadi pertimbangan karena para siswa merupakan warga Bontang yang ikut terdampak buruknya kualitas udara.
“Sudah minta izin sama Sekertaris Provinsi untuk meliburkan anak SMA, SMK, dan SLB,” kata Neni.
Baca Juga: Sejumlah Pembangkit Terganggu, Puluhan Kawasan Bontang Berpotensi Padam
ISPU Naik dari 68 Menjadi 115
Perubahan kualitas udara terlihat cukup cepat.
Sehari sebelumnya, angka ISPU yang disampaikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang masih berada di angka 68 atau kategori sedang. Pada Kamis pagi, pemantauan di Stasiun Kota Bontang Tanjung Laut menunjukkan angka 115 dengan parameter utama PM2.5.
Pemkot Bontang juga mencatat angka 115 tersebut berada dalam kategori tidak sehat pada pembaruan data Kamis pagi.
Bagi warga, perubahan ini bukan hanya terlihat dari angka. Neni menyebut jajaran Pemkot Bontang melaporkan kondisi asap yang semakin tebal akibat kondisi sumber asap dan perubahan arah angin.
“Kadinkes, Kadisdik di lapangan, asap semakin tebal karena pengaruh sumber dan arah angin,” ungkapnya.
Situasi tersebut menjadi alasan Neni meminta kegiatan belajar bagi pelajar SMA, SMK, dan SLB ikut dialihkan ke sistem online sampai kondisi udara dinilai lebih aman.
“Barusan info ke Sekprov kondisi udara di Bontang,” ujarnya.
PAUD hingga SMP Sudah Lebih Dulu Belajar dari Rumah
Sebelum permintaan untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB disampaikan, Pemkot Bontang sudah menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMP.
Kebijakan tersebut mulai berlaku Kamis (17/9/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu (19/9/2026). Kondisinya akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan cuaca.
Dengan begitu, keputusan untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB masih membutuhkan kebijakan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Baca Juga: Hadapi Era AI, Wali Kota Bontang Minta Pelajar Kuasai Bahasa Asing
Warga Juga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Memburuknya kualitas udara membuat perlindungan warga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pemkot Bontang mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah juga disarankan menggunakan masker berstandar N95 atau KN95.
Pemerintah juga mengingatkan warga untuk menutup pintu dan jendela, memperbanyak minum air putih, serta menjaga asupan nutrisi selama kondisi udara belum membaik.
Bagi pelajar, keputusan belajar dari rumah menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan udara luar selama kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Poin Penting
- ISPU Bontang mencapai 115 dan masuk kategori tidak sehat.
- PM2.5 menjadi parameter utama pencemar udara.
- Sehari sebelumnya ISPU tercatat 68 atau kategori sedang.
- Neni Moerniaeni meminta siswa SMA, SMK, dan SLB sementara belajar daring.
- PAUD hingga SMP di Bontang sudah lebih dulu menerapkan PJJ pada 17–19 September 2026.
- Keputusan untuk SMA, SMK, dan SLB berada pada kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
- Pemkot Bontang juga mengimbau warga mengurangi aktivitas luar rumah dan menggunakan masker jika harus keluar.
Insight Redaksi
Perubahan ISPU dari 68 menjadi 115 dalam rentang sehari menunjukkan kondisi udara Bontang perlu terus dipantau. Ketika asap semakin tebal dan konsentrasi PM2.5 meningkat, aktivitas sekolah menjadi salah satu kegiatan publik yang ikut terdampak.
Bagi orang tua dan pelajar, keputusan pembelajaran daring bukan sekadar perubahan metode belajar. Kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya mengurangi aktivitas anak di luar ruangan selama kualitas udara belum kembali ke tingkat yang lebih aman.
Kalau kondisi udara berubah, keputusan sekolah pun bisa ikut berubah. Karena itu, perkembangan ISPU dan kebijakan pemerintah daerah menjadi informasi penting yang perlu terus diikuti warga Bontang.
Kalau informasi ini terasa penting untuk keluarga atau teman Ces yang tinggal di Bontang, boleh bagikan artikelnya. Jangan sampai ada yang ketinggalan informasi ketika kondisi udara sedang tidak bersahabat.
Besok kondisi udaranya bagaimana? Apakah sekolah kembali tatap muka atau masih daring? Pantau terus pembaruan Bontang dan Kalimantan Timur bersama Balikpapan TV, teman update setia yang bukan sekadar menyajikan berita, tapi membantu Ces memahami apa artinya bagi kehidupan sehari-hari.
FAQ
1.Berapa ISPU Bontang pada 17 September 2026?
ISPU Bontang mencapai 115 dengan PM2.5 sebagai parameter utama dan masuk kategori tidak sehat.
2.Apakah siswa SMA di Bontang sudah resmi belajar dari rumah?
Neni Moerniaeni telah meminta kepada Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur agar siswa SMA, SMK, dan SLB sementara belajar daring. Keputusan akhir untuk jenjang tersebut berada pada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
3.Bagaimana dengan siswa PAUD sampai SMP?
Pemkot Bontang telah menerapkan pembelajaran jarak jauh mulai 17 hingga 19 September 2026 dan akan mengevaluasinya berdasarkan perkembangan kondisi udara dan cuaca.
4.Apa yang menjadi penyebab utama buruknya kualitas udara?
PM2.5 menjadi parameter utama pada pemantauan ISPU. Neni juga menyebut kondisi sumber asap dan perubahan arah angin membuat asap semakin tebal.
5.Apa yang sebaiknya dilakukan warga?
Pemkot Bontang mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Jika harus beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker N95 atau KN95 serta menjaga kondisi tubuh.
Sumber Informasi: Bontang Post