Dari Bibit Pohon hingga Sensor Longsor, Begini Program LONTARA UNHAS di Gowa


Durasi Baca: 4 menit
Ikhtisar: Visitasi UNHAS meninjau program LONTARA di Lonjoboko, dari konservasi, jalur evakuasi, hingga teknologi peringatan longsor desa.
Balikpapan TV - Hai Ces! Tim LONTARA PPK ORMAWA SPACE FT-UH menjalani visitasi Universitas Hasanuddin di Desa Lonjoboko, Gowa, Minggu (23/8/2026), untuk mengevaluasi program mitigasi longsor dan konservasi yang berjalan selama tiga bulan.
Yang menarik, kunjungan ini bukan sekadar mengecek kegiatan mahasiswa. Ada lahan konservasi, jalur evakuasi, titik kumpul, hingga sistem peringatan dini longsor yang diuji bersama warga.
Visitasi UNHAS Menilai Perkembangan Program LONTARA
Visitasi tersebut melibatkan dosen Universitas Hasanuddin, dosen pendamping, Ormawa SPACE FT-UH, perangkat desa, pemuda, serta masyarakat.
Program LONTARA memang dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi risiko longsor melalui edukasi, teknologi, dan konservasi lingkungan.
Dalam agenda tersebut, dosen UNHAS Husnul Mubarak, S.TP., M.Si., menjelaskan tujuan utama visitasi kepada tim pelaksana.
“Tim Universitas datang untuk memastikan program yang direncanakan tim pelaksana selama 3 bulan ini sudah sesuai atau belum, melihat situasi Desa Lonjoboko, dan bagaimana tindak lanjut dari program PPK ORMAWA,” jelasnya
Tiga Agenda Utama Digelar di Desa Lonjoboko
Agenda pertama berlangsung di lahan konservasi dengan penyerahan bibit pohon kepada Desa Lonjoboko sebagai bagian dari penguatan lingkungan.
Kegiatan konservasi sebelumnya juga mencakup penanaman bibit pohon melalui program “Appalamung” di lahan warga seluas sekitar 450 meter persegi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




