Raisa Debut sebagai Srikandi di Pagelaran Sabang Merauke, Bawa Pesan Perempuan

istikhomah • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:18 WIB
Raisa tampil sebagai Srikandi dengan kostum merah dan detail keemasan dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026.
Raisa tampil sebagai Srikandi dengan kostum merah dan detail keemasan dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026.
Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Raisa memerankan Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026, membawa pesan perempuan, keberagaman budaya, dan keberanian ke panggung nasional Indonesia langsung.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Penyanyi Raisa Andriana menjalani debut sebagai Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat (21/8/2026), membawa pesan tentang perempuan dan keberagaman budaya.

Penampilan ini menjadi pengalaman baru bagi Raisa karena ia tak hanya bernyanyi, tetapi juga harus berakting dan membangun karakter Srikandi. Perjalanan latihan hingga respons penonton menjadi bagian menarik dari debutnya.

Baca Juga: Diana Pungky Laporkan Eks Asisten, Polisi Dalami Transaksi Rp25 Miliar

Raisa Menemukan Tantangan Baru sebagai Srikandi

Raisa tampil dengan kostum merah berpadu detail keemasan saat memainkan karakter Srikandi. Penampilannya menjadi bagian penting dari pertunjukan bertema Hikayat Srikandi Nusantara yang berlangsung 21–23 Agustus 2026.

Peran tersebut menuntut kemampuan berbeda dari panggung musik yang selama ini menjadi ruang utama Raisa. Ia harus menyampaikan dialog, membangun karakter, sekaligus tampil dalam pertunjukan yang menggabungkan seni tari, musik, teater, dan budaya Nusantara.

Dalam konferensi pers setelah pertunjukan perdana, Raisa mengaku lega karena akhirnya berhasil melewati tantangan tersebut.

“Senang banget aku merasa hari ini akhirnya pecah telur juga jadi Srikandinya,” ujar Raisa.

Sebelum tampil, rasa percaya diri menjadi salah satu tantangan yang harus ia hadapi. Raisa mengungkapkan dirinya sempat merasa malu ketika berlatih mengucapkan dialog.

ANTARA mencatat Raisa harus tampil sebagai sosok perempuan yang kuat dan tegas, sekaligus menjalankan unsur akting, menyanyi, dan menari dalam satu pertunjukan.

Pesan Srikandi Mendapat Respons Penonton

Bagi Raisa, keberhasilan tampil sebagai Srikandi bukan hanya soal mampu menjalankan karakter. Ia juga ingin pesan yang dibawa tokoh tersebut sampai kepada penonton.

Respons penonton menjadi salah satu tanda yang membuatnya merasa lega. Tepuk tangan muncul ketika dialog Srikandi disampaikan di atas panggung.

“Bukan sekedar karena, oh itu momennya lagi bagus, tapi karena memang pesannya itu sendiri diterima sama penonton,” kata Raisa.

Pesan tersebut berkaitan dengan keberadaan perempuan dan nilai yang dibawa melalui cerita-cerita Nusantara. Tema pertunjukan tahun ini memang menempatkan kisah perempuan sebagai bagian utama narasi.

Raisa pun mengaku bangga dapat menjadi bagian dari pertunjukan yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia.

“Jadinya aku sangat bahagia, bukan sekedar karena aku berada di Pagelaran Sabang Merauke yang begitu kaya ini, tapi aku bangga karena bisa menyampaikan pesan yang begitu penting, terutama di keadaan Indonesia yang saat ini,” ujarnya.

Hikayat Perempuan Nusantara Hadir dalam Satu Panggung

Hikayat Srikandi Nusantara tidak hanya menghadirkan Srikandi. Pertunjukan ini mengangkat sejumlah tokoh perempuan dari cerita rakyat berbagai daerah di Indonesia.

Raisa memerankan Srikandi, sementara Yura Yunita tampil sebagai Mahadewi. Christine Tambunan berperan sebagai Dayang Sumbi, Mirabeth Sonia sebagai Mandeh Rubayah, dan Pradnya Larasari sebagai Calon Arang.

Cerita tersebut dipadukan dengan kekayaan seni pertunjukan Nusantara. Musik tradisional, tari, kostum, koreografi, hingga tata panggung menjadi bagian dari produksi berskala besar.

Pagelaran ini digelar di Indonesia Arena, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta. Pertunjukan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Agustus 2026.

Ribuan Pelaku Seni Terlibat dalam Pagelaran

Skala produksi menjadi salah satu aspek yang membuat Pagelaran Sabang Merauke 2026 berbeda dari pertunjukan biasa.

Sekitar 1.700 pelaku seni terlibat dalam produksi. Di dalamnya terdapat 387 penari, 15 penyanyi, satu grup band, 50 alat musik tradisional, 119 anggota paduan suara, serta 60 musisi orkestra.

Produksi tersebut juga melibatkan 11 tim koreografer dan 16 desainer kostum. Secara keseluruhan, pertunjukan menyajikan 103 koreografi dan 28 lagu.

Keterlibatan penari dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam konsep pertunjukan. Proses audisi telah menjadi salah satu jalur untuk membuka kesempatan bagi talenta dari berbagai wilayah Indonesia.

Informasi dari penyelenggara menunjukkan proses audisi 2026 menjaring peserta dari seluruh Indonesia. Sebanyak 27 penari terpilih kemudian mengikuti rangkaian latihan sebelum tampil dalam pertunjukan utama.

Baca Juga: Adhisty Zara Ikuti Hypnobirthing Jelang Persalinan, Siapkan Mental Bersama Suami

Ada Ruang bagi Talenta dari Kalimantan

Konteks ini juga menarik bagi pembaca Kalimantan. Dalam persiapan Pagelaran Sabang Merauke 2026, penyelenggara menyebut proses audisi turut menjangkau wilayah Kalimantan.

Para penari hasil audisi kemudian dipadukan dengan penari profesional dalam proses latihan. Persiapan dilakukan selama sekitar tiga bulan di Yogyakarta sebelum pertunjukan digelar di Jakarta.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa panggung budaya berskala nasional tidak hanya menjadi ruang bagi seniman yang sudah dikenal. Talenta dari berbagai daerah juga memperoleh kesempatan untuk masuk dalam produksi pertunjukan besar.

Bagi ekosistem seni daerah, pola seperti ini membuka peluang pengembangan kemampuan penari sekaligus mempertemukan tradisi lokal dengan produksi pertunjukan modern.

Poin Penting

Insight Redaksi

Peran Raisa menunjukkan bahwa panggung budaya nasional bisa menjadi ruang lintas disiplin, bukan sekadar pertunjukan musik. Talenta daerah juga punya jalan masuk. Bagi Kalimantan, kesempatan seperti ini penting dipantau karena seni lokal dapat ikut bergerak ke panggung nasional tanpa kehilangan identitasnya.

Ruang pertunjukan perlu terus dibuka bagi penari daerah, termasuk talenta muda dari Kalimantan, supaya karya lokal kada berhenti di daerah saja.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam agar makin banyak yang mengenal perkembangan seni pertunjukan Nusantara.

Masih banyak cerita budaya Indonesia yang menarik untuk diikuti. Jangan sampai ketinggalan info terbaru, selalu update hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa yang memerankan Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026?

Srikandi diperankan oleh penyanyi Raisa Andriana.

2. Di mana Pagelaran Sabang Merauke 2026 digelar?

Pertunjukan digelar di Indonesia Arena, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta.

3. Apa tema Pagelaran Sabang Merauke 2026?

Tema yang diangkat adalah Hikayat Srikandi Nusantara, dengan fokus pada kisah dan peran perempuan dalam cerita Nusantara.

4. Berapa banyak pelaku seni yang terlibat?

Sekitar 1.700 pelaku seni terlibat, termasuk 387 penari serta berbagai penyanyi, musisi, paduan suara, koreografer, dan desainer kostum.

5. Apakah ada penari dari luar Pulau Jawa?

Ada. Proses audisi menjangkau berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan, sebelum para penari dipadukan dalam produksi utama.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Pagelaran Sabang Merauke Hikayat Srikandi Nusantara Raisa indonesia