Warga Sekerat Keluhkan Debu dari Darat hingga Laut, Pemkab Diminta Bertindak

Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Debu kembali dikeluhkan warga Sekerat, Kutim. Pemerintah dan perusahaan diminta mempercepat perbaikan jalan serta pengendalian dampak lingkungan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Persoalan debu kembali menjadi perhatian masyarakat Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).
Memasuki musim kemarau, kondisi jalan yang belum seluruhnya diperkeras membuat debu lebih mudah beterbangan ketika kendaraan melintas. Di sisi lain, masyarakat juga menyampaikan keluhan terkait debu yang diduga berasal dari aktivitas industri dan kegiatan pengangkutan di sekitar wilayah pesisir.
Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, meminta persoalan tersebut tidak hanya dilihat sebagai masalah jalan, tetapi juga sebagai persoalan kenyamanan dan lingkungan yang membutuhkan perhatian bersama.
Jalan Belum Sepenuhnya Diperkeras
Salah satu sumber persoalan berada pada akses menuju Desa Sekerat. Dari total ruas jalan sekitar 23 kilometer, baru sebagian yang telah mendapatkan peningkatan atau semenisasi.
Data yang disampaikan pemerintah desa sebelumnya menyebut sekitar lima kilometer telah ditangani, sedangkan kurang lebih 18 kilometer lainnya masih membutuhkan peningkatan. Kondisi tersebut menjadi semakin terasa ketika musim kemarau karena permukaan jalan yang belum diperkeras dapat menghasilkan debu saat dilalui kendaraan.
Bagi masyarakat, persoalan jalan bukan sekadar menyangkut kenyamanan perjalanan.
Akses tersebut juga berkaitan dengan mobilitas warga, distribusi kebutuhan, aktivitas ekonomi, hingga pengembangan kawasan wisata Desa Sekerat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




