200 Ribu Meter Kubik Air Track Dayung Jadi Penyangga Pasokan Bersih Samarinda

Arya Kusuma • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 06:26 WIB
Ilustrasi Kondisi Bendungan Benanga Lempake yang mengalami penyusutan air dan intervensi pengaliran dari Track Dayung untuk menjaga pasokan air baku Samarinda.
Ilustrasi Kondisi Bendungan Benanga Lempake yang mengalami penyusutan air dan intervensi pengaliran dari Track Dayung untuk menjaga pasokan air baku Samarinda.

Durasi Baca: 3 Menit

Ikhtisar: Cadangan Track Dayung membantu menjaga pasokan air baku Bendungan Benanga selama kemarau panjang Samarinda.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kemarau panjang membuat Bendungan Benanga Lempake, Samarinda, mengalami penyusutan air hingga Tinggi Muka Air (TMA) berada di elevasi 6. Untuk menjaga pasokan air baku, pengelola memanfaatkan cadangan air dari Track Dayung Lempake.

Sumber alternatif tersebut memiliki volume sekitar 200 ribu meter kubik. Dengan bantuan pompa berkapasitas 250 liter per detik, cadangan itu diperkirakan mampu menopang operasional pengolahan air bersih selama 30 hari.

Cadangan Track Dayung menopang pasokan air Lempake

Kepala Unit Pengelola Bendungan (UPB) Benanga Lempake, Hayu Wardana, menjelaskan pemanfaatan Track Dayung dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air baku, terutama bagi Kelurahan Lempake.

"Untuk kondisi Bendungan Benanga Lempake sekarang memang untuk Tinggi Muka Air (TMA) berada di elevasi 6. Kami menyuplai air terutama untuk Kelurahan Lempake dari Track Dayung Lempake," ujar Hayu Wardana.

Langkah tersebut melibatkan koordinasi lintas sektor antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV.

Salah satu intervensinya berupa penyodetan aliran air dari Track Dayung menuju intake Perumda Tirta Kencana. Pengaliran juga dibantu pompa berkapasitas 250 liter per detik.

"Kami sudah melakukan intervensi dengan menyodet alirannya langsung ke intake Perumda Tirta Kencana. Untuk suplai air saat ini juga dibantu oleh pompa dengan kapasitas 250 liter per detik," jelas Hayu.

Baca Juga: BBM Disebut Aman? SPBU 24 Jam Bertambah, Antrean BBM Samarinda Belum Usai

Ketika penurunan air baku menyentuh pelayanan pelanggan

Persoalan Bendungan Benanga bukan sekadar perubahan tinggi muka air. Sumber tersebut berkaitan dengan operasional pengambilan air baku untuk diolah menjadi air bersih bagi pelanggan.

Perumda Tirta Kencana sebelumnya mengumumkan penyesuaian pelayanan IPA Gunung Lingai pada 20 September 2026 akibat penurunan kualitas dan kapasitas sumber air baku Waduk Benanga.

Wilayah yang disebut berpotensi terdampak antara lain Joyo Mulyo, Belimau, Jalan DI Panjaitan, Jalan Damanhuri, Jalan Mugirejo, Kebun Agung, serta sejumlah kawasan perumahan.

Saat itu, langkah penanganan mencakup penyesuaian penggunaan bahan kimia pengolahan, penurunan kapasitas IPA, distribusi bergilir, dan penyediaan terminal air.

Pengumuman tersebut memperlihatkan bahwa perubahan kondisi sumber air baku pernah diikuti penyesuaian pelayanan. Namun, status distribusi di setiap wilayah setelah intervensi terbaru masih perlu dilihat melalui pembaruan Perumda.

Baca Juga: Tiga Kali Mediasi Tidak Sepakat, Hak Mantan Pekerja Olympic Group di Samarinda Menunggu Kepastian

Kemarau panjang, musim hujan belum merata

Kondisi Bendungan Benanga berlangsung ketika Kalimantan Timur menghadapi periode kemarau panjang.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, menyebut fenomena El Niño pada 2026 menunjukkan intensitas sangat kuat.

“Dampaknya sudah bisa kita rasakan sendiri. Musim kemarau di Kalimantan Timur berlangsung panjang. Namun, ini bukan berarti El Nino akan segera berakhir,” ujarnya pada 12 Oktober 2026.

BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 berlangsung bervariasi, mulai akhir Oktober hingga sebagian besar wilayah Kaltim pada pertengahan November.

Dalam pembaruan prakiraan 29 Oktober, sebagian besar wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 50–150 milimeter, pada 1–10 November 2026.

Sementara itu, puncak musim hujan di sebagian besar Kaltim diprakirakan berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

Baca Juga: Chindy Tewas dalam Kecelakaan Truk Tangki, Warga Pertanyakan Jam Operasional Truk di Samarinda

Menunggu hujan, cadangan air masih dipantau

UPB memperkirakan volume sekitar 200 ribu meter kubik di Track Dayung mampu menjaga operasional pengolahan air bersih kawasan Lempake selama satu bulan.

Perkiraan tersebut menjadi pegangan dalam menjalankan intervensi selama sumber air utama mengalami penyusutan. Pengelola berharap intensitas hujan segera kembali normal sehingga pemompaan dari Track Dayung tidak lagi diperlukan.

"Kita berharap musim hujan segera datang, sehingga kita tidak perlu lagi memompa air dari Track Dayung ke Bendungan Benanga Lempake," pungkas Hayu.

Bagi pelanggan, keberlanjutan pelayanan air bersih berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Karena itu, perkembangan sumber air baku dan operasional pengolahan menjadi informasi yang penting untuk terus dipantau.

Poin Penting

Insight Redaksi

Ketahanan air bersih tidak cukup diukur dari volume cadangan yang tersedia. Kemampuan mengalirkan, mengolah, dan mendistribusikannya juga menentukan. Bagi Samarinda, perkiraan 30 hari seharusnya menjadi momentum menguji kesiapan sistem, bukan sekadar alasan untuk merasa aman. Air kada bisa menunggu.

Perumda dan pengelola bendungan perlu membuka pembaruan debit, produksi IPA, serta status distribusi secara berkala kepada pelanggan.

Bagikan info ini ke bubuhan ikam supaya keluarga dan tetangga ikut memahami kondisi pasokan air Samarinda.

Pantau perkembangan air baku Samarinda bersama Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa cadangan air alternatif yang disiapkan untuk Bendungan Benanga?

Cadangan air di Track Dayung Lempake tercatat sekitar 200 ribu meter kubik.

2. Berapa kapasitas pompa yang digunakan?

Pompa yang membantu pengaliran air memiliki kapasitas 250 liter per detik.

3. Sampai kapan cadangan air diperkirakan mampu menopang operasional?

UPB memperkirakan cadangan tersebut cukup untuk menjaga operasional pengolahan air di kawasan Lempake selama sekitar 30 hari.

Sumber Informasi:

Media Kaltim Post, dengan judul "Debit Bendungan Benanga Lempake Kritis, Pasokan Air Baku Bertahan Selama 30 Hari ke Depan", oleh M Hafiz Alfaruqi. Di-update kembali dengan angle dan style BalikpapanTV.id.

Informasi resmi Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda mengenai penyesuaian pelayanan air IPA Gunung Lingai, 20 September 2026.

Informasi resmi BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda mengenai prediksi musim hujan 2026/2027 dan prakiraan curah hujan November 2026.

Informasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengenai perkembangan El Niño 2026 dan keterangan Kepala Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Bendungan Benanga Track Dayung Lempake Perumda Tirta Kencana Krisis Air Baku