Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Kadar klorida Sungai Mahakam melonjak, produksi IPA Sungai Kapih terganggu, warga bisa mengambil air melalui terminal selama 24 jam.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kadar klorida Sungai Mahakam melonjak hingga 1.085 ppm dan membuat produksi IPA Sungai Kapih Samarinda dihentikan sementara demi menjaga kualitas air bersih.
Buat warga yang membutuhkan pasokan air, Perumdam Tirta Kencana menyiapkan terminal pengambilan air yang bisa digunakan 24 jam. Jadi, simak aturan pengambilannya biar pasokan tetap merata, Ces!
Produksi Air Dihentikan Saat Klorida Sungai Mahakam Tinggi
Gangguan produksi di IPA Sungai Kapih terjadi karena kualitas air baku Sungai Mahakam sedang tidak memungkinkan untuk terus diolah. Kadar klorida diperiksa secara berkala untuk menentukan kapan produksi dapat kembali berjalan.
Operator IPA Sungai Kapih Achmad Robbyal mengatakan pemeriksaan dilakukan setiap satu jam. Produksi dan distribusi baru dilanjutkan apabila kadar klorida berada di bawah 250 ppm.
"Setiap satu jam sekali kami sebagai operator mengecek kadar klorida. Kalau kloridanya di bawah 250 ppm, kami langsung melanjutkan produksi dan distribusi air," ujar Robby, Jumat (11/9).
Kondisi tersebut sempat berubah pada Jumat dini hari. Sekitar pukul 03.00 Wita, kadar klorida turun di bawah 250 ppm sehingga produksi kembali berjalan sampai sekitar pukul 07.00 Wita.
Namun, kadar klorida kemudian kembali meningkat hingga 325 ppm. Produksi pun dihentikan lagi.
Kadar Klorida Sempat Menembus 1.085 Ppm
Naiknya kadar klorida berkaitan dengan kondisi pasang Sungai Mahakam. Saat sungai kembali pasang, angka yang diperiksa operator justru bergerak lebih tinggi.
Pemeriksaan terakhir menunjukkan kadar klorida mencapai 1.085 ppm. Angka tersebut jauh di atas ambang 250 ppm yang menjadi patokan operasional IPA Sungai Kapih.
Jika dibandingkan dengan ambang tersebut, kadar terakhir berada sekitar 4,3 kali lebih tinggi. Kondisi inilah yang membuat produksi air tidak bisa dijalankan secara terus-menerus.
Robby menjelaskan kadar klorida biasanya berpeluang turun ketika sungai kembali surut. Meski begitu, turunnya angka tersebut belum otomatis membuat produksi langsung dinyalakan.
"Nanti kalau surut kemungkinan bisa turun. Kita biarpun turun tetap harus mengecek. Enggak bisa langsung produksi, harus dalam tahap pengecekan dulu," jelasnya.
Artinya, perubahan kondisi Sungai Mahakam harus terlebih dahulu dipastikan melalui pemeriksaan sebelum air baku kembali digunakan untuk produksi.
Baca Juga: Pria di Samarinda Bawa Kabur Motor Teman, Uang Rp1,5 Juta Dipakai Bayar Indekos
Warga Bisa Ambil Air di Terminal IPA Sungai Kapih
Ketika produksi terganggu, kebutuhan warga tetap harus dilayani. Perumdam Tirta Kencana menyiapkan sekitar empat hingga lima terminal pengambilan air di sejumlah IPA.
Salah satunya berada di Terminal IPA Sungai Kapih. Warga dapat mengambil air melalui keran yang telah disediakan dengan membawa wadah sendiri seperti galon atau jeriken.
Terminal tersebut mulai melayani masyarakat sejak Rabu pagi.
"Ini mulai hari Rabu pagi sudah berjalan untuk warga," kata Achmad.
Fasilitas pengambilan air ini didukung penampungan dengan kapasitas sekitar 4.530 meter kubik. Tersedia 10 titik keran yang dapat digunakan warga.
Dengan kapasitas tersebut, terminal tidak hanya menjadi tempat pengambilan air sementara, tetapi juga menjadi salah satu penyangga kebutuhan masyarakat ketika produksi dari IPA Sungai Kapih harus menyesuaikan kondisi air baku.
Pengambilan Air Dibatasi Dua Galon per Orang
Warga yang datang ke Terminal IPA Sungai Kapih perlu memperhatikan aturan pengambilan. Setiap orang dibatasi maksimal dua galon.
Pembatasan tersebut diterapkan agar air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata oleh masyarakat yang membutuhkan.
"Untuk pengambilan air galon maksimal satu orang dua galon. Enggak boleh menggunakan selang, enggak boleh menggunakan mobil," jelas Robby.
Artinya, warga perlu membawa wadah yang sesuai dan mengambil air sesuai batas yang telah ditentukan. Penggunaan selang maupun pengambilan menggunakan mobil tidak diperbolehkan.
Terminal IPA Sungai Kapih dapat digunakan selama 24 jam. Waktu layanan yang panjang memberi ruang bagi warga untuk menyesuaikan waktu pengambilan tanpa harus bergantung pada jam produksi IPA.
Baca Juga: TPP Guru Samarinda Tertunda, Pemkot Pastikan Juni Dibayar September
Mengapa Warga Perlu Memantau Kondisi Air?
Kondisi di Sungai Mahakam menunjukkan bahwa produksi air bersih sangat bergantung pada kualitas air baku yang masuk ke instalasi pengolahan.
Bagi warga, informasi paling penting bukan hanya soal kapan air kembali mengalir dari jaringan distribusi, tetapi juga mengetahui alternatif ketika produksi dihentikan sementara.
Terminal pengambilan air menjadi pilihan yang tersedia selama kondisi tersebut berlangsung. Warga yang membutuhkan dapat datang dengan membawa galon atau jeriken dan mengikuti pembatasan yang diterapkan operator.
Di sisi lain, perubahan kadar klorida membuat jadwal produksi tidak bisa dipastikan hanya berdasarkan satu kali pemeriksaan. Ketika angka turun, produksi dapat dilanjutkan. Jika kembali naik, pengolahan dihentikan lagi.
Karena itu, kondisi layanan air bersih di kawasan terdampak dapat berubah mengikuti hasil pemeriksaan kadar klorida Sungai Mahakam.
Poin Penting
- Kadar klorida Sungai Mahakam terakhir terukur 1.085 ppm.
- Produksi IPA Sungai Kapih dihentikan ketika kadar klorida berada di atas 250 ppm.
- Pemeriksaan kadar klorida dilakukan setiap satu jam.
- Produksi sempat berjalan sekitar pukul 03.00 hingga 07.00 Wita saat kadar turun di bawah 250 ppm.
- Terminal IPA Sungai Kapih melayani pengambilan air selama 24 jam.
- Warga maksimal mengambil dua galon per orang.
- Penggunaan selang dan mobil untuk mengambil air tidak diperbolehkan.
- Terminal memiliki 10 titik keran dan penampungan sekitar 4.530 meter kubik.
Insight Redaksi
Gangguan produksi ini menunjukkan betapa dekatnya kebutuhan harian warga dengan kondisi Sungai Mahakam. Ketika kadar klorida naik, dampaknya tidak berhenti di sungai, tetapi langsung terasa pada layanan air bersih. Terminal menjadi solusi sementara yang penting, namun pemantauan kualitas air tetap harus menjadi prioritas.
Warga juga perlu mengikuti batas pengambilan agar pasokan tidak hanya terkumpul di sebagian orang. Kondisi seperti ini memang kada sederhana, tetapi informasi yang jelas bisa membuat layanan darurat tetap tertib.
Kalau punya keluarga atau tetangga yang terdampak, informasi soal terminal dan batas pengambilan air ini bisa langsung dibagikan agar sama-sama tahu sebelum datang.
Pantau terus kondisi air bersih dan kabar terbaru dari Samarinda hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Mengapa produksi IPA Sungai Kapih dihentikan?
Produksi dihentikan ketika kadar klorida air baku Sungai Mahakam berada di atas 250 ppm.
2. Berapa kadar klorida terakhir yang diperiksa?
Pemeriksaan terakhir menunjukkan kadar klorida mencapai 1.085 ppm.
3. Kapan produksi air bisa kembali berjalan?
Produksi dapat dilanjutkan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kadar klorida berada di bawah 250 ppm.
4. Apakah warga tetap bisa mendapatkan air?
Bisa. Warga dapat mengambil air melalui terminal yang disediakan, termasuk Terminal IPA Sungai Kapih yang beroperasi 24 jam.
5. Berapa banyak air yang boleh diambil?
Setiap orang dibatasi maksimal dua galon dan tidak diperbolehkan menggunakan selang atau mobil.
6. Apakah kadar klorida diperiksa secara berkala?
Ya. Operator IPA Sungai Kapih melakukan pemeriksaan kadar klorida setiap satu jam.
Sumber Informasi
Media Kaltim Post, dengan judul “Air Mahakam Asin! IPA Sungai Kapih Samarinda Buka Terminal Air Gratis 24 Jam”, oleh M Hafiz Alfaruqi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.