RIPPARDA Samarinda 2025–2045 Dibahas, Potensi Wisata Baru Mulai Dipetakan

istikhomah • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:46 WIB
Kawasan Citra Niaga Samarinda menjadi salah satu kawasan bersejarah yang diusulkan masuk revisi RIPPARDA.
Kawasan Citra Niaga Samarinda menjadi salah satu kawasan bersejarah yang diusulkan masuk revisi RIPPARDA.
Durasi Baca: 4 menit

Ikhtisar: Bapemperda Samarinda membahas RIPPARDA 2025–2045 untuk memperbarui arah destinasi, promosi, kelembagaan, dan potensi wisata baru hingga dua dekade mendatang di Samarinda.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bapemperda DPRD Kota Samarinda mulai membahas Raperda RIPPARDA 2025–2045 di Gedung DPRD Samarinda, Jumat, untuk menyesuaikan aturan dan memetakan potensi pariwisata baru.

Rencana pembangunan pariwisata hingga 2045 bakal menentukan arah destinasi dan promosi Samarinda. Lantas, potensi apa saja yang perlu masuk dalam kebijakan baru?

Baca Juga: Pengukuran Sudah Berulang, SHM Warga Samarinda Belum Terbit dan Masih Dipertanyakan

RIPPARDA Samarinda Perlu Disesuaikan dengan Kondisi Terkini

Bapemperda menilai draf RIPPARDA yang disusun beberapa tahun lalu perlu dimatangkan kembali sebelum pembahasan berlanjut.

Perubahan regulasi dan kemunculan potensi wisata baru menjadi alasan utama pembaruan materi raperda tersebut.

Ketua Bapemperda DPRD Kota Samarinda Kamaruddin meminta perangkat daerah menyempurnakan kajian agar sesuai kondisi terkini.

“Kajian akademisnya memang sudah berjalan beberapa tahun lalu. Jika ada hal yang perlu direvisi dan disesuaikan dengan kondisi sekarang, silakan disempurnakan terlebih dahulu,” kata Kamaruddin.

Pembahasan Raperda Kembali Masuk Agenda 2026

Pembahasan RIPPARDA sempat tertunda karena keterbatasan slot program pembentukan peraturan daerah pada tahun sebelumnya.

Bapemperda kemudian memasukkan kembali raperda tersebut dalam agenda pembentukan peraturan daerah pada 2026.

Targetnya, penyempurnaan materi dapat dirampungkan tahun ini sehingga regulasi yang lahir sesuai kebutuhan pembangunan Samarinda.

RIPPARDA nantinya menjadi panduan pembangunan pariwisata Samarinda dalam periode panjang hingga 2045, mencakup destinasi, industri, pemasaran, dan kelembagaan.

Potensi Citra Niaga dan Kampung Pecinan Ikut Didorong

Pembahasan awal melibatkan Disporapar, Bapperida, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Materi yang dibahas mencakup penyelarasan dasar hukum, pembaruan istilah perangkat daerah, serta penyesuaian nomenklatur wilayah.

Sekretaris Disporapar Samarinda Andy Ariefin menilai materi RIPPARDA perlu diperbarui mengikuti perkembangan sektor pariwisata beberapa tahun terakhir.

Pengembangan kawasan baru juga menjadi perhatian. Dhanny Rakhmady mengusulkan revitalisasi Citra Niaga dan rencana Kampung Pecinan masuk dalam revisi RIPPARDA.

Kawasan bersejarah tersebut dapat memperkaya pilihan destinasi berbasis sejarah, budaya, dan identitas perkotaan Samarinda.

Baca Juga: Gerimis Guyur Samarinda, BPBD Sebut Risiko Karhutla Belum Banyak Berubah

Promosi Digital Jadi Bagian Strategi Pariwisata Samarinda

Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Diskominfo Samarinda Dhanny Rakhmady menekankan pentingnya strategi komunikasi publik berbasis media digital.

Menurutnya, pembangunan destinasi perlu berjalan selaras dengan promosi digital untuk menarik wisatawan sekaligus membuka peluang investasi.

Pendekatan tersebut menunjukkan pembangunan pariwisata membutuhkan keterhubungan antara destinasi, informasi, promosi, dan akses publik.

Bapemperda juga menekankan kolaborasi lintas sektor bersama BPPD, asosiasi pariwisata, serta pelaku UMKM dalam pengembangan sektor tersebut.

Poin Penting

Insight Redaksi

RIPPARDA Samarinda punya tantangan besar: memastikan dokumen 20 tahun mampu mengikuti kota yang terus berubah. Potensi sejarah, kawasan baru, promosi digital, dan UMKM harus terbaca dalam kebijakan yang sama. Kalau regulasinya kuat, pariwisata kada cuma ramai saat ada acara. Ia bisa tumbuh menjadi ekosistem ekonomi lokal yang punya arah jelas.

Samarinda perlu memastikan pembaruan dokumen berjalan seiring pemetaan destinasi dan kesiapan pelaku wisata lokal.

Bagikan info ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham arah pariwisata Samarinda ke depan.

Ingin terus mengikuti perkembangan kebijakan dan pariwisata Kalimantan Timur? Update terus informasinya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa yang sedang dibahas Bapemperda DPRD Samarinda?

Bapemperda membahas Raperda tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah atau RIPPARDA 2025–2045.

2. Mengapa dokumen RIPPARDA perlu diperbarui?

Materinya perlu menyesuaikan perubahan regulasi dan perkembangan potensi pariwisata Samarinda dalam beberapa tahun terakhir.

3. Kawasan apa yang diusulkan masuk revisi RIPPARDA?

Citra Niaga dan rencana pengembangan Kampung Pecinan diusulkan masuk dalam revisi dokumen tersebut.

4. Apa saja cakupan RIPPARDA 2025–2045?

RIPPARDA mencakup pengembangan destinasi dan industri pariwisata, pemasaran, serta penguatan kelembagaan.

5. Siapa saja yang terlibat dalam pembahasan?

Pembahasan melibatkan Bapemperda, Disporapar, Bapperida, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta perangkat daerah terkait.

Sumber Informasi: ANTARA News Kalimantan Timur, “Bapemperda DPRD Samarinda bahas Raperda induk pembangunan pariwisata”, oleh Arumanto. Diolah kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
RIPPARDA Samarinda Pariwisata Samarinda dprd samarinda Citra Niaga