Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Perumda Varia Niaga diminta memperkuat sektor pangan, mengoptimalkan Bebaya Mart, dan menjaga fungsi Teras Samarinda.
Balikpapan TV - Hai Ces! Perumda Varia Niaga Samarinda mendapat sorotan Pemkot Samarinda karena bisnis pangan belum optimal saat pengendalian inflasi masih menjadi perhatian.
Sektor pangan memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya langsung terasa di dapur masyarakat. Lantas, bagaimana strategi Varia Niaga menghadapi tantangan ini? Lanjut baca, Ces.
Mengapa Sektor Pangan Varia Niaga Kembali Disorot?
Evaluasi semester I 2026 menjadi momentum Pemkot Samarinda meminta Varia Niaga menata kembali lini bisnis pangan.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy menyebut beberapa usaha di luar pangan justru memberikan keuntungan lebih besar.
Salah satunya bisnis assist kapal yang disebut memberikan hasil positif dibanding sejumlah unit usaha pangan.
Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena Varia Niaga bukan hanya dituntut mencari keuntungan.
Perusahaan daerah itu juga memiliki peran dalam mendukung pengendalian inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pangan masyarakat.
Baca Juga: Teras Goma Samarinda Kembangkan Golden Goma dari Eksperimen di Dapur
"Kami minta Varia Niaga jangan meninggalkan usaha dagang, khususnya sektor pangan. Memang usaha lain menguntungkan, tetapi Varia Niaga juga punya penugasan sosial ketika terjadi inflasi," ujar Marnabas, Minggu (9/8).
Sorotan tersebut muncul ketika tekanan harga di Samarinda masih cukup terasa.
Data BPS menunjukkan inflasi tahunan Samarinda pada Juni 2026 mencapai 3,53 persen, tertinggi di antara wilayah cakupan IHK di Kalimantan Timur.
Bebaya Mart Masih Punya Pekerjaan Rumah
Salah satu unit yang disebut dalam evaluasi adalah Bebaya Mart di Jalan Antasari.
Marnabas menyebut gerai tersebut masih mengalami kerugian sehingga perlu strategi pengelolaan yang lebih kuat.
Padahal, secara konsep, Bebaya Mart memang dirancang sebagai jaringan ritel pangan milik Pemkot Samarinda melalui Varia Niaga.
Gerai tersebut menyediakan kebutuhan seperti beras, minyak, tepung, bawang, cabai, dan telur dengan tujuan membantu menjaga harga tetap terjangkau.
Menurut Marnabas, skala usaha jangan menjadi alasan untuk mengabaikan bisnis pangan.
"Jangan karena dianggap kecil lalu ditinggalkan. Jual beras mungkin kecil, tetapi hitungannya ton. Sedikit demi sedikit akhirnya jadi gunung," katanya.
Pesan itu menunjukkan perlunya melihat bisnis pangan dari volume transaksi, kesinambungan pasokan, serta manfaatnya bagi masyarakat.
Pemkot juga mendorong Bebaya Mart di Jalan Perjuangan segera dioperasikan untuk memperluas jaringan usaha pangan.
Angka inflasi membuat fungsi bisnis pangan makin penting
Samarinda mencatat inflasi tahunan 3,53 persen pada Juni, dengan inflasi bulanan 0,72 persen dan inflasi tahun kalender 2,63 persen.
Pada periode tersebut, kelompok makanan, minuman, dan tembakau di Kalimantan Timur juga mengalami inflasi tahunan 3,67 persen.
Artinya, penguatan rantai pasok pangan bukan sekadar urusan omzet perusahaan daerah.
Ketersediaan barang dan stabilitas harga ikut menentukan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Dokter RSUD IA Moeis Disorot, Andi Harun Minta Inspektorat Periksa Dugaan Pelanggaran
Pemkot Dorong Promosi dan Strategi Pemasaran
Masalah yang dihadapi usaha pangan Varia Niaga bukan hanya soal keberadaan gerai.
Pemkot menilai promosi dan strategi pemasaran perlu diperkuat agar produk lebih dikenal dan mampu menciptakan perputaran penjualan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena konsumen kini memiliki banyak pilihan tempat berbelanja kebutuhan pokok.
Varia Niaga sendiri menempatkan layanan pangan sebagai salah satu layanan usaha utama, bersama pergudangan dan sejumlah bidang lainnya.
Di sisi lain, Pemkot Samarinda juga terus memperkuat pengendalian distribusi pangan.
Pada Juli 2026, Pemkot melakukan pengawasan distribusi dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi.
Menjelang Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional awal Agustus, koordinasi TPID juga kembali diperkuat.
Langkah tersebut menunjukkan sektor pangan masih menjadi salah satu perhatian utama pemerintah kota.
Baca Juga: SPMB Samarinda Disorot, Alamat KK Kurang Lengkap Bisa Ganggu Pemeringkatan Domisili
Teras Samarinda Harus Menguntungkan Tanpa Kehilangan Karakter
Selain bisnis pangan, Marnabas turut memberikan perhatian terhadap pengelolaan Teras Samarinda.
Varia Niaga didorong mengembangkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut tanpa menghilangkan fungsi ruang publik dan estetika.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah layanan pesan-antar makanan bagi pengunjung.
"Orang berwisata pasti perlu makan dan minum. Bisa dibuat sistem pesan-antar. Misalnya harga makanan Rp15 ribu, ditambah ongkos antar Rp1.000. Jadi tetap menghasilkan tanpa membuat Teras Samarinda kumuh," jelas Marnabas.
Gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan menghidupkan aktivitas ekonomi tanpa menjadikan ruang publik kehilangan fungsi utamanya.
Sebelumnya, pengelolaan Teras Samarinda memang diarahkan kepada Varia Niaga sebagai bagian dari tata kelola kawasan tersebut.
Pada 2026, Teras Samarinda juga dibidik memberikan kontribusi PAD hingga Rp2 miliar, meningkat dari sekitar Rp500 juta pada 2025 menurut pemberitaan Prokal.
Event Besar Perlu Diimbangi Pengelolaan Kawasan
Marnabas turut mengapresiasi kerja sama Varia Niaga dengan event organizer nasional untuk menghadirkan pertunjukan musik.
Namun, aktivitas komersial dan hiburan tetap diminta menyesuaikan karakter Teras Samarinda sebagai ruang publik sekaligus ikon Kota Tepian.
"Teras Samarinda ini ikon Samarinda. Jangan sampai estetikanya terganggu. Kebersihan dan keamanan harus tetap dijaga," pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena peningkatan aktivitas ekonomi di ruang publik harus berjalan beriringan dengan kenyamanan pengunjung.
Kawasan Teras Samarinda juga terus mendapat perhatian pemerintah, termasuk aspek kebersihan, fasilitas, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.
Tips Membaca Arah Bisnis Varia Niaga
- Perhatikan apakah Bebaya Mart mampu meningkatkan penjualan dan memperluas jangkauan konsumen.
- Pantau konsistensi ketersediaan bahan pangan serta harga kebutuhan pokok.
- Cermati keseimbangan antara target keuntungan dan fungsi sosial perusahaan daerah.
- Perhatikan pengembangan Teras Samarinda agar aktivitas ekonomi tidak mengurangi kualitas ruang publik.
Poin Penting
- Pemkot Samarinda meminta Varia Niaga memperkuat kembali bisnis pangan.
- Bisnis assist kapal disebut menghasilkan keuntungan lebih besar dibanding sejumlah lini pangan.
- Bebaya Mart Jalan Antasari masih disebut mengalami kerugian.
- Bebaya Mart Jalan Perjuangan didorong segera beroperasi.
- Inflasi Samarinda mencapai 3,53 persen secara tahunan pada Juni 2026.
- Teras Samarinda diminta berkembang secara ekonomi tanpa mengorbankan estetika, kebersihan, dan keamanan.
Insight Redaksi
Penguatan pangan bukan sekadar mengejar laba, karena fungsi Varia Niaga bersentuhan langsung dengan harga kebutuhan warga. Di Samarinda, tekanannya masih terasa. Bisnis pangan kada boleh kalah hanya karena marginnya tipis. Yang penting, perputaran besar, pasokan lancar, dan manfaatnya terasa.
Varia Niaga sebaiknya menggabungkan promosi digital, jaringan distribusi, dan evaluasi gerai secara berkala agar usaha pangan lebih efisien.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya makin paham kenapa bisnis pangan Varia Niaga penting bagi Samarinda.
Pantau terus perkembangan ekonomi daerah dan kabar terbaru seputar harga pangan, BUMD, serta Samarinda hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Apa alasan Varia Niaga diminta memperkuat bisnis pangan?
Karena sektor pangan memiliki fungsi bisnis sekaligus mendukung penugasan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi.
2. Unit bisnis apa yang disebut memberikan keuntungan besar?
Marnabas menyebut bisnis assist kapal sebagai salah satu lini usaha yang memberikan keuntungan lebih besar.
3. Mengapa Bebaya Mart menjadi perhatian?
Bebaya Mart di Jalan Antasari disebut masih mengalami kerugian sehingga membutuhkan penguatan promosi dan strategi pemasaran.
4. Bagaimana kondisi inflasi Samarinda pada Juni 2026?
Inflasi tahunan Samarinda mencapai 3,53 persen, dengan inflasi bulanan 0,72 persen dan inflasi kalender 2,63 persen.
5. Apa yang ditekankan Pemkot dalam pengelolaan Teras Samarinda?
Aktivitas ekonomi dapat dikembangkan, tetapi kebersihan, keamanan, estetika, dan fungsi ruang publik harus tetap dijaga.
Sumber Informasi
Artikel ini mengacu pada pemberitaan KALTIMPOST.ID berjudul “Bisnis Lain Lebih Untung, Varia Niaga Diminta Tak Tinggalkan Sektor Pangan”, oleh M Hafiz Alfaruqi. Artikel disusun ulang dengan angle dan gaya jurnalistik Balikpapan TV. Konteks tambahan menggunakan data BPS dan informasi resmi Pemerintah Kota Samarinda.