Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Tidar Samarinda Cetak Pemimpin Muda Lewat Training Kader, Ini Target Besarnya

AdminBTV • Minggu, 12 Juli 2026 | 08:13 WIB
Tidar Samarinda menguatkan kaderisasi melalui pelatihan berjenjang, mencetak pemimpin muda berintegritas, berkarakter, dan peduli masyarakat.
Tidar Samarinda menguatkan kaderisasi melalui pelatihan berjenjang, mencetak pemimpin muda berintegritas, berkarakter, dan peduli masyarakat.

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Tidar Samarinda Perkuat Regenerasi Kepemimpinan Melalui Program Kaderisasi Berjenjang Pemuda

Ikhtisar: Tidar Samarinda memperkuat kaderisasi melalui pelatihan berjenjang untuk membentuk pemimpin muda yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Tunas Indonesia Raya (Tidar) Samarinda memulai langkah memperkuat regenerasi kepemimpinan melalui kegiatan Training Kader (Tunas) 1 dan 2 di Samarinda. Program ini dinilai penting karena menjadi fondasi membentuk generasi muda yang siap memimpin organisasi sekaligus berkontribusi bagi masyarakat.

Regenerasi pemimpin tidak lahir dalam semalam. Ada proses panjang yang harus dilalui. Penasaran mengapa pelatihan kader menjadi perhatian penting? Simak terus pembahasannya, Ces!

Baca Juga: Rumah Bangsalan di Sambutan Ludes Terbakar, Polisi Dalami Dugaan Dibakar Penghuni

Mengapa kaderisasi menjadi fokus utama Tidar Samarinda?

Banyak organisasi menghadapi tantangan regenerasi ketika kader muda belum memiliki bekal kepemimpinan yang memadai. Kondisi itu menjadi perhatian Pengurus Cabang Tidar Samarinda.

Melalui Training Kader (Tunas) 1 dan 2, organisasi sayap pemuda Partai Gerindra tersebut memberikan pembelajaran mengenai organisasi, kepemimpinan, politik, hingga kemampuan membaca persoalan yang berkembang di masyarakat.

Pendekatan ini bukan sekadar memberikan materi di dalam kelas. Pelatihan juga diarahkan untuk membangun karakter, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, serta tanggung jawab sosial peserta.

Model kaderisasi seperti ini juga selaras dengan prinsip pengembangan sumber daya manusia dalam organisasi modern, yakni menyiapkan calon pemimpin melalui pendidikan, pengalaman, dan pembinaan yang berlangsung secara bertahap.

Apa target yang ingin dicapai melalui Training Kader Tunas?

Ketua PC Tidar Samarinda, Ibnu Wahyudi, menegaskan kegiatan tersebut bukan hanya memenuhi agenda organisasi tahunan. "Tunaz ini bukan sekadar pelatihan biasa. Kami ingin melahirkan kader-kader Tidar yang memiliki karakter, disiplin, loyal terhadap organisasi, serta siap hadir memberikan solusi bagi masyarakat. Setelah mengikuti pelatihan ini para peserta mampu menjadi motor penggerak di lingkungan masing-masing," kata Ibnu Wahyudi, Kamis (9/7/2026).

Pernyataan itu menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan kaderisasi tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Justru tantangan sesungguhnya dimulai ketika peserta kembali ke lingkungan masing-masing dan mampu memberikan manfaat nyata.

Karakter, disiplin, loyalitas, dan kepedulian sosial menjadi empat fondasi yang ingin dibangun selama proses pelatihan berlangsung.

Baca Juga: Pria Acungkan Parang ke Pengendara di Samarinda Ditangkap, Begini Kronologi Lengkapnya

Mengapa regenerasi dianggap investasi jangka panjang organisasi?

Ketua DPC Partai Gerindra Samarinda, Helmi Abdullah, memandang proses kaderisasi sebagai penentu keberlangsungan organisasi.

Menurutnya, sebuah organisasi membutuhkan regenerasi yang konsisten agar estafet kepemimpinan berjalan baik dan tidak berhenti pada satu generasi saja.

"Kita ingin seluruh peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, dan membangun jaringan. Ke depan, Tidar harus mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas dan siap mengawal perjuangan Partai Gerindra," ujarnya.

Pandangan tersebut juga menggambarkan pentingnya membangun jejaring antarkader. Hubungan yang terjalin selama pelatihan dapat menjadi modal kolaborasi ketika mereka menjalankan berbagai program organisasi di masa mendatang.

Dalam berbagai kajian kepemimpinan organisasi, proses belajar bersama dan jaringan antarpeserta memang menjadi salah satu faktor yang memperkuat kualitas kader di masa depan.

Bagaimana strategi kaderisasi Tidar diperkuat di Kalimantan Timur?

Komitmen memperkuat kaderisasi tidak hanya dilakukan di tingkat kota. Ketua PD Tidar Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi, menyebut kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi kaderisasi berjenjang yang dijalankan di berbagai daerah di Benua Etam.

Ia menilai organisasi memerlukan kader yang bukan hanya memahami nilai dan ideologi organisasi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang baik, serta semangat melayani masyarakat.

"Training ini menjadi salah satu instrumen utama dalam mencetak kader yang berkualitas. Kami ingin kader Tidar memiliki kapasitas intelektual, kemampuan komunikasi, serta semangat pengabdian kepada masyarakat. Dengan kader yang kuat, organisasi juga akan semakin solid dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan," katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kualitas kader tidak lagi hanya diukur dari kemampuan organisasi semata, tetapi juga kapasitas intelektual dan kemampuan menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.

Kemampuan komunikasi menjadi bagian penting karena seorang pemimpin harus mampu menyampaikan gagasan, membangun dialog, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat.

Apa arti pelatihan kader bagi generasi muda?

Pelatihan kader menjadi salah satu jalur pembelajaran kepemimpinan yang memberi ruang bagi anak muda mengembangkan kemampuan berpikir, bekerja sama, hingga mengambil keputusan.

Regenerasi yang dipersiapkan sejak dini memberi peluang organisasi memiliki kesinambungan kepemimpinan sekaligus menghadirkan tokoh muda yang memahami tantangan masyarakat.

Bagi organisasi kepemudaan, proses kaderisasi juga menjadi wadah membentuk karakter sebelum seseorang memegang tanggung jawab yang lebih besar.

Dengan bekal tersebut, kader diharapkan tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan dan solusi ketika berada di tengah masyarakat.

Baca Juga: PUPR Samarinda Ungkap Utang Rp290 Miliar, Proyek Terowongan hingga Pasar Pagi Masih Menunggu Pembayaran

Poin Penting:

Insight Redaksi: Regenerasi pemimpin sering dibahas, tetapi pelaksanaannya kada selalu konsisten. Langkah Tidar Samarinda menunjukkan pembinaan kader masih menjadi investasi penting bagi organisasi. Tantangan berikutnya adalah memastikan hasil pelatihan benar-benar terlihat melalui kontribusi nyata di masyarakat. Ukuran keberhasilan kada berhenti di ruang kelas, melainkan saat kader mampu memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Itu yang layak terus dikawal, Ces. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang memahami pentingnya proses kaderisasi pemimpin muda.

Ikuti terus perkembangan kepemimpinan, pendidikan politik, dan berbagai isu Kalimantan Timur hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa tujuan Training Kader Tunas 1 dan 2?
Membentuk kader yang memiliki karakter, disiplin, kemampuan memimpin, memahami politik, serta peduli terhadap masyarakat.

2. Siapa yang menyelenggarakan kegiatan ini?
Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (Tidar) Samarinda sebagai organisasi sayap pemuda Partai Gerindra.

3. Mengapa kaderisasi dianggap penting?
Karena menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan regenerasi kepemimpinan organisasi.

4. Kompetensi apa yang ingin dibangun kepada peserta?
Kapasitas intelektual, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, loyalitas organisasi, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Persiapkan Pemimpin Masa Depan, Tidar Samarinda Mulai Regenerasi Lewat Ruang Kelas Kader", oleh penulis Eko Pralistio. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Ibnu Wahyudi #Training Kader Tidar #samarinda