Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Ramadhan Hampir Berakhir, Yuk Kenali Urgensi I’tikaf di Masjid pada 10 Malam Terakhir untuk Memburu Lailatul Qadar dan Memaksimalkan Ibadah

Nazwa Deriska Noviyanti • Jumat, 13 Maret 2026 | 10:20 WIB

Suasana i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Muslim memperbanyak ibadah dan dzikir memburu Lailatul Qadar.
Suasana i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Muslim memperbanyak ibadah dan dzikir memburu Lailatul Qadar.

Ikhtisar: Ramadhan hampir berakhir. I’tikaf di masjid pada 10 malam terakhir menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Tradisi ini dicontohkan Nabi Muhammad saw untuk memburu Lailatul Qadar dan memperbanyak ibadah.

Balikpapan TV - Hai Cess! Ramadhan hampir pamit. Hari demi hari terasa cepat berlalu, dan sekarang umat Muslim sudah berada di fase paling istimewa: sepuluh malam terakhir. Di momen inilah banyak umat Islam mulai memperbanyak ibadah, salah satunya melalui i’tikaf di masjid. Amalan ini bukan sekadar tradisi, tapi bagian penting dari sunnah Nabi Muhammad saw.

Nah, di sisa waktu Ramadhan ini ada peluang besar yang sayang dilewatkan. Pahala, pengampunan dosa, hingga kesempatan meraih malam Lailatul Qadar. Penasaran kenapa i’tikaf jadi amalan yang sering dianjurkan ulama? Yuk lanjut simak sampai tuntas Cess!

Mengapa I’tikaf di 10 Malam Terakhir Ramadhan Sangat Dianjurkan?

I’tikaf menjadi salah satu ibadah yang memiliki tempat khusus di bulan Ramadhan, terutama pada sepuluh malam terakhir. Rasulullah saw diketahui rutin melakukannya sepanjang hidup beliau hingga wafat. Hal ini dijelaskan dalam hadits riwayat Imam Al-Bukhari dari Sayyidah Aisyah ra.

"Sungguh Nabi Muhammad Saw (selalu) beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat. Kemudian para istrinya beri’tikaf juga setelah beliau."

Tradisi ini menunjukkan bahwa i’tikaf bukan amalan biasa. Nabi menjadikannya sebagai cara fokus beribadah, menjauh dari kesibukan dunia, sekaligus memperbanyak doa dan dzikir. Nah, pahamlah ikam, sepuluh malam terakhir Ramadhan memang punya nilai spiritual yang sangat tinggi.

Baca Juga: 6 Tanaman Wangi Malam yang Bikin Taman Hidup Setelah Matahari Turun

Apa Makna I’tikaf dalam Perspektif Ulama?

Menurut penjelasan Badruddin al-‘Aini dalam kitab Umdatul Qari, i’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Penjelasan tersebut menjadi dalil kuat mengenai keutamaan ibadah ini bagi umat Muslim.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa i’tikaf berfungsi untuk menyucikan jiwa dan membersihkan hati dari berbagai dorongan duniawi. Dengan menetap di masjid untuk beribadah, seseorang bisa memfokuskan diri kepada Allah swt.

Ulama besar Imam An-Nawawi juga menjelaskan bahwa i’tikaf tidak hanya berlaku bagi laki-laki. Perempuan pun diperbolehkan menjalankannya, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Aisyah ra. Rasulullah saw memberikan izin kepada para istri beliau untuk melakukan i’tikaf.

Artinya, kesempatan memperbanyak ibadah ini terbuka luas bagi umat Muslim secara umum.

Mengapa I’tikaf Dikaitkan dengan Lailatul Qadar?

Salah satu alasan utama Nabi Muhammad saw memperbanyak i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah untuk mencari Lailatul Qadar. Malam ini disebut memiliki nilai ibadah yang sangat besar.

Dalam hadits riwayat Al-Bukhari disebutkan:

"Rasulullah saw sering beri’tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda: 'Beri’tikaflah kalian pada Lailatul Qadar di 10 malam terakhir bulan Ramadhan'."

Lailatul Qadar disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang luar biasa. Karena itulah Nabi memperbanyak ibadah, dzikir, dan doa melalui i’tikaf.

Nah, kalau kesempatan besar seperti ini ada di depan mata, sayang sekali bila dilewatkan begitu saja, Cess.

Apa Keutamaan Ibadah pada Malam Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar menjadi malam yang sangat dinantikan umat Muslim di akhir Ramadhan. Dalam hadits lain Nabi Muhammad saw menjelaskan keutamaan ibadah pada malam tersebut.

"Siapa saja yang beribadah pada Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan berniat karena Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR Al-Bukhari)

Keutamaan ini membuat banyak umat Islam meningkatkan kualitas ibadah pada malam-malam terakhir Ramadhan. I’tikaf menjadi cara untuk menjaga fokus ibadah agar tidak teralihkan oleh aktivitas lain.

Dengan menetap di masjid, seseorang dapat mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta memperbanyak shalat sunnah.

Bagaimana Cara Memaksimalkan I’tikaf di Akhir Ramadhan?

I’tikaf sebenarnya sederhana, namun membutuhkan niat dan kesungguhan. Intinya adalah menetap di masjid dengan tujuan beribadah kepada Allah swt.

Beberapa hal yang sering dilakukan saat i’tikaf antara lain:

1. Memperbanyak membaca Al-Qur’an
2. Berdzikir dan berdoa
3. Melaksanakan shalat sunnah
4. Merenungi diri dan memperbaiki niat ibadah

Amalan-amalan tersebut membantu menjaga hati tetap fokus kepada Allah swt. Nah, kadapapa pang bila dimulai perlahan, yang penting konsisten. Di akhir Ramadhan ini, setiap detik ibadah sangat berarti.

Poin Penting dari I’tikaf di 10 Malam Terakhir Ramadhan:

1. I’tikaf merupakan sunnah Nabi Muhammad saw yang dilakukan setiap Ramadhan.
2. Amalan ini dianjurkan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.
3. I’tikaf menjadi salah satu cara memburu malam Lailatul Qadar.
4. Ibadah pada Lailatul Qadar memiliki pahala setara seribu bulan.
5. I’tikaf dapat dilakukan oleh laki-laki maupun perempuan.

Baca Juga: Cermin Rumah Bukan Sekadar Hiasan! Ini 6 Aturan Penempatan Ala Feng Shui Agar Ruangan Terasa Nyaman dan Terang

Insight: Sepuluh malam terakhir Ramadhan sering terasa cepat berlalu. Banyak orang baru menyadari ketika waktu hampir habis. I’tikaf sebenarnya menjadi cara sederhana untuk menjaga fokus ibadah. Tinggal di masjid, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, itu saja pang. Namun dampaknya besar. Hati terasa lebih tenang, pikiran lebih jernih. Nah, kesempatan seperti ini datang setahun sekali. Kadapapa pang memulai walau sebentar. Yang penting niatnya kuat, pahamlah ikam.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami keutamaan i’tikaf di akhir Ramadhan. Siapa tahu jadi pengingat bersama, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"

FAQ

Apa itu i’tikaf dalam Islam?
I’tikaf adalah ibadah dengan menetap di masjid untuk fokus beribadah kepada Allah swt, terutama pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Apakah perempuan boleh melakukan i’tikaf?
Boleh. Dalam hadits riwayat Aisyah ra dijelaskan bahwa para istri Nabi Muhammad saw juga melakukan i’tikaf setelah beliau wafat.

Mengapa i’tikaf dianjurkan pada akhir Ramadhan?
Karena pada sepuluh malam terakhir terdapat Lailatul Qadar, malam yang nilai ibadahnya lebih baik dari seribu bulan.

DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Terkini
Koneksi Informasi Terkini

Editor : Arya Kusuma
#Lailatul Qadar #Itikaf Ramadhan #umat muslim #masjid #Nabi Muhammad SAW