Awal September Masih Terjadi Karhutla, PPU Catat 199,79 Hektare Terdampak

istikhomah • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:56 WIB
Tim gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Tim gabungan melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Durasi Baca: 3 menit

Ikhtisar: Tim gabungan PPU menangani 113 karhutla seluas 199,79 hektare hingga 8 September 2026.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Tim gabungan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menangani 113 kejadian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla sepanjang Januari hingga 8 September 2026. Luas lahan yang terdampak mencapai 199,79 hektare.

Bagi warga yang tinggal di sekitar lahan terbuka dan kawasan bervegetasi kering, kemunculan titik api perlu diwaspadai karena beberapa kebakaran terjadi hingga memasuki awal September. Yuk, simak sebaran dan penanganannya.

Baca Juga: Musim Tanam PPU Terancam Mundur, Kekeringan Mulai Tekan Lahan Pertanian

Penajam menjadi wilayah dengan kasus terbanyak

Penanganan karhutla melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), TNI, Polri, relawan dari berbagai komunitas, serta masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PPU Nurlaila mengatakan, hingga 8 September 2026 tercatat 113 kejadian karhutla dengan total luasan sekitar 199,79 hektare.

Sebaran kejadian mencakup empat kecamatan, yakni Penajam, Waru, Babulu dan Sepaku.

Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan kasus terbanyak. BPBD mencatat 62 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 125,97 hektare.

Babulu menyusul dengan 30 kejadian seluas 37,76 hektare. Kemudian Waru mencatat tujuh kejadian dengan luasan 22,78 hektare, sedangkan Sepaku terdapat 14 kejadian dengan luas 13,28 hektare.

Kebakaran masih muncul hingga September

Sejumlah kejadian dengan luasan cukup besar tercatat pada akhir Agustus hingga awal September.

Di RT 01 Desa Sesulu, Kecamatan Waru, kebakaran terjadi dua kali dengan luasan 8,06 hektare pada 25 Agustus dan 9,66 hektare pada 28 Agustus.

Sementara itu, karhutla di RT 03 Kelurahan Sepan, Kecamatan Penajam, pada 19-22 Agustus mencapai 10,66 hektare.

Memasuki September, kebakaran belum berhenti. BPBD mencatat kebakaran di Jalan Pondok Belanda, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, pada 1-4 September dengan luas mencapai 32 hektare.

Kebakaran lain terjadi di RT 06 Kelurahan Gunung Seteleng pada 4-5 September dengan luasan 11,18 hektare. Kemudian karhutla di RT 11 Kelurahan Petung pada 5-6 September tercatat mencapai 31 hektare.

Pada 7 September, BPBD kembali mencatat empat kejadian karhutla di sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Riko, Gunung Intan, Kelurahan Riko dan Desa Sukomulyo.

Dari kejadian tersebut, kebakaran di Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, menjadi yang terluas dengan area terdampak mencapai 10 hektare.

Baca Juga: RSUD RAPB PPU Belum Launching 6 Poli Baru, Fasilitas Penunjang Masih Disiapkan

Warga diminta segera melaporkan titik api

Nurlaila mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca kering. Risiko kebakaran perlu diperhatikan karena sebagian kejadian berada di sekitar permukiman dan kawasan dengan vegetasi yang mudah terbakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Laporan lebih awal memungkinkan petugas dan unsur gabungan melakukan penanganan sebelum api meluas ke area lain.

Bagi warga PPU, kewaspadaan tidak hanya diperlukan ketika api sudah membesar. Memperhatikan kondisi lahan di sekitar rumah dan segera melaporkan titik api menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mempercepat penanganan.

Jika menemukan kebakaran atau titik api, masyarakat dapat segera menghubungi pihak berwenang agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

Bagikan informasi ini kepada keluarga dan warga sekitar agar kewaspadaan terhadap karhutla ikut meningkat.

Karhutla bukan hanya soal lahan yang terbakar, tetapi juga menyangkut ruang hidup warga di sekitarnya. Karena itu, informasi cepat dan kepedulian bersama tetap menjadi bagian penting dalam mencegah api meluas.

FAQ

1. Berapa kejadian karhutla yang tercatat di PPU hingga 8 September 2026?
BPBD PPU mencatat 113 kejadian karhutla dengan total luas lahan terdampak 199,79 hektare.

2. Kecamatan mana yang mencatat karhutla terbanyak?
Kecamatan Penajam menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 62 kasus dengan luas 125,97 hektare.

3. Siapa saja yang terlibat dalam penanganan karhutla?
Penanganan melibatkan DPKP, TNI, Polri, relawan dari berbagai komunitas dan masyarakat.

4. Apa yang diminta BPBD PPU kepada masyarakat?
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan saat cuaca kering dan segera melaporkan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Sumber Informasi: Informasi ini mengacu pada berita ANTARA News Kalimantan Timur mengenai penanganan 113 kejadian karhutla di Kabupaten Penajam Paser Utara hingga 8 September 2026. Diolah kembali dengan angle dan style artikel balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Karhutla PPU BPBD PPU kalimantan timur penajam paser utara