Durasi Baca: 6 Menit
Topik: Sinergi Lembaga Adat Paser dan Pemerintah Menguatkan Budaya, Pemuda, serta Ekonomi Lokal
Ikhtisar: Rapat kerja perdana Lembaga Adat Paser menetapkan kolaborasi dengan tiga dinas untuk memperkuat pelestarian budaya, pengembangan pemuda, pariwisata adat, dan pemberdayaan UMKM menghadapi peluang hadirnya IKN.
Balikpapan TV - Hai Ces! Lembaga Adat Paser (DPP-LAP) menggelar Rapat Kerja Perdana di Kuta Rumah Adat Paser, Desa Janju, Kabupaten Paser, Sabtu (11/7/2026), sebagai langkah menyusun program yang selaras dengan pembangunan daerah dan menyongsong dampak kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Masa depan daerah penyangga IKN ikut ditentukan dari kesiapan masyarakatnya. Nah, di sinilah langkah strategis itu mulai dirancang, Ces!
Baca Juga: 153 Atlet Sudah Terdaftar, ITTC 2026 Siap Jadikan Paser Pusat Tenis Meja Internasional
Apa yang menjadi fokus utama Raker Perdana DPP-LAP?
Rapat kerja perdana menjadi momentum bagi Dewan Pengurus Pusat Lembaga Adat Paser untuk menetapkan arah organisasi dalam beberapa tahun ke depan. Agenda tersebut bukan hanya membahas program internal, tetapi juga memperkuat peran masyarakat adat dalam pembangunan Kabupaten Paser.
Ketua DPP LAP, Aji Sabri, menegaskan organisasinya siap mendukung program pemerintah daerah sekaligus mempersiapkan masyarakat menghadapi perubahan yang dipicu oleh kehadiran IKN di Kalimantan Timur.
Menurutnya, Kabupaten Paser memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga utama IKN. Karena itu, masyarakat adat harus memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang agar mampu bersaing di wilayahnya sendiri.
"Perhatian utama kami adalah pembangunan sumber daya manusia. Kehadiran LAP harus bisa memberikan peluang dan peranan pada masyarakat Paser, agar masyarakat adat Paser tidak hanya menjadi penonton di tanah leluhurnya sendiri," kata Aji Sabri.
Pernyataan tersebut menjadi arah utama seluruh program yang akan dijalankan DPP-LAP selama periode kepengurusan saat ini.
Mengapa kolaborasi dengan tiga dinas menjadi langkah penting?
Untuk mewujudkan target tersebut, DPP-LAP memilih memperkuat kerja sama lintas sektor dengan tiga organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Paser.
Kolaborasi pertama dilakukan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Fokus utamanya adalah pelestarian sekaligus perlindungan budaya Paser agar nilai-nilai adat tetap terjaga di tengah perkembangan kawasan sekitar IKN.
Pelestarian budaya dinilai bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga mempertahankan identitas masyarakat lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kerja sama berikutnya dilakukan bersama Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata. Program ini diarahkan pada pengembangan pariwisata berbasis adat, pemberdayaan generasi muda, hingga mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur Tahun 2026.
Sementara itu, sinergi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis masyarakat adat.
Kolaborasi lintas dinas tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan masyarakat adat tidak hanya menyentuh aspek budaya, tetapi juga pendidikan, ekonomi, pariwisata, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: Pendataan Sensus Ekonomi Paser Melambat, BPS Luruskan Isu Pajak yang Viral
Bagaimana DPP-LAP menyiapkan generasi muda menghadapi IKN?
Kehadiran IKN dipandang membuka peluang baru bagi masyarakat di sekitar kawasan penyangga. Namun peluang tersebut juga menghadirkan persaingan yang semakin tinggi.
Karena itu, DPP-LAP menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama agar generasi muda Paser mampu mengambil bagian dalam perubahan tersebut.
Melalui berbagai program yang disiapkan, organisasi ini ingin melahirkan pemuda dan pemudi Paser yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
Targetnya cukup luas, mulai dari mencetak pelaku UMKM yang tangguh, pelaku ekonomi kreatif, pemandu wisata profesional, hingga generasi penerus yang mampu menjaga warisan budaya Paser.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian adat diposisikan sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Apa harapan Pemerintah Kabupaten Paser terhadap LAP?
Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rapat kerja perdana tersebut. Menurutnya, forum itu menjadi kesempatan penting untuk mengevaluasi program organisasi sekaligus menyusun langkah yang selaras dengan arah pembangunan daerah.
Ikhwan mengajak seluruh jajaran DPP-LAP agar setiap program kerja mendukung visi pembangunan Paser TUNTAS, yaitu Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera.
"Upayakan seluruh program kerja dapat sejalan dengan semangat Paser TUNTAS dan mendukung prioritas pembangunan daerah sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Ikhwan.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah saat ini memusatkan perhatian pada beberapa agenda prioritas, antara lain penurunan angka kemiskinan ekstrem, penguatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan infrastruktur, hingga penyediaan layanan air bersih dan listrik.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Lembaga Adat Paser diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah, baik dalam menjaga kelestarian adat maupun membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Baca Juga: Harga Telur di PPU Naik Lagi, Pedagang Sebut Kendala Distribusi Jadi Pemicu
Apa dampaknya bagi masyarakat Paser ke depan?
Kolaborasi yang dibangun DPP-LAP bersama pemerintah daerah menunjukkan bahwa pembangunan budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Jika seluruh program terlaksana secara konsisten, masyarakat adat berpeluang memperoleh manfaat melalui peningkatan kapasitas, kesempatan usaha, pengembangan sektor wisata berbasis budaya, hingga lahirnya generasi muda yang siap menghadapi perubahan kawasan sekitar IKN.
Di sisi lain, pelestarian budaya Paser juga memiliki nilai strategis sebagai identitas daerah yang dapat menjadi kekuatan dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Bagi Kabupaten Paser sebagai salah satu wilayah penyangga IKN, keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya menjadi fondasi penting agar masyarakat lokal mampu berkembang tanpa kehilangan jati dirinya.
Baca Juga: Brigade Pangan PPU Terima 30 Combine Harvester, Panen Ditarget Makin Cepat
Poin Penting:
- DPP-LAP menggelar Raker Perdana di Kuta Rumah Adat Paser, Desa Janju.
- Fokus utama organisasi adalah pembangunan sumber daya manusia masyarakat adat.
- DPP-LAP menggandeng tiga dinas untuk memperkuat budaya, pariwisata, kepemudaan, dan UMKM.
- Program diarahkan agar generasi muda Paser siap menghadapi peluang hadirnya IKN.
- Pemerintah Kabupaten Paser meminta seluruh program mendukung visi pembangunan Paser TUNTAS.
- LAP diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam menjaga adat sekaligus membantu penyelesaian persoalan sosial.
Insight Redaksi: Kehadiran IKN membuka peluang besar, tetapi manfaatnya kada akan datang dengan sendirinya. Langkah DPP-LAP memperkuat pendidikan budaya, pariwisata, dan UMKM menunjukkan bahwa investasi paling penting justru ada pada kualitas manusianya. Kearifan lokal pang dapat menjadi modal pembangunan apabila dijaga dan dikembangkan secara konsisten. Bagi Paser, kolaborasi seperti ini layak terus diperkuat agar masyarakat lokal menjadi pelaku utama, bukan sekadar menyaksikan perubahan. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang memahami arah pembangunan daerah, Ces.
Ikuti terus informasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan Raker Perdana DPP-LAP dilaksanakan?
Rapat kerja perdana berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, di Kuta Rumah Adat Paser, Desa Janju.
2. Dinas apa saja yang bekerja sama dengan DPP-LAP?
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM.
3. Apa tujuan utama kerja sama tersebut?
Memperkuat pelestarian budaya, mengembangkan pemuda, mendorong pariwisata berbasis adat, dan memberdayakan UMKM masyarakat adat.
4. Mengapa IKN menjadi perhatian DPP-LAP?
Karena Kabupaten Paser merupakan daerah penyangga strategis sehingga masyarakat lokal perlu dipersiapkan agar mampu bersaing dan memperoleh manfaat dari perkembangan kawasan.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Gelar Raker Perdana, LAP Paser Gandeng Tiga Dinas untuk Program Pelestarian Budaya hingga Pemberdayaan UMKM", oleh penulis Muhammad Najib. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.