Durasi: 6 menit
Topik: Persaudaraan lintas etnis diperkuat melalui Silaturahmi Muharram di Kabupaten Paser
Ikhtisar: Silaturahmi Muharram menjadi ruang memperkuat persatuan lintas etnis, mempererat hubungan masyarakat, serta menegaskan pentingnya kerukunan sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Paser.
Balikpapan TV - Hai Ces! Silaturahmi Muharram yang digelar Ikatan Kerukunan Keluarga Madura Kabupaten Paser (IKKMP) bersama Kesultanan Paser di kediaman Sultan Paser, Kecamatan Tanah Grogot, Minggu (5/7/2026), menjadi momentum memperkuat persaudaraan lintas etnis sekaligus menjaga keharmonisan masyarakat di Kabupaten Paser menjelang berbagai tantangan pembangunan daerah.
Semangat kebersamaan itu terasa kuat sejak awal kegiatan. Bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi pesan bahwa persatuan menjadi modal penting untuk masa depan daerah. Simak sampai tuntas, Ces!
Baca Juga: Perda Pilkades Paser Dikejar Waktu, Desa Butuh Kepastian Sebelum Tahapan Dimulai
Apa makna Silaturahmi Muharram bagi masyarakat Kabupaten Paser?
Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan antarmasyarakat yang berasal dari latar belakang suku, budaya, dan organisasi berbeda. Nilai tersebut menjadi pesan utama dalam Silaturahmi Muharram yang mempertemukan tokoh agama, Kesultanan Paser, hingga berbagai paguyuban.
Tema kegiatan, "Semangat Muharram Menjalin Persaudaraan, Memperkuat Kerukunan Masyarakat Madura-Paser", mencerminkan komitmen bersama untuk merawat hubungan baik yang telah terbangun selama ini.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Cholil Balikpapan sekaligus Rois Syuriah PWNU Kalimantan Timur K.H. Muhammad Ali Cholil, Sultan Paser Aji Muhammad Jarnawi bergelar Sultan Muhammad Alamsyah III, Ketua IKKMP Kabupaten Paser H. Maskur, S.Sos., serta perwakilan KKSS, KKBKT, dan Ika Pakarti.
Kehadiran berbagai organisasi kemasyarakatan memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu kelompok, melainkan dibangun secara kolektif oleh seluruh unsur masyarakat.
Mengapa persatuan lintas etnis menjadi semakin penting?
Dalam sambutannya, K.H. Muhammad Ali Cholil menilai keberagaman justru menjadi kekuatan besar bagi Kabupaten Paser dan Kalimantan Timur.
Menurutnya, pembangunan daerah yang kini mendapat perhatian nasional karena keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan kondisi sosial yang aman, harmonis, dan saling mendukung. "Ke depan kita ingin seluruh paguyuban hidup rukun, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga persatuan. Dengan kebersamaan itulah Paser dan Kalimantan Timur akan semakin maju," ujarnya.
Ali Cholil juga mengingatkan bahwa silaturahmi tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Pertemuan seperti ini harus menjadi ikhtiar nyata membangun ukhuwah dan mempererat hubungan antarwarga.
Ia turut menyampaikan harapan agar keluarga besar IKKMP semakin diterima sebagai bagian dari masyarakat Paser. "Saya menitipkan keluarga besar Ikatan Kerukunan Madura-Paser agar diterima sebagai bagian dari keluarga besar Kesultanan Paser. Semoga hubungan persaudaraan ini terus menguat dan menjadi modal bersama dalam membangun Kabupaten Paser," katanya.
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas sosial sehingga pembangunan dapat berlangsung dalam situasi yang kondusif.
Baca Juga: Persiapan Fencer Paser Baru 50 Persen, Alat Latihan Jadi Kendala Serius
Bagaimana Kesultanan Paser memandang keberagaman masyarakat?
Sultan Paser Aji Muhammad Jarnawi menyampaikan apresiasi atas kunjungan IKKMP beserta para tokoh agama. Baginya, pertemuan tersebut memperlihatkan hubungan yang semakin erat antara masyarakat Madura dan masyarakat Paser.
Kesultanan Paser, lanjut Sultan, selalu membuka ruang bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan tanpa membedakan asal-usul maupun latar belakang. "Kami menyampaikan terima kasih atas kunjungan K.H. Muhammad Ali Cholil. Beliau selalu mengajak umat untuk menjaga persaudaraan dan kebersamaan. Nilai-nilai seperti inilah yang harus terus dirawat di Kabupaten Paser," tuturnya.
Sultan juga mengingatkan bahwa keberagaman merupakan anugerah yang harus dijaga bersama.
Ia mengutip nilai dalam ajaran Islam yang mengajarkan manusia diciptakan bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal, bukan saling menjauh. "Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Karena itu, mari kita jaga persatuan, saling menghormati, dan bersama-sama membangun daerah tanpa membedakan suku maupun latar belakang," tegasnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa identitas budaya dapat berjalan berdampingan dengan semangat membangun daerah secara bersama.
Apa komitmen IKKMP dalam menjaga kerukunan masyarakat?
Ketua IKKMP Kabupaten Paser, H. Maskur, S.Sos., mengajak seluruh anggota organisasi menjadikan akhlakul karimah sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya memegang falsafah "Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" sebagai bentuk penghormatan terhadap adat, budaya, serta kearifan lokal Kabupaten Paser.
Menurut Maskur, semangat gotong royong dan saling membantu harus terus dipelihara agar hubungan antarmasyarakat semakin harmonis. "Akhlak yang baik, sikap saling menghormati, dan semangat tolong-menolong harus menjadi jati diri warga IKKMP. Dengan begitu, kita dapat terus berkontribusi menjaga persatuan dan mendukung pembangunan Kabupaten Paser," tegasnya.
Komitmen tersebut memperlihatkan bahwa organisasi kemasyarakatan tidak hanya menjadi wadah berkumpul anggotanya, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai.
Silaturahmi Muharram ini sekaligus menjadi simbol kuat kolaborasi antara tokoh agama, Kesultanan Paser, dan berbagai paguyuban dalam merawat toleransi, memperkuat persaudaraan lintas etnis, serta mendukung pembangunan Kabupaten Paser sebagai salah satu wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara.
Baca Juga: Daya Tampung SMA di PPU Jadi Sorotan, Bupati Minta Tak Ada Anak Gagal Sekolah
Poin Penting:
- Silaturahmi Muharram digelar IKKMP bersama Kesultanan Paser di Tanah Grogot pada 5 Juli 2026.
- Tokoh agama, Kesultanan, dan berbagai paguyuban hadir memperkuat persaudaraan lintas etnis.
- K.H. Muhammad Ali Cholil menekankan pentingnya persatuan untuk mendukung pembangunan daerah.
- Kesultanan Paser mengajak seluruh masyarakat menjaga keberagaman sebagai kekuatan bersama.
- IKKMP mengajak anggotanya menjunjung akhlakul karimah, gotong royong, dan menghormati budaya lokal.
- Kerukunan masyarakat dinilai menjadi modal penting bagi pembangunan Kabupaten Paser dan Kalimantan Timur.
Insight Redaksi: Kabupaten Paser menunjukkan bahwa pembangunan Kada hanya ditopang infrastruktur, tetapi juga hubungan sosial yang sehat. Pertemuan lintas etnis seperti ini menjadi investasi jangka panjang bagi stabilitas daerah penyangga IKN. Pesannya sederhana, tetapi kuat. Persaudaraan perlu terus dirawat melalui perjumpaan nyata, bukan hanya slogan. Bubuhan ikam pang layak ikut menyebarkan semangat saling menghormati agar suasana damai terus tumbuh di tengah masyarakat, Ces.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami pentingnya persatuan. Ikuti terus informasi yang relevan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Siapa penyelenggara Silaturahmi Muharram di Kabupaten Paser?
Kegiatan diselenggarakan Ikatan Kerukunan Keluarga Madura Kabupaten Paser (IKKMP) bersama Kesultanan Paser.
2. Di mana kegiatan tersebut dilaksanakan?
Acara berlangsung di kediaman Sultan Paser, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser.
3. Apa tujuan utama kegiatan ini?
Memperkuat persaudaraan lintas etnis, menjaga kerukunan masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah.
4. Siapa saja tokoh yang hadir?
K.H. Muhammad Ali Cholil, Sultan Paser Aji Muhammad Jarnawi, H. Maskur, S.Sos., serta perwakilan berbagai paguyuban.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Balpos.com, dengan judul "Silaturahmi Muharram IKKMP dan Kesultanan Paser, Perkuat Persatuan Lintas Etnis di Kabupaten Paser", oleh penulis Suyono, S.E dan Tomi Wirahandi Wijaya. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.