Durasi Baca: 7 Menit
Ikhtisar: Goa Tapak Raja menyimpan cerita masyarakat Paser, jejak alam, sejarah lokal, serta upaya menjaga kearifan Wonosari.
Balikpapan TV - Hai Ces! Goa Tapak Raja di Desa Wonosari, Sepaku, PPU, dikenal karena formasi batu menyerupai telapak kaki dan cerita lokal yang menyertainya. Destinasi ini penting karena alam, budaya, dan ingatan masyarakat bertemu di satu ruang.
Nama Goa Tapak Raja ternyata bukan sekadar nama wisata. Ada cerita tentang raja, tokoh masyarakat, perubahan nama, hingga upaya menjaga lingkungan yang membuat gua ini menarik dibaca dari sisi berbeda.
Baca Juga: Gunung Parung di Sepaku Makin Menarik, Ada Hiking, Budaya Suku Balik, hingga Konservasi di IKN
Dari stalaktit berbentuk kaki lahir nama Tapak Raja
Bagi masyarakat Wonosari, bentuk batu di dalam gua menjadi bagian penting dari identitas Goa Tapak Raja.
Kementerian Pariwisata mencatat adanya formasi batu yang diyakini sebagai perwujudan tapak kaki Raja Paser.
Kepercayaan tersebut merupakan cerita masyarakat, bukan bukti sejarah yang memastikan siapa sosok raja sebenarnya.
Dalam keterangan Kepala Desa Wonosari Kasiyono, masyarakat mempercayai formasi tersebut sebagai tapak kaki seorang raja.
Karena itu, nama Tapak Raja kemudian melekat kuat dan menjadi identitas destinasi hingga sekarang.
Cerita tersebut membuat formasi batu bukan sekadar objek visual bagi pengunjung yang datang menyusuri gua.
Gua Bea dan Malempaken, nama lama yang masih menyimpan cerita
Sebelum dikenal sebagai Goa Tapak Raja, gua ini disebut memiliki nama lain dalam cerita masyarakat Wonosari.
Kepala Desa Wonosari menyebut dua nama lama, yakni Gua Bea dan Gua Malempaken.
Nama Malempaken dikaitkan dengan keberadaan pohon elai atau paken yang dahulu banyak tumbuh di sekitar kawasan gua.
Perubahan nama tersebut memperlihatkan bagaimana masyarakat memberi identitas berdasarkan lingkungan yang mereka kenali.
Gua kemudian semakin dikenal sebagai Tapak Raja setelah formasi batu menyerupai kaki menjadi bagian dari cerita masyarakat.
Jejak perubahan nama ini penting karena memperlihatkan hubungan antara tempat, bahasa, lingkungan, dan ingatan warga.
Benarkah Goa Tapak Raja berkaitan dengan Kerajaan Sadurengas?
Cerita masyarakat menyebut Goa Tapak Raja memiliki hubungan dengan perjalanan Kerajaan Sadurengas, yang dikaitkan dengan sejarah Paser.
Dalam cerita turun-temurun, gua tersebut dipercaya pernah menjadi tempat pertapaan tokoh atau bangsawan pada masa kerajaan.
Kisah tersebut perlu ditempatkan sebagai kepercayaan masyarakat karena belum menjadi bukti sejarah yang memastikan peristiwa tersebut.
Sumber lokal juga menyebut tradisi pertapaan kemudian dikaitkan dengan Datuk Peut, tokoh masyarakat Suku Paser.
Datuk Peut disebut sebagai sosok yang mendalami pengobatan dan memanfaatkan tumbuhan obat di sekitar kawasan gua.
Cerita tentang dirinya menambah lapisan lain: gua tidak hanya dipandang sebagai ruang alam, tetapi tempat pengetahuan masyarakat berkembang.
Datuk Peut dan pengetahuan tumbuhan di sekitar gua
Nama Datuk Peut muncul dalam cerita masyarakat ketika membahas hubungan manusia, gua, dan lingkungan Wonosari.
Sumber lokal menyebut Datuk Peut dikenal sebagai tokoh Suku Paser yang memiliki pengetahuan pengobatan tradisional.
Ia disebut memanfaatkan tumbuhan yang tersedia di sekitar kawasan untuk membantu mengobati masyarakat.
Informasi tersebut memperlihatkan bahwa nilai sebuah destinasi tidak selalu berada pada bentuk fisiknya.
Pengetahuan tentang tumbuhan juga menjadi bagian dari hubungan masyarakat dengan lingkungan yang diwariskan melalui cerita.
Namun, jenis tanaman, praktik pengobatan, serta kesinambungan tradisinya masih membutuhkan dokumentasi dan wawancara lanjutan.
Saat Goa Tapak Raja masuk perhatian kearifan lokal
Pada 2025, Otorita Ibu Kota Nusantara melakukan inventarisasi kearifan lokal di Desa Wonosari.
Salah satu fokus pendataan tersebut adalah Goa Tapak Raja beserta pengetahuan masyarakat yang masih berkaitan dengan lingkungan.
Perwakilan OIKN menyampaikan, “Kami sedang mencoba mengumpulkan data dan informasi di Desa Wonosari.”
Harapannya, hasil pendataan dapat menjadi dasar pengajuan kearifan lokal resmi apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut membuat Goa Tapak Raja memiliki cerita lain di luar legenda tentang raja.
Destinasi ini berada di titik pertemuan antara wisata alam, pengetahuan lokal, perlindungan lingkungan, dan perkembangan kawasan IKN.
Goa Tapak Raja juga menyimpan cerita tentang pemulihan lingkungan
Goa Tapak Raja tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata, tetapi juga berada dalam kawasan yang pernah mengalami kerusakan akibat aktivitas pertambangan.
Dokumen Kementerian Lingkungan Hidup mencatat pemulihan kawasan dilakukan melalui pembangunan ekoagrowisata Goa Tapak Raja.
Lahan seluas 24 hektare disebut menjadi bagian dari program pemulihan ekosistem dan pengembangan wisata berbasis lingkungan.
Program tersebut mencakup revitalisasi ekosistem karst, wisata air, ekoriparian, lahan basah buatan, serta sarana wisata.
Konteks ini membuat perjalanan Goa Tapak Raja tidak berhenti pada cerita masa lalu.
Ada proses perubahan ruang yang mempertemukan warisan alam dengan upaya pemulihan lingkungan.
Ketika IKN membuat cerita Wonosari semakin penting
Perkembangan IKN ikut mengubah posisi Desa Wonosari dalam peta perjalanan wisata di sekitar Nusantara.
Kementerian Pekerjaan Umum mencatat akses menuju Goa Batu-Tapak Raja mendapat penanganan melalui program peningkatan konektivitas jalan daerah.
Perbaikan akses tersebut menghubungkan kawasan wisata dengan jaringan jalan menuju kawasan IKN.
Kini, Goa Tapak Raja tercatat dalam platform Desa Wisata Wono Sari milik Kementerian Pariwisata.
Pengunjung dapat menemukan fasilitas seperti area parkir, kamar mandi, mushala, tempat makan, kios suvenir, dan jalur trekking.
Aktivitas yang tercatat juga mencakup susur gua, jungle tracking, flying fox, serta taman ekoriparian.
Artinya, pengalaman berkunjung tidak hanya berpusat pada ruang dalam gua.
Namun, cerita lokal tetap menjadi alasan penting untuk memahami mengapa tempat ini memiliki identitas tersendiri.
Baca Juga: Wisata Satwa Liar Sebangau, Mengapa Orangutan dan Bekantan Tak Bisa Dijamin Bertemu
Informasi singkat sebelum berkunjung ke Goa Tapak Raja
Lokasi: Jalan Wijaya Kusuma, RT 09, Desa Wono Sari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Aktivitas: Susur gua, jungle tracking, flying fox, wisata air, serta kawasan ekoriparian.
Fasilitas: Area parkir, kamar mandi umum, mushala, tempat makan, kafetaria, kios suvenir, balai pertemuan, dan spot foto.
Jam buka: Belum tercantum pada profil Desa Wisata Wono Sari yang tersedia saat artikel ini disusun.
Tiket masuk: Harga tiket masuk Goa Tapak Raja belum tercantum pada profil resmi yang diperiksa. Beberapa atraksi tambahan memiliki tarif tersendiri.
Kontak wisata: 0813-5011-6210 dan semoi4.wonosari@gmail.com.
Informasi fasilitas dan kontak tersebut tercantum pada profil Desa Wisata Wono Sari di Jadesta Kementerian Pariwisata.
Untuk pembaca yang ingin datang, pengecekan langsung kepada pengelola tetap diperlukan karena tarif, jadwal, dan kondisi layanan dapat berubah.
Poin Penting
- Goa Tapak Raja berada di Desa Wonosari, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
- Nama Tapak Raja dikaitkan masyarakat dengan formasi batu menyerupai telapak kaki manusia.
- Gua ini sebelumnya dikenal dengan nama Gua Bea dan Gua Malempaken.
- Cerita tentang Kerajaan Sadurengas merupakan bagian dari kepercayaan masyarakat setempat.
- Datuk Peut disebut dalam sumber lokal sebagai tokoh Suku Paser yang memiliki pengetahuan pengobatan tradisional.
- OIKN melakukan inventarisasi kearifan lokal di Wonosari pada 2025.
- Kawasan Goa Tapak Raja juga berkaitan dengan program pemulihan lingkungan bekas aktivitas pertambangan.
Insight Redaksi
Goa Tapak Raja menarik bukan karena legenda semata, tetapi karena alam dan ingatan warga masih bertemu di sana. Saat kawasan IKN berkembang, cerita lokal jangan sampai cuma menjadi ornamen wisata. Justru di situlah identitas Wonosari terasa. Bubuhan perlu tahu, menjaga tempat berarti menjaga cerita yang ikut membentuknya.
Menyusuri gua boleh jadi tujuan awal, tetapi memahami cerita masyarakat membuat perjalanan terasa punya makna.
Kalau ikam berkunjung, hormati lingkungan, jangan mencoret batu, dan jaga kebersihan kawasan wisata.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya cerita Goa Tapak Raja kada berhenti sebagai destinasi foto.
Untuk cerita wisata Kalimantan lain yang punya sisi unik, ikuti terus Balikpapan TV sebagai teman update setia.
Dari satu tapak batu, ada cerita masyarakat yang masih hidup hingga hari ini—Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kenapa Goa Tapak Raja disebut Tapak Raja?
Nama tersebut berkaitan dengan formasi batu menyerupai telapak kaki manusia yang dipercaya masyarakat sebagai tapak kaki seorang raja.
2. Apa nama lain Goa Tapak Raja?
Sumber lokal menyebut gua ini pernah dikenal sebagai Gua Bea dan Gua Malempaken.
3. Apa hubungan Goa Tapak Raja dengan Kerajaan Sadurengas?
Masyarakat setempat memiliki cerita turun-temurun yang mengaitkan gua dengan perjalanan Kerajaan Sadurengas dan kegiatan pertapaan.
4. Apa cerita masyarakat tentang stalaktit berbentuk tapak kaki?
Formasi tersebut dipercaya sebagai perwujudan tapak kaki raja, tetapi kepercayaan itu bukan bukti sejarah yang telah terverifikasi.
5. Apa saja kearifan lokal yang ada di sekitar Goa Tapak Raja?
Kearifan lokal yang sedang didata mencakup tradisi serta pengetahuan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan.