Taman Nasional Danau Sentarum Danau yang Berubah jadi Hutan Terendam saat Musim Hujan

Tania Putri Nuraini • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 07:15 WIB
Danau Sentarum berubah mengikuti musim, menampilkan hutan rawa, perairan, dan alur air yang berbeda. (BTV/AI)
Danau Sentarum berubah mengikuti musim, menampilkan hutan rawa, perairan, dan alur air yang berbeda. (BTV/AI)

Durasi Baca: 7 Menit

Ikhtisar: Danau Sentarum berubah mengikuti musim, dari hutan terendam hingga rawa dan alur air yang berbeda.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Danau Sentarum di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, merupakan kawasan danau musiman yang lanskapnya berubah mengikuti siklus air dan terhubung dengan sistem Sungai Kapuas.

Yang menarik, perjalanan ke sini tidak selalu menghadirkan pemandangan yang sama. Saat air naik, hutan rawa dapat menjadi bagian dari bentang perairan; ketika surut, lanskapnya perlahan memperlihatkan rawa, padang, kolam, dan alur air yang berbeda.

Danau Sentarum Bukan Satu Hamparan Air yang Diam

Nama Danau Sentarum bisa membuat orang membayangkan satu danau luas dengan tepian yang bentuknya relatif tetap. Kenyataannya, kawasan ini merupakan sistem danau musiman dan lahan basah yang berada di bagian cekungan Sungai Kapuas.

Informasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut Danau Sentarum dan danau-danau musiman di taman nasional berada di cekungan Sungai Kapuas. Kawasan tersebut dikelilingi bukit dan dataran tinggi sehingga berfungsi sebagai daerah tangkapan air sekaligus pengatur tata air DAS Kapuas.

Itulah kunci untuk memahami kenapa panorama TNDS dapat berubah cukup jauh dari satu periode ke periode lainnya.

Dalam penelitian BRIN mengenai perairan rawa banjiran DAS Kapuas Hulu, kondisi Danau Sentarum dikaitkan langsung dengan musim hujan dan musim kering. Saat musim penghujan, air menggenangi permukaan danau, sedangkan pada musim kemarau permukaannya dapat menyusut sangat jauh.

Mengapa Hutan Bisa Terlihat Seperti Bagian dari Danau?

Bayangkan air memenuhi cekungan-cekungan yang sebelumnya hanya menyisakan bagian-bagian rawa dan vegetasi. Ketika muka air meningkat, batas antara perairan terbuka dan hutan rawa menjadi tidak sesederhana tepian danau pada umumnya.

Karakter inilah yang membuat Danau Sentarum berbeda. Sumber resmi KSDAE menyebut kawasan ini merupakan perwakilan ekosistem danau, hutan rawa air tawar, dan hutan hujan tropika Kalimantan sekaligus kawasan lahan basah internasional Ramsar.

BRIN juga mencatat Danau Sentarum sebagai perairan rawa banjiran yang kondisinya sangat dipengaruhi pergantian musim. Ketika air menggenang, kawasan perairan meluas; ketika air surut, bagian-bagian yang sebelumnya tertutup air mulai terlihat kembali.

Jadi, istilah hutan terendam bukan sekadar gambaran untuk mempercantik cerita wisata. Genangan memang merupakan bagian dari karakter hidrologis kawasan.

Saat Air Tinggi, Perahu Membawa Wisatawan Masuk ke Lanskap yang Berbeda

Ketika muka air tinggi, pengalaman wisata lebih banyak berlangsung di atas perairan.

Perahu menjadi bagian penting untuk menjelajahi kawasan, terutama karena banyak bagian TNDS merupakan bentang lahan basah yang saling berhubungan. Dalam informasi kawasan konservasi KLHK, Bukit Lanjak dan Nanga Kenelang disebut sebagai lokasi untuk menikmati panorama danau, bersampan, serta melakukan pengamatan satwa burung.

Dari sudut wisata, perubahan ini memberikan pengalaman yang tidak hanya mengandalkan satu titik foto.

Wisatawan dapat melihat hubungan antara permukaan air, vegetasi rawa, bukit di sekitar kawasan, dan aktivitas masyarakat yang kehidupannya juga berkaitan dengan lingkungan perairan.

Kawasan Betung Kerihun–Danau Sentarum juga tercatat UNESCO sebagai cagar biosfer sejak 2018. UNESCO mencatat kawasan ini memiliki hutan hujan tropis dataran rendah dan pegunungan, cekungan, danau, serta dataran rawa dengan keanekaragaman hayati tinggi.

Ketika Air Surut, Pemandangannya Bisa Terasa Seperti Tempat Lain

Perubahan paling mudah dirasakan ketika air mulai surut.

Permukaan yang sebelumnya terlihat seperti hamparan danau dapat berubah menjadi mozaik rawa, padang, aliran air kecil, serta kolam-kolam yang terpisah. BRIN mencatat fluktuasi kondisi perairan Danau Sentarum mengikuti musim hujan dan kemarau, sedangkan laporan pariwisata kawasan juga menggambarkan perubahan bentang lahan ketika muka air menurun.

Karena itu, wisatawan yang datang pada periode berbeda bisa membawa pulang pengalaman visual yang sangat berbeda pula.

Pada satu musim, foto mungkin didominasi air dan perahu. Pada periode lain, kamera justru menangkap bagian dasar kawasan yang sebelumnya tertutup genangan.

Ini juga penting ketika membicarakan istilah “kering”. Air yang surut secara musiman tidak otomatis berarti kawasan sedang mengalami kerusakan atau kehilangan fungsi ekologisnya. Siklus naik-turunnya air merupakan bagian dari karakter lahan basah tersebut.

Siklus Airnya Terhubung dengan Sungai Kapuas

Cerita Danau Sentarum sebenarnya tidak berhenti di batas taman nasional.

Kawasan ini berada dalam sistem DAS Kapuas. Ketika kondisi air berubah, hubungan antara danau-danau, rawa, dan sungai ikut berubah. KLHK menyebut Danau Sentarum sebagai daerah tangkapan air sekaligus pengatur tata air bagi DAS Kapuas.

Ramsar juga mencatat fungsi hidrologis lahan basah Sentarum dalam sistem Sungai Kapuas, termasuk perannya dalam menahan sebagian aliran puncak dan menyumbang air ke bagian hilir ketika musim kering.

Artinya, perubahan muka air yang terlihat wisatawan bukan sekadar perubahan latar belakang foto.

Di balik lanskap yang tampak berganti itu terdapat sistem air yang ikut memengaruhi ekosistem, habitat satwa, perikanan, dan kehidupan masyarakat di kawasan sekitarnya.

Baca Juga: Menyusuri Sungai Sekonyer dengan Klotok, Begini Serunya Bertemu Orangutan di Tanjung Puting

Musim Bukan Sekadar Soal Cuaca, tetapi Juga Pengalaman Wisata

Bagi wisatawan, memahami musim menjadi bagian dari persiapan perjalanan.

Jika yang dicari adalah pengalaman menyusuri bentang perairan dan melihat hutan rawa dari atas perahu, kondisi muka air menjadi informasi penting. Sebaliknya, ketika air lebih surut, karakter lanskap yang terlihat dapat berubah sehingga pengalaman fotografi, pengamatan alam, dan perjalanan menggunakan perahu juga tidak bisa diasumsikan sama.

Karena kondisi air bersifat dinamis, informasi aktual dari pengelola kawasan atau operator lokal tetap penting sebelum berangkat.

Jangan menjadikan satu foto Danau Sentarum sebagai gambaran mutlak untuk seluruh tahun.

Kawasan ini memang punya cerita yang berbeda tergantung kapan wisatawan datang.

Danau Sentarum Justru Menarik Karena Lanskapnya Tidak Permanen

Keunikan TNDS bukan hanya terletak pada seberapa luas air yang bisa dilihat.

Daya tariknya ada pada perubahan itu sendiri: hutan rawa yang tergenang, perairan yang meluas, kemudian permukaan yang surut dan membuka bentuk lahan lainnya.

UNESCO menempatkan Betung Kerihun–Danau Sentarum sebagai cagar biosfer dengan fungsi konservasi, pembangunan berkelanjutan, pendidikan, serta penelitian dan pemantauan.

Dengan sudut pandang tersebut, wisata ke Danau Sentarum bukan cuma soal mencari panorama paling bagus.

Wisatawan juga sedang melihat bagaimana sebuah kawasan lahan basah bekerja mengikuti air.

Poin Penting

Insight Redaksi

Danau Sentarum mengajarkan bahwa daya tarik wisata tidak selalu berupa pemandangan yang tetap. Justru perubahan air membuka pengalaman berbeda, dari susur perairan hingga membaca jejak lahan basah ketika surut. Bagi wisatawan, memahami siklus alam membuat perjalanan lebih masuk akal. Jadi, kada perlu mencari lanskap yang setiap musim, karena pengalaman mengikuti kondisi alam.

Kalau datang ke TNDS, jangan cuma cari foto yang bagus; pahami juga musimnya supaya perjalanan kada salah ekspektasi.

Kalau artikel ini terasa berguna, bagikan ke teman yang suka wisata alam dan ingin melihat sisi lain Kalimantan.

Dan kalau penasaran seperti apa wajah Danau Sentarum ketika air berubah, cerita berikutnya bisa membawa kita lebih dekat ke kehidupan di sekitar kawasan ini.

FAQ

Mengapa Danau Sentarum disebut danau musiman?

Karena kondisi perairannya mengalami perubahan mengikuti siklus musim. Saat air meningkat, kawasan perairan meluas, sedangkan ketika surut bagian-bagian lahan basah dan alur air kembali terlihat.

Kapan hutan di Danau Sentarum bisa terendam?

Hutan rawa dapat tergenang ketika muka air meningkat pada periode basah. Kondisi tersebut merupakan bagian dari karakter hidrologis kawasan rawa banjiran Danau Sentarum.

Apakah Danau Sentarum bisa kering?

Permukaan air Danau Sentarum dapat menyusut sangat jauh ketika musim kemarau. Namun, kondisi surut musiman perlu dibedakan dari kekeringan ekstrem atau gangguan ekologis.

Apa hubungan Danau Sentarum dengan Sungai Kapuas?

Danau Sentarum berada dalam cekungan sistem Sungai Kapuas dan berfungsi sebagai daerah tangkapan air serta pengatur tata air DAS Kapuas.

Apa yang bisa dilakukan wisatawan di TNDS?

Aktivitas yang disebut dalam informasi kawasan antara lain menikmati panorama, bersampan, dan mengamati burung, termasuk dari kawasan Bukit Lanjak dan Nanga Kenelang.

Apakah kondisi Danau Sentarum selalu sama sepanjang tahun?

Tidak. Pergantian musim memengaruhi muka air dan bentuk lanskap, sehingga kondisi perairan dan pengalaman wisata dapat berbeda pada waktu yang berbeda.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Taman Nasional Danau Sentarum Danau Sentarum wisata kalimantan Kapuas Hulu