Pantai Tanjung Jumlai PPU, Pesona Pesisir dan Perburuan Kerang Bambu Saat Air Surut

Nasya Syafira • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 19:37 WIB
Pantai Tanjung Jumlai Penajam menghadirkan hamparan pesisir luas dengan pepohonan dan panorama laut Kalimantan Timur.
Pantai Tanjung Jumlai Penajam menghadirkan hamparan pesisir luas dengan pepohonan dan panorama laut Kalimantan Timur.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Pantai Tanjung Jumlai menawarkan pesisir luas, panorama laut, aktivitas keluarga, hingga pengalaman mencari kerang bambu.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pantai Tanjung Jumlai di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menjadi destinasi pesisir dengan panorama laut dan aktivitas unik mencari kerang bambu saat air surut.

Buat yang tinggal di Balikpapan dan sekitarnya, perjalanan menuju Penajam bisa menghadirkan suasana liburan berbeda. Tanjung Jumlai bukan hanya tempat menikmati pantai, tetapi juga kawasan yang memperlihatkan kehidupan pesisir secara langsung.

Seperti Apa Pantai Tanjung Jumlai?

Pantai Tanjung Jumlai berada di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Dalam data Pusat Data PAREKRAF Kalimantan Timur, destinasi ini tercatat sebagai Pantai Tanjung Jumlai (Pantai Saloloang, Tanjung Tengah, Pantai Pejala) dan berstatus aktif.

Kawasan pantainya membentang melewati beberapa kelurahan sehingga karakter Tanjung Jumlai cukup luas.

Dokumen Pemerintah Kabupaten PPU menyebut bentangan pantai mencapai sekitar 15 kilometer dengan lebar kawasan pantai sekitar 100–150 meter. Kawasan tersebut juga disebut memiliki akses jalan beraspal.

Keindahan Tanjung Jumlai terletak pada lanskap pesisir yang terbuka.

Pepohonan, pasir, perairan, dan garis pantai menciptakan ruang yang cocok untuk menikmati suasana luar ruangan.

Sumber panduan wisata Bandara SAMS Sepinggan juga mencatat Tanjung Jumlai sebagai salah satu ikon Kabupaten Penajam Paser Utara.

Baca Juga: Pantai Sekerat Kutai Timur, Pesona Pesisir yang Harus Ditempuh Lewat Jalan Hutan

Apa yang Menarik dari Perjalanan ke Tanjung Jumlai?

Video Mamah Nada memperlihatkan perjalanan dari Balikpapan menuju Penajam Paser Utara sebelum melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Jumlai.

Perjalanan diawali dengan menyiapkan perbekalan dan perlengkapan untuk kegiatan di pantai.

Setelah tiba di wilayah Penajam, perjalanan melewati sejumlah kawasan perkotaan sebelum menuju lokasi penginapan di sekitar pantai.

Dalam video, tim memilih menginap terlebih dahulu sambil menunggu kondisi air laut surut.

Keputusan tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman karena tujuan utama perjalanan bukan sekadar menikmati pemandangan.

Tim memang sengaja menunggu waktu yang tepat untuk mencari kerang bambu di kawasan pesisir.

Bagi wisatawan, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kondisi pasang surut dapat memengaruhi aktivitas yang bisa dilakukan di pantai.

Mengapa Kerang Bambu Menjadi Daya Tarik?

Hal yang paling mencuri perhatian dalam video adalah aktivitas mencari kerang bambu atau lorjuk.

Ketika air laut mulai surut, tim turun ke area pasir basah untuk mencari keberadaan kerang.

Mereka menemukan lubang-lubang kecil yang menjadi tanda keberadaan kerang di dalam pasir.

Dalam video, larutan air garam digunakan pada lubang tertentu sehingga kerang bambu keluar dan lebih mudah ditemukan.

Kerang yang ditemukan terlihat memiliki bentuk memanjang sehingga berbeda dari beberapa jenis kerang pantai yang umum ditemui.

Selain kerang bambu, tim juga menemukan kerang berwarna ungu di sekitar kawasan pesisir.

Aktivitas tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena wisatawan tidak hanya duduk menikmati pemandangan, tetapi berinteraksi langsung dengan lingkungan pantai.

Meski begitu, pengambilan biota laut sebaiknya tetap memperhatikan aturan setempat, ukuran tangkapan, serta kelestarian ekosistem.

Pengunjung menikmati makanan di bawah pepohonan rindang sembari menunggu air laut surut
Pengunjung menikmati makanan di bawah pepohonan rindang sembari menunggu air laut surut

Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Pantai?

Tanjung Jumlai memiliki ruang yang cukup luas untuk berbagai aktivitas rekreasi.

Pemerintah Kabupaten PPU mencatat kawasan ini sebagai destinasi wisata laut dan keindahan alam. Dokumen daerah juga menyebut potensinya untuk kegiatan perkemahan.

Pengunjung dapat menikmati suasana pantai, bermain pasir, piknik, mendirikan tenda di area yang diperbolehkan, hingga menikmati matahari terbenam.

Laporan kunjungan wisatawan pada 2024 juga mencatat aktivitas seperti berenang, bermain bola, piknik, dan menikmati sunset di kawasan tersebut.

Namun, aktivitas berenang perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi laut dan arahan keselamatan setempat.

Pada Maret 2026, aparat juga mengingatkan pengunjung agar berhati-hati karena kawasan Tanjung Jumlai termasuk destinasi yang ramai saat masa liburan dan memiliki risiko kecelakaan laut.

Jadi, menikmati laut boleh saja, tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas.

Bagaimana Kondisi Tanjung Jumlai pada 2026?

Tanjung Jumlai masih tercatat sebagai destinasi wisata pantai aktif dalam basis data pariwisata Kalimantan Timur.

Namun, kondisi kebersihan kawasan menjadi salah satu perhatian terbaru pemerintah daerah.

Pada 27 Agustus 2026, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PPU melakukan peninjauan lapangan untuk melihat kondisi tumpukan sampah di Pantai Tanjung Jumlai.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah daerah berkoordinasi dengan Kelurahan Saloloang, kelompok sadar wisata, pemilik lahan, pengelola kawasan, serta pedagang.

Artinya, wisatawan yang datang memiliki peran langsung dalam menjaga kondisi destinasi.

Sampah yang dibawa sebaiknya dibawa kembali atau dibuang pada tempat yang tersedia.

Kawasan pantai yang luas akan tetap nyaman jika kebersihan menjadi tanggung jawab bersama.

Bagaimana Akses Menuju Pantai Tanjung Jumlai?

Tanjung Jumlai berada di Kecamatan Penajam dan dapat diakses melalui jalur darat.

Dokumen Pemerintah Kabupaten PPU menyebut akses menuju kawasan didukung jalan beraspal.

Panduan wisata Bandara SAMS Sepinggan mencatat jarak dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan sekitar 75 kilometer melalui jalur darat, dengan estimasi lama perjalanan sekitar 150 menit pada informasi yang diterbitkan sebelumnya.

Angka waktu tersebut tidak dapat dijadikan patokan pasti untuk perjalanan saat ini karena kondisi lalu lintas dan rute dapat berubah.

Bagi wisatawan dari Balikpapan, perjalanan menuju PPU juga dapat menjadi bagian dari pengalaman karena melewati kawasan pesisir dan pusat permukiman Penajam.

Apakah Ada Penginapan di Sekitar Pantai?

Dalam video Mamah Nada, rombongan memilih menginap di penginapan sekitar Pantai Tanjung Jumlai.

Penginapan yang ditampilkan memiliki fasilitas dasar seperti kipas angin, cermin, gantungan pakaian, perlengkapan ibadah, dan kamar mandi dengan shower.

Namun, informasi tersebut merupakan pengalaman dalam video dan bukan daftar fasilitas resmi seluruh penginapan di kawasan Tanjung Jumlai.

Karena itu, calon wisatawan sebaiknya memastikan nama penginapan, ketersediaan kamar, fasilitas, serta harga sebelum melakukan perjalanan.

Untuk kunjungan sehari, penginapan tentu tidak menjadi kebutuhan utama.

Sementara untuk kegiatan mencari kerang atau menikmati pantai hingga sore, menginap dapat menjadi pilihan jika tersedia akomodasi yang sesuai.

Berapa Biaya Masuk Tanjung Jumlai?

Biaya kunjungan perlu dikonfirmasi sebelum berangkat karena pengelolaan kawasan melibatkan pemilik lahan dan pihak setempat.

Pada Agustus 2026, Dinas Lingkungan Hidup PPU mencatat pernah ada usulan pungutan masuk sebesar Rp2.000 untuk mendukung pengelolaan wisata dan kebersihan.

Namun, usulan tersebut disebut tidak disetujui warga atau pemilik lahan sehingga belum dapat dianggap sebagai tarif resmi yang berlaku.

Karena itu, BTV tidak menyajikan Rp2.000 sebagai harga tiket masuk Tanjung Jumlai.

Kebutuhan Keterangan Harga
Tiket masuk Tarif resmi 2026 belum dapat dipastikan Konfirmasi pengelola
Parkir Belum ditemukan tarif resmi terbaru Konfirmasi di lokasi
Penginapan Tergantung tempat dan fasilitas Cek langsung
Perbekalan Menyesuaikan kebutuhan pribadi Variatif
Aktivitas pantai Sebagian dapat dilakukan tanpa biaya khusus Tergantung pengelolaan

Baca Juga: Air Panas Biatan Bapinang Berau, Wisata Unik dari Resapan Karst yang Bikin Penasaran

Kapan Waktu Menarik untuk Mencari Kerang?

Aktivitas mencari kerang bambu sangat bergantung pada kondisi pasang surut.

Dalam video, rombongan menunggu hingga air laut surut sebelum turun ke area pasir.

Ketika air menyusut, permukaan pasir yang sebelumnya tertutup air menjadi terbuka dan memungkinkan keberadaan lubang kerang terlihat.

Namun, waktu surut tidak selalu sama setiap hari.

Wisatawan yang ingin melakukan aktivitas serupa sebaiknya memeriksa informasi pasang surut sebelum perjalanan dan tetap memperhatikan kondisi keselamatan.

Jangan terlalu jauh berjalan menuju laut ketika air mulai kembali naik.

Aktivitas mencari kerang juga sebaiknya dilakukan dengan cara yang tidak merusak habitat pesisir.

Apa yang Perlu Dibawa Saat Berkunjung?

Perjalanan ke Tanjung Jumlai untuk menikmati pantai tidak membutuhkan perlengkapan rumit.

Pakaian nyaman, alas kaki yang sesuai, air minum, makanan, perlindungan dari matahari, dan kantong sampah pribadi dapat membantu perjalanan lebih nyaman.

Jika ingin turun ke area pasir basah, gunakan perlengkapan yang tidak mudah rusak terkena air dan pasir.

Ponsel juga sebaiknya dilindungi karena aktivitas berlangsung dekat laut.

Untuk keluarga yang membawa anak, pengawasan ekstra diperlukan ketika berada di sekitar air.

Yang paling penting, bawa pulang sampah sendiri.

Apa yang Harus Dihindari?

Tanjung Jumlai memiliki daya tarik alam yang kuat, tetapi kawasan pesisir tetap memiliki risiko.

Hindari berenang ketika kondisi laut tidak mendukung atau ketika terdapat imbauan keselamatan dari petugas.

Jangan mengambil biota laut secara berlebihan.

Jangan membuang cangkang, plastik, botol, atau sisa makanan sembarangan.

Hindari memasuki kawasan yang ditutup atau memiliki fungsi tertentu.

Pengunjung juga perlu menghormati warga dan pemilik lahan yang mengelola kawasan sekitar.

Cara sederhana tersebut penting karena persoalan sampah masih menjadi perhatian pemerintah daerah pada 2026.

Pengunjung menyusuri pasir basah Tanjung Jumlai untuk menemukan kerang bambu yang tersembunyi.
Pengunjung menyusuri pasir basah Tanjung Jumlai untuk menemukan kerang bambu yang tersembunyi.

Tanjung Jumlai Punya Cerita Lebih dari Sekadar Pantai

Tanjung Jumlai memperlihatkan sisi Penajam Paser Utara yang tidak hanya berkaitan dengan perkembangan kawasan sekitar IKN.

Di balik hamparan pantainya terdapat aktivitas masyarakat, potensi perikanan, wisata bahari, hingga pengalaman mencari hasil laut ketika kondisi pasang surut mendukung.

Pemerintah daerah sendiri telah lama menempatkan Tanjung Jumlai sebagai objek wisata dengan kegiatan utama wisata laut dan keindahan alam.

Pada 2026, kawasan ini masih tercatat sebagai destinasi wisata aktif dan tetap ramai dikunjungi saat periode liburan.

Namun, pengembangan wisata perlu berjalan bersama dengan pengelolaan sampah dan keselamatan pengunjung.

Buat wisatawan dari Balikpapan, perjalanan ke Tanjung Jumlai bisa menjadi pilihan untuk menikmati pesisir PPU dengan pengalaman yang lebih dekat dengan alam.

Poin Penting:

Insight Redaksi

Tanjung Jumlai punya modal wisata yang tidak sedikit: garis pantai panjang, akses darat, aktivitas warga, dan pengalaman pesisir yang khas. Tetapi pesona itu bisa cepat turun kalau sampah dan keselamatan diabaikan. Buat Ces, daya tarik terbaik Tanjung Jumlai justru pengalaman sederhananya. Pantai bukan cuma tempat foto, tapi ruang hidup yang mesti dijaga bersama.

Coba datang saat kondisi laut mendukung, nikmati pantainya, dan jangan tinggalkan sampah setelah piknik.

Kalau ada teman yang suka eksplor pantai dan kuliner hasil laut, bagikan artikel ini biar rencana jalan-jalannya makin mantap.

Mau cari destinasi PPU lain yang punya cerita unik dan dekat dari Balikpapan? Pantau Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi Pantai Tanjung Jumlai?

Pantai Tanjung Jumlai berada di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

2. Apa daya tarik utama Tanjung Jumlai?

Daya tariknya meliputi bentang pantai, panorama laut, aktivitas rekreasi, perkemahan, matahari terbenam, dan pengalaman pesisir seperti mencari kerang.

3. Apakah ada kerang bambu di Tanjung Jumlai?

Video Mamah Nada memperlihatkan kerang bambu atau lorjuk ditemukan ketika air laut surut di kawasan pantai.

4. Berapa harga tiket masuk Tanjung Jumlai?

Belum ada tarif resmi 2026 yang dapat dipastikan. Usulan Rp2.000 untuk pengelolaan wisata dan kebersihan tidak disetujui warga atau pemilik lahan.

5. Apakah Tanjung Jumlai cocok untuk keluarga?

Kawasan ini memiliki aktivitas seperti bermain pasir, piknik, dan menikmati panorama, tetapi keselamatan terutama di sekitar laut tetap harus diperhatikan.

6. Apakah Tanjung Jumlai bisa digunakan untuk berkemah?

Dokumen pemerintah daerah mencatat kawasan Tanjung Jumlai memiliki potensi untuk kegiatan perkemahan.

Sumber Informasi: Video YouTube Mamah Nada, GAK NYANGKA‼️Nyebrang ke Penajam Pantai Tanjung Jumlai banyak kerang bambunya😍.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Redaksi BTV
Wisata PPU Pantai Tanjung Jumlai Wisata Penajam Paser Utara Tanjung Jumlai