Air Panas Biatan Bapinang Berau, Wisata Unik dari Resapan Karst yang Bikin Penasaran

Nasya Syafira • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:16 WIB
Air Panas Biatan Bapinang menawarkan kolam air panas dengan panorama alam karst Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Air Panas Biatan Bapinang menawarkan kolam air panas dengan panorama alam karst Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Air Panas Biatan Bapinang menawarkan pengalaman wisata alam unik dengan air panas asin, kolam rendaman, serta panorama kawasan karst Berau.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Wisata Air Panas Biatan Bapinang di Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menghadirkan fenomena air panas asin dari kawasan karst yang menjadi daya tarik wisata alam.

Kalau biasanya air panas identik dengan daerah gunung berapi, yang satu ini beda cerita, Ces! Sumber air panas Pemapak justru berada di kawasan karst tanpa gunung api.

Video perjalanan kanal YouTube Pecandu Jalan Borneo memperlihatkan kolam air berwarna biru kehijauan, gelembung yang muncul dari dasar sumber air, hingga suasana kawasan wisata yang dikelilingi alam.

Apa yang membuat Air Panas Biatan Bapinang begitu unik?

Air Panas Biatan Bapinang atau Air Panas Asin Pemapak berada di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau. Pemerintah Kabupaten Berau memasukkannya sebagai salah satu objek wisata alam daerah.

Keunikannya terletak pada sumber air panas yang tidak berasal dari aktivitas gunung api. Dinas Pariwisata Kaltim menjelaskan air tersebut berkaitan dengan resapan pada batuan karst yang menyerap panas sebelum air mengalir menuju kawasan sumber.

Karakter airnya juga berbeda karena terasa asin. Fenomena tersebut menjadi salah satu alasan Air Panas Asin Pemapak memiliki daya tarik tersendiri di tengah pilihan wisata alam Berau.

Pemerintah Provinsi Kaltim menyebut fenomena air panas di kawasan ini sebagai potensi wisata yang relatif langka. Tidak adanya gunung berapi di sekitar lokasi membuat karakter geologinya semakin menarik untuk dikenali.

1. Air panasnya berasal dari kawasan karst

Penjelasan mengenai asal air menjadi salah satu bagian paling menarik dari destinasi ini. Air Panas Pemapak bukan sekadar kolam dengan air hangat, tetapi berkaitan dengan bentang alam karst di Biatan Bapinang.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi menjelaskan sumber air tersebut berasal dari resapan karst, bukan sumber termal atau vulkanik.

Baca Juga: Mandai, Kulit Cempedak Fermentasi Khas Kalimantan yang Punya Rasa Asam Gurih

2. Airnya memiliki karakter asin

Berbeda dari banyak pemandian air panas yang airnya tawar, Pemapak mempunyai karakter air asin. Keunikan ini menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

Dokumen potensi Kabupaten Berau juga mencatat bahwa sumber air panas di Biatan Bapinang memiliki air asin, sementara terdapat kolam kecil dengan air tawar tidak jauh dari sumber tersebut.

3. Muncul gelembung dari dasar sumber

Dalam video Pecandu Jalan Borneo, terlihat gelembung-gelembung muncul dari permukaan air. Visual tersebut membuat sumber air tampak seperti sedang mendidih.

Namun, pengunjung tidak boleh menjadikan tampilan tersebut sebagai tanda aman untuk menyentuh atau berendam langsung di titik sumber. Suhu air panas dapat mencapai sekitar 40 derajat Celsius atau lebih berdasarkan sejumlah laporan mengenai kawasan tersebut.

4. Warna air tampak biru kehijauan

Video yang menjadi sumber tulisan ini memperlihatkan warna air biru kehijauan yang terlihat semakin menarik ketika terkena pantulan cahaya.

Warna tersebut menjadi salah satu daya tarik visual bagi pengunjung. Karena itu, pengalaman di Air Panas Biatan Bapinang bukan hanya soal berendam, tetapi juga menikmati lanskap alam dan mengabadikan suasana.

5. Suasananya cocok untuk wisata santai

Kawasan wisata ini berada di lingkungan yang menawarkan suasana alam. Wisatawan dapat menikmati kolam rendaman sekaligus bersantai di kawasan sekitar.

Pengelola juga telah menyediakan fasilitas seperti kolam rendaman umum dan VIP, kolam bermain anak, pusat kuliner, galeri UMKM, tempat camping, serta tempat bilas.

6. Pengelolaannya melibatkan masyarakat lokal

Pengembangan Air Panas Pemapak tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fasilitas. Pemerintah Desa Biatan Bapinang memberikan izin pengelolaan kepada BUMDes dan kelompok sadar wisata.

Keterlibatan masyarakat membuat destinasi ini mempunyai peluang memberikan manfaat ekonomi langsung melalui kuliner, produk UMKM, jasa wisata, hingga fasilitas penginapan atau aktivitas pendukung.

Berapa suhu Air Panas Biatan Bapinang?

Suhu air di kawasan Air Panas Pemapak dilaporkan mencapai sekitar 40–42 derajat Celsius, meski suhu dapat berbeda berdasarkan titik pengambilan dan kondisi sumber.

Dalam video yang diunggah Pecandu Jalan Borneo, kreator juga memperkirakan sumber air cukup panas sehingga tidak menyarankan pengunjung berendam langsung pada bagian yang mengeluarkan gelembung.

Pengunjung sebaiknya menggunakan kolam rendaman yang memang disediakan pengelola. Hindari mendekati titik sumber panas secara langsung, terutama jika suhu air tidak diketahui.

Hal ini penting karena pengalaman wisata air panas seharusnya tetap mengutamakan keselamatan. Anak-anak juga perlu mendapat pengawasan ketika berada di sekitar kolam dan sumber air.

Apakah Air Panas Biatan Bapinang sudah memiliki fasilitas wisata?

Pengembangan fasilitas Air Panas Pemapak mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Mei 2024, Pemerintah Kabupaten Berau meresmikan fasilitas wisata yang dibangun melalui anggaran Dana Bagi Hasil Reboisasi sebesar Rp4,7 miliar.

Fasilitas yang disebutkan pemerintah ketika itu meliputi area rendaman umum dan VIP, kolam bermain anak, galeri UMKM, pusat kuliner, landmark, gapura, area camping, serta tempat bilas.

Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan dari objek wisata alam yang sebelumnya sederhana menjadi destinasi yang lebih siap menerima wisatawan.

Pada 2026, pengelolaan kawasan juga terus berkembang. ANTARA melaporkan destinasi ini kembali dibuka setelah pembenahan pada 21–25 Maret 2026 dan mencatat sekitar 5.600 pengunjung selama periode tersebut.

Data itu memperlihatkan tingginya minat wisatawan terhadap Air Panas Pemapak.

Seberapa ramai wisata Air Panas Biatan Bapinang?

Jumlah pengunjung Air Panas Pemapak mengalami peningkatan cukup signifikan. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah kampung pada Juni 2026, kunjungan hari biasa rata-rata mencapai 200–300 orang per hari. Saat akhir pekan, jumlahnya dapat mencapai sekitar 600 orang.

Pada periode Natal 2025 hingga Tahun Baru 2026, jumlah kunjungan bahkan tercatat sekitar 4.500 orang. Setelah pembukaan kembali pascapembenahan pada Maret 2026, tercatat sekitar 5.600 pengunjung selama lima hari. 

Potensi tersebut membuat Air Panas Pemapak tidak lagi sekadar destinasi lokal. Pada Juli 2026, utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN juga mengunjungi lokasi tersebut untuk menjajaki kerja sama pengembangan wisata.

Pengunjung menikmati fasilitas kolam rendaman Air Panas Pemapak yang menjadi destinasi wisata alam unggulan Berau.
Pengunjung menikmati fasilitas kolam rendaman Air Panas Pemapak yang menjadi destinasi wisata alam unggulan Berau.

Berapa harga tiket Air Panas Biatan Bapinang?

Harga tiket dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola. Sebagai referensi, laporan KompasTV pada 2024 menyebut tiket masuk sebesar Rp35 ribu untuk dewasa dan Rp30 ribu untuk anak-anak.

Angka tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai tarif terbaru. Pengunjung yang hendak datang pada 2026 disarankan mengecek tarif aktual kepada pengelola sebelum perjalanan.

Selain tiket, siapkan anggaran untuk transportasi, konsumsi, serta fasilitas tambahan apabila ingin menggunakan layanan tertentu.

Apa yang perlu diperhatikan sebelum berkunjung?

Air Panas Biatan Bapinang menarik karena memiliki karakter alam yang berbeda. Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan beberapa hal sebelum datang.

Pertama, gunakan kolam yang memang diperuntukkan bagi pengunjung dan jangan berendam pada sumber air yang terlihat sangat panas atau mengeluarkan gelembung.

Kedua, datang dengan perlengkapan pribadi seperti pakaian ganti, alas kaki yang nyaman, handuk, serta perlengkapan mandi.

Ketiga, jika membawa anak, pengawasan harus dilakukan sepanjang berada di sekitar kolam. Permukaan basah juga dapat meningkatkan risiko terpeleset.

Keempat, jaga kebersihan kawasan. Destinasi berbasis alam seperti Pemapak akan tetap menarik jika kelestarian lingkungan menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Air Panas Biatan Bapinang layak masuk daftar wisata Berau?

Layak, terutama bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda dari pantai, pulau, atau danau yang selama ini menjadi ikon Berau.

Daya tarik utamanya bukan hanya air panas, melainkan kombinasi fenomena karst, karakter air asin, suasana alam, serta pengelolaan wisata berbasis masyarakat.

Destinasi ini juga menunjukkan bahwa kekayaan wisata Berau tidak selalu berada di kawasan kepulauan. Daratan dan bentang alam karstnya menyimpan potensi yang sama menarik untuk dijelajahi.

Buat bubuhan Kaltim yang ingin mencoba wisata alam dengan pengalaman berbeda, Air Panas Biatan Bapinang bisa masuk daftar perjalanan berikutnya, Ces!

Baca Juga: Jalan Muara Muntai Dipindah Usai Longsor, Dua Warga Wakafkan Lahan untuk Jalur Baru

Poin Penting

Insight Redaksi

Air Panas Biatan Bapinang membuktikan bahwa wisata Berau punya cerita yang jauh lebih beragam daripada destinasi baharinya.

Fenomena air panas dari kawasan karst memberikan nilai edukasi sekaligus pengalaman rekreasi. Apalagi, pengelolaan yang melibatkan masyarakat dapat membuat manfaat pariwisata ikut berputar di kampung.

Tantangan berikutnya adalah menjaga keseimbangan antara jumlah wisatawan dan kelestarian kawasan. Infrastruktur boleh berkembang, tetapi karakter alam Pemapak jangan sampai hilang.

FAQ

1. Di mana Air Panas Biatan Bapinang berada?

Air Panas Biatan Bapinang berada di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

2. Apakah Air Panas Biatan Bapinang berasal dari gunung berapi?

Tidak. Penjelasan Dinas Pariwisata Kaltim menyebut air panas tersebut berkaitan dengan resapan batuan karst, bukan sumber vulkanik.

3. Apakah airnya asin?

Ya. Air Panas Pemapak dikenal sebagai air panas asin dan karakter tersebut menjadi salah satu keunikannya.

4. Berapa suhu air panasnya?

Sejumlah laporan menyebut suhunya sekitar 40–42 derajat Celsius, tergantung titik sumber dan kondisi air.

5. Apakah wisatawan boleh mandi di sumber air panas?

Pengunjung sebaiknya menggunakan kolam rendaman yang disediakan pengelola dan tidak masuk ke titik sumber yang sangat panas atau mengeluarkan gelembung.

Sumber informasi: Video YouTube kanal Pecandu Jalan Borneo, “Wisata Air Panas Biatan Bapinang Kab, Berau Kalimantan Timur”. Informasi faktual terbaru dilengkapi dengan data Pemerintah Kabupaten Berau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pariwisata Kaltim, dan ANTARA.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Air Panas Biatan Air Panas Asin Pemapak Wisata Berau Wisata Kalimantan Timur