Debit Mahakam Menyusut, Pengiriman Sembako ke Long Apari Terhambat Akses Sungai

Riafandi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 09:17 WIB
Bantuan pangan sekitar 9 ton dikirim bertahap ke Long Apari akibat Sungai Mahakam surut. (IST)
Bantuan pangan sekitar 9 ton dikirim bertahap ke Long Apari akibat Sungai Mahakam surut. (IST)

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Surutnya debit Sungai Mahakam di Kabupaten Mahakam Ulu menghambat distribusi pangan menuju Kecamatan Long. Pengiriman harus dilakukan secara bertahap menggunakan jalur darat dan perahu bermotor karena kondisi sungai serta keterbatasan armada.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kemarau yang membuat debit Sungai Mahakam terus menyusut mulai berdampak langsung terhadap distribusi kebutuhan pokok di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur.

Kondisi tersebut paling terasa di wilayah hulu, termasuk Kecamatan Long Apari. Jalur sungai yang selama ini menjadi akses penting pengiriman barang tidak lagi bisa digunakan secara normal karena sejumlah bagian sungai mengalami pendangkalan.

Akibatnya, distribusi pangan harus dilakukan secara estafet dengan memanfaatkan jalur yang masih dapat dilalui kendaraan, kemudian dilanjutkan menggunakan perahu bermotor menuju kampung-kampung tujuan.

Bantuan Pangan Sekitar 9 Ton Dikirim ke Long Apari

Pemerintah Kabupaten Mahulu sebelumnya telah menyalurkan bantuan pangan ke Kecamatan Long Apari untuk membantu masyarakat yang terdampak kendala distribusi selama musim kemarau.

Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pengangkutannya dibantu Pemerintah Kabupaten Mahulu. Jumlah bantuan yang dibawa mencapai sekitar 9 ton.

Wakil Bupati Mahulu Suhuk mengatakan bantuan tersebut masih menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat di wilayah hulu.

“Jumlah bantuan yang kita bawa ini merupakan bantuan dari Pemprov Kaltim dengan biaya ongkos angkut dari Pemda Mahulu. Masih ada beberapa dump truck lagi yang masuk untuk bantuan menyeluruh dari pemerintah Pusat yang belum tersalurkan.”

Bantuan tersebut kemudian dibawa menuju Long Apari dengan menyesuaikan kondisi akses yang tersedia.

Distribusi Harus Dilakukan Secara Estafet

Surutnya Sungai Mahakam membuat kendaraan pengangkut tidak bisa begitu saja membawa barang hingga ke seluruh wilayah tujuan.

Setelah bantuan mencapai kawasan yang masih dapat dijangkau kendaraan, distribusi dilanjutkan menggunakan transportasi sungai. Sejumlah perahu bermotor digunakan untuk membawa bahan pangan menuju kampung-kampung di Kecamatan Long Apari.

Kondisi sungai yang dangkal membuat kapasitas angkut perahu menjadi terbatas.

“Kondisi sungai yang surut seperti ini hanya bisa membawa 4 penumpang per perahu bermotor atau muatan dibawah setengah ton,” ujar Suhuk.

Skema estafet tersebut membuat proses pengiriman membutuhkan armada dan waktu yang lebih banyak. Barang tidak bisa langsung diangkut dalam jumlah besar menggunakan satu perjalanan seperti ketika kondisi sungai normal.

Sungai Mahakam Jadi Jalur Penting ke Hulu

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ketergantungan wilayah hulu Mahulu terhadap jalur transportasi sungai.

Long Apari dan Long Pahangai menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian karena surutnya air membuat speedboat maupun longboat kesulitan membawa barang menuju kawasan hulu.

Sebelumnya, Pemkab Mahulu juga telah menyiapkan sekitar 16,7 ton bahan pangan untuk membantu masyarakat di Long Apari dan Long Pahangai. Bantuan tersebut datang secara bertahap dari Pemprov Kaltim.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan menjelaskan, kondisi sungai yang surut membuat pemerintah harus mencari pola distribusi lain agar bahan pangan tetap bisa sampai ke masyarakat.

“Dua kecamatan yang membutuhkan bahan pangan ini adalah Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai. Air sungai surut sehingga speed boat atau long boat tidak bisa membawa barang ke hulu Sungai Mahakam,” ujar Angela.

Baca Juga: Angela Idang Belawan Minta Program Pembangunan Mahulu Tak Sekadar Rutinitas

Ongkos Angkut Jadi Persoalan

Selain kondisi sungai, biaya transportasi juga menjadi tantangan dalam pengiriman kebutuhan pokok ke wilayah hulu.

Pemkab Mahulu sebelumnya menyatakan akan menggunakan armada pemerintah daerah maupun membantu biaya angkutan agar bantuan dari provinsi dapat diteruskan sampai kepada masyarakat.

Tarif angkutan dari Long Lunuk menuju sejumlah wilayah di Long Apari dapat mencapai jutaan rupiah dalam satu perjalanan. Rute Long Lunuk–Tiong Ohang misalnya mencapai Rp2,75 juta per perahu ditambah kebutuhan BBM.

Sementara rute Long Lunuk–Noha Silat mencapai sekitar Rp4,25 juta ditambah BBM. Untuk rute Long Lunuk–Long Apari atau Noha Tivab, biaya angkutan mencapai sekitar Rp5,55 juta ditambah kebutuhan BBM.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu menyiapkan skema khusus agar distribusi pangan tidak berhenti hanya karena ongkos pengiriman yang tinggi.

Keterbatasan Armada Perpanjang Proses Distribusi

Persoalan armada juga ikut memengaruhi proses pengiriman.

Dalam penyaluran bantuan sekitar 9 ton yang tiba di Long Apari, keterbatasan kendaraan membuat tidak seluruh bantuan dapat diangkut sekaligus.

Suhuk menyebut kondisi tersebut juga sempat dipengaruhi kelangkaan BBM.

“Ada beberapa OPD yang sempat mundurkan diri, bukan karena disengaja. Karena BBM kemarin yang agak langka, akhirnya kita angkut yang bisa diangkut dulu.”

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memilih mengirimkan bantuan yang dapat diangkut terlebih dahulu sambil menunggu armada lain tersedia.

Akses Darat Didorong Jadi Solusi Jangka Panjang

Gangguan distribusi melalui Sungai Mahakam kembali memperlihatkan pentingnya pengembangan akses darat menuju wilayah hulu Mahulu.

Pemerintah daerah sebelumnya berharap pembukaan dan peningkatan akses jalan dapat mengurangi ketergantungan terhadap transportasi sungai, khususnya ketika debit air turun drastis.

Bupati Mahulu Angela Idang Belawan juga menyebut pembukaan akses darat diharapkan dapat menekan biaya distribusi karena ongkos angkutan melalui sungai lebih tinggi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur turut mendorong percepatan pembukaan akses darat agar distribusi logistik menuju wilayah pelosok tidak terus bergantung pada kondisi sungai.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting karena Mahulu memiliki sejumlah wilayah yang secara geografis berada jauh dari pusat distribusi dan membutuhkan jalur transportasi yang dapat digunakan sepanjang tahun.

Harga Pangan Ikut Terdampak

Gangguan distribusi juga berpotensi memengaruhi harga kebutuhan pokok di Long Apari.

Sebelumnya, kondisi kemarau dan surutnya Sungai Mahakam telah membuat mobilitas logistik terganggu. Keterbatasan pasokan kemudian berdampak terhadap ketersediaan barang serta harga kebutuhan masyarakat.

Karena itu, bantuan pangan pemerintah tidak hanya ditujukan untuk menambah stok masyarakat. Penyaluran tersebut juga menjadi upaya menjaga agar kebutuhan pokok tetap tersedia di tengah terbatasnya akses transportasi.

Bantuan Belum Berhenti di 9 Ton

Pemerintah Kabupaten Mahulu memastikan bantuan yang telah tiba di Long Apari bukan merupakan penyaluran terakhir.

Pasokan tambahan masih dipersiapkan untuk membantu masyarakat yang terdampak kemarau dan kendala distribusi.

Dengan kondisi Sungai Mahakam yang masih surut, pola pengiriman akan terus disesuaikan dengan kemampuan armada dan akses yang tersedia.

Pemerintah harus mengatur distribusi dari satu titik ke titik berikutnya agar kebutuhan pangan tetap dapat mencapai kampung-kampung yang berada di kawasan hulu.

Baca Juga: Kemarau Ganggu Distribusi, Pemkab Mahulu Salurkan 9,7 Ton Sembako

Pangan Harus Tetap Sampai ke Masyarakat

Surutnya Sungai Mahakam membuat distribusi pangan ke Long Apari menjadi pekerjaan yang membutuhkan koordinasi lebih panjang.

Pengiriman yang sebelumnya mengandalkan jalur sungai kini harus menggunakan pola kombinasi antara kendaraan darat dan perahu bermotor. Kapasitas angkut yang terbatas membuat proses tersebut dilakukan secara estafet.

Di tengah kondisi kemarau, pemerintah terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sembari mendorong solusi akses transportasi yang lebih permanen.

Poin Penting

Insight Redaksi

Persoalan distribusi pangan di Long Apari memperlihatkan bagaimana kondisi geografis dan cuaca dapat langsung memengaruhi ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Ketika Sungai Mahakam surut, jalur transportasi yang selama ini menjadi penghubung utama ikut terganggu. Pemerintah akhirnya harus memecah proses pengiriman menjadi beberapa tahap agar bantuan tetap bisa mencapai wilayah tujuan.

Pola estafet dapat menjadi solusi sementara, tetapi kebutuhan jangka panjang tetap berada pada tersedianya akses transportasi yang tidak sepenuhnya bergantung pada tinggi rendahnya debit sungai.

FAQ

1. Mengapa distribusi pangan ke Long Apari harus dilakukan secara estafet?

Karena debit Sungai Mahakam menyusut sehingga jalur sungai tidak dapat dilalui secara normal. Bantuan harus dibawa menggunakan kendaraan hingga titik tertentu lalu dilanjutkan menggunakan perahu bermotor.

2. Berapa bantuan pangan yang sudah tiba di Long Apari?

Sekitar 9 ton bantuan pangan telah dibawa dan disalurkan ke Kecamatan Long Apari.

3. Mengapa perahu tidak bisa membawa banyak barang?

Surutnya Sungai Mahakam membatasi kemampuan perahu bermotor untuk mengangkut penumpang sekaligus barang dalam jumlah besar.

4. Apa saja kendala distribusi pangan di Mahulu?

Kendalanya meliputi surutnya sungai, keterbatasan kendaraan, biaya angkutan yang tinggi, serta kondisi pasokan BBM.

5. Wilayah mana yang paling terdampak kendala distribusi?

Long Apari dan Long Pahangai menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena berada di kawasan hulu Sungai Mahakam dan akses transportasi airnya terganggu.

Sumber Informasi: Media Kaltim Post, artikel "Air Sungai Mahakam di Mahulu Surut, Begini Cara Distribusi Pangan ke Long Apari yanh Harus Estafet" karya Jody Kristianto, kemudian disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Redaksi BTV
Sumber : Kaltim Post
bantuan pangan Mahulu distribusi sembako Mahulu Mahakam Ulu Long Apari sungai mahakam surut