Ayam Cincane Samarinda, Sajian Merah Berempah yang Punya Cerita di Baliknya

Nasya Syafira • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 08:34 WIB
Ayam Cincane khas Samarinda dengan bumbu merah berempah disajikan hangat bersama nasi putih dan sambal.
Ayam Cincane khas Samarinda dengan bumbu merah berempah disajikan hangat bersama nasi putih dan sambal.

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Ayam Cincane khas Samarinda memadukan ayam kampung, rempah, santan, dan proses bakar dalam sajian tradisional penuh cita rasa.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau berkunjung ke Samarinda, jangan cuma mencari nasi kuning atau nasi bekepor. Ada Ayam Cincane dengan warna merah khas, bumbu berempah, dan aroma bakaran yang bikin makan nasi terasa makin mantap, Ces!

Kenapa Ayam Cincane begitu khas dari Samarinda?

Ayam Cincane dikenal sebagai salah satu kuliner khas Samarinda, Kalimantan Timur. Sajian ini menggunakan ayam kampung yang dimasak bersama racikan rempah, kemudian dibakar hingga menghasilkan aroma khas.

Ciri yang paling mudah dikenali adalah warna merah pada permukaan ayam. Warna tersebut berasal dari racikan cabai dan bumbu, bukan sekadar pewarna.

Dalam penyajiannya, Ayam Cincane memiliki perpaduan rasa gurih, sedikit pedas, manis, serta aroma rempah yang kuat. Penggunaan ayam kampung juga membuat karakter dagingnya berbeda dari olahan ayam biasa.

Baca Juga: Nasi Kuning Tarakan, Sarapan Gurih yang Menjadi Bagian dari Kuliner Kota Pulau

Dari hidangan istimewa menjadi kuliner yang lebih mudah ditemukan

Ayam Cincane memiliki cerita yang berkaitan dengan hidangan untuk acara istimewa. Kompas mencatat, sajian ini dahulu kerap dihidangkan dalam upacara adat, pesta besar, penyambutan tamu kehormatan, hingga berbagai hajatan masyarakat Samarinda.

Kini, Ayam Cincane tidak lagi terbatas pada momen tertentu. Hidangan tersebut telah berkembang menjadi salah satu identitas kuliner Samarinda dan dapat ditemukan di rumah makan setempat.

Sejumlah sumber juga mengaitkan sejarah hidangan ini dengan tradisi kuliner Kutai. Namun, detail sejarah asal-usulnya memiliki beberapa versi sehingga informasi tersebut lebih tepat ditempatkan sebagai bagian dari cerita kuliner yang berkembang di Kalimantan Timur.

Apa saja bumbu yang membuat Ayam Cincane terasa berbeda?

Racikan Ayam Cincane tidak bergantung pada satu bumbu saja. Ayam kampung biasanya dipadukan dengan cabai merah, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, serai, daun salam, kemiri, terasi, santan, gula merah, serta bahan pemberi rasa asam seperti jeruk nipis atau asam jawa.

Kombinasi tersebut menghasilkan bumbu dengan rasa yang kompleks. Cabai memberikan warna dan sensasi pedas, santan membawa rasa gurih, sementara rempah aromatik memperkuat karakter masakannya.

Gula merah juga membantu memberikan rasa manis sekaligus warna yang lebih pekat pada bumbu.

Rahasia Ayam Cincane ada pada proses memasaknya

Ayam Cincane bukan sekadar ayam yang langsung dibakar dengan bumbu. Salah satu tahap pentingnya adalah memasak ayam bersama bumbu terlebih dahulu.

Bumbu ditumis sampai harum, kemudian ayam dimasukkan dan dimasak bersama santan serta rempah. Proses tersebut dilakukan hingga ayam menjadi lebih empuk dan bumbu meresap.

Setelah kuah menyusut dan bumbu menjadi lebih pekat, ayam kemudian dibakar atau dipanggang. Tahap inilah yang memberikan aroma asap sekaligus karakter bakaran pada Ayam Cincane.

Bumbu yang tersisa dari proses ungkep juga dapat digunakan sebagai olesan ketika ayam dibakar. Hasil akhirnya adalah permukaan ayam berwarna kemerahan dengan aroma panggangan yang lebih kuat.

Baca Juga: Gogos, Ketan Bakar Berbalut Daun Pisang yang Harumnya Bikin Susah Berhenti

Cara membuat Ayam Cincane di rumah

Untuk versi rumahan, bahan yang digunakan dapat disesuaikan dengan jumlah porsi. Salah satu resep yang dipublikasikan Liputan6 menggunakan ayam kampung, santan, serai, daun salam, lengkuas, jahe, gula merah, jeruk nipis, asam jawa, serta bumbu halus berupa cabai, bawang merah, bawang putih, dan terasi.

Bahan utama:

  1. 1 ekor ayam kampung, potong sesuai selera.

  2. 400–500 ml santan.

  3. 2 batang serai, memarkan.

  4. 2 lembar daun salam.

  5. Lengkuas dan jahe secukupnya.

  6. Gula merah secukupnya.

  7. Jeruk nipis.

  8. Asam jawa.

  9. Garam secukupnya.

  10. Minyak untuk menumis.

Bumbu halus:

  1. Cabai merah.

  2. Bawang merah.

  3. Bawang putih.

  4. Kemiri.

  5. Terasi bakar.

Cara memasaknya:

  1. Bersihkan ayam, kemudian lumuri dengan jeruk nipis dan sedikit garam.

  2. Haluskan seluruh bumbu yang diperlukan.

  3. Tumis bumbu hingga matang dan harum.

  4. Masukkan serai, lengkuas, jahe, dan daun salam.

  5. Masukkan ayam, kemudian aduk sampai permukaannya berubah warna.

  6. Tuangkan santan dan tambahkan gula merah, garam, serta asam jawa.

  7. Masak dengan api kecil hingga ayam empuk dan bumbu mengental.

  8. Pisahkan ayam dari bumbu, lalu bakar di atas bara atau panggangan.

  9. Olesi ayam dengan sisa bumbu selama proses pembakaran.

  10. Sajikan Ayam Cincane bersama nasi putih hangat dan sambal.

Tahapan memasak tersebut mengikuti pola umum resep Ayam Cincane yang dipublikasikan sejumlah sumber kuliner, dengan variasi bahan dan takaran yang dapat berbeda antar-resep.

Kenapa ayam kampung sering digunakan?

Ayam kampung menjadi pilihan yang umum dalam resep Ayam Cincane. Kompas mencatat masyarakat Samarinda menganggap daging ayam kampung memiliki rasa yang lebih gurih dibandingkan ayam negeri.

Tekstur ayam kampung cenderung lebih padat. Karena itu, proses memasak dengan bumbu secara perlahan menjadi bagian penting agar daging tetap nyaman disantap dan bumbu dapat meresap.

Baca Juga: Pundut Nasi Silver Spoon Banjarmasin, Nasi Kukus 2 Jam yang Tetap Dicari

Paling nikmat disantap dengan apa?

Ayam Cincane lazim disajikan bersama nasi putih hangat. Sambal tomat juga menjadi pendamping yang cocok untuk menambah sensasi pedas dan segar.

Perpaduan nasi hangat, ayam berbumbu merah, serta aroma bakaran membuat hidangan ini terasa lengkap tanpa membutuhkan banyak pendamping.

Poin Penting

Insight Redaksi

Ayam Cincane menarik bukan hanya karena tampilannya yang merah menggoda. Di balik satu porsi hidangan ini ada teknik memasak yang membutuhkan waktu, mulai dari meracik bumbu, mengungkep ayam hingga empuk, sampai membakarnya untuk mendapatkan aroma khas. Dari hidangan istimewa dalam berbagai acara, Ayam Cincane kemudian tumbuh menjadi bagian dari identitas kuliner Samarinda yang masih dikenal hingga sekarang.

Kalau sedang menjelajah kuliner Kalimantan Timur, Ayam Cincane layak masuk daftar sajian yang dicicipi. Bukan cuma soal rasa, tetapi juga karena hidangan ini membawa cerita tentang tradisi makan masyarakat Samarinda dari masa ke masa.

Kalau artikel ini membuat Ces penasaran dengan kuliner khas Kalimantan Timur lainnya, bagikan ke teman yang doyan eksplor makanan lokal. Siapa tahu, perjalanan kuliner berikutnya justru menemukan rasa yang belum pernah dicoba sebelumnya.

Balikpapantv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Ayam Cincane berasal dari mana?

Ayam Cincane dikenal sebagai kuliner khas Samarinda, Kalimantan Timur.

2. Apa bahan utama Ayam Cincane?

Bahan utamanya umumnya ayam kampung yang dimasak dengan cabai, bawang, rempah, santan, dan bumbu pelengkap lainnya.

3. Kenapa Ayam Cincane berwarna merah?

Warna merah berasal dari racikan cabai dan bumbu yang digunakan dalam proses memasaknya.

4. Apakah Ayam Cincane langsung dibakar?

Tidak. Ayam umumnya dimasak atau diungkep bersama bumbu terlebih dahulu, kemudian dibakar atau dipanggang.

5. Ayam Cincane biasanya disajikan dengan apa?

Ayam Cincane umum disantap bersama nasi putih hangat dan sambal tomat.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kuliner Kalimantan Timur Kuliner Tradisional Kuliner Samarinda Ayam Cincane