
Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Pansoh Dayak memakai bambu sebagai media masak, menghadirkan aroma khas, cita rasa gurih, dan tradisi kebersamaan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Pansoh merupakan teknik kuliner masyarakat Dayak di Kalimantan yang memasak bahan berbumbu dalam bambu di atas api, menghadirkan aroma khas sekaligus mempertahankan kelembutan bahan.
Sekilas caranya sederhana: bahan dimasukkan ke bambu, ditambahkan air dan bumbu, lalu dimasak di dekat api. Tetapi justru proses inilah yang membuat pansoh punya cerita budaya dan rasa yang berbeda.
Bukan Sekadar Memasak di Dalam Bambu
Pansoh dikenal sebagai teknik memasak menggunakan batang bambu. Bahan yang dimasak dapat berupa ayam, ikan, daging, hingga sayuran, bergantung pada tradisi dan bahan pangan yang tersedia di masyarakat setempat. RRI juga mencatat bahwa teknik ini diwariskan turun-temurun dalam masyarakat Dayak di Kalimantan.
Untuk olahan ayam, istilah yang sering digunakan adalah manuk pansoh. Ayam dibumbui kemudian dimasukkan ke dalam ruas bambu sebelum dipanaskan menggunakan api. Cara tersebut membuat bambu berfungsi bukan hanya sebagai wadah, tetapi juga bagian dari karakter pemasakan.
Karena itu, pansoh lebih tepat dipahami sebagai teknik memasak tradisional yang dapat menghasilkan berbagai hidangan, bukan satu resep tunggal yang selalu sama.
Kenapa Bambu Dipakai?
Bambu menciptakan ruang pemasakan yang relatif tertutup. Panas dari api memanaskan bambu dan bahan di dalamnya secara perlahan, sementara uap dan aroma dari bahan tetap berada di ruang tersebut.
Sejumlah sumber kuliner menyebut penggunaan bambu memberikan aroma khas pada makanan. RRI mencatat aroma alami bambu dapat ikut meresap ketika bambu dipanaskan di atas bara api.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





