Gula Gait Khas Samarinda, Permen Tradisional Manis dengan Teknik Tarik yang Unik

Nasya Syafira • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:05 WIB
Gula gait berbentuk batang kecil berwarna cokelat keemasan sebagai salah satu jajanan tradisional Kalimantan Timur.
Gula gait berbentuk batang kecil berwarna cokelat keemasan sebagai salah satu jajanan tradisional Kalimantan Timur.

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Gula gait khas Samarinda dibuat dari gula aren dan gula pasir, ditarik berulang hingga menjadi permen bertekstur khas.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Gula gait merupakan jajanan tradisional yang dikenal di Samarinda, Kalimantan Timur, dibuat dari gula aren dan gula pasir melalui proses pemanasan serta penarikan adonan.

Permen ini punya bentuk memanjang menyerupai potongan kayu dengan warna cokelat keemasan. Yang menarik bukan cuma rasanya, tetapi teknik mengolah adonan gula hingga menghasilkan tekstur khas.

Gula Gait, Permen Tradisional yang Punya Cerita di Balik Namanya

Gula gait dikenal sebagai salah satu camilan tradisional Samarinda. Sejumlah sumber menyebut permen ini dibuat dari perpaduan gula aren dan gula putih yang dimasak hingga menjadi karamel.

Nama “gait” berkaitan dengan proses pengolahannya. Adonan gula yang sudah mengental ditarik berulang kali hingga berubah tekstur dan dapat dibentuk menjadi batang-batang kecil.

Bentuk akhirnya membuat gula gait juga dikenal dengan sebutan permen kayu karena tampilannya menyerupai potongan kayu.

Baca Juga: Kue Jorong-Jorong Khas Pontianak: Bahan dan Cara Membuatnya

Dari Jajanan Tradisional hingga Oleh-Oleh

Gula gait tidak hanya dikenal sebagai camilan, tetapi juga menjadi salah satu produk yang dijual sebagai oleh-oleh dari Kalimantan Timur.

Catatan mengenai jajanan lokal Samarinda menyebut gula gait dahulu cukup dikenal karena rasa manisnya, sementara pembuatannya membutuhkan tenaga dan waktu.

Di sisi lain, gula gait juga ditemukan dalam konteks kuliner Kutai Barat. Karena itu, penyebutan asal gula gait tidak selalu seragam di berbagai sumber, meski Samarinda menjadi salah satu daerah yang kuat dikaitkan dengan permen tradisional ini.

Apa Saja Bahan Gula Gait?

Resep tradisional yang terdokumentasi menggunakan dua bahan utama, yaitu gula aren dan gula pasir. Salah satu resep mencantumkan perbandingan 500 gram gula aren dengan 100 gram gula pasir.

Bahan Takaran Fungsi Alternatif
Gula aren 500 gram Memberikan rasa, warna, dan karakter karamel
Gula pasir 100 gram Membantu membentuk adonan gula

Resep sederhana ini menunjukkan bahwa karakter gula gait justru dibangun dari pengolahan gula dan teknik pembuatannya.

Begini Proses Membuat Gula Gait

Gula aren dan gula pasir terlebih dahulu dimasukkan ke dalam panci atau wajan. Campuran kemudian dipanaskan sampai mencair dan mengental menjadi adonan.

Setelah cukup mengental, adonan dipindahkan ke permukaan yang digunakan untuk proses pendinginan. Pada tahap ini, adonan perlu ditangani sebelum benar-benar mengeras.

Bagian paling khas kemudian dimulai. Adonan ditarik berulang kali hingga warna dan teksturnya berubah, lalu dibentuk menjadi batangan panjang.

Setelah bentuknya terbentuk, adonan dibiarkan mengeras dan dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Salah satu resep tradisional mencantumkan ukuran potongan sekitar 5–6 sentimeter.

Kenapa Teknik Menarik Adonan Jadi Bagian Penting?

Tarikan berulang menjadi pembeda utama gula gait dari sekadar gula karamel biasa.

Proses tersebut membutuhkan ketelatenan karena adonan harus ditangani ketika masih cukup lentur, tetapi tidak terlalu panas untuk dibentuk. Teknik ini pula yang menghasilkan bentuk memanjang dan karakter tekstur gula gait.

Jadi, Hai Ces, kalau cuma melihat bahan bakunya, gula gait memang terlihat sederhana. Tantangannya justru ada pada pengolahan.

Baca Juga: Kalumpe, Sayur Daun Singkong Tumbuk Khas Dayak Kalimantan Tengah

Tekstur Gula Gait Seperti Apa?

Sumber mengenai gula gait menggambarkan teksturnya sebagai renyah ketika digigit, sementara sumber lain menyebut teksturnya padat dan keras sehingga lebih cocok dinikmati perlahan.

Perbedaan deskripsi ini dapat dipengaruhi proses pengolahan dan karakter produk yang dibuat. Namun, ciri yang konsisten adalah gula gait memiliki bentuk batang kecil, warna kecokelatan atau keemasan, serta rasa manis dengan karakter gula aren.

Berapa Biaya Membuat Gula Gait?

Untuk gambaran bahan utama, harga gula pasir di Samarinda pada pertengahan September 2026 berada sekitar Rp19.650–Rp20.900 per kilogram di dua pasar yang disurvei. Pemerintah Kota Samarinda juga mencatat harga gula pasir curah Rp18.000 per kilogram pada 28 Agustus 2026.

Sementara itu, salah satu penawaran gula aren di Samarinda mencantumkan harga Rp49.000 per kilogram. Harga gula aren dapat berbeda menurut jenis, kualitas, dan penjual.

Dengan acuan tersebut, kebutuhan 500 gram gula aren dan 100 gram gula pasir membutuhkan biaya bahan utama sekitar Rp26.000–Rp26.500. Estimasi ini belum memasukkan energi memasak, kemasan, tenaga, dan penyusutan bahan.

Estimasi bersifat indikatif, karena harga bahan dapat berubah menurut pasar dan kualitas produk.

Cara Menikmati Gula Gait

Gula gait dapat dinikmati sebagai permen dengan cara digigit perlahan atau dibiarkan meleleh di mulut. Karakter manisnya membuat camilan ini cocok disantap sedikit demi sedikit.

Karena bentuknya kecil dan relatif mudah dikemas, gula gait juga dikenal sebagai salah satu pilihan oleh-oleh dari Samarinda.

Kalau Hai Ces suka jajanan tradisional yang sederhana tetapi punya proses pembuatan unik, gula gait menarik untuk dikenali.

Nilai Budaya dan Ekonomi Gula Gait

Gula gait memperlihatkan bagaimana bahan sederhana seperti gula dapat diolah menjadi pangan tradisional dengan identitas bentuk dan teknik tersendiri.

Keberadaannya sebagai produk oleh-oleh juga memberi ruang bagi usaha kecil untuk mempertahankan jajanan tradisional dalam bentuk produk yang dapat dijual. Salah satu produk gula gait yang tercatat dijual oleh UMKM di Samarinda dibanderol Rp25.000.

Nilai ekonominya bukan hanya pada harga permen, tetapi juga pada keterampilan mengolah, pengemasan, serta keberlanjutan produk tradisional sebagai buah tangan daerah.

Baca Juga: Resep Baronang Bakar Bumbu Kuning Khas Bontang, Bumbunya Nendang

Poin Penting

Insight Redaksi

Gula gait menunjukkan bahwa kuliner tradisional tidak selalu membutuhkan bahan rumit untuk punya identitas kuat. Perpaduan gula aren, gula pasir, dan teknik tarik menghasilkan bentuk yang mudah dikenali. Di tengah jajanan modern, sederhana bukan berarti kalah menarik. Justru proses tradisionalnya yang bikin gula gait tetap punya cerita untuk dibawa pulang.

Kalau ketemu gula gait saat berburu oleh-oleh Kaltim, jangan cuma lihat bentuknya. Coba kenali proses di balik permen sederhana ini, lalu bagikan ceritanya ke kawan atau keluarga.

Tetap ikuti Balikpapan TV untuk cerita kuliner Kaltim dan informasi lokal lainnya. Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu gula gait?

Gula gait adalah permen tradisional yang dikenal di Samarinda dan dibuat dari gula aren serta gula pasir.

2. Mengapa disebut gula gait?

Nama tersebut berkaitan dengan proses pengolahan adonan gula yang ditarik atau “digait” berulang kali sebelum dibentuk.

3. Apa bahan utama gula gait?

Bahan utamanya adalah gula aren dan gula pasir.

4. Bagaimana tekstur gula gait?

Gula gait umumnya memiliki tekstur padat dengan karakter renyah atau keras ketika digigit, tergantung proses pembuatannya.

5. Apakah gula gait bisa dijadikan oleh-oleh?

Bisa. Gula gait dikenal sebagai salah satu camilan yang dijual sebagai oleh-oleh dari Samarinda dan daerah lain di Kalimantan Timur.

6. Apakah gula gait hanya berasal dari Samarinda?

Gula gait kuat dikaitkan dengan Samarinda, tetapi sumber lain juga mencatat keberadaannya sebagai produk khas Kutai Barat. Penyebutan asalnya dapat berbeda menurut sumber dan daerah.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Gula Gait Oleh-Oleh Kaltim Kuliner Kaltim Kuliner Samarinda