Kue Jorong-Jorong Khas Pontianak: Bahan dan Cara Membuatnya

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 07:48 WIB
Kue jorong-jorong khas dengan wadah daun pisang tersaji rapi, lembut dan menggugah selera. (BTV/Ai)
Kue jorong-jorong khas dengan wadah daun pisang tersaji rapi, lembut dan menggugah selera. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Kue jorong-jorong khas Pontianak punya tekstur lembut, rasa gurih, manis, dan aroma pandan yang khas.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kue jorong-jorong merupakan jajanan tradisional yang dikenal dalam kuliner Pontianak, Kalimantan Barat, dengan bahan utama tepung beras, santan, gula, serta wadah daun pandan atau daun pisang.

Bentuknya memang sederhana, tetapi justru di situlah daya tariknya. Adonan lembut dikukus dalam takir hingga menghasilkan kue yang gurih dari santan, sementara gula di bagian dasar memberikan rasa manis saat disantap. Yuk, kenali bahan dan cara membuatnya di rumah.

Jorong-Jorong, Kue Tradisional yang Sederhana

Jorong-jorong termasuk jajanan tradisional khas Pontianak yang masih mudah dikenali dari penggunaan daun sebagai wadah. Sejumlah sumber kuliner menyebut kue ini juga ditemukan di Ketapang, Kalimantan Barat.

Ciri lainnya adalah teksturnya yang lembut dan rasa santan yang cukup dominan. Aroma pandan atau daun pembungkus ikut menjadi bagian penting dari pengalaman menikmati kue ini. Dalam perkembangannya, jorong-jorong juga dikenal sebagai salah satu pilihan takjil, terutama saat Ramadan.

Menariknya, resep jorong-jorong tidak sepenuhnya seragam. Ada resep yang menggunakan gula pasir sebagai pemanis di dasar takir, sementara versi lain memakai gula merah. Komposisi tepung juga dapat berbeda, misalnya tepung beras yang dipadukan dengan tepung sagu atau tapioka.

Bahan-Bahan Kue Jorong-Jorong

Untuk versi yang praktis dibuat di rumah, bahan dapat dibagi menjadi tiga bagian.

Bahan untuk takir

Takir adalah wadah kecil dari daun yang digunakan untuk menampung adonan sebelum dikukus. Selain menjadi wadah, daun juga membantu memberikan aroma khas pada kue.

Bahan isian atau pemanis

Penggunaan gula merah memberikan rasa manis yang lebih legit. Sementara gula pasir dapat digunakan sebagai alternatif atau tambahan.

Bahan adonan

Tepung beras menjadi bahan utama pembentuk tekstur. Tepung sagu atau tapioka dapat membantu memberikan karakter lembut pada adonan, sedangkan santan memberikan rasa gurih.

Dalam resep yang dipublikasikan detikKalimantan, misalnya, digunakan 150 gram tepung beras, 25 gram tepung sagu, 700 ml santan, 3/4 sendok teh garam, serta gula pasir. Resep tersebut menggunakan daun pandan sebagai wadah.

Baca Juga: Tumis Kapah Khas Tarakan, Kerang Pesisir dengan Bumbu Sederhana yang Gurih

Cara Membuat Kue Jorong-Jorong

1. Siapkan takir daun

Cuci daun pisang terlebih dahulu, kemudian potong sesuai ukuran yang dibutuhkan. Lipat hingga membentuk wadah kecil menyerupai mangkuk persegi atau perahu.

Semat bagian ujungnya menggunakan lidi agar takir tidak terbuka ketika diisi adonan.

Takir harus dibuat cukup kokoh. Adonan jorong-jorong berbentuk cair sebelum dikukus sehingga wadah yang terlalu longgar berisiko membuat adonan tumpah.

2. Masukkan gula ke dasar takir

Letakkan gula merah yang sudah disisir halus di bagian dasar takir.

Jika menggunakan gula pasir, gula dapat ditaburkan langsung di dasar wadah. Beberapa resep jorong-jorong menggunakan sekitar 2 sendok teh gula pasir untuk setiap takir, meski jumlahnya bisa disesuaikan dengan ukuran wadah dan tingkat kemanisan yang diinginkan.

3. Buat adonan tepung

Campurkan tepung beras dan tepung sagu atau tapioka.

Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk. Tambahkan garam dan pasta pandan atau air pandan.

Aduk sampai adonan benar-benar tercampur. Bila masih terdapat gumpalan, adonan dapat disaring terlebih dahulu agar hasil akhirnya lebih halus.

Teknik ini juga sejalan dengan beberapa resep jorong-jorong yang mencampurkan tepung dengan sebagian santan terlebih dahulu sebelum santan panas dimasukkan.

4. Masak adonan sebelum dikukus

Untuk versi adonan yang lebih mudah ditangani, masak campuran tepung dan santan menggunakan api kecil sambil terus diaduk.

Tidak perlu sampai menjadi padat. Cukup masak sampai adonan mulai mengental.

Cara ini membantu adonan lebih mudah dituangkan ke dalam takir dan mengurangi risiko cairan merembes keluar dari wadah. Salah satu resep yang terbit pada September 2026 juga menggunakan teknik pemasakan awal hingga adonan sedikit mengental sebelum dimasukkan ke takir.

5. Kukus lapisan pertama

Tuangkan adonan ke dalam takir yang sudah berisi gula.

Jangan memenuhi takir sampai terlalu penuh jika ingin menambahkan lapisan atas. Kukus selama sekitar 15–20 menit hingga bagian bawah mulai set.

Waktu pengukusan dapat berbeda tergantung ukuran takir dan jumlah adonan. Resep lain yang menggunakan satu lapisan membutuhkan sekitar 25 menit sampai matang.

6. Siapkan lapisan putih

Untuk versi berlapis, campurkan tepung beras, santan kental, dan sedikit garam.

Masak menggunakan api sedang-kecil sambil terus diaduk hingga adonan mulai mengental. Pastikan adonan tidak menggumpal.

Setelah lapisan hijau cukup set, tuangkan adonan putih secara perlahan di atasnya.

7. Kukus kembali

Masukkan kembali takir ke dalam kukusan.

Kukus sekitar 10–15 menit atau sampai lapisan atas matang dan teksturnya sudah kokoh.

Setelah matang, angkat dan biarkan sedikit mendingin.

Baca Juga: Mengenal Sate Temburung, Kuliner Unik Khas Tarakan Kalimantan Utara

Mengapa Santan dan Daun Menjadi Bagian Penting?

Ada dua karakter yang langsung terasa ketika menikmati jorong-jorong: gurih santan dan aroma daun.

Santan memberikan rasa gurih sekaligus membantu menghasilkan tekstur yang lembut. Sementara itu, daun pandan atau daun pisang tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus. Beberapa sumber resep menyebut penggunaan daun pandan sebagai takir turut memberikan aroma harum pada kue.

Itulah sebabnya wadah tradisional masih menarik dipertahankan ketika membuat jorong-jorong. Bentuknya memang sederhana, tetapi bagian tersebut ikut membentuk identitas kudapannya.

Tips agar Jorong-Jorong Tidak Gagal

Pertama, jangan biarkan tepung menggumpal. Aduk tepung dengan santan secara bertahap dan saring bila diperlukan.

Kedua, jangan membuat takir terlalu tipis atau longgar. Adonan yang masih cair membutuhkan wadah yang cukup kuat.

Ketiga, atur gula sesuai selera. Kalau memakai gula merah, rasa manisnya akan lebih legit. Jika menggunakan gula pasir, takaran bisa disesuaikan dengan tingkat kemanisan yang diinginkan.

Keempat, jangan menggunakan api terlalu besar saat membuat adonan. Adonan yang cepat mengental bisa lebih sulit diratakan.

Kelima, beri ruang jika membuat versi dua lapis. Jangan menuangkan adonan hijau sampai penuh karena masih ada lapisan putih yang harus ditambahkan.

Cara Menikmati Jorong-Jorong

Jorong-jorong paling menarik dinikmati ketika teksturnya sudah set tetapi masih lembut. Rasa gurih santan kemudian bertemu dengan rasa manis dari gula yang berada di bagian bawah.

Untuk suasana yang lebih sederhana, kue ini dapat dinikmati sebagai teman minum teh. Indonesia.travel juga menyebut teh hangat sebagai salah satu pendamping yang cocok untuk jorong-jorong.

Jorong-jorong juga dikenal sebagai kudapan yang kerap dicari saat Ramadan. ANTARA mencatat kue ini termasuk jajanan yang banyak dicari masyarakat Pontianak, tetapi ketersediaannya dapat lebih terbatas di luar Ramadan.

Baca Juga: Patin Bakar Depot Sari Patin Banjarmasin, Gurih Tanpa Aroma Amis dengan Bumbu Banjar

Poin Penting

  1. Jorong-jorong merupakan kue tradisional yang dikenal dalam kuliner Pontianak dan Kalimantan Barat.
  2. Bahan utamanya terdiri atas tepung beras, santan, tepung sagu atau tapioka, garam, dan gula.
  3. Daun pandan atau daun pisang dapat digunakan sebagai wadah takir.
  4. Gula diletakkan di dasar takir sebelum adonan dituangkan.
  5. Adonan perlu diaduk hingga tidak menggumpal.
  6. Versi satu lapis dapat langsung dikukus hingga matang.
  7. Versi dua lapis membutuhkan pengukusan bertahap dengan tambahan adonan putih.
  8. Tekstur lembut, rasa gurih santan, rasa manis, dan aroma daun menjadi karakter penting jorong-jorong.

Insight Redaksi

Jorong-jorong menarik bukan karena bahan yang rumit. Justru bahan yang sederhana—tepung, santan, gula, dan daun—menunjukkan bagaimana jajanan tradisional dapat membangun karakter rasa melalui teknik yang sederhana.

Yang perlu dijaga ketika membuatnya di rumah bukan hanya takaran, tetapi juga tekstur adonan dan penggunaan takir. Dua hal tersebut sangat menentukan apakah jorong-jorong tetap lembut, tidak bocor, dan memiliki aroma yang khas.

Untuk pemula, versi satu lapis merupakan pilihan paling mudah. Setelah teksturnya berhasil, resep dapat dikembangkan menjadi versi dengan gula merah atau dua lapisan sesuai selera.

Kalau Ces ingin mencoba resep ini, jangan terburu-buru mengejar bentuk yang sempurna. Kekuatan jorong-jorong justru ada pada kesederhanaannya.

Kalau artikel kuliner seperti ini terasa menarik, bagikan ke keluarga atau teman yang suka mencoba jajanan tradisional. Siapa tahu, takjil sederhana dari Pontianak ini bisa jadi menu baru di rumah.

Kuliner tradisional selalu punya cerita yang lebih panjang daripada tampilannya. Dari dapur sederhana, rasa dan cara membuatnya bisa terus diwariskan ke generasi berikutnya.

FAQ

1. Apa itu kue jorong-jorong?

Jorong-jorong adalah kue tradisional yang dikenal dalam kuliner Pontianak, Kalimantan Barat. Kue ini dibuat terutama dari tepung beras dan santan, kemudian dikukus dalam wadah daun.

2. Apakah jorong-jorong harus menggunakan daun pandan?

Tidak selalu. Daun pandan maupun daun pisang dapat digunakan sebagai wadah, tergantung resep dan ketersediaan bahan.

3. Apakah gula merah bisa digunakan?

Bisa. Gula merah atau gula aren dapat digunakan sebagai pemanis, terutama jika ingin mendapatkan rasa manis yang lebih legit.

4. Berapa lama jorong-jorong dikukus?

Untuk versi satu lapis, beberapa resep menggunakan waktu sekitar 20–25 menit. Pada versi dua lapis, lapisan pertama dapat dikukus sekitar 15–20 menit, kemudian lapisan atas dikukus kembali hingga matang.

5. Apakah jorong-jorong cocok untuk pemula?

Cocok, karena bahan dan teknik dasarnya relatif sederhana. Tantangan utamanya adalah membuat takir yang tidak bocor dan memastikan adonan tepung tercampur rata.

6. Apakah resep jorong-jorong selalu sama?

Tidak. Komposisi bahan dan teknik dapat berbeda. Ada resep yang menggunakan gula pasir, ada pula yang menggunakan gula merah; tepung sagu atau tapioka juga dapat digunakan sebagai pasangan tepung beras.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kuliner Pontianak kuliner Kalimantan Barat kue jorong-jorong resep kue tradisional