Bubur Pedas Sambas, Gurih Penuh Sayuran yang Tak Se-Pedas Namanya

Nasya Syafira • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 16:34 WIB
Bubur Pedas Sambas disajikan hangat dengan beragam sayuran, rempah, ikan teri dan kacang tanah sebagai pelengkap.
Bubur Pedas Sambas disajikan hangat dengan beragam sayuran, rempah, ikan teri dan kacang tanah sebagai pelengkap.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Bubur Pedas Sambas memadukan beras sangrai, rempah, sayuran, ikan teri, dan kacang dalam satu sajian gurih.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bubur Pedas Sambas merupakan kuliner tradisional masyarakat Melayu Sambas, Kalimantan Barat, yang dikenal karena campuran beras, rempah, dan beragam sayuran.

Namanya memang bisa membuat orang membayangkan semangkuk bubur yang menyengat. Padahal, karakter utamanya justru gurih dan harum rempah. Rasa pedasnya bukan seperti bubur yang dipenuhi cabai. Yuk, kenali cerita dan cara membuatnya.

Kenapa disebut Bubur Pedas?

Bubur Pedas atau Bubbor Paddas merupakan salah satu kuliner khas Sambas. Salah satu cirinya adalah beras yang disangrai terlebih dahulu, kemudian diolah bersama kelapa, rempah, sayuran, dan kaldu.

Istilah "pedas" pada sajian ini tidak selalu berarti pedas karena cabai. Lada dan daun kesum ikut membentuk aroma serta karakter rasa yang khas. Sambal biasanya disediakan sebagai pelengkap sehingga tingkat kepedasan dapat disesuaikan.

Itulah bagian yang menarik: semangkuk bubur ini justru mengandalkan banyak bahan untuk membangun rasa.

Baca Juga: Resep Ikan Bandeng Bakar, Gurih Berasap yang Cocok Jadi Lauk Rumahan

Dari hidangan kerajaan hingga makanan rakyat

Bubur Pedas memiliki hubungan erat dengan tradisi Melayu Sambas. Sumber pemerintah melalui Jejaring Desa Wisata Kementerian Pariwisata menyebut hidangan ini dahulu disajikan di lingkungan kerajaan dan kemudian berkembang sebagai kuliner masyarakat.

Kisah tentang asal-usulnya juga berkembang dalam berbagai versi. Salah satu cerita yang beredar mengaitkan bubur pedas dengan masa paceklik, ketika bahan pangan perlu diolah menjadi makanan yang dapat dinikmati bersama berbagai bahan yang tersedia. Liputan6 mencatat versi cerita tersebut, termasuk penggunaan beras, kelapa, dan pakis sebagai bahan awal.

Karena itu, cerita sejarah bubur pedas sebaiknya dipahami sebagai bagian dari tradisi tutur dan sejarah kuliner masyarakat, bukan satu kronologi tunggal yang sudah pasti.

Yang jelas, kedudukannya sekarang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bubur Pedas telah menjadi makanan rakyat dan dapat dijumpai di berbagai wilayah Kalimantan Barat.

Rahasianya ada pada beras sangrai dan daun kesum

Bahan dasar Bubur Pedas bukan sekadar beras yang direbus menjadi bubur.

Beras biasanya disangrai, begitu pula kelapa parut. Keduanya kemudian dihaluskan dan menjadi bagian penting yang memberikan tekstur serta aroma pada bubur.

Daun kesum juga menjadi salah satu penanda rasa yang kuat. Bersama daun kunyit dan berbagai rempah, bahan ini membuat aromanya berbeda dari bubur nasi biasa.

Sayurannya pun bisa cukup beragam. Pakis, kangkung, kacang panjang, tauge, ubi jalar, jagung dan wortel termasuk bahan yang muncul dalam berbagai resep Bubur Pedas Sambas.

Untuk pelengkap, kacang tanah goreng dan ikan teri sering ditambahkan di atas bubur. Perasan jeruk serta sambal dapat membuat rasanya semakin segar dan sesuai selera.

Resep Bubur Pedas Sambas untuk di rumah

Berikut versi praktis yang mempertahankan unsur penting Bubur Pedas Sambas tanpa memaksakan seluruh variasi bahan yang digunakan dalam resep keluarga.

Bahan utama

Bumbu

Komposisi bahan memang tidak sepenuhnya seragam. Resep yang beredar memiliki perbedaan takaran dan pilihan sayuran, tetapi pola utamanya tetap bertumpu pada beras sangrai, kelapa, rempah, sayuran, dan pelengkap.

Baca Juga: Resep Pisang Molen Dua Lapis, Kulit Tipis Renyah dan Pisang Tetap Lembut

Cara membuat

Pertama, sangrai beras dan kelapa parut tanpa minyak sampai harum. Jangan sampai gosong karena rasa pahit akan mudah mendominasi bubur.

Setelah dingin, haluskan beras dan kelapa sangrai. Teksturnya tidak harus menjadi tepung sangat halus; yang penting cukup lembut untuk membantu membentuk tekstur bubur.

Berikutnya, rebus daging hingga menghasilkan kaldu. Tumis bumbu halus, lalu masukkan rempah seperti serai, daun salam, daun kunyit dan daun kesum.

Masukkan beras serta kelapa yang sudah dihaluskan ke dalam kaldu. Aduk secara berkala agar tidak mengendap dan menempel di dasar panci.

Sayuran yang membutuhkan waktu lebih lama seperti ubi, wortel atau jagung dapat masuk lebih dahulu. Sayuran berdaun dan tauge sebaiknya dimasukkan belakangan agar teksturnya tidak terlalu lembek.

Masak sampai bubur menyatu dan sayuran matang. Koreksi rasa sebelum disajikan.

Teknik memasukkan sayuran secara bertahap penting karena Bubur Pedas bukan hanya soal menjadi bubur, tetapi juga mempertahankan variasi tekstur dari banyak isiannya.

Berapa biaya membuatnya?

Biaya sangat bergantung pada harga bahan di daerah dan pilihan daging. Sebagai gambaran, harga jual Bubur Pedas di beberapa tempat pada 2026 berada sekitar Rp10.000–Rp27.000 per porsi, tergantung topping dan lokasi. Di Sambas, sumber yang tersedia mencatat kisaran Rp10.000–Rp13.000 untuk versi dasar dan sekitar Rp20.000–Rp28.000 untuk versi dengan tambahan topping tertentu.

Untuk memasak sendiri, biaya tidak tepat dipatok satu angka tanpa mengetahui harga bahan di pasar setempat. Sebagai patokan praktis, versi rumahan dengan daging dan beberapa jenis sayuran akan lebih ekonomis jika dibuat dalam satu panci untuk beberapa porsi.

Sajikan hangat, lalu atur sendiri rasa pedasnya

Bubur Pedas paling menarik ketika disajikan hangat dengan taburan ikan teri dan kacang tanah goreng.

Tambahkan perasan jeruk untuk memberikan rasa segar. Kalau ingin sensasi pedas yang lebih jelas, sambal bisa ditambahkan sesuai selera. Cara ini juga menjelaskan mengapa nama "pedas" tidak otomatis berarti buburnya harus sangat pedas.

Untuk menikmati teksturnya, jangan buru-buru mengaduk semua topping sampai hilang. Ambil bubur bersama sayuran, lalu biarkan ikan teri dan kacang memberikan sensasi renyah di setiap suapan.

Variasinya bisa mengikuti bahan yang tersedia

Bubur Pedas memiliki ruang untuk variasi. Selain sayuran seperti pakis, kangkung, tauge dan kacang panjang, sejumlah resep juga menggunakan jagung, rebung, jamur atau ubi. Pilihan protein pun dapat berubah, mulai dari tetelan atau daging sapi hingga bahan lain sesuai resep setempat.

Versi yang dijual juga dapat memakai topping tambahan seperti daging, kikil atau bakso. Artinya, semangkuk Bubur Pedas dapat memiliki karakter berbeda tanpa kehilangan identitas dasarnya.

Baca Juga: Coto Manggala Khas Pangkalan Bun: Gurihnya Singkong dalam Semangkuk Kuliner Legendaris

Poin Penting

Insight Redaksi

Keunikan Bubur Pedas Sambas justru terletak pada cara banyak bahan bekerja bersama. Beras memberi tubuh pada bubur, rempah membangun aromanya, sayuran memberi tekstur dan warna, sementara ikan teri, kacang, jeruk dan sambal menyelesaikan pengalaman rasanya.

Bagi pembaca di Kalimantan, hidangan seperti ini juga menunjukkan bahwa kekayaan kuliner daerah tidak selalu hadir lewat makanan yang rumit atau mahal. Kadang identitas sebuah daerah justru tersimpan dalam satu panci yang dimasak bersama.

Kalau suatu hari menemukan Bubur Pedas Sambas, jangan terpaku pada namanya. Cicipi dulu tanpa sambal, rasakan aroma daun kesum dan rempahnya, kemudian tambahkan jeruk atau sambal sedikit demi sedikit sesuai selera. Dari situ, karakter buburnya akan terasa lebih utuh.

Kalau artikel ini terasa berguna, bagikan kepada teman atau keluarga yang belum mengenal kuliner Melayu Sambas. Masih banyak makanan Nusantara yang menarik bukan hanya untuk dicicipi, tetapi juga untuk diketahui ceritanya.

Dan kalau semangkuk bubur saja bisa membawa cerita panjang tentang bahan, tradisi, dan kehidupan masyarakat, kuliner Kalimantan Barat tentu masih punya banyak kisah untuk kita kenali.

FAQ

1. Apa itu Bubur Pedas Sambas?

Bubur Pedas Sambas adalah bubur gurih khas Melayu Sambas yang dibuat dari campuran beras, rempah, dan beragam sayuran.

2. Apakah Bubur Pedas Sambas rasanya pedas?

Tidak selalu. Nama “pedas” tidak berarti bubur ini harus terasa menyengat. Rasa gurih dan aroma rempah lebih dominan, sementara sambal biasanya disajikan terpisah.

3. Apa saja bahan yang biasa digunakan?

Bahan dapat mencakup beras, kelapa, daun kesum, berbagai rempah, serta sayuran seperti pakis, kangkung, tauge, jagung, dan kacang panjang.

4. Bagaimana cara menyajikan Bubur Pedas Sambas?

Bubur biasanya disajikan hangat dengan pelengkap seperti kacang tanah goreng, ikan teri, jeruk, dan sambal sesuai selera.

5. Mengapa Bubur Pedas Sambas dianggap sebagai kuliner khas?

Selain menjadi makanan sehari-hari, Bubur Pedas memiliki kaitan dengan tradisi dan budaya Melayu Sambas sehingga menjadi salah satu identitas kuliner Kalimantan Barat.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Bubur Pedas Sambas kuliner Kalimantan Barat Kuliner Melayu Sambas Makanan Tradisional