Juhu Tempoyak Khas Dayak: Saat Ikan Patin Bertemu Durian Fermentasi dalam Kuah Gurih Pedas

Wafiq Azizah Amru • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:32 WIB
Sajian juhu tempoyak khas Kalimantan dengan kuah kuning yang segar dan kaya rempah siap memanjakan lidah para penikmat kuliner. (BTV/Ai)
Sajian juhu tempoyak khas Kalimantan dengan kuah kuning yang segar dan kaya rempah siap memanjakan lidah para penikmat kuliner. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 8 Menit

Ikhtisar: Juhu tempoyak memadukan ikan sungai, durian fermentasi, rempah, dan cabai dalam kuah khas Dayak Kalimantan Tengah yang gurih.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Juhu tempoyak dikenal sebagai hidangan berkuah dalam kuliner Dayak Kalimantan Tengah, menggunakan ikan air tawar dan tempoyak sebagai ciri utamanya. Sajian ini menarik karena memadukan ikan patin atau baung dengan durian fermentasi yang menghasilkan rasa asam khas.

Bukan sekadar ikan berkuah, perpaduan tempoyak dan rempah membuat karakter rasanya berbeda dari masakan ikan sehari-hari. Penasaran bagaimana bahan sederhana tersebut berubah menjadi hidangan khas? Simak resepnya sampai selesai, Ces!

Juhu Tempoyak dan Karakter Rasa yang Membuatnya Berbeda

Juhu tempoyak merupakan hidangan berkuah yang menggunakan tempoyak sebagai salah satu bahan pentingnya. Tempoyak sendiri dibuat dari daging durian yang mengalami proses fermentasi.

Dalam sejumlah resep khas Dayak Kalimantan Tengah, ikan patin menjadi pilihan utama untuk hidangan ini. Ikan baung dan nila juga dapat digunakan sebagai alternatif bahan ikan.

Kombinasi ikan air tawar dengan tempoyak menghasilkan kuah bercita rasa asam, gurih, pedas, dan aromatik. Karakter tersebut menjadi daya tarik utama Juhu Tempoyak ketika disantap bersama nasi.

Baca Juga: Cuma Rp16 Ribu, Nasi Goreng Putri Kediri Samarinda Punya Porsi yang Bikin Kenyang

Tempoyak Menjadi Kunci Rasa Asam dalam Kuah

Tempoyak adalah daging buah durian yang difermentasi sehingga menghasilkan karakter rasa asam dan aroma khas. Bahan ini kemudian dapat digunakan untuk berbagai olahan kuliner.

Pada Juhu Tempoyak, bahan tersebut tidak sekadar menjadi pelengkap, tetapi memberikan identitas rasa pada kuah. Jumlah tempoyak dapat disesuaikan dengan tingkat keasaman yang diinginkan.

Penggunaan ikan patin juga cocok karena tekstur dagingnya lembut dan mampu menyatu dengan kuah berbumbu. Pilihan ikan sungai membuat hidangan terasa dekat dengan bahan pangan lokal Kalimantan.

Bahan Juhu Tempoyak yang Perlu Disiapkan

Resep berikut menggunakan takaran rumahan berdasarkan kombinasi bahan yang ditemukan dalam beberapa resep Juhu Tempoyak khas Dayak. Salah satu resep mencatat penggunaan kepala ikan patin, lima sendok makan tempoyak, serai, tomat, cabai, dan bumbu halus.

Bahan Takaran Fungsi
Ikan patin atau baung 500 gram–1 kg Bahan utama dan sumber rasa gurih
Tempoyak 3–5 sdm Memberikan rasa asam dan aroma khas
Bawang merah 8–10 butir Membentuk rasa dasar bumbu
Bawang putih 3–5 siung Menambah aroma dan rasa gurih
Cabai merah/rawit Secukupnya Memberikan rasa pedas
Serai 2–3 batang Memberikan aroma segar
Lengkuas 1 cm Memperkuat aroma rempah
Kunyit Sedikit/1 ruas Memberikan warna dan aroma
Cabai rawit utuh Secukupnya Pelengkap rasa pedas
Tomat 1 buah Memberikan rasa segar
Air Secukupnya Membentuk kuah
Garam Secukupnya Menyeimbangkan rasa
Gula Secukupnya Mengimbangi rasa asam
Kaldu bubuk Secukupnya Memperkuat rasa gurih

Takaran tersebut masih fleksibel karena tingkat keasaman tempoyak dapat berbeda. Tempoyak yang lebih kuat sebaiknya digunakan sedikit dahulu sebelum rasa kuah dikoreksi.

Baca Juga: Kue Putu Mayang Banjar, Jajanan Tradisional dengan Juntai Tepung Beras dan Kuah Manis

Resep Juhu Tempoyak: Dari Ikan Segar hingga Kuah Harum

Peralatan: panci, wajan kecil, pisau, talenan, cobek atau blender, sendok, dan mangkuk saji.

Estimasi:

Cara membuat:

  1. Bersihkan ikan patin atau baung, kemudian potong menjadi beberapa bagian sesuai ukuran porsi.

  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, dan kunyit hingga menjadi bumbu halus yang cukup lembut.

  3. Memarkan serai dan lengkuas agar minyak alami rempahnya lebih mudah keluar saat dimasak.

  4. Tumis bumbu halus bersama serai dan lengkuas sampai aromanya harum dan warna bumbu terlihat lebih matang.

  5. Didihkan air dalam panci, kemudian masukkan bumbu yang sudah ditumis hingga kuah kembali mendidih.

  6. Larutkan tempoyak ke dalam kuah sambil diaduk agar tidak menggumpal pada satu bagian panci.

  7. Masukkan potongan ikan secara perlahan supaya dagingnya tidak mudah hancur ketika terkena kuah mendidih.

  8. Tambahkan garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya, kemudian gunakan api sedang agar ikan matang merata.

  9. Masukkan cabai rawit utuh dan potongan tomat ketika ikan mulai matang dan kuah sudah beraroma kuat.

  10. Masak sebentar sampai tomat mulai layu dan daging ikan terlihat matang, tetapi bentuk potongannya masih utuh.

  11. Koreksi rasa dengan memperhatikan keseimbangan asam tempoyak, gurih ikan, pedas cabai, dan rasa asin.

  12. Matikan api setelah kuah harum, ikan matang, dan permukaan kuah terlihat menyatu dengan bumbu.

Teknik memasukkan ikan setelah kuah berbumbu mendidih membantu menjaga proses memasak tetap terarah. Resep yang ditemukan juga menunjukkan ikan dan tempoyak dimasukkan setelah bumbu serta air siap.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memasak Juhu Tempoyak

Pertama, menggunakan tempoyak terlalu banyak sejak awal. Tingkat keasaman setiap tempoyak dapat berbeda sehingga rasa kuah berisiko terlalu tajam.

Solusinya sederhana, masukkan sebagian dahulu lalu tambahkan sedikit demi sedikit. Cara tersebut membuat tingkat asam lebih mudah dikendalikan.

Kedua, memasak ikan dengan api terlalu besar. Daging ikan patin atau baung dapat mudah hancur ketika terus bergolak dalam kuah.

Gunakan api sedang setelah ikan masuk dan hindari terlalu sering mengaduknya. Cukup gerakkan panci perlahan apabila bumbu perlu tercampur.

Ketiga, memasukkan tomat terlalu awal. Tomat yang dimasak terlalu lama dapat kehilangan tekstur segarnya dan membuat kuah terasa berbeda.

Masukkan tomat menjelang akhir sehingga potongannya masih terlihat dan memberikan sentuhan rasa segar.

Estimasi Biaya Membuat Juhu Tempoyak di Rumah

Perhitungan berikut merupakan simulasi, bukan patokan harga tetap. Harga pangan dapat berbeda berdasarkan daerah, musim, kualitas bahan, merek, dan tempat pembelian.

Sebagai gambaran lokal, Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Tengah pernah mencantumkan ikan patin Rp30.000 per kilogram dalam kegiatan pasar murah Mei 2026. Harga komoditas bumbu juga bergerak dinamis; PIHPS mencatat bawang putih sekitar Rp43.150 per kilogram di pasar tradisional Kalimantan Tengah pada 21 Juli 2026.

Kebutuhan Jumlah Estimasi Harga Perkiraan Biaya
Ikan patin 500 gram Rp30.000/kg Rp15.000
Tempoyak 5 sdm Rp10.000 Rp10.000
Bawang merah 8–10 butir Rp42.500/kg Rp4.000
Bawang putih 3–5 siung Rp43.150/kg Rp2.000
Cabai Secukupnya Rp75.000/kg Rp5.000
Serai, lengkuas, kunyit Secukupnya — Rp4.000
Tomat 1 buah — Rp3.000
Garam, gula, kaldu Secukupnya — Rp3.000
Total simulasi     Rp46.000

Dengan asumsi empat porsi, biaya bahan berada di sekitar Rp11.500 per porsi. Angka tersebut belum memasukkan biaya gas, listrik, kemasan, atau tenaga memasak.

Harga cabai dapat memberi pengaruh cukup besar terhadap biaya karena komoditas tersebut mengalami fluktuasi. Data PIHPS yang dikutip Databoks mencatat harga cabai rawit sekitar Rp84.400 per kilogram di Kalimantan Tengah pada 24 Juni 2026.

Baca Juga: Ikan Cere Garing Dicocol Sambal Mentah Pedas, Pecak Jerek Ibu Timi Bikin Penasaran

Penyajian Juhu Tempoyak Paling Nikmat

Juhu Tempoyak paling cocok disajikan dalam keadaan hangat bersama nasi putih. Kuah sebaiknya cukup banyak agar rasa asam, pedas, dan gurih dapat dinikmati bersama nasi.

Potongan ikan dapat ditempatkan di bagian tengah mangkuk dengan kuah dan cabai rawit mengelilinginya. Tomat yang masih berbentuk potongan juga memberi tampilan lebih segar.

Untuk pengalaman makan yang seimbang, cicipi kuah terlebih dahulu sebelum mengambil banyak nasi. Dari sana, tingkat keasaman dan kepedasan dapat dinilai sesuai selera.

Resep yang dipublikasikan Cookpad juga menunjukkan Juhu Tempoyak dapat disajikan bersama ikan goreng dan sambal terasi.

Variasi Ikan dan Perkembangan Resepnya

Patin bukan satu-satunya pilihan untuk membuat Juhu Tempoyak. Beberapa rujukan resep menyebut ikan baung dan nila sebagai alternatif yang dapat digunakan.

Perbedaan ikan akan memengaruhi tekstur dan karakter kuah yang dihasilkan. Patin cenderung memberikan daging lembut, sedangkan ikan lain dapat menghasilkan sensasi makan berbeda.

Variasi juga dapat terlihat dari penggunaan bumbu tambahan. Ada resep yang memakai jahe dan lada, sementara resep lain menekankan serai, lengkuas, kunyit, cabai, dan tomat.

Variasi Bahan ikan Karakter
Juhu Tempoyak Patin Patin Lembut dan gurih
Juhu Tempoyak Baung Baung Gurih dengan karakter ikan sungai
Juhu Tempoyak Nila Nila Rasa lebih ringan
Juhu Laok Tempoyak Ikan sesuai ketersediaan Fleksibel mengikuti bahan lokal

Baca Juga: Juhu Kujang, Kuliner Tradisional Khas Kalimantan: Bahan dan Cara Membuatnya

Mengapa Juhu Tempoyak Menarik bagi Kuliner Kalimantan?

Daya tarik Juhu Tempoyak terletak pada kemampuannya menggabungkan bahan pangan lokal dengan teknik pengolahan tradisional. Ikan sungai dan durian sama-sama memiliki posisi penting dalam pemanfaatan hasil alam Kalimantan.

Tempoyak juga menunjukkan bagaimana buah yang melimpah dapat diolah melalui fermentasi sehingga memiliki umur simpan dan fungsi kuliner berbeda. Daging durian yang difermentasi kemudian dapat menjadi bahan masakan, bukan hanya makanan pencuci mulut.

Bagi kuliner Kalimantan Tengah, hidangan seperti ini menarik karena memperlihatkan hubungan antara bahan lokal, kebiasaan memasak, dan selera masyarakat. Makanan menjadi bagian dari identitas, bukan sekadar menu makan.

Bagi pembaca Kalimantan Timur, resep ini juga menawarkan cara mengenali keragaman kuliner antardaerah di Pulau Kalimantan. Kedekatan geografis membuat bahan seperti ikan sungai dan durian relatif mudah dikenali.

Poin Penting

Insight Redaksi

Juhu Tempoyak memperlihatkan cara masyarakat mengolah dua hasil alam berbeda menjadi satu identitas rasa. Durian yang difermentasi bertemu ikan sungai dalam kuah berbumbu, menciptakan makanan yang punya cerita budaya sekaligus nilai ekonomi. Di Kalimantan, bahan lokal bukan sekadar tersedia, tetapi diolah menjadi warisan rasa yang terus bisa dikenalkan ke generasi muda. Jangan sampai kuliner begini cuma dikenal dari cerita.

Kalau ikam menemukan tempoyak berkualitas, coba masak porsi kecil dahulu supaya rasa asamnya mudah disesuaikan.

Bagikan artikel ini ke kawalan ikam yang suka mencoba masakan tradisional dan resep khas Kalimantan.

Penasaran dengan kuliner khas Nusantara yang punya cerita di balik setiap bahan? Ikuti terus Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Juhu Tempoyak?

Juhu Tempoyak adalah hidangan berkuah yang memadukan ikan air tawar dengan tempoyak dan berbagai rempah.

2. Ikan apa yang cocok untuk Juhu Tempoyak?

Ikan patin menjadi pilihan yang umum dalam resep yang ditemukan, sedangkan baung dan nila dapat menjadi alternatif.

3. Apakah tempoyak wajib digunakan?

Untuk mempertahankan karakter utama Juhu Tempoyak, tempoyak menjadi bahan penting karena memberikan rasa asam dan aroma khas.

4. Mengapa rasa Juhu Tempoyak terasa asam?

Rasa tersebut berasal dari tempoyak, yaitu daging durian yang telah mengalami proses fermentasi.

5. Berapa lama memasak Juhu Tempoyak?

Dengan ikan yang sudah dibersihkan dan bumbu siap, proses memasak rumahan dapat dilakukan sekitar 25 menit.

6. Apa pendamping yang cocok?

Nasi putih menjadi pendamping sederhana yang cocok. Beberapa resep juga menyajikannya bersama ikan goreng dan sambal terasi.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Tempoyak Juhu Tempoyak kalimantan tengah Kuliner Dayak