Kue Putu Mayang Banjar, Jajanan Tradisional dengan Juntai Tepung Beras dan Kuah Manis

Nasya Syafira • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:21 WIB
Putu Mayang Banjar berbentuk untaian tepung beras dengan kuah santan gula merah khas Kalimantan Selatan.
Putu Mayang Banjar berbentuk untaian tepung beras dengan kuah santan gula merah khas Kalimantan Selatan.

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Kue Putu Mayang Banjar merupakan wadai tradisional Kalimantan Selatan berbahan tepung beras, berbentuk untaian seperti mayang, dan disajikan bersama kuah gula merah.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kue Putu Mayang Banjar merupakan jajanan tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan yang dibuat dari tepung beras dan disajikan bersama kuah santan gula merah.

Sekilas bentuknya memang mengingatkan pada mi atau bihun. Namun, untaian tepung yang dibentuk bertumpuk menjadi ciri khas tersendiri. Bagi pencinta wadai tradisional, makanan satu ini menarik untuk dikenali, Ces!

Mengapa Namanya Putu Mayang?

Nama putu mayang berkaitan dengan bentuk kue yang menyerupai mayang, yaitu untaian bunga atau bagian tanaman yang menjuntai.

Dalam kajian tentang wadai Banjar, putu mayang digambarkan memiliki bentuk berupa juntaian yang terurai. Di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan, kue ini juga dikenal dengan nama puracit.

Istilah puracit juga cukup dikenal dalam resep rumahan masyarakat Banjar. Bentuknya mirip putu mayang, tetapi beberapa versi mempunyai perbedaan pada ukuran serabut, warna, dan komposisi bahan.

Putu Mayang Banjar juga memiliki posisi dalam tradisi wadai masyarakat setempat. Sebuah penelitian dari UIN Antasari mencatat bahwa kue ini hadir dalam acara perkawinan atau hajatan masyarakat di Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Banjar.

Baca Juga: Nasi Kuning Tante Lena Balikpapan Bertahan Sejak 1983, Sarapan Pedas dengan Lauk Lengkap

Apa Bahan Utama Putu Mayang Banjar?

Bahan dasarnya relatif sederhana, tetapi proses pembentukannya membutuhkan teknik khusus.

Kajian tentang 41 macam wadai Banjar mencatat penggunaan tepung beras, tepung tapioka, santan kelapa, dan gula dalam pembuatan putu mayang. Adonan kemudian dipanaskan hingga mengental sebelum dicetak menjadi untaian.

Beberapa resep rumahan menggunakan tepung beras sebagai bahan utama dengan air panas dan sedikit garam. Adonan yang sudah kalis kemudian dimasukkan ke cetakan berlubang kecil.

Bahan Putu Mayang

Bahan Fungsi
Tepung beras Membentuk adonan utama
Tepung tapioka Membantu tekstur pada beberapa versi
Air panas Membentuk adonan
Garam Menyeimbangkan rasa
Pewarna merah dan hijau Memberikan tampilan khas pada sebagian versi
Daun pisang Alas saat pengukusan

Resep tidak selalu sama. Ada versi yang hanya menggunakan warna putih, sedangkan versi lainnya dibuat merah, hijau, dan putih.

Apa yang Membuat Kuahnya Istimewa?

Putu Mayang Banjar umumnya dinikmati bersama kuah manis berbahan santan dan gula merah.

Dalam sejumlah sumber lokal, kuah tersebut disebut juruh atau kuah kinca. Gula merah memberikan rasa manis sekaligus warna kecokelatan, sedangkan santan menghadirkan rasa gurih.

Daun pandan juga digunakan untuk memberikan aroma. Beberapa resep menambahkan gula pasir dan sedikit garam agar rasa kuah lebih seimbang.

Kombinasi inilah yang membuat tekstur lembut putu mayang terasa semakin lengkap. Rasa manis gula merah berpadu dengan gurih santan tanpa menghilangkan karakter tepung beras.

Bagaimana Cara Membuat Putu Mayang Banjar?

Pembuatan putu mayang terdiri dari dua bagian utama, yaitu membuat untaian kue dan menyiapkan kuah manis.

1. Siapkan Tepung

Tepung beras terlebih dahulu dipanaskan atau dikukus sesuai resep. Setelah itu, air panas dituangkan secara bertahap sambil adonan diaduk.

Tujuannya mendapatkan adonan yang cukup kalis dan tidak terlalu lengket. Konsistensi menjadi bagian penting karena adonan harus dapat keluar melalui lubang kecil pada cetakan.

2. Cetak Menjadi Untaian

Adonan dimasukkan ke dalam cetakan khusus putu mayang. Tekanan dari cetakan membuat adonan keluar dalam bentuk serabut tipis menyerupai mi.

Untaian tersebut kemudian ditata membentuk gumpalan atau bulatan pipih di atas daun pisang yang telah disiapkan.

Pada beberapa versi, adonan dibagi menjadi beberapa bagian lalu diberi warna merah dan hijau. Satu bagian dibiarkan putih untuk menghasilkan tampilan tiga warna.

3. Kukus Hingga Matang

Adonan yang sudah dicetak kemudian dikukus hingga matang.

Durasi pengukusan berbeda menurut resep. Ada resep yang menggunakan sekitar 10–20 menit, sedangkan sumber lain mencantumkan waktu lebih lama karena teknik dan ukuran adonan berbeda.

4. Buat Kuah Gula Merah

Santan, gula merah, daun pandan, dan sedikit garam dimasak bersama.

Kuah perlu diaduk agar santan tetap menyatu. Setelah gula larut dan kuah matang, penyaringan dapat dilakukan untuk mendapatkan tekstur yang lebih halus.

5. Sajikan

Putu mayang yang sudah matang ditempatkan dalam wadah, kemudian disiram kuah santan gula merah.

Hasil akhirnya merupakan perpaduan kue lembut, kuah manis, aroma pandan, dan rasa gurih santan.

Apa Perbedaan Putu Mayang dan Puracit?

Keduanya sering dianggap sama karena bentuknya sangat mirip. Namun, sejumlah referensi kuliner Banjar mencatat beberapa perbedaan.

Putu mayang biasanya tampil dalam beberapa warna dan memiliki serabut yang relatif lebih tebal.

Sementara puracit umumnya berwarna putih dengan serabut lebih kecil sehingga tampilannya menyerupai bihun atau rambut. Kuah puracit pada beberapa resep juga menggunakan telur untuk menghasilkan rasa gurih-manis.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa nama dan bentuk kue tradisional dapat memiliki variasi menurut daerah maupun kebiasaan keluarga.

Apakah Putu Mayang Masih Mudah Ditemukan?

Putu mayang masih menjadi bagian dari jajanan tradisional yang dijual di Banjarmasin.

Pada April 2026, RRI melaporkan pedagang makanan khas Banjar di kawasan Siring Kapten Pierre Tendean yang menjual putu mayang bersama sejumlah jajanan tradisional lainnya menggunakan jukung.

Pada Agustus 2026, RRI juga memberitakan pedagang wadai tradisional di Jalan Sulawesi, Banjarmasin, yang menjual putu mayang bersama laksa, lupis, surabi, dan kakoleh. Harga yang diberitakan saat itu Rp2.500 per buah.

Data tersebut memperlihatkan bahwa putu mayang masih masuk dalam jajaran jajanan tradisional yang diperdagangkan di Banjarmasin.

Mengapa Putu Mayang Menarik untuk Dikenalkan ke Pembaca Kaltim?

Kedekatan geografis Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan membuat kuliner kedua wilayah menarik untuk saling dikenalkan.

Putu Mayang Banjar menunjukkan bagaimana bahan sederhana seperti tepung beras dapat diolah menjadi jajanan dengan bentuk yang khas.

Bagi pembaca Kaltim, makanan ini juga dapat menjadi inspirasi untuk mengenal lebih banyak wadai Banjar yang belum terlalu sering muncul dalam pembahasan kuliner populer.

Kekuatan kuliner tradisional bukan hanya pada rasa. Cara pembuatan, nama lokal, bentuk, serta keberadaannya dalam kegiatan masyarakat ikut membentuk identitas makanan tersebut.

Resep Putu Mayang Banjar

Berikut formulasi rumahan yang dirangkum dari beberapa resep yang tersedia. Takaran dapat disesuaikan dengan tekstur adonan dan jumlah porsi.

Bahan kue:

Bahan kuah:

Beberapa resep puracit menambahkan telur ke dalam kuah santan.

Estimasi waktu: sekitar 45–75 menit, tergantung teknik pengolahan dan pengukusan.

Baca Juga: Tumpi, Kue Tradisional Dayak yang Sarat Makna dalam Tradisi Kalimantan

Poin Penting

Insight Redaksi

Putu Mayang Banjar memperlihatkan bagaimana jajanan sederhana dapat menyimpan identitas budaya yang kuat. Bentuk untaian, bahan tepung beras, serta kuah santan gula merah menjadi ciri yang membuatnya berbeda. Bagi pembaca Kaltim, mengenal wadai Banjar bukan sekadar urusan rasa, tetapi juga cara melihat kedekatan budaya antardaerah di Pulau Kalimantan. Kuliner seperti ini layak terus diperkenalkan agar tidak kalah oleh jajanan modern.

Kalau handak berburu wadai tradisional, putu mayang bisa masuk daftar kuliner Banjar yang patut dicoba, Ces!

Bagikan artikel ini ke bubuhan yang suka jajanan tradisional dan sedang mencari kuliner khas Kalimantan Selatan.

Makin banyak kuliner lokal dikenalkan, makin banyak cerita Borneo yang tetap hidup. Ikuti terus Balikpapan TV untuk cerita kuliner Kalimantan lainnya!

FAQ

1. Apa itu Putu Mayang Banjar?

Putu Mayang Banjar adalah wadai tradisional Kalimantan Selatan yang dibuat dari tepung beras berbentuk untaian dan disajikan dengan kuah santan gula merah.

2. Apa nama lain Putu Mayang di Kalimantan Selatan?

Di sebagian wilayah Kalimantan Selatan, putu mayang juga dikenal sebagai puracit.

3. Apa kuah Putu Mayang Banjar terbuat dari apa?

Kuahnya umumnya menggunakan santan, gula merah, daun pandan, dan sedikit garam. 

4. Apakah Putu Mayang Banjar selalu berwarna-warni?

Tidak. Ada versi putih, sementara versi lainnya menggunakan warna merah dan hijau.

5. Di mana Putu Mayang masih dijual?

Putu mayang masih ditemukan di sejumlah penjual wadai tradisional di Banjarmasin, termasuk kawasan yang menjual jajanan Banjar.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Kuliner Kalimantan Selatan Putu Mayang Banjar Wadai Banjar banjarmasin