Durasi Baca: 8 menit
Ikhtisar: Putri Selat merupakan kue basah yang dikenal dalam kuliner Banjar, Kalimantan Selatan. Ciri utamanya berupa tiga lapisan dengan warna dan karakter rasa berbeda, memadukan pandan atau suji, gula merah, tepung beras, dan santan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kalau biasanya kue lapis hanya menawarkan satu karakter rasa, Putri Selat dari Kalimantan Selatan justru menghadirkan tiga lapisan dengan rasa, warna, aroma, dan tekstur yang berbeda.
Wadai Banjar ini dikenal sebagai makanan tradisional masyarakat Banjar. Dokumentasi Balai Bahasa juga mencatat Putri Selat sebagai salah satu makanan tradisional masyarakat Banjar.
Yang membuatnya menarik bukan sekadar tampilannya. Setiap lapisan memiliki fungsi tersendiri sehingga rasa manis, gurih santan, dan aroma pandan atau suji dapat terasa dalam satu potongan.
Apa sebenarnya Kue Putri Selat?
Putri Selat merupakan kue basah berbahan utama tepung beras dan santan yang dibuat secara berlapis.
Versi yang banyak didokumentasikan terdiri dari tiga lapisan, yaitu lapisan hijau, lapisan cokelat gula merah, dan lapisan putih.
Lapisan hijau biasanya memperoleh warna dan aroma dari daun suji atau pandan.
Lapisan tengah menggunakan gula merah sehingga menghasilkan warna cokelat sekaligus rasa manis legit.
Lapisan putih mengandalkan santan dan tepung beras sehingga memberikan karakter gurih dan lembut.
Perpaduan tersebut membuat Putri Selat memiliki keseimbangan rasa yang cukup khas dibandingkan kue basah lainnya.
Baca Juga: Mengenal Sayur Asam Kutai, Resep Kuliner Khas Kaltim dengan Kuah Segar dan Kaya Rasa
Identitas Kuliner Putri Selat
| Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Putri Selat |
| Sebutan | Wadai Putri Selat |
| Daerah yang dikenal | Banjar, Kalimantan Selatan |
| Bahan utama | Tepung beras dan santan |
| Bahan pembentuk warna | Daun suji/pandan dan gula merah |
| Teknik memasak | Dikukus berlapis |
| Rasa | Manis dan gurih |
| Tekstur | Lembut dan kenyal |
| Bentuk | Potongan persegi atau sesuai cetakan |
| Karakter visual | Tiga lapisan dengan warna berbeda |
Dari mana asal Putri Selat?
Putri Selat dikenal sebagai salah satu makanan tradisional masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Hal tersebut juga tercatat dalam publikasi Balai Bahasa Banjarmasin.
Namun, cerita mengenai asal-usul historisnya perlu ditempatkan secara hati-hati.
Sejumlah sumber populer menyebut Putri Selat telah dikenal sejak masa Kerajaan Banjar dan menghubungkannya dengan lingkungan bangsawan. Ada pula cerita yang mengaitkannya dengan tokoh Putri Junjung Buih.
Akan tetapi, cerita tersebut lebih tepat disebut tradisi atau kisah yang berkembang di masyarakat, bukan fakta sejarah yang sudah terbukti melalui catatan primer.
Jadi, artikel BTV sebaiknya tidak menyatakan bahwa Putri Selat pasti diciptakan oleh Putri Junjung Buih atau pasti merupakan hidangan kerajaan.
Yang lebih kuat secara dokumentasi adalah statusnya sebagai makanan tradisional masyarakat Banjar.
Mengapa Putri Selat memiliki tiga lapisan?
Tiga lapisan menjadi identitas visual sekaligus pembeda utama Putri Selat.
Lapisan hijau memberikan aroma pandan atau suji.
Lapisan gula merah memberikan rasa manis yang lebih dalam.
Sementara lapisan putih berbasis santan berfungsi memberikan rasa gurih dan menjadi penyeimbang.
Dalam satu potongan, ketiga bagian tersebut menghasilkan kombinasi rasa yang tidak monoton.
Teksturnya juga menjadi lebih menarik karena setiap lapisan dapat memiliki tingkat kelembutan berbeda bergantung pada komposisi adonan dan lama pengukusan.
Apa saja bahan yang digunakan?
Salah satu resep Putri Selat yang terdokumentasi menggunakan tepung beras, tepung kanji, gula pasir, gula merah, santan, garam, daun suji, dan daun pandan.
| Bahan | Fungsi | Alternatif |
|---|---|---|
| Tepung beras | Struktur utama kue | — |
| Tepung kanji | Membantu tekstur kenyal | Tepung tapioka |
| Santan | Rasa gurih dan kelembutan | Santan siap pakai |
| Gula pasir | Pemanis | — |
| Gula merah | Warna dan rasa lapisan tengah | Gula aren |
| Daun suji | Pewarna alami hijau | Pandan |
| Daun pandan | Aroma | Ekstrak pandan |
| Garam | Menyeimbangkan rasa | — |
Santan menjadi salah satu komponen penting karena digunakan pada beberapa lapisan.
Hal tersebut juga menjelaskan karakter Putri Selat yang terasa gurih meskipun termasuk kue manis.
Bagaimana cara membuat Putri Selat?
Resep yang terdokumentasi untuk satu loyang 24 × 24 sentimeter menggunakan tiga adonan berbeda.
Lapisan hijau
Campurkan tepung beras, tepung kanji, gula pasir, garam, dan air daun suji.
Tambahkan santan hangat sambil diaduk hingga rata, kemudian masukkan santan panas.
Saring adonan agar teksturnya lebih halus sebelum dikukus.
Lapisan gula merah
Larutkan gula merah dan gula pasir bersama santan panas serta pandan.
Saring larutan tersebut.
Campurkan dengan tepung beras, tepung kanji, garam, dan santan hangat.
Lapisan putih
Campurkan tepung beras, tepung kanji, santan, garam, dan pandan.
Pada resep yang dirujuk, adonan lapisan putih dimasak terlebih dahulu hingga mengental sebelum digunakan.
Tahap pengukusan
Tuang lapisan pertama ke loyang yang telah dioles minyak dan dialasi plastik.
Kukus hingga lapisan matang, kemudian tuangkan lapisan gula merah.
Setelah lapisan kedua matang, tuangkan adonan putih.
Kukus kembali hingga seluruh kue matang.
Salah satu resep terdokumentasi menggunakan waktu sekitar 20 menit untuk setiap lapisan, meskipun durasi dapat berubah tergantung ketebalan adonan dan kondisi kukusan.
Kue sebaiknya didinginkan terlebih dahulu sebelum dipotong agar lapisannya lebih mudah dipisahkan dan bentuknya tetap rapi.
Baca Juga: Seblak Mbok Tie Krendang Bikin Bebas Racik, Topping Mulai Rp1.000 dan Pedas Level 4
Mengapa proses mengukusnya harus bertahap?
Putri Selat tidak bisa dibuat dengan menuangkan seluruh adonan sekaligus.
Setiap lapisan perlu dikukus terlebih dahulu sebelum lapisan berikutnya ditambahkan.
Teknik tersebut membuat lapisan tidak bercampur dan menghasilkan tampilan bertingkat.
Kesabaran menjadi bagian penting dalam proses pembuatannya.
Jika lapisan pertama belum cukup matang, adonan berikutnya dapat mengganggu bentuk permukaan.
Sebaliknya, jika lapisan terlalu lama dikukus, teksturnya berpotensi berubah.
Karena itu, kondisi permukaan adonan menjadi salah satu tanda yang perlu diperhatikan ketika membuatnya.
Kapan Putri Selat biasanya dinikmati?
Putri Selat cukup lekat dengan sajian kue basah masyarakat Banjar.
Dalam berbagai dokumentasi kuliner, kue ini disebut populer sebagai hidangan Ramadan dan kerap hadir sebagai menu takjil.
Karakter rasanya membuatnya cocok disantap sebagai kudapan setelah berbuka.
Kue dapat disajikan dalam kondisi dingin atau suhu ruang.
Potongannya juga relatif kecil sehingga lebih praktis untuk hidangan keluarga maupun suguhan.
Bagaimana cara menikmati Putri Selat?
Putri Selat paling menarik dinikmati dengan mencicipi ketiga lapisannya dalam satu suapan.
Dengan cara tersebut, rasa pandan atau suji dari bagian hijau bertemu dengan manis gula merah dan gurih santan.
Tekstur lembut dari kue juga menjadi lebih terasa ketika disantap dalam kondisi sudah dingin dan set.
Teh hangat atau kopi tanpa rasa terlalu kuat dapat menjadi pendamping agar karakter manis dan gurih kue tetap menonjol.
Untuk sajian keluarga, Putri Selat dapat dipotong kecil berbentuk persegi dan ditempatkan dalam piring atau wadah kue tradisional.
Apakah Putri Selat hanya dikenal di Kalimantan Selatan?
Tidak sepenuhnya.
Putri Selat juga ditemukan dalam kuliner Sumatera, sementara kue yang memiliki nama dan bentuk serupa dikenal di Malaysia serta Singapura dengan variasi tersendiri.
Namun, dalam konteks artikel ini, Putri Selat ditempatkan sebagai bagian dari kuliner Banjar karena dokumentasi lokal dan sumber kebudayaan mencatatnya sebagai makanan tradisional masyarakat Banjar.
Perbedaan wilayah tersebut juga menunjukkan bahwa kue berlapis berbahan tepung dan santan memiliki persebaran luas di kawasan Melayu dan Nusantara.
Berapa biaya membuat Putri Selat?
Biaya sangat bergantung pada harga tepung, santan, gula, dan bahan pewarna alami di daerah masing-masing.
Karena harga bahan pangan berubah, angka biaya sebaiknya diposisikan sebagai estimasi, bukan harga baku.
Untuk satu loyang ukuran 24 × 24 sentimeter, resep yang terdokumentasi menggunakan ratusan gram tepung dan gula serta lebih dari satu liter santan untuk tiga lapisan.
Dalam praktik rumahan, biaya dapat ditekan dengan menggunakan santan kemasan atau menyesuaikan ukuran loyang.
Jika hendak dijual, penghitungan modal sebaiknya memasukkan bahan, gas atau listrik, kemasan, tenaga, serta penyusutan peralatan.
Data Ringkas
| Parameter | Data |
|---|---|
| Asal/identitas | Kuliner tradisional masyarakat Banjar |
| Wilayah | Kalimantan Selatan |
| Bahan utama | Tepung beras dan santan |
| Lapisan | Umumnya tiga |
| Warna | Hijau, cokelat, putih |
| Teknik | Kukus bertahap |
| Waktu | Sekitar 60 menit pengukusan berdasarkan salah satu resep |
| Hasil | Sekitar satu loyang |
| Tingkat kesulitan | Menengah |
| Penyajian | Dipotong dan disajikan sebagai kue basah |
Salah satu resep yang terdokumentasi menghasilkan satu loyang dan menggunakan sekitar 20 menit pengukusan untuk masing-masing lapisan.
Peluang Putri Selat sebagai Kuliner Lokal
Putri Selat memiliki keunggulan visual yang cukup kuat untuk produk kuliner.
Tiga warna alami membuatnya mudah dikenali ketika disusun dalam kotak oleh-oleh atau snack box.
Kue ini juga dapat dipasarkan dalam ukuran potongan kecil sehingga sesuai untuk acara keluarga, pengajian, pertemuan, maupun sajian Ramadan.
Bagi pelaku usaha kuliner di Kalimantan Selatan, kekuatan utamanya bukan hanya resep, tetapi identitas sebagai wadai Banjar.
Kemasan modern dapat digunakan tanpa menghilangkan ciri tiga lapisan yang menjadi karakter utamanya.
Baca Juga: Kue Dange Khas Kalimantan Barat, Kudapan Sederhana yang Dipanggang dengan Cetakan Khas
Poin Penting
-
Putri Selat merupakan makanan tradisional masyarakat Banjar.
-
Kue ini dikenal dengan tiga lapisan berwarna hijau, cokelat, dan putih.
-
Tepung beras dan santan menjadi bahan utama.
-
Warna hijau dapat berasal dari daun suji atau pandan.
-
Lapisan tengah menggunakan gula merah.
-
Lapisan putih memberikan karakter gurih dari santan.
-
Proses memasaknya dilakukan secara bertahap menggunakan kukusan.
-
Putri Selat banyak dikenal sebagai kudapan, termasuk saat Ramadan.
-
Cerita mengenai kaitannya dengan Kerajaan Banjar atau Putri Junjung Buih sebaiknya disebut sebagai tradisi atau cerita masyarakat, bukan fakta sejarah yang sudah terverifikasi.
Insight Redaksi
Putri Selat memperlihatkan bagaimana kue sederhana dapat menjadi bagian dari identitas kuliner Banjar melalui bahan lokal, teknik pengukusan, dan tradisi menikmati wadai. Tiga lapisannya bukan hanya mempercantik tampilan, tetapi menciptakan keseimbangan rasa manis dan gurih. Ketika dikembangkan sebagai produk kuliner, Putri Selat memiliki peluang menarik karena mudah dikenali secara visual sekaligus membawa cerita tentang kekayaan pangan tradisional Kalimantan Selatan.
Ces, kalau berkunjung ke Kalimantan Selatan, wadai seperti Putri Selat layak dicari karena tampilannya cantik, rasanya berlapis, dan ceritanya dekat dengan tradisi Banjar.
FAQ
1. Apa itu Kue Putri Selat?
Putri Selat adalah kue basah tradisional yang dikenal dalam masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan, dengan karakter tiga lapisan berwarna berbeda.
2. Apa saja lapisan Kue Putri Selat?
Umumnya terdiri dari lapisan hijau pandan atau suji, lapisan cokelat gula merah, dan lapisan putih berbahan santan.
3. Apa bahan utama Putri Selat?
Tepung beras dan santan menjadi bahan utama, kemudian ditambah gula, gula merah, tepung kanji, garam, serta pandan atau suji sesuai resep.
4. Apakah Putri Selat benar berasal dari zaman Kerajaan Banjar?
Cerita tersebut muncul dalam sejumlah sumber populer, tetapi belum dapat diperlakukan sebagai fakta sejarah yang terverifikasi. Yang terdokumentasi kuat adalah statusnya sebagai makanan tradisional masyarakat Banjar.
5. Mengapa Putri Selat dibuat berlapis?
Lapisan menjadi ciri utama kue sekaligus memberikan perbedaan warna, aroma, rasa, dan tekstur dalam satu sajian.
6. Bagaimana cara memasak Putri Selat?
Setiap adonan dituangkan secara bergantian lalu dikukus sampai lapisannya matang sebelum ditambahkan lapisan berikutnya.