Kue Dange Khas Kalimantan Barat, Kudapan Sederhana yang Dipanggang dengan Cetakan Khas

Nasya Syafira • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 15:51 WIB
Kue Dange tradisional Kalimantan Barat berbahan tepung ketan dan kelapa, dipanggang hingga kecokelatan dalam cetakan khas. (BTV/AI)
Kue Dange tradisional Kalimantan Barat berbahan tepung ketan dan kelapa, dipanggang hingga kecokelatan dalam cetakan khas. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Kue Dange merupakan kudapan tradisional Dayak di Kalimantan Barat yang dibuat dari tepung ketan, kelapa, gula, dan garam, lalu dipanggang hingga menghasilkan tekstur renyah dan gurih.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pernah dengar kue yang bahan dasarnya sederhana, tetapi proses memasaknya masih mempertahankan cara tradisional? Kue Dange dari Kalimantan Barat salah satunya, Ces!

Kue Dange dikenal sebagai salah satu makanan tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Salah satu penelitian kuliner menyebut kue ini sebagai makanan tradisional suku Dayak Kanayant.

Bahan utamanya tidak banyak. Tepung ketan, kelapa parut, gula, dan garam sudah cukup untuk menghasilkan kudapan dengan rasa manis-gurih.

Yang membuatnya menarik bukan hanya bahan, tetapi cara memanggangnya menggunakan cetakan khusus.

Apa yang membuat Kue Dange berbeda dari kue tradisional lainnya?

Kue Dange memiliki karakter kering dan renyah setelah dipanggang. Perpaduan tepung ketan dan kelapa menghasilkan rasa gurih, sementara gula memberikan sentuhan manis.

Dalam pembuatan tradisional, adonan dimasukkan ke dalam cetakan kemudian dipanggang menggunakan panas dari tungku atau bara. Teknik tersebut menghasilkan aroma panggangan yang menjadi bagian dari karakter kue.

Bagi masyarakat Dayak Kanayant, Kue Dange juga bukan sekadar camilan. Penelitian kuliner mencatat kue ini disajikan dalam sejumlah acara khusus, seperti pernikahan, pesta panen Naik Dango, syukuran setelah panen, serta perayaan keagamaan.

Baca Juga: Resep Seblak Ceker Pedas dengan Kuah Gurih, Ceker Empuk dan Kerupuk Kenyal

Apa saja bahan untuk membuat Kue Dange?

Salah satu resep Kue Dange dari Landak, Kalimantan Barat, menggunakan kelapa parut, tepung ketan, dan gula pasir. Kelapa terlebih dahulu dikukus sebelum dicampurkan dengan bahan lainnya.

Untuk versi rumahan, bahan yang dapat digunakan:

Takaran gula dapat disesuaikan dengan tingkat kemanisan yang diinginkan. Beberapa resep lain juga menggunakan tepung ketan hitam dan gula merah, sehingga warna serta rasanya dapat berbeda.

Bagaimana cara membuat Kue Dange di rumah?

1. Siapkan kelapa

Gunakan kelapa setengah tua, kemudian parut bagian putihnya. Kukus kelapa sekitar 15–20 menit agar lebih matang dan tahan digunakan dalam adonan. Salah satu resep dari Landak menggunakan cara tersebut.

Setelah dikukus, dinginkan kelapa terlebih dahulu.

2. Campurkan bahan

Masukkan tepung ketan ke dalam wadah. Tambahkan kelapa parut, gula pasir, dan garam.

Aduk sampai seluruh bahan tercampur merata. Adonan Kue Dange tidak perlu dibuat seperti adonan kue basah yang cair.

3. Panaskan cetakan

Cetakan Kue Dange perlu dipanaskan terlebih dahulu. Untuk versi rumahan, beberapa resep menggunakan cetakan pukis sebagai alternatif.

Olesi bagian cetakan dengan sedikit margarin atau minyak agar kue lebih mudah dilepaskan.

4. Masukkan adonan

Ambil adonan secukupnya, kemudian masukkan ke dalam lubang cetakan.

Jangan mengisi cetakan terlalu penuh. Berikan ruang agar kue dapat matang secara merata.

5. Panggang dengan api kecil

Panggang menggunakan api kecil sampai bagian luar kue berubah warna menjadi kecokelatan dan teksturnya mulai kering.

Dalam metode tradisional, Kue Dange dapat dipanggang menggunakan panas bara. Untuk dapur rumah, kompor dengan cetakan yang sesuai dapat menjadi alternatif praktis.

6. Angkat dan dinginkan

Setelah matang, keluarkan kue dari cetakan dengan hati-hati.

Biarkan beberapa saat agar teksturnya semakin kokoh sebelum disajikan.

Kenapa cetakan menjadi bagian penting dari Kue Dange?

Cetakan bukan sekadar alat untuk membentuk kue. Panas yang diterima adonan menentukan tekstur akhir Kue Dange.

Dalam pembuatan tradisional, penggunaan alat pemanggang menjadi bagian dari karakter kuliner tersebut. Karena itu, mengganti tungku tradisional dengan alat rumah tangga tetap perlu memperhatikan panas agar bagian luar tidak cepat gosong sementara bagian dalam belum matang.

Kue Dange juga memiliki beberapa variasi resep. Ada versi menggunakan tepung ketan putih, sementara penelitian lain mencatat penggunaan tepung ketan hitam.

Dari camilan sederhana sampai bagian dari tradisi Dayak

Hal menarik dari Kue Dange adalah hubungan antara makanan dan tradisi masyarakat.

Penelitian mengenai kuliner Dayak di Kalimantan Barat mencatat Kue Dange sebagai salah satu makanan yang hadir dalam kegiatan adat dan perayaan tertentu. Di Desa Tanap, Kabupaten Sanggau, dange disebut dihidangkan dalam pesta pernikahan dan sejumlah kegiatan gawai.

Artinya, Kue Dange tidak hanya dapat dilihat sebagai jajanan berbahan tepung ketan. Di balik bentuknya yang sederhana terdapat hubungan dengan tradisi, perayaan, dan kehidupan masyarakat setempat.

Buat pembaca Kaltim, cerita seperti ini menarik karena menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Kalimantan tidak berhenti pada makanan yang sudah populer.

Baca Juga: Ikan Asin Pipih, Olahan Ikan Air Tawar yang Menjadi Bagian dari Kuliner Kalimantan

Poin Penting:

Insight Redaksi

Kue Dange memperlihatkan bahwa kuliner tradisional tidak selalu membutuhkan bahan yang rumit. Justru dari tepung ketan, kelapa, gula, dan garam lahir makanan yang berkaitan erat dengan tradisi masyarakat Dayak. Bagi pembaca Kaltim, Kue Dange menjadi pengingat bahwa kuliner Kalimantan Barat punya banyak cerita yang layak dikenalkan, terutama makanan yang masih mempertahankan teknik memasak tradisional.

Kalau menemukan Kue Dange saat berkunjung ke Kalimantan Barat, jangan cuma lihat bentuknya, Ces! Cara membuat dan cerita di baliknya juga menarik untuk dikenali.

FAQ

1. Apa itu Kue Dange?

Kue Dange merupakan kudapan tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Barat yang dibuat dari tepung ketan, kelapa, gula, dan garam.

2. Apa rasa Kue Dange?

Kue Dange memiliki perpaduan rasa manis dan gurih dengan tekstur cenderung kering serta renyah.

3. Apakah Kue Dange harus menggunakan cetakan khusus?

Secara tradisional digunakan cetakan untuk Dange, tetapi versi rumahan dapat menggunakan cetakan pukis sebagai alternatif.

4. Kapan Kue Dange biasanya disajikan?

Kue Dange dapat disajikan dalam acara khusus seperti pernikahan, pesta panen, syukuran setelah panen, dan sejumlah perayaan masyarakat Dayak.

5. Apakah Kue Dange hanya menggunakan tepung ketan putih?

Tidak selalu. Terdapat variasi resep yang menggunakan tepung ketan hitam dan gula merah.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
kuliner Kalimantan Barat Kue Dange Kue Tradisional Kalimantan Barat makanan khas kalimantan barat