Juhu Singkah, Sayur Rotan Muda Khas Dayak yang Dimasak dengan Rempah dan Punya Cita Rasa Unik

Nasya Syafira • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:16 WIB
Juhu Singkah Uwei disajikan sebagai sayur rotan muda dengan ikan dan rempah khas Kalimantan Tengah. (BTV/AI)
Juhu Singkah Uwei disajikan sebagai sayur rotan muda dengan ikan dan rempah khas Kalimantan Tengah. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Juhu Singkah merupakan kuliner khas masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang memanfaatkan bagian muda rotan sebagai bahan pangan dan diolah bersama ikan atau daging serta rempah.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Bayangan tentang rotan biasanya langsung mengarah pada kursi, keranjang, tikar, atau berbagai kerajinan tradisional. Namun, bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah, rotan ternyata juga dapat masuk ke dapur dan diolah menjadi sayuran.

Kuliner tersebut dikenal sebagai Juhu Singkah Uwei. Makanan ini dibuat dari bagian muda atau pucuk rotan yang disebut singkah. Setelah dibersihkan dan direbus hingga lunak, umbut rotan dapat dimasak bersama ikan atau daging dengan bumbu seperti kunyit, serai, bawang merah, bawang putih, dan jahe.

Keunikan Juhu Singkah tidak hanya terletak pada bahan utamanya. Hidangan ini juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Dayak memanfaatkan tumbuhan hutan sebagai sumber pangan sekaligus mempertahankan pengetahuan kuliner yang diwariskan.

Apa Itu Juhu Singkah?

Juhu Singkah Uwei adalah sayuran berbahan bagian muda rotan yang berada di dekat pucuk. Dalam bahasa Dayak, rotan dikenal sebagai uwei, sedangkan singkah merujuk pada bagian muda atau umbut yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan.

Rotan sendiri merupakan tumbuhan palem yang tumbuh memanjat dan memiliki duri. Tanaman ini selama ini lebih dikenal sebagai bahan kerajinan, tetapi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah juga memanfaatkan bagian mudanya untuk pangan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga mencatat bahwa batang rotan muda atau bagian pucuknya dapat dimanfaatkan sebagai sayuran dan diolah menjadi berbagai masakan serta sambal khas Dayak.

Baca Juga: Rumput Laut Tidak Selalu Jadi Lalapan, di Kalimantan Utara Justru Diolah Menjadi Lawa

Mengapa rotan bisa menjadi sayuran?

Kuncinya terdapat pada bagian tanaman yang digunakan.

Bukan seluruh batang rotan yang dimasak, melainkan bagian muda di dekat pucuk. Bagian tersebut kemudian dibersihkan sebelum direbus dan diolah lebih lanjut.

Cara tersebut menunjukkan pengetahuan masyarakat dalam mengenali bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai pangan.

Bagaimana Juhu Singkah Diolah?

Pengolahan Juhu Singkah relatif sederhana. Bagian muda rotan terlebih dahulu dibersihkan, kemudian direbus sampai teksturnya menjadi lebih lunak.

Setelah itu, umbut rotan dapat dimasak bersama ikan atau daging dan diberi bumbu. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyebut beberapa bumbu yang digunakan antara lain kunyit, serai, bawang merah, bawang putih, dan jahe.

Dalam versi lain yang dicatat pemerintah daerah, umbut rotan dimasak bersama ikan baung, bumbu, serta terong asam. Perpaduan tersebut menghasilkan rasa gurih, asam, dan sedikit pahit yang menjadi karakter hidangannya.

Bisa dibuat menjadi sayur asam

Juhu Singkah juga dapat dipadukan dengan bahan lain seperti daun kedondong atau terung asam.

Variasi tersebut dikenal sebagai sayur asam singkah atau juhu asem singkah. Ada pula cara penyajian yang cukup sederhana, yakni umbut rotan direbus dan disantap sebagai lalapan bersama sambal.

Artinya, satu bahan lokal dapat menghasilkan beberapa karakter hidangan sesuai dengan bumbu dan bahan pendamping yang digunakan.

Seperti Apa Rasa Juhu Singkah?

Bagi orang yang baru mengenalnya, tekstur menjadi salah satu hal yang menarik dari Juhu Singkah.

Sumber resmi pariwisata Kalimantan Tengah menggambarkan tekstur umbut rotan yang telah dimasak sebagai kenyal dengan perpaduan rasa yang segar.

Sementara itu, informasi dari Multimedia Center Kalimantan Tengah menyebut kombinasi umbut rotan, ikan baung, dan terong asam menghasilkan perpaduan rasa gurih, asam, sedikit pahit, serta rasa manis dari daging ikan.

Karakter tersebut membuat Juhu Singkah berbeda dari sayuran yang lebih umum ditemui dalam masakan sehari-hari.

Rasa pahit justru menjadi cirinya

Sedikit rasa pahit pada umbut rotan bukan berarti hidangan tersebut gagal diolah.

Dalam konteks kuliner tradisional, karakter rasa tersebut menjadi bagian dari pengalaman menyantap bahan pangan hutan. Ketika dipadukan dengan ikan, rempah, dan bahan bercita rasa asam, rasa Juhu Singkah menjadi lebih kompleks.

Hal inilah yang membuatnya menarik untuk dikenalkan sebagai salah satu kuliner khas Kalimantan Tengah.

Rotan Tidak Hanya untuk Kerajinan

Rotan memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Selama ini, rotan sangat dikenal sebagai bahan untuk membuat berbagai kerajinan rumah tangga seperti bakul, tali, tikar, hingga alat penangkap ikan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat pemanfaatan rotan tersebut sudah berlangsung lama.

Namun, pemanfaatannya ternyata tidak berhenti pada produk kerajinan.

Bagian muda atau pucuk rotan juga dapat menjadi bahan makanan. Dari sinilah Juhu Singkah menunjukkan hubungan antara hasil hutan dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pengetahuan tentang hutan masuk ke dapur

Kemampuan memilih bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan merupakan bagian penting dari pengetahuan lokal.

Masyarakat tidak hanya mengetahui rotan sebagai tanaman penghasil bahan kerajinan, tetapi juga mengenali bagian tertentu yang dapat diolah menjadi sayuran.

Pengetahuan seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa kuliner tradisional memiliki nilai budaya yang lebih luas daripada sekadar rasa.

Juhu Singkah dalam Kuliner Dayak

Juhu Singkah menjadi salah satu contoh kuliner yang memperlihatkan kedekatan masakan Dayak dengan alam.

Multimedia Center Kalimantan Tengah pada 2025 menyebut Juhu Singkah Umbut Rotan sebagai salah satu kuliner khas Dayak yang dapat ditemukan dalam pengalaman kuliner di Palangka Raya. Hidangan tersebut disebut menggunakan batang rotan muda dan dapat dimasak bersama ikan atau udang.

Keberadaan hidangan ini memperlihatkan bahwa bahan yang berasal dari hutan dapat memiliki tempat tersendiri dalam tradisi kuliner masyarakat.

Bahan sederhana, cerita yang panjang

Juhu Singkah mungkin terlihat sederhana ketika sudah berada di atas meja makan.

Namun, bahan utamanya memiliki cerita panjang. Rotan merupakan tumbuhan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Dayak dan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.

Ketika bagian mudanya digunakan sebagai pangan, satu tanaman akhirnya memiliki lebih dari satu fungsi dalam kehidupan masyarakat.

Mengapa Juhu Singkah Menarik untuk Dikenalkan?

Di tengah popularitas makanan modern, kuliner seperti Juhu Singkah memiliki daya tarik tersendiri.

Keunikannya bukan hanya karena menggunakan bahan yang tidak biasa, tetapi juga karena memperlihatkan cara masyarakat memanfaatkan lingkungan sekitar secara kreatif.

Bagi wisatawan maupun pencinta kuliner, Juhu Singkah dapat menjadi pengalaman mencicipi masakan yang berbeda dari menu sehari-hari.

Lebih dari itu, makanan ini memperkenalkan salah satu sisi kekayaan pangan Kalimantan Tengah yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat luar daerah.

Baca Juga: Raja Kepala Ikan Samarinda, Tempat Menikmati Sup Kepala Kakap dan Seafood Segar

Poin Penting

Insight Redaksi

Juhu Singkah memperlihatkan bahwa kekayaan kuliner Kalimantan Tengah tidak selalu berasal dari bahan yang umum ditemukan di pasar. Bagian muda rotan yang selama ini lebih dikenal sebagai bagian dari tanaman penghasil bahan kerajinan ternyata juga dapat menjadi sayuran.

Di balik sepiring Juhu Singkah terdapat pengetahuan masyarakat dalam mengenali, memilih, dan mengolah bahan dari lingkungan sekitar. Inilah yang membuat makanan tradisional seperti Juhu Singkah layak dikenalkan kepada generasi baru.

Ingin mengenal lebih banyak kuliner tradisional Kalimantan yang punya cerita unik di balik rasanya? Selalu update info hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Juhu Singkah?

Juhu Singkah atau Juhu Singkah Uwei adalah sayuran khas masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang menggunakan bagian muda rotan sebagai bahan utama.

2. Apa bahan utama Juhu Singkah?

Bahan utamanya adalah bagian muda atau umbut rotan yang berada di dekat pucuk tanaman.

3. Apakah Juhu Singkah menggunakan ikan?

Ya. Juhu Singkah dapat dimasak bersama ikan atau daging. Salah satu variasinya menggunakan ikan baung dan terong asam.

4. Seperti apa rasa Juhu Singkah?

Karakter rasanya dapat berupa gurih, asam, sedikit pahit, dan segar. Tekstur umbut rotan yang telah dimasak juga dikenal kenyal.

5. Apakah rotan hanya digunakan sebagai bahan kerajinan?

Tidak. Selain digunakan untuk berbagai kerajinan, bagian muda atau pucuk rotan juga dimanfaatkan sebagai pangan dan sayuran dalam kuliner masyarakat Dayak.

6. Di mana Juhu Singkah dikenal?

Juhu Singkah dikenal sebagai salah satu kuliner masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah dan juga diperkenalkan dalam ragam kuliner khas daerah tersebut.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Juhu Singkah Uwei sayur rotan muda makanan khas Kalimantan Tengah Juhu Singkah Kuliner Dayak