Mengenal Pepes Kepiting, Kuliner Nusantara dengan Aroma Rempah Menggoda

istikhomah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 15:51 WIB
kepiting dengan daging kepiting berbumbu rempah yang dibungkus daun pisang dan dibakar hingga mengeluarkan aroma harum. (BTV/AI)
kepiting dengan daging kepiting berbumbu rempah yang dibungkus daun pisang dan dibakar hingga mengeluarkan aroma harum. (BTV/AI)
Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Mengenal pepes kepiting sebagai olahan seafood tradisional bercita rasa rempah khas Nusantara.

Ikhtisar: Artikel ini membahas keunikan pepes kepiting, proses pembuatannya, cita rasa, kandungan gizi, hingga alasan hidangan ini layak masuk daftar kuliner yang patut dicoba.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pepes kepiting menjadi salah satu olahan seafood Nusantara yang menawarkan sensasi berbeda dibanding kepiting saus ataupun kepiting rebus. Daging kepiting dilepaskan dari cangkangnya, dicampur bumbu rempah, dibungkus daun pisang, lalu dikukus dan dibakar hingga menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.

Kuliner ini masih belum sepopuler kepiting saus Padang. Padahal, karakter rasanya jauh lebih kaya karena rempah meresap hingga ke dalam serat daging. Menarik untuk dikenali lebih dekat, Ces!

Mengapa Pepes Kepiting Memiliki Cita Rasa yang Berbeda?

Pepes merupakan teknik memasak tradisional yang memanfaatkan daun pisang sebagai pembungkus alami. Selama proses pengukusan, uap panas membantu bumbu meresap secara perlahan ke dalam bahan utama tanpa menghilangkan kelembapan.

Pada pepes kepiting, daging kepiting terlebih dahulu dipisahkan dari cangkangnya. Langkah ini membuat setiap bagian daging lebih mudah bercampur dengan bumbu sehingga rasa gurih alami kepiting tetap menonjol tanpa tertutup rempah.

Perpaduan bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, kemiri, jahe, lengkuas, serai, daun jeruk, dan kemangi menciptakan aroma yang khas. Setelah dikukus, pepes biasanya dibakar beberapa menit agar daun pisang mengeluarkan wangi asap alami.

Hasil akhirnya bukan sekadar makanan pedas, tetapi sajian seafood dengan aroma rempah yang kompleks dan tekstur daging tetap lembut.

Apa yang Membuat Aroma Daun Pisang Sangat Penting?

Daun pisang bukan hanya berfungsi sebagai pembungkus. Saat terkena panas, permukaan daun mengeluarkan aroma alami yang memberikan karakter khas pada pepes.

Aroma tersebut sulit diperoleh apabila proses memasak menggunakan aluminium foil atau wadah biasa. Karena itu, banyak pecinta kuliner tradisional tetap mempertahankan penggunaan daun pisang meskipun prosesnya lebih rumit.

Selain menjaga kelembapan makanan, daun pisang juga membantu mempertahankan sari bumbu agar tidak mudah menguap selama proses pengukusan.

Tahap pembakaran menjadi pelengkap yang memperkuat aroma tersebut. Wangi daun pisang berpadu dengan rempah menghasilkan karakter rasa yang sulit ditemukan pada teknik memasak lainnya.

Baca Juga: Kapali Burger, Burger Tertutup Ala Turki yang Bikin Penasaran

Proses membungkus daging kepiting berbumbu menggunakan daun pisang sebelum dikukus dan dibakar. (BTV/AI)
Proses membungkus daging kepiting berbumbu menggunakan daun pisang sebelum dikukus dan dibakar. (BTV/AI)

Apa Saja Bumbu yang Menjadi Kunci Kelezatan Pepes Kepiting?

Setiap daerah memiliki racikan bumbu berbeda, tetapi sebagian besar menggunakan bumbu dasar merah atau kuning yang diperkaya rempah Nusantara.

Bawang merah dan bawang putih menjadi fondasi rasa gurih. Kunyit memberikan warna sekaligus aroma hangat, sedangkan kemiri menghasilkan tekstur bumbu lebih lembut dan kaya.

Cabai disesuaikan dengan selera. Ada daerah yang menyukai rasa pedas kuat, sementara daerah lain lebih menonjolkan aroma rempah daripada tingkat kepedasannya.

Daun kemangi hampir selalu hadir karena memberikan aroma segar yang mampu menyeimbangkan rasa gurih daging kepiting.

Serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas juga berperan penting dalam mengurangi aroma amis sekaligus memperkuat cita rasa seafood.

Menurut ahli kuliner Indonesia William Wongso, penggunaan rempah Nusantara bukan sekadar menambah rasa, tetapi juga membentuk identitas kuliner Indonesia melalui perpaduan aroma, tekstur, dan teknik memasak tradisional.

Bagaimana Kandungan Gizi Pepes Kepiting?

Kepiting dikenal sebagai sumber protein hewani berkualitas tinggi. Dagingnya mengandung protein yang membantu pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh.

Selain protein, kepiting juga mengandung vitamin B12, selenium, zinc, fosfor, dan sejumlah mineral penting lainnya yang dibutuhkan tubuh.

Karena proses memasaknya menggunakan pengukusan dan pembakaran tanpa banyak minyak, pepes kepiting cenderung memiliki kandungan lemak tambahan yang lebih rendah dibanding olahan seafood yang digoreng.

Namun, konsumsi tetap perlu disesuaikan terutama bagi orang yang memiliki alergi seafood atau perlu membatasi asupan kolesterol sesuai anjuran tenaga kesehatan. 

Bagaimana Memilih Kepiting Segar untuk Pepes?

Kualitas pepes kepiting sangat dipengaruhi bahan bakunya. Semakin segar kepiting yang digunakan, semakin manis rasa dagingnya sehingga bumbu tidak perlu dibuat terlalu kuat untuk menghasilkan cita rasa lezat.

Pilih kepiting yang masih hidup apabila memungkinkan. Cangkangnya harus terasa keras, berat saat diangkat, dan mengeluarkan aroma laut yang segar, bukan bau menyengat.

Bagi yang membeli daging kepiting kupas, pastikan warnanya putih cerah, teksturnya masih padat, dan disimpan pada suhu dingin. Hindari daging yang terlihat berlendir atau berubah warna karena dapat memengaruhi rasa maupun kualitas masakan.

Di kota pesisir seperti Balikpapan, bahan baku kepiting relatif mudah diperoleh. Kondisi ini membuat berbagai olahan kepiting, termasuk pepes, memiliki peluang besar berkembang sebagai menu khas restoran seafood maupun UMKM kuliner.

Berapa Estimasi Biaya Membuat Pepes Kepiting di Rumah?

Pepes kepiting termasuk hidangan premium karena harga bahan bakunya mengikuti ukuran dan jenis kepiting. Untuk kepiting segar ukuran sedang, harga di berbagai daerah Indonesia pada 2026 umumnya berada di kisaran Rp120.000 hingga Rp250.000 per kilogram, tergantung musim dan lokasi.

Bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, kemiri, serai, daun jeruk, kemangi, dan daun pisang biasanya membutuhkan biaya sekitar Rp30.000 hingga Rp60.000 untuk beberapa porsi.

Dengan satu kilogram kepiting, pepes dapat disajikan untuk sekitar empat hingga lima porsi. Total biaya memasak di rumah berkisar Rp170.000 sampai Rp310.000, tergantung kualitas kepiting dan harga bahan di daerah masing-masing.

Meski biayanya lebih tinggi dibanding menu rumahan biasa, hasilnya sebanding dengan cita rasa seafood premium yang sulit ditemukan pada masakan sehari-hari.

Baca Juga: Kepiting Kenari Balikpapan, Kuliner Legendaris dengan Porsi Jumbo untuk Satu Keluarga

Pepes kepiting matang disajikan bersama nasi hangat, sambal, dan lalapan dalam suasana makan seafood khas Indonesia. (BTV/AI)
Pepes kepiting matang disajikan bersama nasi hangat, sambal, dan lalapan dalam suasana makan seafood khas Indonesia. (BTV/AI)

Apa Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Pepes Kepiting?

Banyak orang mengira semakin banyak cabai akan membuat pepes semakin lezat. Padahal, rasa pedas berlebihan justru dapat menutupi manis alami daging kepiting.

Kesalahan lain adalah waktu pengukusan yang terlalu singkat. Akibatnya, bumbu belum meresap sempurna sehingga bagian dalam masih terasa hambar.

Sebagian orang juga melewatkan proses pembakaran setelah pengukusan. Padahal, tahap ini menjadi pembeda utama karena menghasilkan aroma khas daun pisang yang membuat pepes semakin menggugah selera.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat pepes kepiting antara lain:

Poin Penting

Insight Redaksi: Pepes kepiting menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Indonesia bukan hanya soal bumbu pedas, tetapi juga teknik memasak tradisional yang mampu mempertahankan karakter asli bahan pangan. Di daerah pesisir seperti Balikpapan, hidangan ini berpotensi menjadi daya tarik wisata kuliner karena memanfaatkan hasil laut lokal dengan cita rasa autentik. Kadada salahnya mulai melirik menu tradisional seperti ini saat berburu seafood, Ces.

Rekomendasi: Jika berkunjung ke sentra kuliner seafood, pilih rumah makan yang menggunakan kepiting segar dan memasak pepes setelah dipesan agar aroma rempah tetap maksimal.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam yang gemar berburu kuliner seafood Nusantara supaya semakin banyak yang mengenal kelezatan pepes kepiting.

Masih banyak cerita menarik seputar kuliner, wisata, dan gaya hidup yang layak dicoba. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu pepes kepiting?

Pepes kepiting adalah olahan seafood berbahan daging kepiting yang dibumbui rempah, dibungkus daun pisang, kemudian dikukus dan dibakar.

2. Apa yang membuat pepes kepiting berbeda dari kepiting saus?

Pepes lebih menonjolkan aroma rempah dan daun pisang, sedangkan kepiting saus menggunakan kuah sebagai cita rasa utama.

3. Apakah pepes kepiting pedas?

Tingkat kepedasan dapat disesuaikan. Beberapa resep lebih menonjolkan aroma rempah dibanding rasa pedas.

4. Apakah pepes kepiting termasuk makanan sehat?

Pepes menggunakan sedikit minyak sehingga dapat menjadi pilihan olahan seafood yang lebih ringan dibanding makanan yang digoreng.

5. Menu pendamping apa yang cocok?

Pepes kepiting paling nikmat disantap bersama nasi hangat, sambal, lalapan segar, dan perasan jeruk limau.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Pepes kepiting Seafood Makanan Tradisional kuliner nusantara kepiting