Durasi Baca: 5 Menit
Ikhtisar: Jalan alternatif di kawasan Oloy, Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, sudah dibuka untuk membantu pengguna jalan melewati titik longsor. Dishub Kukar kini mempercepat pemasangan rambu, barrier, dan lampu penerangan agar jalur tersebut lebih aman digunakan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Jalan alternatif di kawasan Oloy, Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, mulai mendapat pengamanan tambahan setelah jalur darurat tersebut dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara bersama perusahaan dan masyarakat.
Dinas Perhubungan atau Dishub Kutai Kartanegara kini bergerak mempercepat pemasangan berbagai perlengkapan keselamatan. Rambu arah, rambu peringatan longsor, barrier, hingga lampu penerangan disiapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan di jalur alternatif tersebut.
Langkah ini dilakukan karena kondisi titik longsor dan jalur alternatif masih membutuhkan perhatian. Terlebih, jalur yang dibuka memiliki permukaan kerikil dan terdapat turunan yang dinilai cukup rawan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Kepala Dishub Kukar Ahmad Junaidi mengapresiasi pembukaan jalur alternatif tersebut yang dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak.
“Kami apresiasi langkah cepat Pemerintah Kecamatan Muara Muntai. Berkolaborasi dengan perusahaan dan masyarakat sehingga jalan alternatif bisa terbangun. Kami berterima kasih,” ujar Junaidi, Rabu (26/8/2026).
Jalur Alternatif Dibuka untuk Pengendara
Jalur alternatif Oloy dibuka sebagai akses sementara bagi masyarakat yang biasanya melintas di kawasan yang terdampak longsor.
Pembukaan jalur tersebut menjadi hasil kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Muara Muntai, perusahaan, dan masyarakat. Dengan adanya jalur alternatif, pengendara tidak perlu mengambil risiko dengan tetap melintasi sisi jalan yang mengalami longsor.
Namun, jalur alternatif yang baru dibuka masih membutuhkan sejumlah perlengkapan keselamatan. Karena itu, Dishub Kukar langsung melakukan peninjauan dan menyiapkan berbagai fasilitas pendukung.
Rambu lalu lintas menjadi salah satu kebutuhan yang segera dipasang. Rambu tersebut akan membantu pengendara mengetahui arah perjalanan sekaligus memberikan peringatan mengenai kondisi jalan.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Gambut di Muara Muntai Kukar Petugas Berperang Melawan Kobaran Api dan Asap
Rambu Arah dan Peringatan Longsor Disiapkan
Dishub Kukar menyiapkan rambu arah untuk kendaraan yang bergerak dari dan menuju Muara Muntai-Samarinda.
Selain rambu arah, rambu peringatan longsor juga akan ditempatkan di sekitar lokasi yang memiliki risiko. Pemasangan rambu diharapkan membuat pengendara lebih waspada ketika mendekati kawasan tersebut.
Pengamanan juga tidak hanya dilakukan dengan rambu. Barrier akan ditempatkan di titik longsor untuk mencegah pengendara mengambil jalur yang berbahaya.
Pemasangan perlengkapan tersebut menjadi penting karena pengendara tetap perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi jalan, terutama ketika melewati kawasan yang rawan.
Barrier Dipasang di Titik Longsor
Atas arahan Bupati Kukar, Dishub akan mengirim barrier ke titik longsor.
Barrier tersebut dilengkapi scotlet sehingga dapat terlihat dari jarak jauh. Fitur tersebut menjadi semakin penting ketika kondisi mulai gelap dan jarak pandang pengendara berkurang.
Ahmad Junaidi mengatakan pemasangan barrier merupakan bagian dari upaya mengamankan lokasi longsor.
“Tadi pagi ada arahan Pak Bupati untuk mengamankan titik longsor dengan barrier. Ada scotlet-nya, jadi dari jauh bisa terlihat,” jelasnya.
Dengan adanya barrier, pengendara diharapkan dapat lebih mudah membedakan jalur yang aman dengan bagian jalan yang harus dihindari.
Jalur Masih Gelap pada Malam Hari
Selain kondisi permukaan jalan, penerangan menjadi persoalan lain yang ditemukan Dishub Kukar.
Saat melakukan peninjauan pada Selasa malam, Junaidi melihat jalur alternatif masih dalam kondisi gelap. Penerangan yang tersedia saat itu hanya berasal dari lampu sorot.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena jalur alternatif memiliki permukaan kerikil dan turunan. Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko bagi pengendara motor apabila tidak terlihat dengan jelas pada malam hari.
“Tadi malam kami ke sana hanya pakai lampu sorot. Jalannya kerikil dan turunan. Kalau pengendara motor bisa jatuh. Makanya kami komunikasikan untuk pasang lampu penerangan jalan,” kata Junaidi.
Karena itu, pemasangan lampu penerangan menjadi bagian penting dari pengamanan jalur alternatif Oloy.
Dishub Koordinasi dengan PLN
Untuk mempercepat pemasangan lampu, Dishub Kukar kini berkoordinasi dengan PLN.
Material yang dibutuhkan disebut sudah disiapkan, mulai dari tiang, kabel, lampu, hingga KWH meter.
Dishub memiliki dua unit tiang yang dapat digunakan. Sementara itu, tiga tiang tambahan akan dipinjam agar kebutuhan pemasangan dapat segera terpenuhi.
Junaidi mengatakan pihaknya telah menyiapkan material yang menjadi tanggung jawab Dishub. Selanjutnya, jaringan dari PLN menjadi bagian yang masih perlu diselesaikan.
“Mudah-mudahan bisa. Di sana listriknya tegangan tinggi, harus ada sambungan rumah dulu. Tapi dari kami siap. Tinggal jaringan dari PLN,” ujarnya.
Koordinasi tersebut diharapkan membuat penerangan dapat segera dipasang sehingga jalur alternatif tidak hanya dapat digunakan pada siang hari, tetapi juga lebih aman ketika dilewati malam hari.
Material Ditargetkan Segera Dikirim
Dishub menargetkan material untuk kebutuhan pengamanan dapat dikirim pada hari yang sama atau paling lambat keesokan harinya.
Percepatan ini dilakukan karena jalur alternatif sudah mulai digunakan masyarakat. Dengan demikian, fasilitas keselamatan juga perlu segera tersedia.
Rambu, barrier, dan penerangan memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Rambu memberikan informasi dan peringatan, barrier membantu membatasi area berbahaya, sedangkan lampu meningkatkan jarak pandang pengendara ketika malam.
Ketiga perlengkapan tersebut diharapkan dapat membuat jalur alternatif lebih aman selama akses utama masih menghadapi persoalan longsor.
Baca Juga: Oknum Guru SMP Terancam Pecat Kasus Dugaan Pelecehan Siswi Polres Kukar
Pengendara Diminta Tidak Memaksakan Lewat
Dishub Kukar meminta masyarakat tidak memaksakan diri melintasi sisi jalan yang mengalami longsor.
Pengendara roda dua khususnya diminta menggunakan jalur alternatif yang sudah disiapkan.
Imbauan tersebut semakin ditekankan untuk perjalanan malam hari karena kondisi jalan lebih sulit terlihat.
“Jangan memaksakan. Kalau alternatif sudah jadi, pakai yang itu. Apalagi malam hari, kondisinya lebih sulit terlihat. Waspada dan hati-hati,” tegas Junaidi.
Penggunaan jalur alternatif menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan mengambil risiko melewati sisi jalan yang terdampak longsor.
Kolaborasi Jadi Kunci Pembukaan Jalur
Pembukaan jalur alternatif Oloy disebut sebagai hasil kolaborasi di tengah keterbatasan.
Pemerintah kecamatan, perusahaan, dan masyarakat bekerja sama sehingga akses sementara dapat dibangun dan digunakan.
Bagi Dishub, langkah tersebut perlu dilanjutkan dengan penyediaan perlengkapan keselamatan. Sebab, keberadaan jalan alternatif saja belum cukup apabila belum dilengkapi petunjuk arah dan pengamanan yang memadai.
Junaidi berharap masyarakat dapat bersabar selama proses penanganan berlangsung.
“Masyarakat harap bersabar. Semua tidak ada yang kita inginkan. Di tengah kondisi seperti ini, alhamdulillah masih bisa memberikan alternatif,” pungkas Junaidi.
Pengamanan Dikebut agar Jalur Lebih Aman
Dengan jalur alternatif yang sudah terbuka, perhatian berikutnya adalah memastikan masyarakat dapat menggunakannya dengan aman.
Dishub Kukar mempercepat pemasangan rambu, pengiriman barrier, serta koordinasi penerangan dengan PLN.
Kondisi permukaan kerikil, turunan, titik longsor, dan minimnya penerangan pada malam hari menjadi alasan pengamanan perlu dilakukan secepat mungkin.
Sementara itu, masyarakat juga memiliki peran penting dengan mengikuti rambu dan menggunakan jalur yang telah ditentukan.
Selama akses utama masih menghadapi persoalan longsor, jalur alternatif menjadi pilihan sementara yang diharapkan dapat menjaga mobilitas masyarakat dari dan menuju Muara Muntai.
Poin Penting
- Jalan alternatif kawasan Oloy berada di Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai.
- Jalur tersebut dibuka untuk membantu pengendara melewati kawasan terdampak longsor.
- Pembukaan jalur melibatkan pemerintah kecamatan, perusahaan, dan masyarakat.
- Dishub Kukar menyiapkan rambu arah dan rambu peringatan longsor.
- Barrier akan ditempatkan di titik longsor.
- Barrier dilengkapi scotlet agar lebih mudah terlihat.
- Jalur alternatif masih minim penerangan pada malam hari.
- Dishub berkoordinasi dengan PLN untuk pemasangan lampu.
- Material tiang, kabel, lampu, dan KWH meter sudah disiapkan.
- Pengendara diminta tidak memaksakan melintas di sisi jalan yang longsor.
- Pengendara roda dua diarahkan menggunakan jalur alternatif.
- Masyarakat diminta waspada dan berhati-hati, terutama saat malam hari.
Insight Redaksi
Pembukaan jalan alternatif Oloy menjadi langkah penting untuk menjaga akses masyarakat setelah adanya titik longsor. Namun, jalur darurat tentu memiliki tantangan tersendiri karena belum sepenuhnya memiliki fasilitas keselamatan seperti jalan yang sudah permanen.
Permukaan kerikil, turunan, titik longsor, dan minimnya penerangan menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan pengendara.
Langkah Dishub Kukar mempercepat pemasangan rambu, barrier, dan penerangan menjadi penting agar jalur alternatif tidak sekadar terbuka, tetapi juga lebih aman digunakan.
Di sisi lain, masyarakat juga perlu mengikuti arahan petugas. Jangan mengambil risiko dengan melintasi bagian jalan yang terdampak longsor apabila jalur alternatif sudah tersedia.
Untuk sementara, kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci agar akses Muara Muntai tetap berjalan di tengah kondisi tersebut.
FAQ
1. Di mana lokasi jalan alternatif Oloy?
Jalan alternatif berada di kawasan Oloy, Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara.
2. Mengapa jalan alternatif Oloy dibuka?
Jalur alternatif dibuka untuk membantu pengguna jalan melewati kawasan yang terdapat titik longsor.
3. Siapa yang membangun jalan alternatif tersebut?
Pembukaan jalur merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kecamatan Muara Muntai bersama perusahaan dan masyarakat.
4. Apa saja fasilitas keselamatan yang disiapkan Dishub Kukar?
Dishub menyiapkan rambu arah, rambu peringatan longsor, barrier, serta lampu penerangan.
5. Mengapa barrier perlu dipasang di titik longsor?
Barrier digunakan untuk mengamankan titik longsor dan dilengkapi scotlet agar dapat terlihat dari jauh, terutama pada malam hari.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Kaltim Post", dengan judul "Jalan Alternatif Oloy Sudah Dibuka, Dishub Percepat Pasang Rambu dan Lampu",oleh penulis Muhhammad Rifqi Hidayatullah. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : Kaltim Post