Sensus Ekonomi 2026 di Kutai Barat, Pelaku Usaha Diminta Beri Data Jujur

Ahla Najwa • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 11:41 WIB
Kadis Kominfo Kubar Yuli Permata Mora menerima kunjungan Kepala BPS Kubar Lutfi Muta’ali. (DOK. SUNARDI/KP)
Kadis Kominfo Kubar Yuli Permata Mora menerima kunjungan Kepala BPS Kubar Lutfi Muta’ali. (DOK. SUNARDI/KP)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Sensus Ekonomi 2026 di Kutai Barat membutuhkan data jujur pelaku usaha untuk memetakan ekonomi dan mendukung kebijakan pembangunan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Kutai Barat kembali menjadi perhatian setelah BPS mendatangi Diskominfo untuk memperkuat dukungan pemerintah daerah terhadap penyediaan data ekonomi yang akurat.

Bagi pelaku usaha, pendataan ini bukan sekadar menjawab pertanyaan petugas. Data yang diberikan akan membantu menggambarkan aktivitas ekonomi Kutai Barat secara lebih utuh. Yuk, lihat kenapa data yang jujur penting untuk arah pembangunan daerah, Ces!

Mengapa Sensus Ekonomi 2026 penting bagi Kutai Barat?

Kepala BPS Kabupaten Kutai Barat Lutfi Muta’ali mendatangi Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Barat di Sendawar, Kamis (10/9/2026). Kedatangan tersebut disambut Kepala Diskominfo Kutai Barat Yuli Permata Mora.

Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya pendataan sekaligus penguatan koordinasi antara BPS dan pemerintah daerah. Jajaran pimpinan Diskominfo turut menjadi responden untuk menghimpun data awal yang diperlukan dalam Sensus Ekonomi 2026.

Bagi pemerintah daerah, keberadaan data ekonomi yang valid berkaitan langsung dengan kualitas perencanaan. Data yang tidak lengkap dapat membuat gambaran mengenai kondisi ekonomi daerah menjadi kurang utuh.

Yuli menilai Sensus Ekonomi dapat menjadi salah satu instrumen untuk membaca kondisi dan perkembangan perekonomian Kutai Barat secara lebih menyeluruh.

"Sensus Ekonomi menjadi salah satu instrumen penting dalam memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian daerah yang memerlukan dukungan serta partisipasi aktif dari berbagai pihak," tutur Yuli.

Baca Juga: Konsorsium Sempekat Lestari Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan di Kutai Barat

Bukan hanya perusahaan besar yang masuk pendataan

Sensus Ekonomi 2026 secara nasional mencakup pelaku usaha dari berbagai skala, mulai usaha mikro dan kecil hingga usaha menengah dan besar. Pendataan juga mencakup aktivitas ekonomi yang berkembang melalui platform digital.

Artinya, potret ekonomi yang ingin dibangun tidak hanya berasal dari perusahaan besar atau sektor usaha yang sudah lama dikenal.

Usaha kecil, kegiatan perdagangan, jasa, ekonomi kreatif hingga usaha yang memanfaatkan platform digital juga menjadi bagian dari gambaran aktivitas ekonomi yang sedang berlangsung.

Kondisi tersebut penting bagi daerah seperti Kutai Barat karena struktur ekonomi tidak hanya dapat dilihat dari perusahaan berskala besar. Aktivitas usaha masyarakat juga menjadi bagian dari denyut ekonomi yang perlu tercatat.

Kenapa pelaku usaha diminta memberikan data sesuai kondisi?

Diskominfo Kutai Barat mengajak masyarakat dan pelaku usaha menerima petugas BPS serta menyampaikan informasi sesuai keadaan sebenarnya.

Data yang diberikan secara jujur membantu BPS menghasilkan gambaran ekonomi yang lebih mendekati kondisi lapangan. Sebaliknya, informasi yang tidak sesuai dapat memengaruhi kualitas gambaran mengenai karakteristik dan struktur kegiatan ekonomi.

BPS sendiri menjelaskan bahwa SE2026 ditujukan untuk menyediakan data dasar yang komprehensif mengenai struktur dan karakteristik perekonomian. Hasilnya dapat digunakan sebagai landasan penyusunan kebijakan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Karena itu, partisipasi pelaku usaha bukan hanya berkaitan dengan kelancaran pendataan. Informasi yang diberikan ikut menentukan seberapa baik kondisi ekonomi daerah dapat dipetakan.

Baca Juga: Debit Sungai Kedang Menyusut di Bongan, Perahu Kandas dan Aktivitas Warga Terganggu

Apa manfaat data Sensus Ekonomi bagi pemerintah daerah?

Data sensus dapat membantu pemerintah memahami bagaimana aktivitas ekonomi tersebar, jenis usaha yang berkembang, serta perubahan karakteristik dunia usaha.

BPS menyebut SE2026 juga diarahkan untuk memperoleh gambaran lebih utuh mengenai struktur usaha dan aktivitas ekonomi yang berkembang. Data tersebut dapat mendukung perencanaan pembangunan, perbaikan basis data, serta berbagai analisis ekonomi.

Dalam konteks Kutai Barat, informasi tersebut dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah ketika melihat kebutuhan pembangunan yang berkaitan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.

Dengan data yang lebih lengkap, kebijakan dapat disusun berdasarkan kondisi yang tercatat, bukan hanya perkiraan.

Pendataan BPS juga dilakukan dengan pendekatan jemput bola

Upaya mendekatkan proses pendataan kepada responden sebenarnya sudah dilakukan BPS Kutai Barat. Pada Juli 2026, BPS Kutai Barat melakukan pendataan SE2026 bagi ASN di lingkungan Diskominfo melalui layanan jemput bola. Langkah tersebut ditujukan untuk memudahkan responden yang memiliki keterbatasan waktu.

Dalam pelaksanaan SE2026 secara nasional, BPS juga menggunakan pendekatan digital. Pendataan lapangan menggunakan perangkat tablet yang terhubung dengan sistem pusat, sementara usaha skala besar dapat menggunakan mekanisme self-enumeration melalui fasilitas yang disediakan BPS.

Perkembangan metode tersebut menunjukkan bahwa pendataan ekonomi tidak lagi hanya mengandalkan kuesioner manual. Teknologi digunakan untuk membantu proses pencatatan dan pengolahan data.

Data yang jujur menjadi kepentingan bersama

Bagi pelaku usaha, kedatangan petugas BPS dapat menjadi kesempatan untuk memastikan aktivitas ekonominya tercatat dalam pendataan nasional.

Bagi pemerintah daerah, data yang terkumpul menjadi bahan untuk memahami kondisi ekonomi masyarakat secara lebih menyeluruh.

Sementara bagi BPS, kualitas hasil sensus sangat bergantung pada kelengkapan dan kebenaran informasi yang diberikan responden.

Karena itu, ajakan Diskominfo Kutai Barat agar masyarakat dan pelaku usaha memberikan data sesuai kondisi sebenarnya memiliki arti penting. Sensus ekonomi pada akhirnya bukan hanya pekerjaan BPS, tetapi proses bersama untuk mencatat bagaimana kegiatan ekonomi berlangsung di daerah.

Baca Juga: Pembangunan Drainase Gunung Odang Diperkuat, Badan Jalan Sp Belusuh Dijaga dari Gerusan Air

Poin Penting:

Insight Redaksi

Sensus Ekonomi 2026 akan lebih bermakna ketika masyarakat melihat data bukan sekadar kewajiban administratif. Di Kutai Barat, setiap usaha yang tercatat ikut membantu menggambarkan bagaimana ekonomi daerah bergerak. Data dari usaha kecil hingga skala besar dapat menjadi bagian dari peta ekonomi yang lebih lengkap. Dari sana, pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat untuk membaca kebutuhan pembangunan dan merancang kebijakan yang dekat dengan kondisi masyarakat.

Bagi pelaku usaha yang didatangi petugas, memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya menjadi langkah sederhana yang berpengaruh pada kualitas data ekonomi daerah. Bagikan artikel ini agar semakin banyak pelaku usaha memahami pentingnya partisipasi dalam SE2026.

Data ekonomi yang baik dimulai dari informasi yang benar. Nantikan informasi lokal dan perkembangan terbaru lainnya bersama Balikpapan TV, teman update setia yang menghadirkan berita bukan sekadar berita biasa.

FAQ

1. Apa itu Sensus Ekonomi 2026?

Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 merupakan pendataan ekonomi nasional yang dilakukan BPS untuk memperoleh data dasar mengenai struktur dan karakteristik perekonomian.

2. Siapa yang menjadi sasaran Sensus Ekonomi 2026?

Pendataan mencakup pelaku usaha dari berbagai skala, mulai usaha mikro dan kecil hingga usaha menengah dan besar, termasuk aktivitas usaha berbasis digital.

3. Mengapa pelaku usaha perlu memberikan data sesuai kondisi sebenarnya?

Data yang lengkap dan akurat diperlukan agar gambaran struktur serta aktivitas ekonomi yang dihasilkan BPS dapat digunakan sebagai dasar perencanaan dan kebijakan yang lebih tepat.

4. Apakah pendataan hanya dilakukan secara manual?

Tidak. BPS menggunakan teknologi digital dalam proses SE2026, termasuk perangkat tablet untuk pendataan lapangan dan fasilitas self-enumeration bagi usaha tertentu.

5. Mengapa pemerintah daerah ikut mendorong partisipasi masyarakat?

Pemerintah daerah membutuhkan basis data ekonomi yang kuat untuk membantu memahami kondisi wilayah dan mendukung perencanaan pembangunan berbasis data.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul “Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Diskominfo Kubar Ajak Pelaku Usaha Beri Data Jujur”, oleh Sunardi Kaltim Post. Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Sensus Ekonomi 2026 BPS Kutai Barat Diskominfo Kutai Barat Kutai Barat